Banner - Cara Menghapus Nginx Cache di cPanel

Cara Menghapus Nginx Cache di cPanel

Pernah melakukan perubahan pada website, tetapi tampilan yang muncul tetap sama meskipun halaman sudah di-refresh berkali-kali? Kondisi seperti ini sering terjadi karena Nginx cache masih menyimpan versi halaman sebelumnya. Oleh karena itu, menghapus Nginx cache menjadi salah satu langkah troubleshooting yang sering dilakukan untuk memastikan pengunjung dapat melihat perubahan terbaru pada website.

Nginx cache memang dirancang untuk meningkatkan performa website dengan menyimpan salinan halaman yang sering diakses. Namun, pada kondisi tertentu cache justru perlu dibersihkan agar tidak menampilkan konten yang sudah usang. Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara menghapus Nginx cache di cPanel beserta fungsi dan alasan mengapa cache perlu dibersihkan secara berkala.

Apa Itu Nginx Cache?

Nginx cache adalah fitur pada web server Nginx yang berfungsi menyimpan salinan (cache) halaman website, gambar, maupun aset statis lainnya agar dapat disajikan lebih cepat kepada pengunjung. Dengan mekanisme ini, server tidak perlu memproses permintaan yang sama berulang kali sehingga penggunaan CPU, memori, dan database menjadi lebih efisien.

Pada layanan VPS hosting yang menggunakan Nginx sebagai reverse proxy, cache biasanya dibuat secara otomatis untuk mempercepat waktu muat halaman. Ketika pengunjung mengakses halaman yang sama, Nginx akan menyajikan data dari cache tanpa harus meminta ulang ke aplikasi atau server backend.

Fungsi Nginx Cache

Nginx cache memiliki peran penting dalam meningkatkan performa website. Berikut beberapa fungsi utamanya:

  • Mempercepat waktu muat website karena halaman dapat disajikan langsung dari cache.
  • Mengurangi beban server dengan meminimalkan proses eksekusi aplikasi dan query ke database.
  • Meningkatkan kemampuan menangani traffic tinggi, terutama ketika banyak pengunjung mengakses halaman yang sama.
  • Menghemat penggunaan resource server, seperti CPU, RAM, dan koneksi database.
  • Meningkatkan pengalaman pengguna karena halaman website dapat ditampilkan lebih cepat.

Dengan berbagai manfaat tersebut, Nginx Cache menjadi salah satu teknologi yang banyak digunakan pada layanan hosting maupun VPS untuk mengoptimalkan performa website.

Promo Hosting Murah Rumahweb

Kenapa Nginx Cache Perlu Dibersihkan?

Meskipun bermanfaat untuk meningkatkan performa website, cache yang tersimpan terlalu lama dapat menyebabkan pengunjung masih melihat versi lama dari sebuah halaman. Hal ini sering terjadi setelah melakukan perubahan pada website, seperti memperbarui tema, mengubah CSS atau JavaScript, memperbarui plugin, maupun mengedit konten.

Beberapa kondisi yang biasanya mengharuskan Anda menghapus Nginx Cache antara lain:

  • Setelah melakukan perubahan tampilan website tetapi hasilnya belum terlihat.
  • Setelah memperbarui plugin, tema, atau aplikasi web.
  • Mengubah konfigurasi server atau web server.
  • Ketika website masih menampilkan konten lama meskipun data telah diperbarui.
  • Saat melakukan proses troubleshooting untuk memastikan tidak ada cache lama yang digunakan.

Dengan membersihkan cache secara berkala pada kondisi yang tepat, server akan membuat cache baru berdasarkan versi website terbaru sehingga perubahan dapat langsung terlihat oleh pengunjung.

Cara Kerja NGINX Caching di cPanel

Pada layanan VPS hosting yang menggunakan NGINX Caching, NGINX berperan sebagai reverse proxy yang berada di depan Apache. Artinya, setiap permintaan (request) dari pengunjung akan diterima terlebih dahulu oleh NGINX sebelum diteruskan ke Apache.

Melalui mekanisme ini, NGINX dapat menyimpan salinan halaman website (cache) sehingga halaman yang sama tidak perlu diproses berulang kali oleh Apache maupun PHP. Secara sederhana, berikut cara kerja NGINX Caching di cPanel.

1. Pengunjung Mengakses Website

Ketika pengunjung membuka website untuk pertama kali, browser akan mengirimkan permintaan ke server. Permintaan tersebut pertama kali diterima oleh NGINX sebagai lapisan terdepan.

2. Nginx Meneruskan Permintaan ke Apache

Karena halaman tersebut belum tersedia di cache, NGINX akan meneruskan permintaan ke Apache. Selanjutnya Apache menjalankan aplikasi PHP dan mengambil data yang diperlukan dari database MySQL hingga halaman website berhasil dibuat.

3. Nginx Menyimpan Halaman ke Cache

Setelah Apache selesai memproses halaman, hasilnya dikirim kembali ke NGINX. Sebelum diteruskan ke browser pengunjung, NGINX akan menyimpan salinan halaman tersebut ke dalam cache agar dapat digunakan kembali pada permintaan berikutnya.

4. Pengunjung Berikutnya Dilayani dari Cache

Saat halaman yang sama diakses kembali, NGINX akan langsung menyajikan versi yang telah tersimpan di cache tanpa perlu meneruskan permintaan ke Apache maupun menjalankan proses PHP. Cara ini membuat waktu muat website menjadi lebih cepat sekaligus mengurangi beban CPU dan resource server.

Catatan: Karena halaman website disajikan dari cache, perubahan yang baru Anda lakukan pada website tidak selalu langsung terlihat oleh pengunjung. Oleh sebab itu, setelah melakukan pembaruan konten, tema, plugin, atau konfigurasi website, Anda mungkin perlu menghapus NGINX Cache agar server membuat cache baru berdasarkan versi terbaru website.

Menghapus Nginx Cache di cPanel

Jika Anda mengelola VPS atau Dedicated Server berbasis Linux dengan akses root SSH, berikut adalah contoh perintah (command) dasar NGINX yang paling sering digunakan sehari-hari:

Step 1. Mengecek Status NGINX

Perintah ini digunakan untuk melihat apakah layanan NGINX di server Anda sedang berjalan (running) atau mati (dead).

systemctl status nginx
SSH cek service nginx

Step 2. Menghentikan & Menjalankan NGINX

Gunakan perintah ini jika Anda ingin mematikan atau menghidupkan kembali layanan NGINX.

# Untuk mematikan NGINX

systemctl stop nginx
SSH stop service nginx

# Untuk menyalakan NGINX

systemctl start nginx
SSH start service nginx

Step 3. Restart vs Reload

Banyak orang tertukar antara kedua perintah ini. Berikut perbedaan antara restart dan reload.

  • Restart: Mematikan total lalu menyalakan kembali NGINX. Ini menyebabkan website Anda down selama sekian detik.
systemctl restart nginx
SSH restart service nginx
  • Reload (Direkomendasikan setelah ubah konfigurasi): Memperbarui konfigurasi baru tanpa mematikan NGINX. Pengunjung website tidak akan merasakan interupsi sama sekali.
systemctl reload nginx

Step 4. Hapus Nginx Cache di cPanel

Untuk menghapus cache pada cpanel Anda dapat login dan akses terlebih dahulu pada halaman cpanel yang Anda kelola. Kemudian pada sisi kanan terdapat fitur disable dan clear cache nginx seperti berikut : 

menghapus nginx cache di cpanel

Namun jika Anda memiliki akses root pada server yang menggunakan NGINX, Anda dapat menjalankan command berikut : 

1. Bersihkan isi folder cache Nginx

rm -rf /var/cache/nginx/*

Jika menggunakan cPanel Nginx plugin resmi (ea-nginx):

rm -rf /var/cache/ea-nginx-cache/*

2. Restart/reload service Nginx

systemctl reload nginx
SSH clear cache nginx

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan popular tentang Nginx cache.

Kapan NGINX Cache perlu dihapus?

NGINX Cache sebaiknya dihapus setiap kali Anda melakukan perubahan pada website, seperti memperbarui konten, mengubah tema, menginstal atau memperbarui plugin, maupun melakukan perubahan konfigurasi server. Dengan begitu, pengunjung akan langsung melihat versi terbaru dari website.


Apakah menghapus NGINX Cache akan menghapus data website?

Tidak. Menghapus NGINX Cache hanya membersihkan file cache yang disimpan oleh web server. Seluruh data website, database, maupun file aplikasi tetap aman dan tidak akan terhapus.


Mengapa perubahan website belum terlihat meskipun NGINX Cache sudah dihapus?

Selain NGINX Cache, perubahan website juga dapat dipengaruhi oleh cache browser, cache plugin WordPress, atau layanan CDN seperti Cloudflare. Jika perubahan belum terlihat, coba bersihkan seluruh lapisan cache tersebut, kemudian lakukan hard refresh pada browser.


Apakah menghapus NGINX Cache dapat memengaruhi performa website?

Ya, tetapi hanya bersifat sementara. Setelah cache dihapus, server akan membuat cache baru ketika halaman pertama kali diakses sehingga waktu muat halaman mungkin sedikit lebih lambat. Setelah cache terbentuk kembali, performa website akan kembali optimal.


Penutup

Menghapus Nginx cache merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga agar website selalu menampilkan konten terbaru sekaligus mempertahankan performa server. Pada artikel ini, Anda telah mempelajari cara kerja Nginx caching di cPanel, alasan cache perlu dibersihkan, serta beberapa metode untuk melakukan clear cache, baik melalui dashboard cPanel maupun menggunakan akses SSH.

Apabila website Anda menggunakan layanan VPS dengan Nginx, lakukan pembersihan cache setiap kali selesai melakukan perubahan pada website agar pengunjung dapat melihat versi terbaru tanpa kendala. Dengan didukung layanan VPS KVM dari Rumahweb, Anda juga dapat memanfaatkan fitur Nginx caching untuk menghadirkan website yang lebih cepat, stabil, dan optimal.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Muhammad Alfian Fandi Wicaksono

Muhammad Alfian Fandi Wicaksono, atau yang akrab disapa Wicak, adalah salah satu dari tim technical support Rumahweb. Wicak hobi membaca tentang teknologi IT hingga penikmat kopi yang syahdu. Melalui platform Journal, Wicak ingin berbagi informasi dan solusi seputar penggunaan layanan hosting, email dan website.