Pernah mencoba import database melalui phpMyAdmin tapi gagal karena ukuran filenya terlalu besar? Pesan error seperti “File exceeds the maximum upload size” atau proses import yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan adalah situasi yang sangat umum dialami pengguna hosting, terutama saat sedang migrasi website atau restore backup. Solusinya adalah import database via SSH melalui Terminal di cPanel maupun aplikasi seperti PuTTY.
Metode ini tidak memiliki batasan ukuran file seperti phpMyAdmin, prosesnya lebih cepat, dan lebih stabil untuk file database berukuran besar. Di artikel ini, Anda akan memahami apa itu import database via SSH, kapan harus menggunakannya, dan panduan lengkap langkah demi langkah untuk pemula sekalipun.
Apa Itu Import Database via SSH?
Import database adalah proses memasukkan data dari file backup database (biasanya berformat .sql) ke dalam database yang sudah ada di server hosting. Proses ini paling sering dilakukan saat migrasi website dari satu hosting ke hosting lain, restore backup database, atau mengunggah database yang dibuat secara lokal ke server.
Ada dua cara umum untuk import database di hosting cPanel, yaitu melalui phpMyAdmin dan melalui Terminal atau SSH. Keduanya memiliki fungsi yang sama, tapi dengan keterbatasan dan keunggulan yang berbeda.
Perbedaan Import via phpMyAdmin vs SSH
Memahami perbedaan ini akan membantu Anda memilih metode yang paling tepat sesuai situasi.
| Aspek | phpMyAdmin | SSH / Terminal |
|---|---|---|
| Batas ukuran file | Maksimal 50 MB | Tidak ada batas |
| Kemudahan penggunaan | Sangat mudah, berbasis GUI | Memerlukan perintah teks |
| Kecepatan | Lebih lambat untuk file besar | Lebih cepat |
| Risiko timeout | Ada, terutama untuk file besar | Sangat kecil |
| Cocok untuk file | Di bawah 50 MB | Di atas 50 MB |
Untuk database berukuran kecil di bawah 50 MB, phpMyAdmin sudah cukup dan lebih mudah digunakan. Untuk file yang lebih besar, metode SSH adalah pilihan yang jauh lebih andal.
Syarat Sebelum Memulai Import Database via SSH
Sebelum mengikuti langkah-langkahnya, pastikan beberapa hal berikut sudah siap:
1. Akses SSH aktif di paket hosting Anda
Fitur SSH tersedia di Shared Hosting Rumahweb mulai dari paket Medium, Large, dan Cloud Hosting. Jika Anda masih menggunakan paket Entry atau Small, fitur SSH tidak tersedia. Solusinya, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan upgrade paket atau menggunakan metode phpMyAdmin. Namun, jika database lebih dari 50MB, maka Anda bisa membuat tiket untuk bantuan import oleh tim teknis Rumahweb.
2. File database sudah siap
File database yang akan diimport harus dalam format .sql. Jika file Anda masih dalam format .zip atau .gz, ekstrak terlebih dahulu sebelum melanjutkan, atau gunakan cara import file terkompresi yang akan dibahas di bagian tips.
3. Database dan user database sudah dibuat di cPanel
Import database SSH tidak membuat database baru secara otomatis. Anda perlu membuat database dan user database terlebih dahulu melalui cPanel sebelum melakukan import.
Bila anda belum membuat database, maka Anda bisa mengikuti panduan berikut untuk membuatnya: Membuat database di cPanel
Cara Import Database via SSH
Setelah memastikan semua persiapan lengkap, selanjutnya Anda bisa mengikuti panduan berikut untuk melakukan import database via SSH di cPanel hosting.
Step 1: Upload File Database ke Hosting
Sebelum melakukan import, file .sql harus sudah berada di server hosting Anda. Ada dua cara untuk mengunggahnya, yaitu melalui File Manager dan FTP. Berikut panduannya:
Melalui File Manager cPanel
- Login ke cPanel, buka File Manager, kemudian masuk ke folder
public_html. - Klik tombol Upload di toolbar bagian atas dan pilih file
.sqldari komputer Anda. - Tunggu hingga proses upload selesai sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
Melalui FTP
Jika file database berukuran lebih dari 500MB, Anda dapat mengunggahnya melalui FTP menggunakan aplikasi seperti FileZilla. Panduan cara upload file melalui FTP bisa Anda pelajari di artikel berikut: Upload file FTP FileZilla
Unggah file .sql ke direktori public_html. Setelah upload selesai, catat nama lengkap file beserta lokasinya di server, karena informasi ini diperlukan saat menjalankan perintah import.
Step 2: Akses Terminal di cPanel
Setelah database dan file siap, saatnya membuka Terminal di cPanel.
Login ke cPanel, kemudian cari menu Terminal di bagian Advanced. Klik untuk membukanya. Terminal adalah antarmuka berbasis teks yang memungkinkan Anda menjalankan perintah langsung di server, sama seperti SSH dari komputer lokal namun bisa diakses langsung dari browser.
Saat pertama kali membuka Terminal, Anda mungkin diminta menyetujui persyaratan penggunaan. Klik I understand and want to proceed untuk melanjutkan.
Setelah Terminal terbuka, Anda akan melihat prompt perintah seperti:
[namauser@server ~]$Ini berarti Terminal sudah siap digunakan.
Step 3: Masuk ke Direktori File Database
Sebelum menjalankan perintah import, arahkan Terminal ke direktori tempat file .sql disimpan. Jika file diunggah ke public_html, jalankan perintah berikut:
cd public_htmlUntuk memastikan file database Anda ada di direktori tersebut, jalankan perintah berikut:
ls *.sql
Jika nama file .sql muncul di output, berarti Anda sudah berada di direktori yang benar dan siap melanjutkan.

Step 4: Jalankan Perintah Import Database
Sekarang saatnya menjalankan perintah import. Format perintahnya adalah:
mysql -u nama_user -p nama_database < nama_file.sqlGanti bagian-bagian berikut sesuai dengan data Anda:
nama_useradalah nama lengkap user database yang sudah dibuat, misalnyatenda333_userdbnama_databaseadalah nama lengkap database tujuan, misalnyatenda333_dbwebnama_file.sqladalah nama file database yang diupload, misalnyabackup_website.sql
Contoh perintah yang lengkap:
mysql -u tenda333_userdb -p tenda333_dbweb < backup_website.sqlSetelah menekan Enter, Terminal akan meminta Anda memasukkan password user database:
Enter password:Ketikkan password user database yang sudah dibuat di Langkah 1. Perhatikan bahwa saat mengetik password, kursor tidak akan bergerak dan tidak ada karakter yang ditampilkan di layar. Ini normal dan merupakan fitur keamanan standar Linux. Tekan Enter setelah selesai mengetik password.
Jika tidak ada pesan error yang muncul dan prompt kembali ke baris berikutnya, proses import berhasil dilakukan.

Step 5: Verifikasi Hasil Import
Setelah proses import selesai, sebaiknya verifikasi bahwa data sudah masuk dengan benar. Login ke phpMyAdmin melalui cPanel, pilih database yang baru saja diisi, dan periksa apakah tabel-tabel sudah muncul beserta datanya.
Cara lain untuk memverifikasi langsung dari Terminal adalah dengan menggunakan perintah berikut untuk memeriksa jumlah tabel di database:
mysql -u nama_user -p nama_database -e "SHOW TABLES;"
Jika daftar nama tabel muncul di output, database berhasil diimport.
Tips Import Database via SSH yang Perlu Diketahui
Berikut beberapa tips ketika melakukan import database via SSH di cPanel hosting.
Mengimport file database yang dikompresi (.gz)
Jika file database Anda dalam format .sql.gz dan tidak ingin mengekstraknya terlebih dahulu, gunakan perintah berikut:
zcat nama_file.sql.gz | mysql -u nama_user -p nama_databasePerintah ini mengekstrak dan mengimport file secara bersamaan tanpa perlu menyimpan versi yang sudah diekstrak.
Menyertakan password langsung dalam perintah
Untuk menghindari prompt password secara interaktif, Anda bisa menyertakan password langsung dalam perintah dengan menambahkan password tepat setelah -p tanpa spasi:
mysql -u nama_user -ppassword_anda nama_database < nama_file.sql
Perhatikan bahwa cara ini kurang aman karena password terlihat di riwayat perintah Terminal.
Hapus file .sql setelah import selesai
File .sql yang tersimpan di public_html bisa diakses secara publik jika seseorang mengetahui nama filenya. Setelah proses import selesai dan sudah diverifikasi, segera hapus file tersebut dari direktori publik menggunakan perintah:
rm nama_file.sqlFAQ
Berikut adalah beberapa pertanyaan popular tentang cara import database melalui SSH Terminal di cPanel.
Apa bedanya import database SSH dengan phpMyAdmin?
Perbedaan utamanya ada di batas ukuran file. phpMyAdmin memiliki batasan maksimal 50 MB untuk proses import, sementara SSH tidak memiliki batasan ukuran. Untuk file database kecil, phpMyAdmin lebih mudah karena berbasis antarmuka visual. Untuk file besar di atas 50 MB, SSH adalah pilihan yang lebih andal dan lebih cepat.
Apakah semua paket hosting Rumahweb bisa menggunakan SSH untuk import database?
Fitur SSH tersedia di paket hosting Rumahweb mulai dari paket Medium, Large, dan Cloud Hosting. Jika Anda menggunakan paket yang belum mendukung SSH, Anda bisa menggunakan phpMyAdmin untuk file di bawah 50 MB, atau menghubungi tim support Rumahweb untuk alternatif solusinya.
Apa yang harus dilakukan jika muncul error “Access denied” saat import?
Error ini biasanya disebabkan oleh username atau password user database yang salah, atau user database belum memiliki hak akses ke database yang dituju. Pastikan nama user dan nama database yang digunakan dalam perintah adalah nama lengkapnya termasuk awalan username cPanel, dan pastikan user sudah diberikan privilege All Privileges pada database tersebut melalui menu MySQL Databases di cPanel.
Apakah file .sql aman disimpan di folder public_html?
Tidak disarankan untuk menyimpan file .sql di public_html lebih dari yang diperlukan karena folder ini bisa diakses secara publik. Setelah proses import selesai dan sudah diverifikasi, segera hapus file tersebut untuk menjaga keamanan data.
Berapa lama proses import database via SSH berlangsung?
Waktu import bergantung pada ukuran file dan jumlah data yang diproses. File database berukuran puluhan MB biasanya selesai dalam hitungan menit. File yang lebih besar bisa membutuhkan waktu lebih lama, namun prosesnya tetap berjalan di server meski browser ditutup, karena perintah dijalankan langsung di server.
Kesimpulan
Import database via SSH adalah solusi terbaik ketika file database terlalu besar untuk diimport melalui phpMyAdmin. Dengan menggunakan Terminal di cPanel, tidak ada batasan ukuran file, prosesnya lebih cepat, dan lebih stabil untuk database berskala besar.
Langkah intinya hanya tiga: buat database dan user di cPanel, upload file .sql ke hosting, lalu jalankan satu perintah import di Terminal. Setelah terbiasa, seluruh proses ini bisa diselesaikan dalam hitungan menit.
Jika Anda mengalami kendala dalam proses import database atau membutuhkan bantuan teknis lainnya, tim support Rumahweb Indonesia siap membantu melalui live chat atau email ke teknis@rumahweb.com kapan pun Anda membutuhkan.


