Banner - Istilah Resource Hosting di cPanel

Istilah Resource Hosting di cPanel Yang Perlu Dipahami

Ada banyak istilah resource hosting di cPanel yang mungkin terdengar asing, terutama jika Anda tidak terlalu memahami aspek teknisnya. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara detail berbagai istilah resource hosting di cPanel, sehingga Anda dapat memahaminya dengan lebih baik dan mampu melakukan troubleshooting saat terjadi masalah load pada hosting. 

Secara sederhana, resource hosting dapat dianggap sebagai “kemampuan kerja” yang diberikan server untuk menjalankan website Anda. Semakin besar resource yang tersedia, semakin banyak aktivitas yang dapat diproses secara bersamaan.

Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan beberapa istilah resource hosting yang paling umum ditemui.

Istilah-Istilah Resource Pada Hosting

Mari kita bahas satu per satu resource yang terdapat pada layanan hosting dan fungsinya terhadap performa website.

CPU

CPU (Central Processing Unit) adalah bagian server yang bertugas memproses hampir seluruh aktivitas website. Saat seseorang membuka halaman website, menjalankan plugin WordPress, login ke dashboard admin, atau mengakses database, semua proses tersebut akan menggunakan CPU.

Karena itu, CPU sering dianggap sebagai salah satu resource paling penting dalam hosting. Semakin berat proses yang dijalankan website, semakin besar pula penggunaan CPU yang dibutuhkan.

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Sebagai contoh:

  • Website dengan banyak plugin biasanya membutuhkan CPU lebih tinggi
  • Trafik pengunjung yang ramai dapat meningkatkan penggunaan CPU
  • Script yang tidak optimal bisa membuat CPU cepat penuh

Ketika penggunaan CPU mencapai batas yang ditentukan hosting, website biasanya mulai terasa lambat. Dalam beberapa kondisi, website bahkan dapat menampilkan pesan seperti :

  • 508 Resource Limit Reached
  • Error sementara
  • Loading halaman menjadi lebih lama

Karena itu, jika website mulai sering lambat saat trafik meningkat, CPU biasanya menjadi salah satu resource pertama yang perlu diperiksa.

Core CPU

Selain CPU, Anda juga mungkin pernah melihat istilah seperti:

  • 1 Core CPU
  • 2 Core
  • 4 Core

Core adalah inti pemrosesan yang dimiliki CPU. Semakin banyak core yang tersedia, semakin banyak proses yang dapat dijalankan secara bersamaan.

Jika dianalogikan secara sederhana, core membantu server membagi pekerjaan agar proses tidak menumpuk di satu jalur saja.

Sebagai gambaran:

  • 1 core biasanya cukup untuk website sederhana
  • 2 core lebih nyaman untuk website dengan aktivitas sedang
  • 4 core atau lebih cocok untuk website dengan trafik dan proses lebih tinggi

Pada layanan hosting modern, pembagian core biasanya dilakukan secara virtual sesuai paket hosting yang digunakan pelanggan.

RAM (Physical Memory Usage)

RAM (Random Access Memory) merupakan memori sementara yang digunakan server saat menjalankan proses website.

Saat website dibuka, server memerlukan ruang sementara untuk menyimpan data yang sedang diproses. Di sinilah RAM digunakan. Semakin besar RAM yang tersedia, semakin banyak proses yang dapat berjalan dengan lancar secara bersamaan.

RAM biasanya digunakan untuk:

  • Menjalankan plugin
  • Memproses database
  • Menangani request pengunjung

Jika penggunaan RAM terlalu tinggi, website dapat mengalami beberapa kendala seperti:

  • Error 503
  • Website terasa lambat
  • Proses gagal dijalankan

Karena itu, website dengan plugin cukup banyak atau trafik tinggi biasanya membutuhkan RAM yang lebih besar agar tetap stabil.

Entry Process (EP)

Entry Process atau EP adalah jumlah koneksi masuk ke website secara bersamaan. Setiap kali ada pengunjung membuka website, koneksi tersebut akan dihitung sebagai Entry Process.

Jika jumlah koneksi masuk melebihi batas EP:

  • Pengunjung baru bisa gagal mengakses website
  • Website terasa lambat
  • Muncul error sementara

Kondisi ini biasanya terjadi saat:

  • Trafik website sedang tinggi
  • Ada banyak bot mengakses website
  • Website sedang viral atau ramai pengunjung

Karena itu, Entry Process sering berkaitan langsung dengan kemampuan website dalam menangani pengunjung secara bersamaan.

Entry Processes - Istilah-Istilah Resource Hosting di cPanel

Pada gambar di atas, terlihat bahwa Entry Processes (EP) memiliki limit sebesar 15. Perlu diketahui bahwa angka tersebut tidak berarti hanya 15 orang yang dapat mengakses website secara bersamaan. EP menunjukkan jumlah request dinamis yang dapat diproses secara bersamaan oleh akun hosting.

Dalam kondisi tertentu, jumlah pengunjung yang jauh lebih banyak dari nilai EP tetap dapat dilayani, terutama apabila website menggunakan sistem cache yang baik. Namun, apabila jumlah request yang masuk secara bersamaan melebihi batas EP yang tersedia, sebagian request harus menunggu hingga terdapat slot yang kosong untuk diproses.

Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus atau disertai penggunaan resource lain yang tinggi, seperti NPROC, CPU, atau Memory, website dapat menjadi lebih lambat dan pada beberapa kasus dapat menampilkan pesan seperti 508 Resource Limit Is Reached, 503 Service Unavailable, atau error lainnya yang berkaitan dengan keterbatasan resource hosting.

Number of Processes (NPROC)

NPROC ( Number of Processes ) adalah batas jumlah proses yang dapat berjalan secara bersamaan pada akun hosting.

Proses yang dimaksud bisa berupa:

  • Proses PHP
  • Cron job
  • Upload file
  • Request pengunjung
  • Aktivitas plugin WordPress

Semakin banyak aktivitas yang berjalan di website, semakin besar pula penggunaan NPROC.

Sebagai contoh, kondisi limit NPROC sering terjadi ketika:

  • Banyak pengunjung membuka website dalam waktu bersamaan
  • Plugin menjalankan proses background cukup banyak
  • Ada script looping atau proses berat lainnya
NPROC - Istilah-Istilah Resource Hosting di cPanel

Berdasarkan gambar di atas, nilai NPROC A (Average) tercatat sebesar 7, sedangkan limit L (Limit) yang tersedia adalah 30. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan proses pada akun hosting masih berada di bawah batas yang ditentukan dan masih tersedia kapasitas untuk menjalankan proses tambahan.

Perlu diketahui bahwa NPROC (Number of Processes) menunjukkan jumlah proses yang berjalan secara bersamaan pada akun hosting. Apabila penggunaan NPROC mencapai limit yang ditetapkan, proses baru tidak dapat dijalankan hingga terdapat proses yang selesai terlebih dahulu. Dalam kondisi tersebut, request baru dapat mengalami antrean, keterlambatan respons, atau bahkan gagal diproses. Pada beberapa kasus, web server (Apache/Nginx) dapat memberikan respons berupa error 500, 503 Service Unavailable, atau Resource Limit Reached hingga penggunaan NPROC kembali berada di bawah batas yang tersedia.

Inode

Inode adalah struktur data pada sistem file Linux yang digunakan untuk menyimpan informasi mengenai setiap objek di dalam hosting, seperti file dan direktori (folder). Karena setiap file dan folder memiliki inode tersendiri, penggunaan inode dapat diartikan sebagai jumlah total file dan folder yang tersimpan pada akun hosting.

Semakin banyak file dan folder yang dimiliki website, maka semakin besar pula penggunaan inode yang akan digunakan.

Setiap file yang tersimpan di hosting akan dihitung sebagai inode, termasuk:

  • File website
  • Gambar
  • Email
  • Folder

Sebagai contoh:

  • 1 gambar = 1 inode
  • 1 email = 1 inode

Jika inode mencapai batas:

  • Upload atau edit file bisa gagal
  • Email tidak masuk
  • Backup tidak dapat dibuat

Layanan hosting dengan banyak gambar atau email biasanya lebih cepat menggunakan inode tanpa disadari.

Disk Space

Disk Space adalah kapasitas penyimpanan hosting yang digunakan untuk menyimpan seluruh data website.

Storage ini digunakan untuk:

  • File website
  • Database
  • Email
  • Backup
  • Gambar dan video

Jika disk space habis:

  • Website dapat mengalami error
  • Upload file gagal
  • Email tidak bisa diterima

Karena itu, penggunaan penyimpanan perlu rutin dipantau, terutama jika website aktif menambahkan konten baru setiap hari.

Database Disk Usage

Database Disk Usage adalah penggunaan kapasitas penyimpanan oleh database pada layanan hosting. Penggunaan ini mencakup seluruh isi database seperti tabel, data website, log, cache, dan file sementara yang dibuat oleh aplikasi atau CMS seperti WordPress, Laravel, dan lainnya.

Semakin besar data yang disimpan pada database, maka penggunaan disk space juga akan meningkat. Penggunaan database yang terlalu besar dapat memengaruhi performa website, proses backup, hingga penggunaan resource hosting.

Beberapa penyebab Database Disk Usage meningkat antara lain:

  • Banyak data website atau transaksi yang tersimpan
  • Plugin atau aplikasi yang membuat log dan cache berlebihan
  • Database tidak pernah dibersihkan atau dioptimasi
  • Adanya data spam, revisi post, atau session yang menumpuk
  • Website terkena malware atau script abnormal

Agar penggunaan database tetap optimal, disarankan untuk:

  • Menghapus data yang sudah tidak digunakan
  • Membersihkan cache dan log secara berkala
  • Mengoptimasi tabel database
  • Membatasi plugin yang membuat banyak data
  • Melakukan backup rutin sebelum perubahan database

Dengan pengelolaan database yang baik, performa website akan lebih stabil dan penggunaan disk hosting dapat lebih efisien.

Bandwidth

Bandwidth adalah jumlah transfer data yang terjadi antara website dan pengunjung saat website diakses. Setiap kali seseorang membuka website, server akan mengirim berbagai data agar halaman dapat tampil dengan sempurna di browser pengunjung.

Saat seseorang membuka website, biasanya server akan mengirim:

  • Gambar dimuat
  • File CSS dan JavaScript dikirim
  • Konten halaman ditampilkan

Semua aktivitas tersebut menggunakan bandwidth. Website dengan:

  • Banyak pengunjung
  • Banyak gambar
  • Video
  • File download besar

biasanya membutuhkan bandwidth lebih tinggi dibanding website sederhana.

IO/IOPS

IO adalah Input Output limitasi LVE yang membatasi proses upload dan download pada layanan hosting Anda, artinya aktivitas (read/write data) yang dilakukan ke drive disk akan menyesuaikan batas maksimal yang telah ditentukan oleh provider hosting Anda. Saat limit telah tercapai, proses akan diubah ke mode sleep dan akses loading pada website jadi melambat.

Input Output ini hanya akan berdapak pada disk IO, sehingga tidak berpengaruh pada network speed dan disk cache.

IOPS adalah limitasi LVE yang membatasi jumlah IO dalam hitungan detik. Jika limit telah terlampaui, maka operasi data akan dihentikan sementara hingga sisa detiknya habis dan loading website jadi melambat.

Resource Usage

Resource usage atau Penggunaan resource pada hosting adalah fitur yang terdapat pada control panel seperti cPanel dan Plesk.

Ketika website Anda terasa lambat, hal ini dimungkinkan oleh penggunaan resource hosting sudah mencapai limit. Beberapa Hal yang dapat menyebabkan penggunaan resource hosting mencapai limit seperti script website, plugin, atau theme yang memiliki ukuran cukup besar dan trafik pengunjung yang membludak.

Physical Memory Usage

Physcal memory Usage merupakan fitur yang akan menginformasikan ke Anda seberapa besar penggunaan resource hosting terhadap memori fisik di server yang sedang digunakan saat ini.

CPU Usage

CPU Usage adalah fitur cPanel yang akan menginformasikan detail penggunaan CPU untuk hosting Anda. Umumnya informasi kendala pada CPU Usage sama dengan Resource Usage, seperti Plugin yang tidak Up-to-Date dan Theme yang tidak mendapat dukungan optimasi dari developernya.

Faults

Faults adalah limit resource yang sudah tersentuh / terlampaui pada hosting. Jadi, setiap kali website atau aplikasi di hosting melewati batas yang sudah ditentukan server, akan tercatat sebagai fault.

Dari grafik fault, ada beberapa istilah yang perlu Anda pahami, seperti:

  • CPUf : Fault karena CPU limit tercapai.
  • EPf : Fault karena Entry Processes (jumlah proses PHP/concurrent connection) mencapai limit.
  • VMemF: Fault karena Virtual Memory (RAM) melebihi limit.
  • NprocF: Fault karena jumlah proses melebihi limit.
  • PMemF: Fault karena Physical Memory penuh.
  • IOf: Fault karena I/O (disk read/write speed) kena limit.
  • IOPSf: Fault karena I/O Operations per Second kena limit.

Mengapa memahami resource hosting itu penting?

Setelah memahami berbagai istilah di atas, mungkin Anda mulai menyadari bahwa performa website tidak hanya bergantung pada desain atau isi website saja. Resource hosting juga memiliki peran besar dalam menjaga website tetap cepat dan stabil.

Karena itu, penting untuk menyesuaikan resource hosting dengan kebutuhan website atau aplikasi yang digunakan. Website sederhana tentu memiliki kebutuhan resource yang berbeda dibanding toko online, website dengan banyak pengunjung, atau aplikasi berbasis web. Dengan resource yang sesuai, website dapat berjalan lebih optimal, stabil, dan nyaman diakses oleh pengunjung.

Ketika salah satu resource mencapai limit, website bisa mulai mengalami berbagai kendala seperti:

  • Loading lambat
  • Error sementara
  • Sulit diakses
  • Dashboard admin terasa berat

Karena itu, memahami resource hosting dapat membantu Anda:

  • Menentukan paket hosting yang sesuai
  • Mengetahui penyebab website lambat
  • Memahami kapan website perlu upgrade resource
  • Mengoptimalkan penggunaan plugin dan tema

Dengan memahami dasar-dasar ini, Anda juga akan lebih mudah membaca spesifikasi hosting sebelum memilih layanan.

Solusi mengatasi Resource Limit pada hosting

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi resource usage pada hosting, berikut diantaranya:

1. Lakukan analisa resource usage di Hosting Anda

Anda dapat melakukan analisa resource terpakai melalui cPanel, pada menu ‘Resource Usage‘. Di menu ini, Anda dapat melihat detail penggunaan CPU, RAM, IO hingga proses PHP dan database apa saja yang menggunakan resource tinggi pada hosting.

Panduan pengecekan resource usage bisa Anda pelajari melalui halaman berikut: Cara Melihat Resource Usage di cPanel

Setelah mengetahui proses apa yang tinggi, Anda dapat melakukan kill process agar proses yang sedang berjalan tersebut terhenti. Kill Process dapat dilakukan melalui CronJob maupun melalui SSH atau Terminal. Panduan kill process dapat Anda pelajari di artikel berikut: Cara Kill Process

2. Lakukan optimasi

Pada dasarnya kill process merupakan solusi sementara yang dapat Anda lakukan, agar website kembali dapat diakses. Namun, anda masih perlu melakukan sejumlah pengecekan agar kendala ini tidak berulang.

Berikut beberapa kemungkinan yang menyebabkan resource hosting Anda tinggi:

Optimasi skrip website

Saat website Anda terasa lambat untuk diakses, sebaiknya dilakukan audit pada skrip yang digunakan. Pastikan bahwa tidak ada skrip yang tidak berfungsi masih tersimpan dalam file.

Selain itu, kurangi juga penggunaan efek screen yang dapat membuat website semakin lambat seperti efek pada skrip JS yang biasa digunakan.

Optimasi Plugins

Jika Anda pengguna CMS, ada baiknya menginstall plugin yang memang hanya akan digunakan saja. Apabila menemukan plugin yang tidak digunakan, sebaiknya dihapus. hal ini dapat membantu meringankan akses website bagi pengunjung.

Optimasi Theme

Theme memiliki kontribusi yang cukup besar untuk membuat website Anda semakin lambat ketika diakses. Pastikan theme yang akan digunakan telah sesuai dengan paket hosting yang disewa, dan memiliki fitur optimasi.

3. Upgrade Hosting

Salah satu faktor utama yang membuat website Anda lambat saat diakses adalah tingginya jumlah pengunjung. Cara cepat untuk mengatasinya adalah dengan meng-upgrade paket hosting Anda ke spesifikasi yang lebih tinggi.

Bagi Anda yang menggunakan layanan hosting di Rumahweb, upgrade dapat dilakukan melalui halaman Clientzone dengan panduan sebagai berikut.

Kesimpulan

Istilah seperti CPU, Core, RAM, NPROC, dan bandwidth merupakan bagian penting dalam layanan hosting. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam menjaga website tetap berjalan dengan baik dan stabil.

Memahami arti resource hosting tidak harus menjadi hal yang terlalu teknis. Dengan mengetahui fungsi dasarnya, Anda akan lebih mudah memahami kondisi website, membaca spesifikasi hosting, dan menentukan kebutuhan resource yang sesuai untuk website yang dikelola.

Semakin berkembang sebuah website, biasanya kebutuhan resource juga akan ikut meningkat. Karena itu, memahami dasar-dasar hosting sejak awal dapat membantu Anda mengelola website dengan lebih optimal di kemudian hari.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 4.7 / 5. Vote count: 30

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Fredric Lesomar

I am an ameteur programer and cybersecurity enthusiast. Love much, mother Python language, machine learning and You!