Banner - Temporary Domain cPanel

Temporary Domain cPanel: Fungsi dan Cara Menggunakannya

Saat membuat atau memindahkan website ke hosting baru, terkadang Anda perlu mengakses website sebelum domain utama diarahkan ke server. Dalam kondisi seperti ini, temporary domain dapat menjadi solusi untuk mengakses website sementara, misalnya ketika website baru selesai dibuat, proses migrasi hosting masih berlangsung, atau konfigurasi domain belum selesai.

Jika menggunakan cPanel, temporary domain memungkinkan Anda membuka website melalui alamat sementara tanpa harus menunggu domain utama selesai diarahkan ke server. Dengan begitu, Anda tetap dapat melakukan pengecekan dan memastikan website berjalan dengan baik sebelum menggunakan domain utama.

Pada artikel ini, kami akan membahas apa itu temporary domain, fungsi dan cara kerjanya, serta cara menggunakannya pada hosting dengan cPanel.

Apa Itu Temporary Domain di cPanel?

Temporary Domain adalah alamat domain sementara yang dapat digunakan untuk mengakses website di server hosting. Alamat ini berbeda dengan domain utama yang nantinya digunakan untuk website.

Misalnya, Anda baru membeli hosting tetapi belum memiliki domain, atau domain masih dalam proses diarahkan ke server. Dalam kondisi tersebut, Temporary Domain dapat digunakan untuk mengakses dan mengecek website terlebih dahulu.

Dengan temporary domain, Anda dapat memastikan file website, database, PHP, maupun CMS seperti WordPress sudah berjalan dengan baik sebelum domain utama digunakan. Namun, temporary domain bukanlah pengganti domain utama dan biasanya hanya digunakan untuk kebutuhan sementara, seperti testing, pengembangan, atau pengecekan website.

Promo Hosting Murah Rumahweb

Apa Fungsi Temporary Domain?

Temporary domain dapat digunakan untuk beberapa kebutuhan, antara lain:

  1. Testing Website Sebelum Domain Aktif
    Temporary domain dapat digunakan untuk melihat hasil website yang baru diunggah ke hosting. Hal ini berguna apabila domain masih dalam proses propagasi DNS atau belum diarahkan ke server hosting.
  2. Pengujian Setelah Migrasi Hosting
    Temporary Domain juga dapat membantu proses pengecekan setelah website dipindahkan dari hosting lama ke hosting baru. Anda dapat memastikan website sudah berjalan dengan baik sebelum DNS domain utama diubah.
  3. Mengakses Website Tanpa Domain Sendiri
    Bagi pengguna yang belum memiliki domain tetapi sudah mempunyai layanan hosting, temporary domain dapat menjadi alternatif untuk melakukan pengujian awal terhadap website.
  4. Pengembangan Website
    Developer dapat menggunakan temporary domain untuk melakukan pengecekan tampilan dan fungsi website sebelum website dipublikasikan menggunakan domain utama.

Cara Menggunakan Temporary Domain di cPanel

Penggunaan temporary domain bergantung pada konfigurasi server dan provider hosting yang digunakan. Pada server cPanel yang mendukung fitur tersebut, temporary domain dapat ditambahkan atau disediakan melalui konfigurasi domain pada akun cPanel.

Secara umum, langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Login ke cPanel menggunakan akun hosting. Setelah itu, buka menu Domains dan kemudian pilih “choose a domain later“. Namun apabila Anda ingin menambahkan domain sendiri yg sudah dimiliki, maka bisa memilih registered domain.
choose domain later temporary domain
  1. Klik submit dan perhatikan document root yang digunakan, karena akan digunakan untuk mengupload file website. Kemudian upload file website ke document root tersebut atau pastikan file website sudah berada di lokasi yang benar sesuai dengan letak folder / document root yang digunakan.
  2. Akses alamat Temporary Domain melalui browser. Pastikan website dapat ditampilkan dan fungsi utamanya berjalan dengan baik. Jika muncul peringatan seperti gambar berikut, klik continue untuk melanjutkan.
warning technical domain
  1. Apabila berhasil, maka akan tampil halaman website yang sebelumnya sudah diupload
Gasil testing akses temporary domain

Nama dan format Temporary Domain dapat berbeda-beda pada setiap provider hosting. Karena itu, apabila provider menyediakan alamat Temporary Domain khusus, gunakan alamat yang diberikan oleh provider tersebut.

Apakah WordPress Bisa Menggunakan Temporary Domain?

Perlu diperhatikan bahwa WordPress menyimpan alamat website pada konfigurasi WordPress Address (URL) dan Site Address (URL). Jika WordPress sebelumnya menggunakan domain utama, mengganti URL menjadi Temporary Domain dapat menyebabkan beberapa konfigurasi ikut berubah.

Selain itu, beberapa plugin, tema, konfigurasi SSL, maupun file website dapat menyimpan URL domain utama. Akibatnya, website mungkin tidak tampil sempurna ketika diakses menggunakan Temporary Domain.

Untuk kebutuhan testing, sebaiknya hindari perubahan URL WordPress secara sembarangan, terutama apabila website nantinya akan kembali menggunakan domain utama.

Keterbatasan Temporary Domain

Meskipun berguna untuk testing, Temporary Domain memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya:

  • Pertama, alamat Temporary Domain bukan merupakan alamat website yang ideal untuk penggunaan produksi. Untuk website yang akan dipublikasikan kepada pengguna, sebaiknya tetap menggunakan domain sendiri.
  • Kedua, beberapa fitur website mungkin tidak bekerja secara normal karena membutuhkan domain tertentu. Contohnya adalah integrasi API, callback URL, sistem login pihak ketiga, payment gateway, OAuth, dan konfigurasi SSL.
  • Ketiga, apabila website menggunakan HTTPS, Temporary Domain juga harus didukung dengan sertifikat SSL yang sesuai. Tidak semua konfigurasi Temporary Domain otomatis dapat digunakan dengan HTTPS.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan popular tentang temporary domain di cPanel.

Apa fungsi Temporary Domain pada cPanel?

Temporary Domain digunakan untuk mengakses dan menguji website sebelum domain utama diarahkan ke server hosting. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk testing website baru, pengecekan setelah migrasi hosting, maupun pengembangan website.


Apakah Temporary Domain bisa digunakan untuk website WordPress?

Bisa, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. WordPress menyimpan URL website dalam konfigurasinya, sehingga penggunaan Temporary Domain dapat menyebabkan beberapa plugin, tema, SSL, atau fitur tertentu tidak berjalan dengan normal. Untuk kebutuhan testing, sebaiknya hindari mengubah URL WordPress secara sembarangan.


Apakah Temporary Domain bisa digunakan sebagai pengganti domain utama?

Tidak. Temporary Domain ditujukan untuk penggunaan sementara, seperti testing dan pengecekan website. Setelah website siap dipublikasikan, sebaiknya gunakan domain utama dan pastikan DNS serta SSL sudah dikonfigurasi dengan benar.


Penutup

Temporary Domain di cPanel merupakan solusi yang berguna untuk mengakses dan menguji website sebelum domain utama digunakan. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk testing website baru, pengecekan hasil migrasi hosting, maupun pengembangan website.

Namun, Temporary Domain sebaiknya digunakan hanya sebagai alamat sementara. Setelah website siap digunakan, domain utama tetap perlu diarahkan ke server hosting dan dikonfigurasi dengan benar, termasuk DNS dan SSL.

Jika Temporary Domain tidak tersedia pada akun cPanel, pengguna dapat menghubungi provider hosting untuk mengetahui apakah server mendukung fitur tersebut dan bagaimana format alamat Temporary Domain yang dapat digunakan.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Gatot Antok Wibowo

Suka menulis dan memiliki minat mendalam dalam dunia literasi, teknologi, dan isu-isu terkini. Dengan pengalaman sebagai Technical Support di Rumahweb dan juga pengalaman menulis selama beberapa tahun, berusaha menghadirkan artikel yang informatif, tajam, dan inspiratif. Serta memberikan wawasan baru kepada pembaca dengan gaya yang menarik dan mudah dipahami.