Pada seri Belajar Git Part 1, kita sudah mengenal Git, mulai dari pengertian, fungsi, hingga alasan Git banyak digunakan dalam proses pengembangan website dan aplikasi. Setelah memahami konsep dasarnya, langkah berikutnya adalah menyiapkan Git agar dapat digunakan secara langsung di komputer.
Bagi pengguna Windows, Git dapat digunakan setelah aplikasi Git terpasang dan dikonfigurasi dengan benar. Dengan begitu, Anda dapat mulai menjalankan berbagai perintah Git untuk mengelola dan menyimpan perubahan pada project.
Pada artikel Belajar Git Part 2 ini, kita akan membahas cara install Git di Windows secara langkah demi langkah, mulai dari mengunduh installer hingga memastikan Git berhasil terpasang dan dapat digunakan melalui Command Prompt.
Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan?
Sebelum mulai menginstal Git di Windows, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pada tahap Belajar Git ini, Anda belum membutuhkan server atau layanan hosting khusus karena Git akan dijalankan secara lokal di komputer.
Berikut beberapa hal yang perlu disiapkan:
- Laptop atau komputer Windows
Digunakan sebagai tempat untuk menginstal dan menjalankan Git. - Koneksi internet
Pastikan koneksi internet aktif dan stabil selama proses instalasi. Installer Git mungkin perlu mengunduh beberapa file atau komponen yang dibutuhkan. - Akses administrator
Pastikan Anda memiliki izin yang cukup untuk menginstal aplikasi pada komputer Windows.
Setelah semua persiapan tersedia, Anda dapat melanjutkan ke proses instalasi Git di Windows.
Install Git di Windows
Dalam panduan ini, kami melakukan proses instalasi Git secara langsung pada Windows 11. Installer Git diunduh menggunakan Google Chrome dan menggunakan versi Git terbaru yang tersedia saat artikel ini dibuat. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk menginstal Git di Windows.
Step 1. Unduh Installer Resmi Git
- Buka browser dan kunjungi berikut.
- Pilih installer yang sesuai (direkomendasikan: “Git for Windows/x64 Setup. “).
- Tunggu hingga proses unduhan selesai.
Step 2. Jalankan Installer Git
- Buka folder Downloads dan klik dua kali pada file .exe yang diunduh
- Jika muncul konfirmasi User Account Control (UAC), klik “Yes“.
- Pada jendela Lisensi (GNU General Public License), klik “Next“.
Step 3. Pilih Lokasi Instalasi & Komponen
- Select Destination Location: Biarkan di lokasi default (C:\Program Files\Git), klik “Next”.
- Select Components: Pastikan centang opsi berikut:
- Git Bash Here
Kegunaan : Saat berada di dalam folder project, tinggal klik kanan pada area kosong dan pilih “Git Bash Here”. Terminal Git akan langsung terbuka otomatis di dalam folder tersebut tanpa harus mengetik perintah navigasi manual (cd nama_folder). - Git GUI Here
Kegunaan : Menu ini muncul saat klik kanan folder. Opsi ini membuka aplikasi visual bawaan Git untuk melihat perubahan kode, melakukan commit, atau melihat histori secara visual (berupa tombol dan menu) tanpa mengetik teks perintah. - Add a Git Bash Profile to Windows Terminal (Opsional)
Kegunaan : Jika sering menggunakan Windows Terminal, Git Bash akan muncul sebagai pilihan tab baru di sebelah PowerShell atau Command Prompt (CMD), tidak perlu membuka jendela aplikasi baru secara terpisah.
- Git Bash Here
- Klik “Next”.
Step 4. Atur Editor Default & Nama Branch Inisialisasi
- Choosing the default editor: Pilih editor teks favorit (misal: Visual Studio Code) atau biarkan default (Vim).
- Adjusting the name of the initial branch: Pilih “Override the default branch name for new repositories” lalu isi dengan: main
Default branch (cabang bawaan) adalah cabang pertama yang aktif saat repositori baru dibuat atau ketika orang lain mengkloning proyek Anda. Biasanya, cabang ini menjadi target utama untuk pull request dan menyimpan kode yang stabil. komunitas pengembang kini lebih banyak beralih menggunakan main sebagai standar baru.
Step 5. Konfigurasi PATH Environment & Opsi Lainnya
- Adjusting your PATH environment: Pilih “Git from the command line and also from 3rd-party software” (Rekomendasi).
- Choosing SSH executable: Pilih “Use bundled OpenSSH”.
Fungsi : Pilihan ini meminta Git untuk menggunakan program OpenSSH bawaan yang sudah dikemas langsung di dalam paket instalasi Git. Ini adalah pilihan paling aman karena versi OpenSSH ini dijamin 100% cocok dengan Git yang sedang Anda pasang, sehingga meminimalisir eror autentikasi.
- Choosing HTTPS transport backend: Pilih “Use the OpenSSL library”.
Fungsi : Pilihan ini menggunakan library OpenSSL internal milik Git untuk memeriksa apakah server yang dituju aman dan asli. Pilihan ini sangat direkomendasikan untuk pengguna umum karena bekerja sangat baik pada jaringan internet rumah maupun publik.
- Configuring the line ending conversions: Pilih “Checkout Windows-style, commit Unix-style line endings”.
- Configuring the terminal emulator: Pilih “Use MinTTY (the default terminal of MSYS2)”.
Step 6. Selesaikan Instalasi & Verifikasi
- Biarkan opsi lainnya pada posisi default, lalu klik “Install“.
- Tunggu hingga proses ekstraksi selesai, lalu klik “Finish“.
Sampai saat ini proses instalasi sudah selesai, untuk melakukan pengetesan git sudah terinstall atau belum, kita coba melakukan pengecekan versi git, Buka Command Prompt (CMD) atau Git Bash, lalu jalankan perintah:
Penutup
Proses install Git di Windows sebenarnya cukup mudah. Namun, pastikan setiap pilihan dan konfigurasi selama instalasi diperhatikan agar Git dapat digunakan dengan baik sesuai kebutuhan. Meskipun beberapa pengaturan masih dapat diubah setelah instalasi, memilih konfigurasi yang tepat sejak awal akan membuat proses penggunaan Git ke depannya menjadi lebih praktis.
Sampai tahap ini, Git sudah berhasil dipasang dan siap digunakan di komputer Anda. Selanjutnya, kita akan mulai mempelajari berbagai perintah dasar Git untuk mengelola project.
Jangan lupa ikuti terus seri Belajar Git dari Rumahweb agar Anda dapat mempelajari Git secara bertahap, mulai dari pengenalan hingga penggunaan Git dalam proses pengembangan website dan aplikasi.
















