Menghapus komentar spam yang memenuhi blog wordpress

Ketika komentar masuk di blog wordpress anda,  komentar tersebut bisa berupa dari salah satu kategori komentar sebagai berikut :

1.    Approved comments – WordPress telah mendeteksi bahwa komentar ini adalah komentar nyata, dan dapat segera disetujui.
2.    Pending comments
3.    Spam comments – Jika Anda memiliki Akismet akan sangat membantu mendeteksi komentar yang dianggap sebagai spam.

Beberapa comment spam bisa dengan mudah anda hapus melalui halaman dashboard wordpress anda pada menu comments >> spam. Pertanyaan muncul bagaimana jika ada ribuan comment spam yang masuk ? Menjawab masalah tersebut, ada cara mudah untuk menghapusnya.

#1 Login ke halaman cpanel hosting anda. Bila Anda telah berhasil login, akan melihat sebuah layar seperti ini:


#2 Akses database installasi wordpress anda menggunakan phpMyAdmin.

Cari icon phpMyAdmin (dalam database) dan klik di atasnya.  Anda akan melihat halaman seperti ketika Anda berada di halaman phpMyAdmin. Pilih database blog wordpress  anda dengan mengkliknya di sebelah kiri.  Anda akan melihat daftar tabel dalam database tersebut.

Selanjutnya, cari tab di sisi kanan, dan menemukan “SQL”.  Pilih menu tersebut. Detail screen shoot nya terlihat seperti dibawah ini.


#3 Selanjutnya jalankan Perintah dibawah ini pada form SQL tersebut :

[PHP]

DELETE from wp_comments WHERE comment_approved = ‘0’;

[/PHP]

kembalilah login pada halaman admin wordpress, dan Anda cek apakah comment spam sudah terhapus  secara keseluruhan.

Note : Pastikan Anda benar-benar paham dan mengenal tentang database. Jika kurang mengerti dan sebelum Anda menjalankan perintah SQL apapun, kami menyarankan sekali untuk melakukan backup terlebih dahulu database blog wordpress anda.

Mengatasi Bug wordpress 2.9 – mendapati pesan eror ‘Missed schedule’ dalam penjadwalan posting

WordPress baru-baru telah merilis versi terbarunya WordPress 2,9 yang dibundel dengan banyak fitur baru. Tetapi kali ini kesalahan terjadi dalam penjadwalan posting melalui halaman dashboard.

Ketika Anda akan menjadwalkan suatu posting artikel baik tanggal / waktu, ini akan dijadwalkan sempurna dan menunjukkan status “Scheduled”. Namun posting tidak akan dipublikasikan (published) pada waktu itu dan pesan status akan berubah menjadi ‘Missed schedule’.

Bug wordpress 2,9 tersebut karena respons yang lambat dari sistem pada waktu yang dijadwalkan. Sebenarnya masalah ini sudah ada di WordPress versi sebelumnya, tetapi kali ini adalah mengatasi kesalahan lebih sering. Sejak wordpress 2,9 dirilis dan dibundel dengan lebih banyak fitur, beban sistem juga meningkat dan karena itu kita menghadapi masalah ini sering di versi wordpress 2.9.

Di sini adalah solusi untuk mengatasi masalah ini.


Masuk dalam folder ‘wp-includes’ installasi wordpress anda dan edit nama file ‘cron.php’ pada line 229.

Sebelum perubahan

[PHP]

wp_remote_post( $cron_url, array(‘timeout’ => 0.01, ‘blocking’ => false, ‘sslverify’ => apply_filters(‘https_local_ssl_verify’, true)) );

[/PHP]

Sesudah perubahan

[PHP]

wp_remote_post( $cron_url, array(‘timeout’ => 10.00, ‘blocking’ => false, ‘sslverify’ => apply_filters(‘https_local_ssl_verify’, true)) );

[/PHP]

Perubahan yang dilakukan adalah telah mengubah waktu timeout dari 0.01sec untuk 10 detik yang akan bekerja dengan baik untuk masalah tersebut selain itu anda dapat mengubahnya ke nilai yang lebih tinggi.

Semoga dapat membantu.  🙂

Mengatasi pesan error ‘An Unexpected HTTP Error occurred during the API request’ WordPress

Kadang-kadang Anda akan menjumpai pesan kesalahan sebagai berikut ‘An Unexpected HTTP Error occurred during the API request’ ketika melakukan request suatu halaman ( seperti upgrade plugin, searching plugin dsb) melalui admin dashboard worpdress.

Mungkin masalah ini terjadi selama 2 -3 menit dan kemudian setelah itu panel admin wordpress anda kembali normal.  Jika anda mendapatkan error ini sering pada halaman dashboard Anda,  disini kami memberikan sulosi dan bagaimana cara mengatasinya.

WordPress menetapkan batas timeout untuk setiap permintaan/request.Jika itu melintasi batas permintaan tertentu, dalam hal ini Anda akan mendapatkan pesan error. Jika Anda perlu untuk menyelesaikanmasalah ini,dapat dilakukan dengan cara meningkatkan ‘time limit’ dengannilai/value yang lebih tinggi.

Untuk meningkatkan ‘timeout limit of requests’ , masuk ke dalam directory  ‘wp-includes’ instalasi wordpress Anda dan mengedit file ‘class-http.php’ .

Berikut adalah screenshot dari potongan kode di mana Anda perlu melakukan perubahan.


Detail perubahannnya sebagai berikut :

  • Sebelum perubahan

[PHP]

‘timeout’ => apply_filters( ‘http_request_timeout’, 5),

[/PHP]

  • Setelah perubahan

[PHP]

‘timeout’ => apply_filters( ‘http_request_timeout’, 30),

[/PHP]

Perubahan yang dilakukan sebelumnya adalah meningkatkan time limit dari 5 detik hingga 30 detik, sekarang Anda tidak akan mendapatkan pesan kesalahan kembali di halaman dashboard wordpress Anda. Anda dapat meningkatkan nilai timeout ini dengan jumlah sesuai pilihan Anda.

Seperti yang kami beritahukan sebelumnya bahwa pesan kesalahan ini muncul karena permintaan halaman melebihi batas waktu. Ini mungkin terjadi karena plugin yang digunakan atau penggunaan terlalu banyak plugin yang kurang optimal.

Upload wordpress step by step ke server hosting

Setelah Anda puas dengan tampilan situs WordPress di PC lokal Anda , hasil dari  customize website , desain, content/artikel yang anda tulis. Tentunya anda berkeinginan untuk mempublikasikan secara online.  Masih kurang jika  Anda belum memiliki pilihan server web hosting yang terbaik.  Pastikan server Anda mempunyai fasilitas database MySQL dan mendukung script PHP. Tips memilih web hosting dapat anda temukan  di sini.

Selanjutnya jika anda sudah mempunyai web hosting, sangat merepotkan sekali mengupload file ke server hosting jika kita tidak tahu cara apa yang tepat untuk melakukannya.  File apa saja yang di upload ? bagaimana cara mengupload nya ke server hosting ? apakah satu per satu file kita upload ?

Sangat kurang efektif melakukan upload file satu per satu, pertanyaannya jika file yang kita miliki ada ribuan, berapa lama waktu kita harus menunggu ? di sini kami akan menjelaskan secara ringkas bagaimana upload website ke server hosting dalam hal ini sebagai contoh aplikasi wordpress.

1.   Membuat database melalui mySQL Database di Cpanel

Jika anda belum membuat database di server, silahkan dibuat dahulu. Membuat database MySql bisa dilakukan di cPanel > MySql Database. Dari sana bisa diperoleh :

•    Nama database          , contoh :  ‘cerita35_wordpress’
•    Username database   , contoh : ‘cerita35_admin’
•    Password database    , contoh : ‘b4l1b0’

2.   Backup database Komputer lokal

Siapkan database aplikasi wordpress yang sudah anda buat ketika offline. Backup database anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser anda ( http://localhost/phpmyadmin)

Pilih database wordpress yang ingin diupload dari drop down menu “ database “. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol “export” Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table” Jangan ganti yang lain kecuali anda tahu apa yang anda lakukan. Centang “Save as file” tekan tombol “go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer.

3.   Import database melalui phpmyadmin di cpanel

Setelah selesai membuat database dan user (step 1)serta export database di computer local anda( step 2). Silahkan buka menu phpMyAdmin di cPanel Pilih database dengan nama ( _wordpress) yang tadi anda buat di step pertama.

Setelah database dipilih , klik pada tombol “import” dan browse file backup database dan “Go” untuk import. Untuk detailnya bisa anda lihat di artikel cara-upload-mysql-database.


4.   Upload file

Sebelum anda upload file wordpress ke server melalui FTP, sebaiknya compresi dalam satu file format Zip dahulu kesemua file dan direktori  installasi wordpress di computer local anda . Gunakanlah kompresi normal (standar) untuk zip file dan direktori wordpress.

Upload file .zip dengan menggunakan ftp/filezilla untuk mempercepat proses upload  dan menghindari kagalan upload. Jika  ingin menjadikan aplikasi wordpress sebagai web utama silahkan upload file zip wordpress ke dalam direktori /public_html supaya aplikasi wordpress dapat diakses melalui http://yourdomain.com/.

Setelah selesai upload, login ke cPanel > File Manager, cari file yang anda upload (di dalam direktori public_html), klik kanan pada file tersebut dan extract.


5.   Setting file wp-config.php

Sampai step 4, jika Anda mencoba untuk mengakses situs Web Anda mungkin akan ditemui sebuah kesalahan/pesan error.  Hal ini karena file “wp-config.php” dari server lokal Anda tidak berisi informasi yang berhubungan dengan rincian account hosting Anda. File “wp-config.php” menyimpan informasi mengenai nama database, userDB, serta password yang dibuat pada account hosting,. Anda perlu mengubah rincian di dalamnya sebagai berikut :

Buka cPanel > File Manager  anda. Cari file wp-config.php di root directory wordpress anda. Klik kanan pada file tersebut dan klik ‘Code Edit’, ubah baris code di bawah ini sesuai informasi yang kita buat pada step 1 :

[PHP]
// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(‘DB_NAME’, ‘wordpress284’);  ubah menjadi   define(‘DB_NAME’, ‘ cerita35_wordpress’);

/** MySQL database username */
define(‘DB_USER’, ‘root’);          ubah menjadi   define(‘DB_USER’, ‘ cerita35_admin’);

/** MySQL database password */
define(‘DB_PASSWORD’, ”);          ubah menjadi   define(‘DB_PASSWORD’, ‘b4l1b0’);

/** MySQL hostname */
define(‘DB_HOST’, ‘localhost’);     tidak dilakukan perubahan
[/PHP]

Setelah selesai mengganti konfigurasi, tekan tombol Save Changes.

6.   Mengedit Database MySQL di Server Online

Inilah langkah terakhir yang paling penting. Kita harus mengedit database, yang dalam contoh tadi adalah database “cerita35_wordpress’” supaya dapat terhubung dengan file-file WordPress kita. Kita hanya perlu mengubah URL, yang dalam contoh ini dari ‘http://localhost/wordpress284/ menjadi ‘http://www.namaDomainAnda.com’.

Jika langkah ini tidak dilakukan maka situs Anda tidak akan ditampilkan karena file-file WordPress dengan databasenya adalah ibarat dua sedjoli yang sudah tidak bisa dipisahkan. Langkah-langkah mengedit database :

Jalankan phpMyAdmin di Control Panel. Klik nama database Anda, dalam contoh ini “cerita35_wordpress’”. Pilih dan klik pada table wp_options. Pada tampilan yang muncul klik [Browse].  Pada tabel yang ada edit ada  2 hal :


a. Editlah entri “siteurl” pada kolom “option_name”. Klik edit atau gambar pena untuk mengedit. Gantilah ‘option_value’-nya dengan http://www.namaDomainAnda.com ( sesuaikan dengan path directory tempat file wordpress dan nama domain anda).

b. Editlah entri “Home” pada kolom yang sama. Jika Anda tidak menemukannya, klik tanda panah di bawah tabel. Cara mengeditnya sama dengan entri siteurl di atas.

7.   Akses nama domain anda melalui browser, dan selamat menikmati hasilnya. 🙂

Cara Merubah Aplikasi WordPress ber-bahasa Indonesia

Saat ini WordPress telah mendukung kurang lebih 65 bahasa, indonesia termasuk salah satunya. Jadi jika anda ingin tampilan website anda berbahasa Indonesia, Anda bisa download aplikasi WordPress pada situs resmi WordPress Indonesia.

Apabila anda meng-install WordPress melalui Fantastico Installer di Cpanel hosting , pasti bahasa default pada wordpress berbahasakan English. Kecuali anda mendownload versi indonesianya dan menguploadnya.  Lalu bagaimana cara jika terlanjur menginstallasikan wordpress berbahasa Inggris dan berkeinginan untuk merubahnya ke versi Indonesia ?

Ada cara sederhana dan mudah yang bisa kita lakukan tanpa harus melakukan uninstall wordpress sebelumnya, simak langkah berikut ini :

1.    Download paket bahasa Indonesia di sini.  File tersebut berbentuk .zip ketika di extract terdapat   1 folder : ‘languages’ dan 3 file : ‘id_ID.mo’,’ id_ID.php’,’ id_ID.po’.

2.    Upload paket bahasa dalam bentuk .zip pada wp-content. Extract file zip tersebut, maka akan dihasilkan struktur directory baru ‘wp-content/languages’.

3.    Lakukan pengubahan pada file wp-config.php yang terletak di directory root aplikasi WordPress Anda.

4.    Buka file wp-config.php , cari baris code berikut dengan cara Tekan CTRL+F lalu ketikan code berikut ini :

[PHP]

define (‘WPLANG’, ”);

[/PHP]

5.    Ubah baris code tersebut menjadi

[PHP]

define (‘WPLANG’, ‘id_ID’);

[/PHP]

6.    Setelah itu login pada halaman dashboard, secara otomatis default bahasa inggris sebelumnya akan terlihat berubah ke versi bahasa Indonesia.

7.    Demikian sedikit tutorial dari kami, semoga dapat bermanfaat 🙂