Cara Disable Cache Server Pada Cloud Hosting

Disable litespeed cache

Rumahweb Indonesia saat ini menyediakan layanan cloud hosting dengan Accelerator. Server Accelerator yang kami gunakan berbasis LiteSpeed WebServer yang diakui sebagai web server tercepat di dunia.

Salah satu fitur dari LiteSpeed WebServer adalah Litespeed Cache (LSCache). Dengan LSCache kecepatan dan performa website jauh lebih cepat karena request php pertama disimpan LSCache dan request selanjutnya dilayani oleh LSCache. “Default Object Lifetime” pada layanan Accelerator Rumahweb adalah 30 detik, artinya jika ada update pada website termasuk session memerlukan waktu 30 detik sebelum berubah di sisi pengakses.

Keuntungan menggunakan LSCache adalah kecepatan website menjadi lebih cepat, tetapi untuk website dinamis seperti website yang digunakan untuk login member secara realtime atau website dengan data update secara realtime, tentu menjadi masalah karena data menjadi tidak realtime.

Solusi untuk website yang membutuhkan data realtime tersebut, bisa dengan cara mendisable LSCache. Berikut cara mendisable LSCache pada “Layanan Hosting Rumahweb dengan Accelerator” :

  • Login cPanel, panduan login cPanel bisa dilihat di sini
  • Masuk ke menu “File Manager”

menu file manager di cpanel

  • Aktifkan “Show Hidden files” dari menu Settings

show hidden files di cpanel

  • Masukan kode berikut pada file .htaccess yang berada di folder ‘public_html’ :

<IfModule LiteSpeed>
CacheDisable public /
CacheDisable private /
</IfModule>

Demikian panduan disable cache server pada cloud hosting, semoga bermanfaat.

 

Menambahkan Script Mod_Expired di .htaccess

OG htaccess

Ada banyak hal yang bisa dilakukan, agar website kita bisa berjalan lebih cepat. Salah satu caranya adalah penyimpanan file atau yang biasa kita kenal sebagai browser caching.

Optimasi cache di sisi browser bisa dilakukan dengan cara menambahkan script mod_expired. Script ini berfungsi untuk menentukan lama periode file yang tersimpan pada sisi browser user atau visitor.  Continue reading “Menambahkan Script Mod_Expired di .htaccess”

Cara disable cache server pada wordpress hosting

Disable cache pada WordPress Hosting

Cache server pada wordpress hosting pada dasarnya untuk membantu supaya proses akses website tidak berulang-ulang, sehingga akses ke website tersebut akan terasa lebih ringan.

Namun, adakalanya perlu mendisable cache tersebut karena aktifitas penyimpanan cache yang menyebabkan tidak dapat terupdatenya proses website / konten yang telah diupdate.

Cara mendisable cache pada wordpress hosting dengan cara menambahkan file script .htaccess pada dokumen root file website :

Demikian panduan disable cache melalui file .htaccess pada layanan WordPress Hosting di Rumahweb.

WordPress Plugin: Quick Cache

Dari sekian banyak plugin cache untuk WordPress yang ada di repository WordPress, salah satu plugin cache yang mudah proses instalasinya adalah Quick Cache (Speed Without Compromise). Tidak seperti plugin cache lainnya, plugin ini tidak memerlukan setting tambahan yang berbelit. Cukup install, kemudian aktifkan, dan seketika plugin ini sudah bisa digunakan.

Untuk tutorial atau panduan upload/install plugin wordpress bisa diakses di url http://www.rumahweb.com/journal/menginstall-plugin-wordpress.htm pada point kedua (2).

Selamat mencoba.

Instalasi Plugin WP- SuperCache

Instalasi ini merupakan kelanjutan dari instalasi plugin WP-Cache sebelumnya. Plugin WP Super Cache digunakan untuk mempercepat load pada browser serta terhindar dari suspend yang dilakukan oleh provider hosting, Penyebab utamanya jika situs yang dibuat dengan account wordpress anda banyak dikunjungi atau query MySQL yang dieksekusi membuat Overload pada server.

Untuk melakukan instalasi Plugin ini bisa mendownload sebelumnya disini.

  1. Setelah mendownload dalam bentuk .zip, silahkan Anda upload ke direktori wordpress /wp-content/plugin/
  2. Kemudian Unzip atau ekstrak file tersebut
  3. Setelah itu, silahkan masuk ke admin wordpres dan aktifkan plugin wp-super cache
  4. Buat file .htaccess pada root direktori public_html anda kemudian tambahkan code berikut pada file tersebut

[PHP]
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_METHOD} !=POST
RewriteCond %{QUERY_STRING} !.*=.*
RewriteCond %{HTTP_COOKIE} !^.*(comment_author_|wordpress|wp-postpass_).*$
RewriteCond %{HTTP:Accept-Encoding} gzip
RewriteCond %{DOCUMENT_ROOT}/wp-content/cache/supercache/%{HTTP_HOST}/$1/index.html.gz -f
RewriteRule ^(.*) /wp-content/cache/supercache/%{HTTP_HOST}/$1/index.html.gz [L]
RewriteCond %{REQUEST_METHOD} !=POST
RewriteCond %{QUERY_STRING} !.*=.*
RewriteCond %{QUERY_STRING} !.*attachment_id=.*
RewriteCond %{HTTP_COOKIE} !^.*(comment_author_|wordpress|wp-postpass_).*$
RewriteCond %{DOCUMENT_ROOT}/wp-content/cache/supercache/%{HTTP_HOST}/$1/index.html -f
RewriteRule ^(.*) /wp-content/cache/supercache/%{HTTP_HOST}/$1/index.html [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
[/PHP]