Banner - spam filters cPanel

SPAM Filters: Arti, Fungsi, dan Cara Mengaturnya di cPanel

Di balik email spam yang tampak sepele, ada ancaman nyata berupa phishing, malware, hingga upaya pencurian data yang bisa merugikan. Mengaktifkan dan mengatur SPAM Filters dengan benar adalah salah satu langkah keamanan email paling mendasar yang sering dilewatkan.

Di artikel ini, Anda akan memahami apa itu SPAM filters, bagaimana cara kerjanya, hubungannya dengan SPF, DKIM, dan DMARC, hingga panduan lengkap cara mengaturnya di cPanel agar inbox email Anda terlindungi dari ancaman spam.

Ringkasan

  • Spam filters adalah sistem yang secara otomatis memindai dan menyaring email masuk berdasarkan berbagai indikator untuk memisahkan pesan yang sah dari spam.
  • Di cPanel, fitur ini kini bernama Spam Filters, menggantikan nama lama SpamAssassin yang mungkin masih banyak disebut di artikel lama.
  • Spam filter bekerja dengan sistem scoring: setiap email diberikan skor berdasarkan karakteristiknya, dan email yang skornya melampaui threshold akan ditandai atau dihapus otomatis.
  • SPF, DKIM, dan DMARC adalah lapisan autentikasi email yang bekerja bersama spam filter untuk memvalidasi keaslian pengirim.
  • Spam threshold score yang direkomendasikan untuk sebagian besar pengguna adalah antara 5 hingga 8.

Apa Itu Email Spam?

Email spam adalah pesan email yang dikirim dalam jumlah besar atau secara massal kepada banyak penerima tanpa persetujuan mereka. Umumnya, email spam berisi informasi berupa promosi, penipuan, atau penyebaran konten berbahaya.

Kata “spam” dalam konteks email dipopulerkan dari sebuah sketsa komedi Inggris yang menggambarkan sesuatu yang muncul berulang-ulang secara tidak diinginkan. Di dunia digital, istilah ini merujuk pada email yang tidak diminta yang memenuhi inbox tanpa ada hubungan atau nilai bagi penerimanya.

Email spam tidak selalu sekadar iklan yang mengganggu. Ada berbagai jenis email spam yang tingkat bahayanya berbeda-beda, seperti;

  • Spam komersial yang biasanya berisi promosi produk atau layanan yang tidak Anda minta.
  • Phishing email adalah spam yang dirancang menyerupai komunikasi resmi dari bank, marketplace, atau layanan digital untuk mencuri kredensial login atau data penting.
  • Malware email berisi lampiran atau link berbahaya yang jika diklik akan menginfeksi perangkat Anda.
  • Scam email berisi tawaran palsu seperti hadiah, warisan, atau peluang bisnis yang tidak masuk akal untuk mengelabui penerima agar mengirimkan uang atau informasi pribadi.

Mengenal Fitur Spam Filters di cPanel

Spam filter adalah salah satu fitur di cPanel yang secara otomatis memindai setiap email masuk dan memberikan penilaian apakah email tersebut merupakan spam atau bukan. Selain itu, sistem kemudian mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan pengaturan yang sudah ditentukan.

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Di layanan hosting cPanel, fitur ini tersedia dengan nama Spam Filters yang bisa diakses langsung dari dashboard cPanel. Nama ini menggantikan nama lama “SpamAssassin” yang digunakan pada versi cPanel sebelumnya.

Di balik nama, cara kerjanya tetap menggunakan teknologi SpamAssassin yang sudah menjadi standar industri selama lebih dari dua dekade. SpamAssassin adalah open-source spam filtering platform yang menggunakan kombinasi ratusan aturan dan teknik analisis untuk mendeteksi email spam dengan akurasi yang sangat tinggi.

Bagaimana Cara Kerja Spam Filter?

Spam filter tidak bekerja dengan cara sederhana seperti mencocokkan kata kunci tertentu. Sistem ini menggunakan pendekatan multi-layer yang jauh lebih canggih untuk mengevaluasi setiap email yang masuk.

Saat sebuah email tiba di server, spam filter langsung melakukan serangkaian pemeriksaan secara bersamaan.

  • Pertama, header email diperiksa untuk melihat jalur pengiriman, alamat pengirim asli, dan apakah informasi di header konsisten atau ada tanda-tanda pemalsuan.
  • Kedua, konten email dianalisis menggunakan ratusan aturan yang mencakup pola kalimat, penggunaan huruf kapital berlebihan, rasio teks terhadap gambar, keberadaan link mencurigakan, dan berbagai indikator lain yang umum ditemukan di email spam.
  • Ketiga, reputasi IP dan domain pengirim diperiksa melalui database blacklist global untuk melihat apakah pengirim memiliki riwayat pengiriman spam.

Berdasarkan seluruh pemeriksaan ini, setiap email diberikan spam score berupa angka numerik. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kemungkinan email tersebut adalah spam.

Anda bisa menentukan sendiri batas threshold-nya di pengaturan Spam Filters cPanel, dan semua email yang melampaui batas tersebut akan ditandai sebagai spam atau dihapus otomatis sesuai preferensi Anda.

Apa Hubungan Spam Filter dengan SPF, DKIM, dan DMARC?

Spam filter dan SPF, DKIM, DMARC adalah dua mekanisme yang berbeda namun saling melengkapi dalam membentuk sistem keamanan email yang komprehensif. Memahami perbedaan dan hubungannya penting agar Anda tidak hanya bergantung pada satu lapisan perlindungan saja.

SPF record

SPF (Sender Policy Framework) adalah record DNS yang menentukan server mana saja yang diizinkan mengirim email atas nama domain Anda. Ketika ada email masuk yang mengklaim berasal dari domain Anda, server penerima akan memeriksa SPF record untuk memverifikasi apakah server pengirimnya terdaftar sebagai pengirim yang sah. Email yang gagal verifikasi SPF akan mendapat spam score yang lebih tinggi.

DKIM record

DKIM (DomainKeys Identified Mail) menambahkan tanda tangan digital terenkripsi pada setiap email yang dikirim. Tanda tangan ini membuktikan bahwa email memang berasal dari domain yang diklaim dan tidak dimodifikasi dalam perjalanan dari pengirim ke penerima. Email tanpa DKIM atau dengan DKIM yang tidak valid akan diperlakukan dengan lebih curiga oleh spam filter.

DMARC record

DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance) adalah kebijakan yang dibangun di atas SPF dan DKIM. Record DMARC memberitahu server penerima apa yang harus dilakukan jika email gagal verifikasi SPF atau DKIM: apakah email tetap diterima, dikarantina ke folder spam, atau ditolak sepenuhnya.

Cara memahami hubungan ketiganya dengan spam filter adalah sebagai berikut: SPF, DKIM, dan DMARC memvalidasi identitas pengirim, sementara spam filter mengevaluasi konten dan karakteristik email itu sendiri. Email yang lolos autentikasi SPF, DKIM, dan DMARC tetap bisa difilter sebagai spam jika kontennya mencurigakan.

Sebaliknya, email dengan konten yang baik tapi gagal autentikasi akan mendapat spam score yang lebih tinggi. Keduanya bekerja bersama untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh.

Mengatur Spam Filters di cPanel

Berikut panduan lengkap cara mengatur Spam Filters di cPanel, mulai dari aktivasi dasar hingga konfigurasi lanjutan.

Mengaktifkan Spam Filters di cPanel

  1. Login ke cPanel hosting anda.
  2. Klik menu Spam Filters seperti gambar berikut:
Menu spam filters di cPanel
  1. Aktifkan fitur “Process new emails and mark them as spam“.
Mengaktifkan fitur spam filters di cPanel

Kabar baiknya, fitur ini secara default telah diaktifkan pada semua layanan hosting yang aktif di Rumahweb.

Mengatur Spam Threshold Score

Yang perlu Anda pahami, semakin kecil nilai Threshold Score, semakin ketat spam filter bekerja dalam menyaring email masuk. Sebaliknya, semakin besar nilainya, semakin longgar filternya sehingga lebih banyak email yang lolos masuk ke inbox termasuk yang berpotensi spam.

  1. Klik link “Spam Threshold Score” untuk mengatur nilai Spam Score.
Setting spam score di cPanel
  1. Pilih spam score, sesuai dengan kebutuhan anda. Semakin kecil nilainya, maka akan semakin agresif.
Memilih spam score di fitur spamassassin

Mengaktifkan fitur Auto Delete

Setelah mengatur nilai spam score, selanjutnya kita dapat mengatur fitur Auto Delete atau Disable Auto Delete email Spam.

Pada saat “Auto-Delete” diaktifkan maka email dengan spam score lebih tinggi dari nilai threshold secara otomatis akan dihapus, tetapi jika “Auto-Delete” tidak aktif email hanya ditandai sebagai spam di subject-nya.

Mengaktifkan fitur auto delete spam

Additional Configurations

Menu additional configurations berfungsi untuk melakukan whitelist atau blacklist email. Apabila anda menambahkan email pada Whitelist, maka email yang anda tambahkan tersebut tidak akan terfilter oleh SpamAssassin.

Sebaliknya, email yang dimasukan pada daftar blacklist tidak akan diijinkan masuk atau langsung ditolak.

Additional Configurations spam filters

Cara Whitelist Email

Anda bisa memasukan alamat email atau domain pada daftar whitelist, sehingga alamat email atau domain tersebut akan diloloskan pada pangecekan spam filter.

Cara Whitelist Email

Cara Blacklist Email

Blacklist email, Anda bisa memasukan alamat email atau domain pada daftar blacklist sehingga alamat email atau domain pada daftar blacklist akan langsung terfilter.

Cara Blacklist Email

Catatan:

Perhatikan cara penulisan email maupun domain yang akan di whitelist atau di blacklist. Bagi anda yang memasukkan nama domain, maka gunakan format *@namadomain pada kolom whitelist/blacklist email. Jangan hanya memasukkan nama domainnya saja.

Berapa Spam Score yang Ideal?

Ini adalah pertanyaan yang hampir selalu muncul setelah pengguna menemukan pengaturan threshold di Spam Filters, namun jarang dijawab secara konkret di dokumentasi yang ada. Tidak ada angka universal yang berlaku untuk semua situasi, namun berikut panduan praktisnya:

Nilai ThresholdKarakteristikCocok Untuk
1 hingga 3Sangat ketat, banyak false positiveTidak disarankan untuk umum
4 hingga 5Ketat, efektif menahan spam namun
email newsletter legitim bisa tersaring
Akun yang sangat sering jadi target spam
5 hingga 8Seimbang antara efektivitas dan akurasiSebagian besar pengguna hosting
8 hingga 10Longgar, hanya spam yang sangat jelas
yang tersaring
Akun yang jarang kena spam
Di atas 10Sangat longgar, hampir tidak ada filteringTidak disarankan

Untuk sebagian besar pengguna hosting, nilai 5 adalah titik keseimbangan yang paling disarankan. Mulailah dengan nilai 5, pantau selama beberapa hari apakah ada email legitim yang tersaring secara tidak sengaja, kemudian sesuaikan ke atas atau ke bawah berdasarkan pengalaman nyata Anda.

Perbedaan Spam Filter di Hosting dan di Email Client

Banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa ada dua lapisan spam filter yang bekerja secara independen: spam filter di level server hosting dan spam filter di level email client.

  • Spam filter di level server hosting bekerja di server sebelum email sampai ke perangkat Anda. Ini adalah lapisan pertama yang memfilter email saat masih di server, berlaku untuk semua cara akses email baik melalui webmail, Outlook, maupun aplikasi email di ponsel.
  • Spam filter di email client seperti Gmail, Outlook, atau Apple Mail bekerja di perangkat atau akun Anda setelah email berhasil melewati server hosting. Setiap platform memiliki algoritma filternya sendiri yang bisa berbeda dengan yang ada di server hosting.
AspekSpam Filter Hosting (cPanel)Spam Filter Email Client
Lokasi filteringDi server, sebelum email diterimaDi perangkat atau akun email pengguna
Berlaku untukSemua cara akses emailHanya di platform tersebut
KontrolMelalui cPanelMelalui pengaturan email client
Email yang difilterDisimpan di server atau dihapusDipindah ke folder Spam di client

Keduanya bisa digunakan bersamaan dan saling melengkapi. Email yang lolos dari spam filter di server masih bisa disaring oleh spam filter di email client, dan sebaliknya.

Tips Agar Email Bisnis Tidak Masuk Spam

Setelah memahami cara kerja spam filter dari sudut pandang penerima, penting juga memahami bagaimana memastikan email yang Anda kirim tidak masuk ke folder spam penerima. Ini sangat relevan untuk email transaksional, newsletter, dan komunikasi bisnis.

  1. Pastikan SPF, DKIM, dan DMARC sudah dikonfigurasi dengan benar. Ini adalah fondasi yang tidak bisa diabaikan. Email dari domain yang tidak memiliki konfigurasi autentikasi yang lengkap jauh lebih mudah diidentifikasi sebagai spam oleh filter penerima.
  2. Hindari penggunaan kata dan frasa yang umum ada di email spam. Kata-kata seperti “test”, “tes”, “gratis”, “menang”, “klik sekarang”, atau penggunaan huruf kapital berlebihan di subject email adalah sinyal yang langsung meningkatkan spam score di sisi penerima.
  3. Jaga rasio teks dan gambar yang seimbang. Email yang didominasi gambar dengan sedikit teks adalah pola yang umum digunakan spammer untuk menghindari filter berbasis konten teks. Pastikan email Anda memiliki konten teks yang cukup dan bermakna.
  4. Jangan gunakan email hosting untuk newsletter atau email massal. Mengirim newsletter atau email marketing langsung dari server hosting sangat berisiko mempengaruhi reputasi IP server. Di layanan hosting Rumahweb, tidak diperkenankan untuk mengirimkan email secara massal. Gunakan layanan khusus seperti Google Workspace, Mailchimp, atau SendGrid untuk pengiriman email dalam volume besar.
  5. Bersihkan daftar penerima secara berkala. Email yang dikirim ke alamat yang sudah tidak aktif atau yang sering menghasilkan hard bounce akan merusak reputasi pengirim seiring waktu dan membuat email Anda semakin mudah masuk spam.
  6. Sertakan link unsubscribe yang jelas. Ini bukan hanya praktik yang baik tapi juga diwajibkan oleh regulasi email marketing di banyak negara. Penerima yang tidak menemukan cara berhenti berlangganan cenderung melaporkan email sebagai spam, yang berdampak langsung pada reputasi domain pengirim.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan popular tentang spam filters di cPanel.

Apa bedanya Spam Filters dan SpamAssassin di cPanel?

Keduanya adalah hal yang sama. Di versi cPanel terbaru, nama menu “SpamAssassin” sudah berganti menjadi “Spam Filters”. Teknologi yang bekerja di baliknya tetap menggunakan SpamAssassin, namun tampilannya sudah diperbarui dan beberapa fitur tambahan telah disederhanakan agar lebih mudah digunakan.


Apakah mengaktifkan spam filter bisa membuat email penting tidak masuk inbox?

Bisa, terutama jika nilai threshold ditetapkan terlalu rendah. Ini disebut false positive yaitu email legitim yang tersaring oleh spam filter.


Kapan sebaiknya mengaktifkan fitur Auto-Delete pada spam filter?

Aktifkan fitur Auto-Delete hanya setelah Anda sudah memantau akurasi spam filter selama beberapa waktu dan yakin bahwa tidak ada email legitim yang tersaring secara tidak sengaja. Karena email yang dihapus otomatis tidak bisa dipulihkan, lebih aman membiarkan email spam masuk ke folder Junk terlebih dahulu untuk diverifikasi sebelum mengaktifkan penghapusan otomatis.


Mengapa email dari pengirim terpercaya tetap masuk folder spam?

Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Konten email mungkin memenuhi banyak kriteria spam meski pengirimnya legitim, domain pengirim belum mengkonfigurasi SPF atau DKIM dengan benar, atau IP server pengirim masuk dalam database blacklist global. Solusi paling cepat adalah menambahkan alamat pengirim ke whitelist di pengaturan Spam Filters Anda.


Penutup

Spam filters adalah lapisan perlindungan pertama yang harus diaktifkan di setiap akun email bisnis. Di cPanel, fitur ini tersedia melalui menu Spam Filters dengan pengaturan yang cukup fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna, mulai dari nilai threshold, whitelist, blacklist, hingga opsi penghapusan otomatis.

Untuk perlindungan yang benar-benar optimal, spam filter di cPanel sebaiknya dipadukan dengan konfigurasi SPF, DKIM, dan DMARC yang lengkap di DNS domain Anda. Ketiga lapisan autentikasi ini bekerja bersama spam filter untuk memastikan inbox Anda hanya menerima email yang benar-benar sah dan terverifikasi.

Jika Anda menggunakan layanan email hosting dari Rumahweb Indonesia, fitur spam filter telah aktif secara otomatis. Selain itu, konfigurasi SPF, DKIM, dan DMARC sudah tersedia dan bisa diaktifkan langsung dari cPanel.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 4.8 / 5. Vote count: 20

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Lutfi Hanif

I am an SEO enthusiast, an editor, a technical content writer, and also an article optimizer for both Journal and Rumahweb Blog.