Rumahweb Journal
Banner - Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Setelah Install cPanel di VPS

Apa Yang Harus Dilakukan Setelah Install cPanel di VPS?

Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan, setelah install cPanel atau WHM di VPS KVM. Simak informasi berikut ini.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, trend pengembangan website semakin kompleks. Website-website zaman sekarang dituntut untuk mampu menghadirkan konten yang lebih dinamis dan interaktif, yang bisa memenuhi berbagai macam kebutuhan dalam banyak aspek kehidupan manusia.

Untuk menunjang pengembangan website yang semakin kompleks, para developer memerlukan platform yang mampu diandalkan, yang mampu memberikan fungsi yang selengkap mungkin, mudah dioperasikan dan memiliki hak akses penuh untuk melakukan konfigurasi sistem.

Salah satu platform yang bisa memenuhi kriteria tersebut adalah layanan VPS hosting yang dipadukan dengan control panel cPanel. Hak akses yang luas pada VPS hosting memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mengonfigurasi sistem sesuai kebutuhan, sehingga bisa menjadi platform yang ideal bagi developer yang memerlukan konfigurasi tertentu yang spesifik.

Mengapa Menggunakan cPanel?

Berbeda dengan layanan shared hosting, VPS belum dilengkapi dengan aplikasi control panel. Oleh karena itu, secara default Anda harus menggunakan perintah teks untuk mengoperasikan VPS. Untuk mempermudah pengelolaan VPS, Anda harus menginstal aplikasi control panel terlebih dulu.

Dari beragam pilihan aplikasi control panel yang ada, cPanel adalah aplikasi control panel yang paling banyak digunakan, karena menawarkan fitur yang sangat lengkap dan juga mudah dioperasikan.

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Anda bisa memesan VPS murah beserta lisensi cPanel di Rumahweb, dengan bonus free domain .cloud. Informasi selengkapnya seputar produk VPS Rumahweb, bisa Anda baca di halaman berikut.

Apa yang perlu dilakukan setelah install cPanel di VPS?

Pada artikel journal kali ini, kami ingin membahas hal-hal yang harus dilakukan setelah install cPanel di VPS. Bagi Anda yang belum melakukan instalasi cPanel, panduannya bisa dilihat pada artikel berikut : cara install cPanel di almalinux

Setelah instalasi cPanel selesai, selanjutnya Anda dapat mengikuti daftar hal yang perlu dilakukan berikut ini.

1. Mengaktifkan Lisensi cPanel

Setelah selesai melakukan instalasi cPanel di VPS, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan lisensi cPanel dengan menjalankan perintah berikut:

/usr/local/cpanel/cpkeylt
update license cpanel - Setelah install cPanel di VPS

2. Install CSF

ConfigServer Security & Firewall (disingkat menjadi CSF) adalah aplikasi firewall pada Linux yang mudah dioperasikan dan bisa diintegrasikan dengan baik ke dalam cPanel. Dengan CSF, proses konfigurasi firewall di VPS menjadi lebih simpel melalui antarmuka grafis di WHM.

Setelah mengaktifkan lisensi cPanel, langkah kedua yang harus Anda lakukan setelah menginstal cPanel adalah menginstal aplikasi CSF. Panduan selengkapnya untuk proses instalasi CSF bisa Anda ikuti di halaman berikut ini.

3. Membuat Akun cPanel di WHM

Setelah install cPanel di VPS, Anda tidak akan serta-merta mendapatkan akun cPanel untuk alamat domain yang Anda miliki. Antarmuka default yang diberikan oleh aplikasi cPanel adalah WHM, sebuah halaman administrator dari service cPanel di mana semua konfigurasi server dilakukan di dalamnya.

Untuk mendapatkan akses cPanel, Anda harus membuat terlebih dahulu akun cPanel melalui halaman WHM. Panduan selengkapnya untuk pembuatan akun cPanel di WHM, bisa Anda ikuti di halaman berikut ini.

4. Mengupdate hostname di WHM

Hostname pada VPS adalah nama unik yang digunakan untuk mengidentifikasi server di dalam jaringan. Hostname ini biasanya berbentuk subdomain, misalnya server.domainanda.com.

Konfigurasi Hostname yang benar akan membantu memastikan server berfungsi dengan baik, terutama email dapat berjalan dengan baik dan tidak ditandai sebagai SPAM oleh mail server lain.

Anda bisa mengubah hostname melalui WHM pada menu Change Hostname. Panduan mengubah hostname bisa Anda pelajari di artikel berikut.

5. Mengupdate IP di WHM

Secara default, IP utama VPS akan digunakan untuk semua akun dan layanan yang dibuat melalui WHM/cPanel. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa IP di WHM telah sesuai dengan IP VPS yang Anda dapatkan.

Anda bisa melakukan pengecekan IP melalui menu Server Configuration > Basic WebHost Manager Setup. Scroll ke bawah sampai pada bagian Basic Config, lalu pastikan IP server telah sesuai dengan alamat IP yang digunakan.

Lebih lengkap tentang Mengubah IP di WHM bisa Anda pelajari di artikel berikut.

6. Mengaktifkan Private Nameserver di WHM

Meskipun Anda bisa langsung mengarahkan domain ke IP address VPS melalui DNS Management, ada baiknya Anda perlu membuat private nameserver. Dengan private nameserver, proses pointing domain-domain ke VPS menjadi lebih mudah, karena hanya perlu mengarahkan domain ke list nameserver yang dibuat. Selebihnya, pengaturan record DNS akan dikelola oleh servis DNS dari cPanel.

Selain itu, private nameserver juga bisa menjadi branding tersendiri untuk domain Anda, karena nama domain Anda akan terlihat apabila dilakukan DNS lookup maupun WHOIS lookup (semisal: ns1.domain.com, ns2.domain.com).

Panduan selengkapnya untuk mengaktifkan private nameserver di WHM, bisa Anda ikuti di halaman berikut ini.

7. Membuat Paket Hosting di WHM

Apabila Anda ingin menggunakan lebih dari satu akun cPanel di dalam VPS, ada baiknya Anda membuat terlebih dahulu paket hosting di dalam WHM. Dengan adanya paket hosting, Anda bisa membatasi resource akun-akun cPanel di dalam VPS dengan lebih mudah.

Melalui paket hosting, Anda bisa mengatur ukuran storage, limit email, modul yang ditampilkan dan lainnya. Panduan selengkapnya untuk pembuatan akun hosting di WHM, bisa Anda baca di halaman berikut ini.

8. Konfigurasi Port di WHM

Secara default, servis cPanel sudah membuka port-port umum untuk menjalankan servis-servis utama sebuah domain. Apabila Anda perlu membuka port khusus untuk menjalankan servis tertentu, bisa Anda lakukan melalui WHM, di menu ConfigServer Security & Firewall. Panduan selengkapnya untuk membuka port di WHM, bisa Anda baca di halaman berikut ini.

9. Install MultiPHP di WHM

Tidak bisa dipungkiri, masih cukup banyak skrip website yang dibuat dan berjalan menggunakan PHP versi lama. Apabila Anda ingin menjalankan beragam skrip dengan beragam versi PHP, Anda harus menginstal terlebih dahulu multiPHP di WHM, melalui menu EasyApache.

Panduan selengkapnya untuk menginstal multiPHP di WHM, bisa Anda ikuti di halaman berikut ini.

10. Install Let’s Encrypt SSL

SSL adalah fitur pokok yang wajib dimiliki setiap website di era modern saat ini. Dengan adanya SSL, transaksi data di dalam website menjadi lebih aman dengan proses enkripsi dari SSL. Selain itu, kehadiran SSL juga membantu menaikkan rating SEO domain, karena mesin pencari lebih mengutamakan alamat domain dengan SSL.

Tahapan selanjutnya yang bisa Anda lakukan setelah install cPanel di VPS, adalah menginstal Let’s Encrypt SSL.

Setelah instalasi multiPHP selesai, Anda bisa mengatur versi PHP sesuai kebutuhan melalui masing-masing akun cPanel, melalui menu MultiPHP Manager. Panduan selengkapnya untuk menginstal multiPHP di WHM, bisa Anda ikuti di halaman berikut ini.

11. Menyesuaikan Zona Waktu / Timezone

Selanjutnya Anda dapat menyesuaikan timezone pada server berdasarkan zone waktu yang Anda gunakan. Penyesuaian ini bisa dilakukan melalui WHM pada menu server time.

Panduan lengkapnya tentang cara setting zone waktu di WHM bisa Anda pelajari pada artikel berikut: Mengubah Timezone WHM

12. Enable Apache mod_userdir protection

Apache mod_userdir protection adalah fitur keamanan di cPanel/WHM yang berfungsi mencegah akses website melalui URL berbasis IP seperti http://IP-VPS/~username.

Saat fitur ini diaktifkan, website hanya dapat diakses melalui domain resmi, sehingga membantu:

  • Meningkatkan keamanan server
  • Mencegah akses langsung ke direktori user
  • Mengurangi potensi penyalahgunaan dan informasi leakage
  • Menjaga konfigurasi server tetap optimal untuk environment production

Fitur ini sangat disarankan untuk diaktifkan setelah domain sudah pointing dan website berjalan normal. Berikut cara mengaktifkan fiturnya:

  1. Login ke WHM sebagai root
  2. Masuk ke menu Security Center
  3. Pilih Apache mod_userdir Tweak
  4. Aktifkan opsi Enable Apache mod_userdir protection

Dengan mengaktifkan fitur ini, akses website via IP server akan diblokir, sehingga hanya domain yang dapat digunakan untuk mengakses website.

13. Optimasi Apache Global Configuration

Selanjutnya, Anda perlu melakukan penyesuaian pada Apache Global Configuration untuk menyesuaikan limit resource server. Pengaturan ini bertujuan agar Apache dapat menangani request secara lebih stabil sesuai kapasitas VPS yang digunakan.

Penyesuaian ini sangat penting untuk mencegah overload, error Too Many Requests, serta menjaga performa server tetap optimal. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Login ke WHM sebagai user root
  2. Masuk ke menu Service Configuration
  3. Pilih Apache Configuration
  4. Klik Global Configuration
  5. Ubah nilai berikut:
    • Server Limit > ubah menjadi 500
    • Max Request Workers > ubah menjadi 500
    • SSL Use Stapling > ubah menjadi Off
  6. Klik Save
  7. Klik Rebuild Configuration and Restart Apache

Setelah proses selesai, Apache akan berjalan dengan konfigurasi baru yang lebih sesuai dengan resource VPS Anda.

Catatan Penting: Nilai di atas merupakan konfigurasi umum dan dapat disesuaikan kembali berdasarkan:

  • Jumlah RAM dan CPU VPS
  • Jenis aplikasi yang digunakan
  • Beban trafik website

Untuk VPS dengan spesifikasi kecil, sebaiknya gunakan nilai yang lebih rendah agar server tetap stabil.

14. Request Update PTR dan Port 25

Secara default, port 25 pada VPS Rumahweb dalam keadaan tertutup (closed) untuk alasan keamanan dan mencegah penyalahgunaan SPAM. Akibatnya, Anda tidak dapat langsung mengirim email menggunakan port 25 setelah VPS selesai diinstall.

Jika Anda berencana menggunakan VPS sebagai mail server (misalnya dengan Exim di cPanel), Anda perlu mengajukan request ke tim support Rumahweb agar port 25 dibuka dan PTR (Pointer Record) dibuat sesuai hostname server. PTR sangat penting untuk reputasi pengiriman email, karena mail server penerima akan melakukan pengecekan reverse DNS terhadap IP pengirim.

Untuk request tersebut, Anda bisa mengirimkan email ke teknis[at]rumahweb.com melalui email kontak yang terdaftar, atau bisa membuat tiket melalui halaman Clientzone pada menu Trouble Ticket.

Penutup

Sebagai sebuah aplikasi control panel, cPanel menawarkan fitur yang sangat lengkap yang tidak bisa ditemukan di aplikasi control panel yang lain. Karena kelengkapan fiturnya, cPanel tidak hanya digunakan sebagai control panel untuk mempermudah web development, tapi bisa juga digunakan untuk fungsi yang lain seperti email server, DNS server, dan lainnya.

Dengan semua keunggulan tersebut, VPS dan cPanel adalah sebuah platform yang ideal, yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah proses pengembangan website, maupun keperluan lain yang lebih spesifik.

Demikian artikel journal seputar Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Setelah install cPanel di VPS. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat dan jangan ragu untuk menghubungi tim technical support Rumahweb, untuk mendapatkan informasi dan bantuan lebih lanjut.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 2

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Alwan Rosyidi

Alwan Rosyidi, atau yang akrab disapa Alwan, adalah seorang IT Support di Rumahweb Indonesia yang memiliki minat besar pada FOSS. Alwan selalu mengikuti tren terbaru seputar Linux, Security, hingga perkembangan teknologi seputas FOSS. Melalui Journal Rumahweb, Alwan ingin berbagi informasi dan solusi untuk menggunakan layanan berbasis Linux.

banner pop up - VPS Indonesia