Menghapus Semua Record di Table Database melalui PhpMyAdmin

Perintah truncate digunakan untuk menghapus / mengosongkan semua record yang ada di dalam tabel database MySQL. Perintah ini umumnya digunakan untuk menghapus record dalam jumlah yang sangat banyak sehingga kurang efektif jika harus menghapus record satu persatu. Sebagai contoh apabila di dalam website kita menyediakan kolom komentar dan tidak diproteksi dengan antispam seperti captha, maka besar kemungknan tabel komentar akan terisi banyak record spam dalam jumlah ribuan. Untuk menghapus seluruh record spam secara cepat, kita bisa menggunakan perintah truncate.

Berikut ini langkah langkah-langkah mengosongkan semua record yang ada di dalam tabel database melalui phpmyadmin:

1. Login ke cPanel akun anda dan masuk ke menu phpmyadmin

2. Pilih/klik pada nama database yang akan dikosongkan record tabelnya

3. Centang tabel yang akan dikosongkan isinya. Dan kemudian pada opsi with selected, pilihlah Empty. Disarankan untuk berhati-hati pada step ini, jangan sampai memilih opsi drop karena opsi drop akan menghapus seluruh record beserta tabelnya. Pastikan memilih opsi “Empty”.

2_select_empty

4. Setelah itu akan muncul kotak dialog untuk konfirmasi apakah benar ingin truncate ‘tabel’, pilih Yes jika sudah yakin akan mengosongkan isi tabel yang dimaksud. Sebagai contoh dibawah ini merupakan kotak dialog untuk konfirmasi truncate tabel wpdx_comments.

3_truncate

Sampai di step ini setelah klik yes maka semua record yang ada di dalam tabel database tersebut akan terhapus dan tabel akan kembali kosong.

Tips import table view phpmyadmin

Jika rekan-rekan pernah mengalami kegagalan import database dari phpmyadmin yang berisi table view, maka berikut tipsnya :

cek sqlnya :

CREATE ALGORITHM=UNDEFINED DEFINER=root@localhost SQL SECURITY DEFINER VIEW db_googlemap.view_informasi AS select info.id_info AS id_info,db_googlemap.tbl_provinsi.nama_prov AS nama_prov,db_googlemap.tbl_bencana.nama_bencana AS nama_bencana,info.tgl AS tgl,info.waktu AS waktu,info.lokasi AS lokasi,info.korban AS korban,info.penyebab AS penyebab,info.kerusakan AS kerusakan,info.penanganan AS penanganan,info.foto AS foto,info.jenis AS jenis,info.lat AS lat,info.lng AS lng from ((db_googlemap.tbl_informasi info join db_googlemap.tbl_bencana) join db_googlemap.tbl_provinsi) where ((info.id_prov = db_googlemap.tbl_provinsi.id_prov) and (info.id_bencana = db_googlemap.tbl_bencana.id_bencana));

 

sql tersebut akan gagal ketika diimport atau di eksekusi dari phpmyadmin cPanel karena ketika menjalankan phpmyadmin, status user anda bukan root melainkan user cPanel. Solusinya :

Silahkan ubah “root” menjadi user cPanel

Setela itu silahkan dicoba import kembali, jika masih gagal dengan pesan error database tidak ditemukan silahkan sesuaikan nama databasenya, karena setelah diimport nama database akan berubah contoh : sebelumnya adalah “db_googlemap” menjadi “usercpanel_db_googlemap”

* usercpanel adalah user cPanel anda.

Hasilnya :

CREATE ALGORITHM=UNDEFINED DEFINER=usercpanel@localhost SQL SECURITY DEFINER VIEW usercpanel_db_googlemap.view_informasi AS select info.id_info AS id_info,usercpanel_db_googlemap.tbl_provinsi.nama_prov AS nama_prov,usercpanel_db_googlemap.tbl_bencana.nama_bencana AS nama_bencana,info.tgl AS tgl,info.waktu AS waktu,info.lokasi AS lokasi,info.korban AS korban,info.penyebab AS penyebab,info.kerusakan AS kerusakan,info.penanganan AS penanganan,info.foto AS foto,info.jenis AS jenis,info.lat AS lat,info.lng AS lng from ((usercpanel_db_googlemap.tbl_informasi info join usercpanel_db_googlemap.tbl_bencana) join usercpanel_db_googlemap.tbl_provinsi) where ((info.id_prov = usercpanel_db_googlemap.tbl_provinsi.id_prov) and (info.id_bencana = usercpanel_db_googlemap.tbl_bencana.id_bencana));

Mengetahui Nama dan Password Database WordPress

Bagi yang jarang update blog, terkadang kita lupa dengan username dan password untuk login ke halaman wp-admin WordPress. Setelah sebelumnya kita mempelajari bagaimana cara untuk melakukan reset password melalui PHPMyadmin, kali ini kita akan membahas, bagaimana cara mengetahui nama database, nama user serta password dari nama user database dari WordPress.

Pertama, login terlebih dahulu ke cPanel. Dari cPanel, kemudian ke menu “File Manager“.

Continue reading “Mengetahui Nama dan Password Database WordPress”

Membuat Database di Account Hosting

Kali ini kami membahas cara membuat database di server. Langkah pertama tentunya adalah masuk ke cPanel dulu, silahkan login dengan username dan password yang telah kami berikan sebelumnya. Pilih menu atau icon MySQL Database seperti yang terlihat di bawah.

Anda akan diarahkan ke halaman baru, yaitu halaman MySQL Database. Silahkan Anda membuat database pada form Create New Database, misalnya anda membuat databasecurvasud” (nama database bebas sesuai yang diinginkan). Untuk nama database, secara default, akan mendapat nama awalan sesuai dengan nama user cPanel.

Kemudian klik “Create Database“.

Apabila sukses, akan muncul notifikasi berisi konfirmasi pembuatan database.

Klik “Go Back” untuk kembali ke halaman “MySQL Databases“.

Setelah itu silahkan buat user untuk database pada form Add New User, masukan user database yang diinginkan, misalnya “baresi6“.

Kemudian isikan password yang diinginkan, pada tutorial ini kita isikan passwordmilanist1“.

Setelah semua kolom terisi, klik “Create User“.

Seperti pada pembuatan database, akan muncul notifikasi berisi konfirmasi bahwa pembuatan user database baru telah suskes dibuat.

Klik “Go Back” untuk kembali ke halaman “MySQL Databases“.

Setelah membuat database dan user database, langkah selanjutnya adalah menghubungkan antara database dan usernya. Silahkan scroll kebawah lagi cPanel Anda. Anda akan menemukan bagian Add User to Database, disana terdapat menu dropdown nama database dan user database.

Silahkan Anda pilih nama user dan database, lalu klik tombol “Add“. Dalam contoh ini menggunakan nama user “tes123_baresi6” dan nama database “tes123_curvasud”.

Anda akan diarahkan ke halaman berikutnya, yaitu Manage User Privilages (hak akses untuk user yang dihubungkan). Yang perlu Anda lakukan adalah mencentang checkboxAll Privilage” (semua centang).

Lalu Klik “Make Changes“.

Jika sukses, maka pada sisi kanan layar anda akan muncul notifikasi bahwa anda telah berhasil menambahkan hak akses user ke database yang anda pilih.

Setelah itu Klik “Go Back“.

Untuk mengecek apakah user privileges kita telah berhasil dibuat, maka kita bisa melihat pada bagian informasi database kita. Berikut merupakan tampilan sebelum, dan sesudah user ditambahkan.

Sebelum:

Sesudah:

Jika sudah terdapat info user pada bagian “Privileged Users“, maka setting database kita telah selesai. 🙂