Rumahweb Journal
Banner - LiteSpeed Cache

LiteSpeed Cache: Fungsi, Fitur, dan Cara Setting Pluginnya

Kecepatan website adalah faktor krusial yang memengaruhi user experience, conversion rate, dan ranking. Salah satu solusi paling efektif untuk meningkatkan performa website adalah dengan menggunakan teknologi caching yang tepat. LiteSpeed Cache telah menjadi pilihan favorit bagi ribuan website administrator, untuk meningkatkan kecepatan website.

Jika website Anda menggunakan LiteSpeed web server, mengoptimalkan plugin LiteSpeed Cache adalah langkah penting untuk memaksimalkan performa server dan memberikan pengalaman browsing yang superior kepada pengunjung.

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang apa itu LiteSpeed Cache, Plugin, cara kerjanya, keunggulannya, dan panduan step-by-step untuk instalasi dan konfigurasi di WordPress.

Apa itu LiteSpeed Cache?

LiteSpeed Cache adalah mekanisme caching yang terintegrasi langsung dalam LiteSpeed Web Server yang dikembangkan oleh LiteSpeed Technologies. Pada level server, LiteSpeed Cache berfungsi untuk menyimpan copy dari static dan dynamic content di memory server, sehingga ketika ada request yang sama datang kembali, server dapat melayani konten tersebut dari cache yang lebih cepat daripada harus memproses ulang dari scratch.

Berbeda dengan Nginx atau Apache yang memerlukan third-party caching seperti Varnish, LiteSpeed Cache sudah terintegrasi native dalam arsitektur web server itu sendiri. Ini berarti LiteSpeed dapat mengimplementasikan caching dengan efficiency yang lebih tinggi dan dengan konfigurasi yang lebih sederhana.

Ketika pengunjung mengakses website Anda yang di-host di LiteSpeed server, web server akan secara otomatis mendeteksi apakah request tersebut dapat di-serve dari cache atau perlu diproses oleh backend (PHP, database, dll). Jika halaman atau resource sudah di-cache, LiteSpeed akan langsung merespon dari memory tanpa melibatkan aplikasi backend, yang menghasilkan response time yang jauh lebih cepat.

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Sistem caching LiteSpeed pada level server menggunakan intelligent invalidation mechanism, artinya ketika konten berubah (misalnya saat publish post baru di WordPress), cache untuk halaman yang relevant akan otomatis di-purge dan di-regenerate. Mekanisme ini memastikan bahwa visitors selalu melihat content terbaru tanpa perlu manual cache clearing.

Fitur LiteSpeed Cache pada Level Server

Berikut adalah beberapa fitur utama dari LiteSpeed Cache dari sisi server.

1. Page Caching

Berfungsi untuk menyimpan seluruh halaman HTML dari konten yang dapat diakses publik, lalu menyajikannya langsung dari cache. Dengan cara ini, server tidak perlu lagi memproses PHP dan menjalankan query database setiap kali ada pengunjung, sehingga waktu loading website menjadi lebih cepat.

2. Static Content Caching

Adalah proses menyimpan file statis seperti CSS, JavaScript, gambar, dan aset statis lainnya ke dalam cache dengan aturan expiry yang cerdas. Dengan mekanisme ini, pengunjung yang datang kembali dapat memuat website jauh lebih cepat karena file statis tidak perlu dimuat ulang dari server.

3. Compression

LiteSpeed secara otomatis menerapkan kompresi Gzip pada respons yang dikirim ke browser, sehingga ukuran file menjadi lebih kecil. Dengan demikian, data yang ditransfer lebih efisien dan penggunaan bandwidth dapat dioptimalkan.

4. HTTP/2 Push

LiteSpeed mendukung HTTP/2 Server Push, yang memungkinkan server mengirimkan resource penting ke browser secara otomatis sebelum browser memintanya. Dengan cara ini, waktu tunggu (latency) dapat dikurangi sehingga website dapat dimuat lebih cepat.

Mengenal Plugin LiteSpeed Cache untuk WordPress

Meskipun LiteSpeed Server sudah memiliki fitur caching bawaan, plugin LiteSpeed Cache untuk WordPress tetap berperan penting sebagai lapisan kontrol tambahan. Plugin ini memungkinkan Anda mengatur perilaku caching di tingkat aplikasi (WordPress), yang berbeda dengan caching di tingkat server.

Keberadaan plugin ini sangat membantu dalam menangani berbagai kebutuhan khusus WordPress, seperti pengelolaan sesi pengguna, konten dinamis yang tidak boleh di-cache, pengiriman formulir, serta konten yang bersifat personal.

Tanpa pengaturan melalui plugin, caching bawaan server berpotensi menimbulkan masalah, seperti sesi pengguna yang login menjadi tidak sinkron, keranjang belanja yang tidak terbarui, atau konten personal yang tidak tampil dengan benar.

Anda bisa melihat detail plugin LiteSpeed Cache untuk WordPress melalui halaman berikut.

Fitur Utama Plugin LiteSpeed Cache

Berikut beberapa fitur dan fungsi utama dari plugin LiteSpeed Cache di WordPress.

  • Intelligent Cache Management
    Plugin memahami arsitektur WordPress dan secara cerdas menentukan halaman mana yang aman untuk di-cache serta halaman mana yang harus tetap dinamis.
  • User Session Protection
    Plugin memastikan cache tidak mengganggu sesi pengguna dan status login, yang sering menjadi masalah pada caching di level server tanpa pengaturan aplikasi.
  • Image Optimization
    Menyediakan optimasi gambar otomatis, termasuk kompresi, konversi ke format modern seperti WebP, serta penerapan lazy loading untuk mempercepat waktu muat halaman.
  • CSS & JavaScript Optimization
    Mendukung proses minify, defer, dan async loading pada file CSS dan JavaScript untuk mengurangi resource yang menghambat proses render dan meningkatkan kecepatan website.
  • Database Optimization
    Dilengkapi alat pembersih database untuk menghapus data yang tidak diperlukan, seperti revisi posting, transient, dan komentar spam.
  • CDN Integration
    Plugin dapat terintegrasi dengan berbagai layanan CDN untuk menyajikan aset statis dari lokasi server terdekat dengan pengunjung, sehingga waktu akses menjadi lebih cepat.

Keunggulan LiteSpeed Cache Dibanding Plugin Caching WordPress Lain

LiteSpeed Cache memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menonjol dibandingkan plugin caching populer lainnya. Keunggulan ini tidak hanya terasa dari sisi kemudahan penggunaan, tetapi juga dari performa nyata di lingkungan produksi.

Perbandingan dengan WP Super Cache dan W3 Total Cache

Dibandingkan dengan WP Super Cache dan W3 Total Cache, LiteSpeed Cache memiliki integrasi yang jauh lebih erat dengan infrastruktur server LiteSpeed. Integrasi ini membuat koordinasi antara server-level caching dan application-level caching (WordPress) berjalan lebih mulus dan efisien.

Selain itu, WP Super Cache dan W3 Total Cache umumnya membutuhkan konfigurasi yang cukup kompleks serta proses troubleshooting yang lebih rumit. Sebaliknya, LiteSpeed Cache hadir dengan pengaturan default yang sudah optimal dan dapat langsung digunakan tanpa konfigurasi lanjutan.

Dari sisi penggunaan resource, LiteSpeed Cache juga cenderung lebih ringan dan mendapatkan pembaruan rutin langsung dari LiteSpeed Technologies sebagai pengembang resminya.

Perbandingan dengan Cloudflare Caching

Cloudflare dikenal sebagai solusi edge caching dan proteksi jaringan seperti DDoS. Namun, fokus utama Cloudflare berada di level jaringan, bukan pada optimasi aplikasi. Di sinilah LiteSpeed Cache memiliki peran yang berbeda, karena lebih menitikberatkan pada optimasi di level aplikasi dan server asal (origin server).

LiteSpeed Cache dapat digunakan bersamaan dengan Cloudflare untuk mendapatkan kombinasi terbaik, yaitu optimasi performa di sisi server dan caching di sisi edge. Keunggulan lainnya, LiteSpeed Cache memungkinkan Anda tetap memiliki kendali penuh atas logika caching tanpa sepenuhnya bergantung pada layanan pihak ketiga.

Dari sisi privasi dan kepatuhan data, pengelolaannya juga menjadi lebih sederhana karena data tidak harus selalu melalui infrastruktur Cloudflare.

Keunggulan LiteSpeed Cache Dibanding Plugin Caching WordPress Lain

Peningkatan Performa di Penggunaan Nyata

Dalam penerapan nyata, LiteSpeed Cache yang dikonfigurasi dengan benar umumnya memberikan peningkatan performa yang signifikan, antara lain:

  • Penurunan waktu muat halaman hingga 50–70% untuk pengunjung pertama
  • Peningkatan kecepatan lebih dari 90% untuk pengunjung yang mengakses halaman dari cache
  • Pengurangan beban server dan penggunaan CPU sekitar 30–40% dibandingkan website tanpa caching
  • Peningkatan skor Google PageSpeed Insights rata-rata 20–40 poin

Peningkatan performa ini bukan sekadar teori, tetapi telah terbukti di berbagai lingkungan produksi dan digunakan oleh ribuan website yang berjalan di LiteSpeed Server dengan plugin LiteSpeed Cache.

Cara Install Plugin LiteSpeed Cache di WordPress

Plugin LiteSpeed Cache dapat diinstall melalui dashboard WordPress, dengan panduan sebagai berikut:

  1. Login ke dashboard WordPress Anda.
Dashboard WordPress
  1. Klik menu “Plugins > Add New” kemudian cara di kolom pencarian dengan kata kunci “litespeed” setelah itu klik “Install Now” pada plugins “LiteSpeed Cache”.
Cara install plugin litespeed cache
  1. Aktifkan plugins Litespeed Cache lalu lakukan pengaturan default pluginnya.

Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress

Pengaturan plugin LiteSpeed Cache bisa dilakukan melalui menu LiteSpeed Cache > Settings seperti gambar berikut.

setting plugin litespeed cache

Pada bagian setting akan menampilkan pilihan setting seperti screenshoot berikut
keterangan :

  • Enable Cache : menu dimana konten apa saja yang akan dimasukkan ke cache, secara default semua dimasukkan kecuali cache mobile
  • TTL (Time To Live) : menentukan seberapa lama cache tersebut tersimpan dan dalam waktu yang sudah ditentukan akan otomatis terhapus dari cache
  • Purge : membersihkan konten dari cache ( clear cache )
  • Exclude Setting : Menu untuk memilih konten mana saja yang tidak ingin dimasukkan ke cache
  • ESI ( Edge Side Include ) : merupakan metode yang melaluinya Anda dapat “punch holes” dalam konten publik dan mengisinya dengan konten pribadi atau tidak di-cache
  • Object Cache : menu ini untuk melakukan setting cache dari sisi browser atau server hosting . Pada menu ini silahkan diabaikan saja ( default off ), sebab pada layanan hosting rumahweb tidak menggunakan fitur memcached dan redis. Panduan lebih detail tentang setting object cache bisa Anda baca di sini.
  • Browser : Menu ini untuk mengaktifkan cache browser berupa static file dan mengatur TTL / seberapa lama cache tersimpan.
  • Advanced : menu ini tidak terlalu dibutuhkan untuk optimasi cache Litespeed, sehingga silahkan mengabaikan fitur ini.
optimasi melalui plugin litespeed cache

Fitur lain di Plugins Litespeed selain untuk mengatur cache , terdapat fitur optimasi seperti CDN, Image Optimazation, Page Optimazation dan Database.

Keterangan :

  • CDN : menu ini untuk melakukan setting CDN yang dipergunakan dalam WordPress. Namun secara default menu ini tidak dipergunakan.
  • Image Optimization : menu untuk meminta / request optimasi pada konten gambar, sehingga load website menjadi lebih ringan. Namun pada menu ini secara default non aktif.
  • Page Optimization : menu ini untuk meminta / merequest pada script yang dipergunakan pada setiap halaman, seperti : css dan javascript . Namun pada menu ini secara default non aktif.
  • Database : Menu ini untuk meminta / request optimasi disisi database yang dipergunakan, seperti membersihkan data-data yang dianggap sampah yang ada didatabase.
advance setttings

Setelah Anda melakukan optimasi dengan plugin LiteSpeed cache, Anda bisa melakukan pengecekan melalui Google Pagespeed Insight atau GTMetrix untuk melihat hasilnya.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Plugin LiteSpeed Cache dan Solusinya

Berikut adalah beberapa kesalahan uumum saat melakukan setting plugin LiteSpeed Cache beserta solusi yang bisa Anda lakukan.

Kesalahan 1: Tidak Mengecualikan Konten Dinamis

Masalah:
Jika halaman yang bersifat dinamis, seperti keranjang belanja, halaman checkout, atau dashboard pengguna ikut di-cache, pengunjung dapat melihat data yang sudah tidak sesuai atau bahkan data milik pengguna lain.

Solusi:
Pastikan Anda mengecualikan halaman dinamis dari proses caching dengan pengaturan Exclude pada LiteSpeed Cache, seperti:

  • Exclude URL: /cart/, /checkout/, /account/, /wp-admin/
  • Exclude Post Type: Hindari caching pada custom post type yang bersifat dinamis
  • Lakukan pengujian menyeluruh untuk memastikan data spesifik pengguna tidak ikut di-cache

Kesalahan 2: Cache Tidak Terhapus Setelah Update Konten

Masalah:
Setelah menerbitkan atau memperbarui konten, versi lama halaman masih muncul karena cache belum diperbarui.

Solusi:
Secara default, LiteSpeed Cache akan menghapus cache secara otomatis saat konten berubah. Namun jika tidak terjadi, Anda dapat menghapus cache secara manual melalui:

  • Menu LiteSpeed Cache > Purge, lalu pilih cakupan (All, URL tertentu, Post Type, dan lainnya)
  • Alternatif lain, gunakan fitur purge manual melalui cPanel untuk proses yang lebih praktis

Kesalahan 3: Konflik Plugin yang Menyebabkan Error

Masalah:
Setelah mengaktifkan LiteSpeed Cache, beberapa plugin atau fitur website tidak berfungsi dengan semestinya.

Solusi:

  • Nonaktifkan sementara LiteSpeed Cache untuk memastikan apakah masalah disebabkan oleh konflik.
  • Jika masalah hilang, berarti terjadi konflik dengan plugin tertentu.
  • Solusinya, kecualikan halaman yang menggunakan plugin tersebut dari cache atau hubungi pengembang plugin untuk pembaruan kompatibilitas.
  • Plugin yang sering menimbulkan konflik antara lain form builder, membership plugin, dan plugin notifikasi real-time.

Kesalahan 4: Optimasi Gambar Terlalu Agresif

Masalah:
Setelah mengaktifkan optimasi gambar, kualitas gambar menjadi buram atau menurun.

Solusi:

  • Atur tingkat optimasi pada menu Image Optimization.
  • Gunakan kualitas yang lebih tinggi (ukuran file memang sedikit lebih besar, tetapi kualitas visual tetap terjaga).
  • Jika diperlukan, kecualikan gambar tertentu dari optimasi, terutama yang penting untuk tampilan visual.

Penutup

LiteSpeed Cache adalah fitur optimasi yang sangat andal untuk meningkatkan performa website secara signifikan jika dikonfigurasi dengan benar. Dengan kombinasi caching di level server (bawaan LiteSpeed Server) dan optimasi di level aplikasi melalui plugin, website Anda dapat memiliki waktu muat yang jauh lebih cepat serta memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Rumahweb menyediakan layanan hosting yang telah mendukung LiteSpeed Web Server untuk membantu meningkatkan performa website WordPress secara optimal. Fitur ini tersedia pada layanan Shared Hosting dengan Web Accelerator, seluruh paket WordPress Hosting, serta Cloud Hosting. Selain itu, dilengkapi juga dengan Free SSL dan Redis Object Cache untuk performa website yang lebih cepat dan stabil.

Demikian artikel kami tentang fitur LiteSpeed Cache beserta plugin yang dapat Anda gunakan pada WordPress, semoga bermanfaat.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 4

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Denny Oktafianto

Denny Oktafianto, atau yang akrab disapa Denny, adalah bagian dari team NOC Rumahweb yang memiliki kemampuan pada networking dan server. Denny selalu mengikuti tren terbaru seputar teknologi server, network, hingga teknologi virtualisasi. Melalui Journal Rumahweb, Denny ingin berbagi pengetahuan tentang networking dan server secara komprehensif.