Cara Mengaktifkan ID Protection Domain

Domain Privacy Protection merupakan fitur pada suatu domain, dimana profile kontak pemilik tidak dapat diketahui oleh publik melalui tools pengecekan query whois. Untuk mengaktifkan fitur ini, dapat dilakukan melalui halaman member area http://clientzone.rumahweb.com dengan panduan sebagai berikut :

  • Login ke¬†http://clientzone.rumahweb.com/clientarea.php
  • Klik menu Domain > List Domain Saya

ID Protection domain 1

  • Klik menu Manage Domain

ID Protection Domain 2

  • Kemudian Klik menu Addons

cara-mengaktifkan-id-protection-domain-3

  • Selanjutnya klik “Buy Now for Rp 10.000

Cara Mengaktifkan ID Protection Domain 4

Demikian panduan mengaktifkan ID Protection dari member area. Jika ada pertanyaan, silahkan kirim email ke info@rumahweb.com untuk informasi yang lebih detail. Terima kasih. ūüôā

 

.htaccess: Seting Custom Index

File .htaccess juga dapat digunakan untuk melakukan seting index. Seperti directory listing atau custom file index (selain index.php atau index.html). Berikut adalah beberapa contoh yang dapat digunakan:

  • Mengaktifkan/menonaktifkan¬†directory listing

Untuk mengaktifkan directory listing, dapat dilakukan dengan menambahkan baris berikut pada .htaccess:

allow-directory-listing-htaccess1

Atau apabila ingin merubah model directory listing agar menampilkan data yang lebih lengkap, seperti file size, tanggal modifikasi file, dlsb, dapat menggunakan baris berikut:

fancy-directory-listing-htaccess

Untuk menonaktikfkan directory listing kode yang digunakan adalah sebagai berikut:

Apabila menonaktifkan directory listing, apabila tidak terdapat file index, seperti home.php, home.html, index.php atau index.html, maka akan muncul tampilan berikut:

403-directory-listing-error-htaccess

  • Tidak menampilkan file dengan ekstensi khusus

Opsi lainnya, yakni dengan tidak menampilkan pada directory listing file-file dengan ekstensi khusus yang tidak ingin ditampilkan. Untuk ini dapat memasukkan kode berikut:

Apabila menggunakan kode ini, directory listing tidak akan menampilkan file-file yang berekstensi .tar.gz dan .txt. Opsi ini dapat diganti pula dengan ekstensi lain, seperti: *.exe, *.zip, *.deb, dlsb

  • Memodifikasi file index

Opsi lainnya juga dapat dilakukan dengan melakukan modifikasi file index. Seperti apabila kita ingin menggunakan file anu.php yang menjadi file index, maka kita dapat memasukkan kode berikut di .htaccess:

Di belakang “DirectoryIndex”, silahkan dimasukkan nama file yang akan dijadikan¬†file index.

Selamat mencoba.

Menampilkan phpinfo di wordpress hosting

Di PHP, terdapat function phpinfo() yang dapat digunakan untuk menampilkan setting php yang terinstall di server. Kita dapat membuat sendiri file tersebut dengan create new file di document root public_html, beri nama sembarang misal info.php dengan isi dengan script sebagai berikut:

<?php phpinfo(); ?>

Kemudian simpan, dan coba akses http://namadomainanda.com/info.php  maka akan tampil informasi php.

Selain dengan cara diatas, apabila Anda adalah pengguna WordPress Hosting di Rumahweb, saat ini sudah tersedia fitur untuk menampilkan phpinfo tanpa perlu membuat filenya.

Berikut ini langkah – langkahnya:

  • Akses plesk¬†panel WordPress Hosting Anda, lalu masuk ke menu PHP Settings

1_phpsettings

  • Kemudian pada baris php support, silahkan klik link “View the phpinfo() page” maka halaman phpinfo akan ditampilkan.

 

Memilih POP3 atau IMAP

Pada saat melakukan setting software penerima email (email client), kadang kita sering dibingungkan dengan pemilihan antara menggunakan POP3 atau IMAP.
Berikut ini adalah perbedaan mendasar antara pop3 dan imap:

POP3:

  • POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol email yang digunakan untuk mendownload isi email dari server, sehingga untuk membaca isi email harus didownload terlebih dahulu ke email client.
  • Semua data email disimpan di email client, sehingga bisa dibaca sewaktu-waktu bahkan ketika offline.
  • Ada pilihan untuk tetap menyimpan isi email di server atau langsung menghapus email diserver ketika selesai didownload, atau menghapus email setelah beberapa waktu.
  • Ketika memilih tetap menyimpan isi email di server, pada saat menghapus email di email client, maka tidak berpengaruh dengan data email di server, begitu pula sebaliknya.
  • Outgoing email (email terkirim) hanya tersimpan di email client saja, tidak tersimpan di server.

 

POP dipilih jika:

  • ingin mengakses email hanya dari satu tempat/perangkat.
  • memerlukan akses email secara terus-menerus, walau tanpa menggunakan koneksi internet.
  • kapasitas penyimpanan server terbatas.

 

IMAP:

  • IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses email dari server, sehingga untuk membaca email, harus terhubung (online) pada jaringan internet.
  • Data email masih tersimpan di server sehingga tidak perlu mendownload semua email.
  • Email yang didownload hanya email yang akan dibaca saja.
  • Email client melakukan sinkron data ke server, seperti menghapus email di email client juga akan menghapus email di server, begitu juga sebaliknya.
  • Sangat mudah dalam mengidentifikasi Email yang belum terbaca.
  • Membutuhkan space email yang cukup besar, karena semua data email disimpan di server.

IMAP dipilih jika:

  • Ingin mengakses email pada beberapa tempat/perangkat sekaligus
  • Memiliki koneksi internet untuk mengakses email pada perangkat secara terus-menerus.
  • Kapasitas penyimpanan komputer/gadget terbatas.
  • Mempunyai kapasitas server yang cukup besar untuk penyimpanan data email.