Rumahweb Journal
Banner - Cara Mengatur Nama Situs di Google

Cara Mengatur Nama Situs di Google (Site Name SEO)

Nama website yang muncul di Google tidak sesuai dengan yang Anda harapkan? Misalnya, yang tampil justru nama domain, padahal Anda sudah menentukan nama brand sendiri. Hal seperti ini cukup sering terjadi, terutama jika pengaturan nama situs di Google belum optimal. Padahal, nama situs di Google bukan sekadar tampilan, namun juga branding dan kepercayaan pengguna saat melihat hasil pencarian.

Melalui artikel ini, kami akan membahas cara mengatur nama situs di Google agar sesuai dengan yang diinginkan, termasuk faktor apa saja yang memengaruhinya dan bagaimana cara mengoptimalkannya dari sisi SEO.

Apa itu Nama Situs di Google Penelusuran?

Site name atau nama situs adalah adalah label teks singkat yang ditampilkan Google di bagian paling atas setiap hasil pencarian organik, tepat di atas judul halaman dan URL. Posisi ini menjadikannya elemen pertama yang dilihat pengguna saat menelusuri hasil pencarian.

ilustrasi nama situs di hasil pencarian google

Fitur ini diperkenalkan secara resmi oleh Google pada September 2022 sebagai bagian dari pembaruan tampilan SERP, dengan tujuan membantu pengguna lebih cepat mengenali sumber informasi yang relevan dan terpercaya.

Sebelum fitur ini ada, Google biasanya mengambil nama situs secara otomatis dari elemen <title> halaman atau teks heading pada beranda. Hasilnya seringkali tidak ideal seperti nama yang muncul terlalu panjang, mengandung slogan, atau bahkan tidak mencerminkan merek sama sekali.

Saat ini pemilik website dapat memberikan sinyal eksplisit kepada Google tentang nama yang ingin ditampilkan, yaitu melalui schema markup data terstruktur (structured data) berbasis Schema.org dengan tipe WebSite.

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Manfaat Nama Situs yang Jelas dalam Hasil Pencarian Google

Memberi nama situs yang jelas dan konsisten membawa beberapa manfaat penting dalam konteks SEO dan visibilitas di hasil pencarian:

  • Memperkuat Identitas Merek Secara Organik
    Nama situs yang konsisten membantu pengguna mengenali merek Anda secara instan, bahkan sebelum membaca judul. Dengan kemunculan yang stabil di SERP, Anda membangun brand awareness yang kuat secara organik tanpa biaya iklan.
  • Meningkatkan Kepercayaan Pengguna
    Hasil pencarian yang menampilkan nama situs dengan jelas serta terlihat profesional cenderung lebih meyakinkan. Pengguna umumnya lebih percaya pada sumber yang memiliki identitas yang jelas di hasil pencarian Google.
  • Membedakan Website dari Kompetitor
    Memiliki nama situs yang unik membuat hasil Anda menonjol. Nama situs konsisten (misalnya “Rumahweb Blog” atau “Kompas”) akan lebih mudah diingat daripada URL atau nama generik.
  • Mendukung Konsistensi Lintas Platform
    Apabila nama situs di Google konsisten dengan nama merek di media sosial, direktori bisnis, dan platform lainnya, Google akan lebih mudah mengonfirmasi keaslian serta relevansi website Anda, yang pada akhirnya memperkuat kepercayaan mesin pencari terhadap situs tersebut.

Bagaimana Google Menentukan dan Menampilkan Nama Situs Anda di Hasil Pencarian?

Proses penentuan nama situs oleh Google bersifat otomatis dan mengandalkan beberapa sumber informasi dari situs. Google memproses berbagai sumber secara berurutan dari yang paling diutamakan:

1. Pertimbangan konten halaman beranda

Google memeriksa elemen di halaman beranda situs (homepage) seperti tag , header (H1/H2), dan teks lain yang menandai identitas situs. Nama situs yang muncul harus konsisten dengan konten utama situs. Misalnya, jika <title> berisi “Cookpedia: Resep dan Tips Masakan” dan header halaman bernama “Cookpedia”, Google akan cenderung mengenali “Cookpedia” sebagai nama situs.

2. Data terstruktur WebSite

Untuk memberi sinyal langsung, Anda dapat menambahkan data terstruktur (schema) tipe WebSite di halaman beranda. Google merekomendasikan menambahkan properti name dan url pada data terstruktur WebSite di beranda situs. Dengan format JSON-LD seperti:

{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "WebSite",
"name": "Nama Situs Anda",
"url": "https://domainanda.com/"
}

3. Meta Open Graph

Google juga mempertimbangkan tag Open Graph og:site_name yang ada di halaman beranda. Jika Anda sudah menggunakan tag <meta property=”og:site_name” content=”Nama Sumber”>, Google dapat memakainya sebagai input nama situs.

4. Sinyal eksternal dan reputasi

Selain data dari situs itu sendiri, Google melihat referensi dari web lain. Jika banyak situs lain menyebut nama brand tertentu saat menaut ke Anda, atau jika brand Anda memiliki presence kuat (media sosial, artikel berita), Google cenderung memilih nama brand tersebut sebagai nama situs.

Selain itu, pastikan bahwa website Anda telah terdaftar di Google Search Console terlebih dahulu. Jika belum, Anda bisa pelajari panduan berikut. Setelah itu, Anda bisa ikuti panduan berikut untuk melakukan setting nama situs di website berbasis native atau framework serta WordPress.

Setting Nama Situs untuk Google Penelusuran

Ada dua cara memberi nama situs untuk Google penelusuran, yaitu secara manual menggunakan kode JSON-LD, atau melalui plugin SEO pada platform CMS seperti WordPress.

Opsi 1: Implementasi Manual dengan JSON-LD

Opsi ini bisa Anda pilih, jika website Anda dibuat dengan framework atau native php. Berikut langkah-langkahnya.

1. Tambah schema Website

Pada halaman beranda situs Anda, masukkan kode JSON-LD berikut di dalam tag (atau justru link ke application/ld+json):

<script type="application/ld+json">
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "WebSite",
  "name": "Nama Situs Anda",
  "url": "https://www.situsanda.com/"
}
</script>

Silakan ganti “Nama Situs Anda” dengan nama brand website Anda. Lalu, ganti alamat https://www.situsanda.com/ menjadi URL website Anda.

2. Uji hasil dengan Rich Results Test

  1. Buka halaman rich result
  2. Masukkan URL beranda website Anda.
  3. Klik Test URL dan periksa apakah WebSite schema terdeteksi tanpa error.

3. Minta Pengindeksan Ulang via Google Search Console

  1. Buka Google Search Console dan pilih properti website Anda.
  2. Gunakan fitur URL Inspection, masukkan URL beranda.
  3. Klik Request Indexing untuk meminta Googlebot crawl ulang halaman.

Panduan request index ulang di Google search console bisa Anda pelajari di artikel berikut: URL Inspection

Opsi 2: Dengan Bantuan Plugin Yoast (Untuk Pengguna WordPress)

Yoast SEO adalah salah satu plugin paling populer yang dapat menghasilkan WebSite schema secara otomatis.

Misalkan Anda memiliki website toko online berbasis WordPress dengan domain journal-rw.my.id. Nama merek yang ingin ditampilkan di Google adalah “Journal Rumahweb”.

1. Periksa Nama Situs di Pengaturan Bawaan WordPress

  1. Login ke dashboard WordPress Anda terlebih dahulu.
  2. Pilih menu Settings > General. Pastikan kolom Title sesuai kebutuhan Anda. Berikut contohnya:
  1. Simpan pengaturan dengan klik tombol Save Change.

2. Instal Plugin Yoast SEO

  1. Jika plugin Yoast SEO belum terinstal silakan buka menu Plugin –> Add New
  2. Pada kolom pencarian ketik Yoast SEO.
  3. Klik Install dan aktifkan plugin tersebut.

Panduan instalasi plugin Yoast bisa Anda pelajari di artikel berikut: Install Yoast SEO.

3. Konfigurasi Nama Situs di Yoast SEO

Setelah plugin terinstall, Anda bisa mengikuti panduan berikut:

  1. Pilih menu Yoast SEO > Settings.
  2. Di bagian General, klik Site representations
  3. Pada kolom Organization name isi dengan nama situs yang diinginkan, dan nama alternatif di kolom alternate name. Lalu klik save change.
setting site name pada plugin yoast wordpress

4. Uji hasil dengan Rich Results Test

  1. Buka halaman rich result
  2. Masukkan URL beranda website Anda.
  3. Klik Test URL dan periksa apakah WebSite schema terdeteksi tanpa error.

5. Minta Pengindeksan Ulang via Google Search Console

  1. Buka Google Search Console dan pilih properti website Anda.
  2. Gunakan fitur URL Inspection, masukkan URL beranda.
  3. Klik Request Indexing untuk meminta Googlebot crawl ulang halaman.

Panduan request index ulang di Google search console bisa Anda pelajari di artikel berikut: URL Inspection

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan popular tentang setting nama situs di Google pada website.

Kenapa nama situs di Google berbeda dengan nama website saya?

Hal ini bisa terjadi karena Google menentukan nama situs berdasarkan beberapa faktor, seperti nama domain, title tag, dan structured data. Jika tidak konsisten, Google akan memilih versi yang dianggap paling relevan.


Bagaimana cara mengatur nama situs di Google?

Anda bisa mengaturnya dengan memastikan penggunaan nama yang konsisten pada title tag, meta tag, serta menambahkan structured data (WebSite schema) agar lebih mudah dikenali oleh Google.


Apakah nama situs di Google bisa diubah?

Bisa, tetapi tidak instan. Setelah melakukan perubahan pada website, Google membutuhkan waktu untuk melakukan crawling dan memperbarui tampilan di hasil pencarian.


Apakah penggunaan schema mempengaruhi nama situs di Google?

Ya, penggunaan structured data seperti WebSite schema dapat membantu Google memahami nama situs dengan lebih jelas dan meningkatkan kemungkinan tampil sesuai yang diinginkan.


Kesimpulan

Nama situs di Google search mungkin terdengar seperti langkah kecil, namun dampaknya sangat besar bagi profesionalisme dan branding Anda. Dengan menerapkan data terstruktur WebSite schema dan mengoptimalkan elemen seperti og:site_name, Anda memberikan sinyal kuat kepada Google untuk menampilkan identitas resmi situs secara akurat di hasil pencarian.

Cara ini tidak hanya membuat tampilan website terlihat lebih kredibel dan konsisten, tetapi juga berpotensi meningkatkan kepercayaan serta minat klik (CTR) pengunjung.

Demikian artikel kami tentang cara mengatur nama situs di Google, semoga bermanfaat.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Rifki

Technical support at Rumahweb Indonesia

banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb