Menambahkan WordPress pada WordPress Toolkit

Plesk Panel 12.5 memiliki fitur ‘WordPress Toolkit’ yang dapat membantu dalam melakukan pengaturan, update dan pengecekan keamanan terhadap instalasi WordPress. Jika WordPress di-install langsung melalui Plesk Panel, maka secara otomatis WordPress Toolkit akan mengenali hasil instalasi WordPress tersebut.

Namun jika Anda sudah memiliki instalasi WordPress sebelumnya dan ingin memindahkan WordPress pada WordPress Toolkit tersebut ke Plesk Panel, maka ada beberapa langkah tambahan supaya WordPress dapat dikenali oleh WordPress Toolkit.

Continue reading “Menambahkan WordPress pada WordPress Toolkit”

Troubleshooting kegagalan akses website

Berikut ini beberapa masalah/kegagalan akses ke website yang sering dijumpai dan bagaimana cara mengatasinya:

I. Website Blank

– Lakukan pemeriksaan index files, baik di document root, index files dari template atau file index yang dipanggil lainnya. Banyak kasus terjadi file index dalam kondisi kosong sehingga menyebabkan halaman blank pages ada kemungkinan terjadi karena aktivitas malware atau hacking. Apabila masih memiliki data backup, maka file index bisa diupload ulang.

– Jika yang terjadi pada CMS bisa dilakukan pengecekan sederhana misalnya mengakses halaman dashboard admin, misalnya untuk wordpress di url ‘namadomain/wp-admin’ atau joomla ‘namadomain/administrator’. Apabila halaman login bisa diakses , ada kemungkinan masalah yang terjadi bisa karena plugins, component, plugins , templates yang terinstall. Periksa kembali perubahan terakhir yang dilakukan dan beberapa alternatif solusi yg bisa dilakukan misalnya: disable plugins, component, modules atau bahkan mengganti template berbeda.

– Jika kasus yang terjadi baik di halaman frontpages maupun backend admin CMS mengalami blank pages, periksa kembali perubahan perubahan terakhir yang dilakukan. Apabila masih terkendala, Anda dapat menghubungi support teknis melalui email teknis@rumahweb.com agar dibantu lebih lanjut

 

II. HTTP Error report

1. Error 401 – Unauthorized

Status ini menyatakan bahwa pengunjung website tidak memiliki hak akses untuk folder yang diproteksi oleh password / kata kunci. Fitur Proteksi direktory juga tersedia di dalam cpanel,

2. Error 403 – Forbidden

Muncul error seperti diatas paling sering terjadi disebabkan oleh permission pada folder/file yang dituju tidak membolehkan untuk dilihat oleh publik. Apabila Anda ingin mengijinkan publik untuk mengakses folder/file tersebut silahkan set permissionnya menjadi 755 atau 644.

3. Error 404 – Not Found
Ada beberapa kemungkinan penyebab yang sering terjadi apabila muncul pesan seperti ini.

– File yang diakses tidak ada/tidak ditemukan, silahkan coba file yang Anda akses apakah ada atau tidak pada folder public_html. Namun jika file ada tetapi muncul pesan error seperti diatas maka kita ke point 2.

– URL rewritenya tidak benar, URL rewrite digunakan untuk membuat link-link pada website Anda menjadi lebihsimpel dan bagus. Dan perintah-perintah URL rewrite diletkan pada file .htaccess jadi silahkan periksa kembail perintahnya, apakah sesuai dengan link yang Anda akses.

– Pada CMS joomla sering terjadi kasus seperti ini, biasanya disebabkan karena component/modules yang direquest dalam kondisi disable. Anda bisa melakukan pengecekan dari halaman administrator misalnya menu tersebut terhubung dengan extension joomla apa ( pelajari soal CMS joomla ) sehingga Anda bisa mengaktifkan kembali.

– Error 404 pada CMS kadang muncul disebabkan karena scriptnya kehabisan waktu ketika dieksekusi. Misalnya yang terjadi pada CMS wordpress, kasus umum biasanya pelanggan menambahkan plugins2 jenis statistik, dimana sebagian besar plugins ini bekerja di halaman dashboard untuk menampilkand ata statistik kunjungan dsb. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya proses timeout karena eksekusi yang melebihi limit yang ditentukan. Untuk mengantisipasi hal ini tentu bisa dilakukan dengan mengaudit extension2 yang terinstall di dalamnya.

4. Error 406 – Not Acceptable

Status 406 menyatakan bahwa permintaan dari browser tidak dapat dipenuhi oleh server. Biasanya terjadi adanya script yang mentrigger firewall dan dianggap berbahaya di server . Script yang terblokir akan teridentifikasi dengan rule id yang tercatat pada mod_security di server.

5. Error 500 – Internal Server Error
Pesan error ini kerap di jumpai di website pelanggan yang disebabkan karena gagalnya suatu script dieksekusi oleh server karena terlalu berat dan membebani server atau script yang membutuhkan waktu eksekusi lebih lama daripada yang diijinkan (timeout).

Ada beberapa penyebab internal server error, berikut ini penyebab dan mungkin solusi pada Error 500 :

– Salah satu penyebabnya adalah ada file kita (biasanya index) yang dalam kondisi write.
– Ada atribut file kita di hosting yang berubah. Normalnya, untuk file-file atribut CHMODnya adalah 644 sedangkan untuk folder 755.
– Lihat kembali konfigurasi file .htaccess , edit jika ada kesalahan dan simpan lagi.
– Selain itu, pilihan modules, component dan plugin bahkan template pada CMS yang kurang tepat juga bisa berpotensi menyebabkan internal server error. Pada kasus ini apa yang bisa dilakukan tentu dengan mengaudit kembali penggunaan extensions2 tersebut.

6. Error 503 – Service Unavailable

Pesan kesalahan ini mengisyaratkan bahwa web server tidak dapat menangani permintaan HTTP dari browser karena proses di server telah melebihi batas kapasitas yang ditentukan (atau sedang kelebihan beban). Kondisi seperti ini akan ditemukan ketika server kehabisan resources CPU/memory sehingga secara tidak langsung server akan mengalami swaping.

7. Error 509 – Bandwidth Limit Exceeded

Menyatakan bahwa penggunaan bandwidth pada account hosting sudah melebihi quota yang ditetapkan untuk akun hosting Anda.

 

III. Host Not Found/Unable To Connect to Server

Berikut beberapa penyebab website tidak dapat diakses dan muncul warning unable to connect to server atau kemungkinan pesan error yang lain:

– Kendala di koneksi internet yang digunakan

Periksa kembali koneksi internet yang digunakan dan coba akses website-website yang lain, apabila normal, lakukan pengecekan lainnya

– Domain expired, suspend atau deleted

Periksa status domain anda apakah masih aktif, expired atau bahkan sudah terdelete karena lama tidak diperpanjang. Apabila domain expired, pada umumnya pada halaman website yg diakses tertera bahwa domain telah expired.

– IP koneksi internet terblokir di sisi server

IP terblokir dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya: salah login berulang ulang dalam jangka waktu tertentu atau terblokir rule mod_security. Hal yang dapat dilakukan: periksa ip koneksi anda, alamat ip dapat diketahui dengan mengakses http://whatismyip.com atau http://ipsaya.com  , setelah ip diketahui, tanyakan ke support hosting yang digunakan apakah ip terblokir atau tidak. Jika memakai layanan hosting rumahweb, dapat ditanyakan melalui livechat atau email ke teknis@rumahweb.com

– Masalah routing di sisi jaringan yang digunakan

Cobalah untuk melakukan ping dan traceroute, panduannya dapat disimak pada artikel dibawah ini:

Traceroute (Tracert)

Perintah Ping

Jika Anda tidak bisa mengakses website Anda dan hasil tracert tidak complete, silahkan menghubungi support dari provider hosting dan informasikan hasil ping dan tracert tersebut untuk digunakan sebagai bahan analisa penyebab kemungkinan website Anda tidak bisa diakses.

– Server sedang down/maintenance

Jika masalah masih belum teratasi, ada kemungkinan sedang ada kendala atau maintenance di sisi server, silahkan bisa konfirmasikan via livechat, telpon atau email ke team support untuk memastikannya.