Saat menggunakan layanan Unlimited Hosting, Anda mungkin pernah menemukan istilah inode pada informasi penggunaan resource. Tidak sedikit pengguna yang bingung apa itu inode dan mengapa jumlahnya bisa memengaruhi performa website, meskipun disk usage masih sedikit. Padahal, memahami inode sangat penting agar website tetap berjalan stabil dan tidak mengalami kendala teknis di kemudian hari.
Dalam artikel ini, kami akan membahas secara lengkap tentang apa itu inode, bagaimana cara kerjanya pada unlimited hosting, serta mengapa batas inode tetap diberlakukan meskipun layanan yang digunakan berlabel ‘unlimited’.
Jadi, apa itu inode?
Inode adalah struktur data yang digunakan sistem file Linux untuk menyimpan informasi tentang sebuah objek, baik itu file maupun direktori. Artinya, setiap file dan folder yang ada di dalam file sistem Linux pasti memiliki satu inode masing-masing.
Inode berfungsi sebagai identitas yang membantu sistem mengenali dan mengelola file atau direktori tersebut. Di dalam inode tersimpan berbagai informasi penting, seperti:
- Tipe file
- Permission
- Ownership (termasuk grupnya)
- atime (Access time), mtime (modified time) dan ctime (change time)
- jumlah softlinks dan/atau hardlinks
- ACL / Access control list
Bagi manusia, objek dalam file system dikenal sebagai nama file atau nama direktori. Namun bagi sistem operasi, objek tersebut dikenali melalui inode-nya, bukan dari namanya.
Kenapa Unlimited Hosting Dibatasi dengan Limit Inode?
Istilah unlimited hosting sering kali disalahartikan sebagai layanan tanpa batas untuk semua resource. Padahal, yang dimaksud unlimited umumnya hanya mencakup kapasitas disk atau bandwidth, bukan jumlah file dan folder yang disimpan di server.
Setiap file dan direktori di sistem Linux membutuhkan inode. Artinya, semakin banyak file yang tersimpan, semakin besar pula penggunaan inode. Untuk menjaga performa dan stabilitas server, penyedia hosting perlu menerapkan limit inode agar satu akun tidak menggunakan resource secara berlebihan dan berdampak pada pengguna lain dalam satu server yang sama.
Selain itu, file system pada Linux juga memiliki batas teknis dalam mengelola inode. Jika jumlah inode terlalu banyak, proses akses file bisa menjadi lambat dan berisiko menimbulkan gangguan layanan. Karena alasan inilah, meskipun disebut unlimited hosting, tetap ada pembatasan inode sebagai bentuk pengelolaan resource yang wajar dan adil.
Dengan memahami konsep ini, Anda dapat lebih bijak dalam mengelola website, seperti rutin membersihkan file cache, backup lama, atau email yang menumpuk, agar penggunaan inode tetap aman dan website berjalan optimal.
Batasan Inodes pada Unlimited Hosting di Rumahweb
Pada layanan Unlimited Hosting (paket Build, Grow, dan Bloom) serta Shared Hosting (paket Small, Medium, dan Large), terdapat satu batasan utama yang perlu diperhatikan oleh pengguna, yaitu limit inode.
Setiap akun unlimited hosting di Rumahweb memiliki batas maksimal 250.000 inode. Inode ini mencakup seluruh file dan direktori yang ada di dalam akun hosting, seperti file website, email, database, backup, cache, hingga file sementara lainnya.
Apabila jumlah inode telah mencapai batas tersebut, sistem tidak akan mengizinkan penambahan file baru. Kondisi ini dapat berdampak pada berbagai layanan di dalam hosting, termasuk:
- Website tidak bisa melakukan upload file
- Email gagal menerima pesan baru
- Proses backup atau update aplikasi terhambat
- Operasional database dan aplikasi menjadi terganggu
Untuk menjaga stabilitas layanan dan performa server secara keseluruhan, kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari pengelolaan resource yang adil. Informasi lengkap terkait batasan inode ini dapat Anda temukan pada dokumen Acceptable Usage Policy Rumahweb.
Dengan memahami batasan inode sejak awal, Anda dapat lebih optimal dalam mengelola file dan memastikan layanan hosting tetap berjalan dengan lancar.
FAQ Seputar Inode pada Hosting
Berikut adalah beberapa pertanyaan seputar inode pada layanan unlimited hosting yang sering ditanyakan kepada customer service Rumahweb.
Apa saja yang memengaruhi jumlah inode di Unlimited Hosting?
Jumlah inode yang digunakan pada akun hosting sebanding dengan jumlah file dan direktori yang tersimpan. Artinya, setiap file dan setiap folder akan dihitung sebagai satu inode.
Sebagai contoh, jika dalam akun hosting terdapat 2 folder dan 10 file, maka total inode yang digunakan adalah 12 inode. Begitu juga jika terdapat 3 folder dan 15 file, maka jumlah inode yang terpakai menjadi 18 inode, dan seterusnya. Semakin banyak file dan folder yang disimpan, semakin besar pula penggunaan inode.
Direktori mana saja yang dihitung sebagai inode?
Perhitungan inode dilakukan pada home directory akun hosting Anda. Semua file dan direktori yang berada di dalam akun tersebut akan dihitung sebagai inode, termasuk:
- File website
- File email
- Cache dan temporary files
- File database dan data pendukung lainnya
Oleh karena itu, meskipun menggunakan paket Unlimited Hosting, pengelolaan file yang rapi tetap penting agar penggunaan inode tidak cepat mencapai batas maksimal.
Bagaimana cara melihat jumlah inode pada akun hosting?
Anda dapat melihat jumlah inode yang digunakan melalui cPanel. Informasi penggunaan inode biasanya ditampilkan pada sidebar sebelah kanan halaman utama cPanel, bersama dengan detail resource lainnya.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih detail, misalnya file atau direktori mana yang paling banyak menggunakan inode, Anda dapat memeriksanya melalui SSH atau dengan bantuan Cron Job untuk melakukan perhitungan secara otomatis. Metode ini sangat berguna untuk mengidentifikasi file cache, log, atau data lama yang sudah tidak diperlukan.
Sebagai referensi, Anda dapat mengikuti panduan berikut untuk menghitung inode melalui Cron Job di cPanel.
Apa yang terjadi jika penggunaan inode melebihi batas AUP?
Pada layanan unlimited hosting Rumahweb, batas maksimum inode dalam satu akun hosting adalah 250.000 inode. Jika jumlah inode telah mencapai batas tersebut, maka penambahan file atau direktori baru tidak dapat dilakukan.
Kondisi ini dapat berdampak pada berbagai layanan dalam akun hosting, seperti:
- Website tidak dapat menyimpan file baru.
- Email gagal menerima pesan masuk
- Database dan proses aplikasi terganggu
Selain itu, perlu diperhatikan bahwa ketika penggunaan inode melebihi 75.000, akun hosting tidak lagi mendapatkan bantuan backup mingguan otomatis dari Rumahweb, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam AUP.
Oleh karena itu, penting untuk memantau penggunaan inode secara berkala dan membersihkan file yang tidak diperlukan agar layanan hosting tetap berjalan optimal.
Kenapa backup mingguan dinonaktifkan saat inode mencapai batas tertentu?
Pada cPanel, proses backup tidak berjalan secara instan, melainkan melalui beberapa tahapan, antara lain:
- Menyalin seluruh file yang akan dibackup ke direktori sementara
- Melakukan kompresi (compress) terhadap file dan direktori tersebut
Semakin banyak jumlah file (inode) dalam sebuah akun hosting, maka proses kompresi akan membutuhkan resource CPU dan memory yang jauh lebih besar. Jika backup tetap dipaksakan pada akun dengan inode sangat tinggi, hal ini dapat menurunkan performa server secara keseluruhan dan berpotensi mengganggu akun hosting lain dalam satu server.
Oleh karena itu, backup mingguan otomatis dari Rumahweb hanya dijalankan pada akun hosting dengan kondisi berikut:
- Penggunaan disk space di bawah 5 GB, dan/atau
- Jumlah inode di bawah 75.000
Apabila penggunaan inode telah melebihi batas tersebut, maka fitur bantuan backup mingguan akan dinonaktifkan. Setelah itu, backup data hosting sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik.
Dalam kondisi tertentu, jika terjadi gangguan atau kerusakan pada server, data pada akun hosting berpotensi tidak dapat dipulihkan, dan hal ini berada di luar tanggung jawab Rumahweb sesuai ketentuan AUP.
Solusi untuk mencegah risiko kehilangan data
Untuk tetap menjaga keamanan data, ada beberapa solusi yang dapat Anda lakukan:
- Upgrade ke layanan Cloud Hosting
Cloud Hosting Rumahweb dilengkapi dengan sistem backup yang lebih andal dan terjamin, sehingga lebih aman untuk website dengan jumlah file dan data yang besar. - Menggunakan layanan Daily Backup
Daily backup adalah layanan di Rumahweb yang berfungsi untuk membantu pelanggan melakukan backup data pada hosting setiap hari. - Melakukan backup mandiri secara berkala
Anda dapat melakukan backup manual melalui cPanel atau menggunakan plugin backup (untuk WordPress) dan menyimpannya di media terpisah seperti komputer atau cloud storage.
Dengan memahami batasan inode dan mekanisme backup ini, Anda dapat menentukan solusi hosting yang paling sesuai dengan kebutuhan website Anda, sekaligus meminimalkan risiko kehilangan data di kemudian hari.
Bagaimana cara mencegah penggunaan inode melebihi batas?
Agar penggunaan inode tetap terkendali dan tidak melewati batas yang ditentukan, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Kelola file dan folder secara rutin
Pastikan untuk menghapus file, direktori, maupun email yang sudah tidak digunakan. File lama, attachment email, dan folder sisa instalasi sering kali menjadi penyebab lonjakan inode tanpa disadari. - Periksa dan bersihkan cache website
Jika website Anda menggunakan sistem cache, pastikan cache lama dibersihkan secara berkala. Cache yang menumpuk dan tidak terhapus otomatis akan menambah jumlah file dan meningkatkan penggunaan inode.
Dengan melakukan pengecekan dan pembersihan secara rutin, penggunaan inode dapat tetap stabil sehingga performa website dan layanan hosting Anda tetap optimal.
Bagaimana cara mengurangi inode pada hosting?
Jika penggunaan inode pada akun hosting sudah mendekati atau melebihi batas, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menguranginya secara efektif:
- Hapus file dan folder yang tidak diperlukan
Periksa kembali file lama, backup manual yang menumpuk, file installer, log lama, serta direktori sisa migrasi atau testing. File-file ini sering kali tidak disadari namun memakan banyak inode. - Bersihkan email dan attachment lama
Setiap email dan lampirannya dihitung sebagai inode. Hapus email lama yang tidak dibutuhkan, terutama pada folder Spam, Trash, dan Sent. Anda juga bisa mengatur email client agar tidak menyimpan pesan terlalu lama di server. - Kelola cache website dengan baik
Folder cache dari CMS atau plugin (seperti WordPress cache, LiteSpeed Cache, atau plugin lain) dapat menghasilkan ribuan file kecil. Lakukan purge cache secara berkala atau atur cache agar terhapus otomatis. - Hapus file temporary dan log
File temporary dan log error yang terus bertambah dapat meningkatkan inode secara signifikan. Periksa folder seperti/tmp,/logs, atau direktori aplikasi yang menyimpan log dalam jumlah besar. - Kurangi jumlah file upload yang tidak perlu
Untuk website berbasis CMS, pastikan hanya menyimpan file media yang benar-benar digunakan. Gambar duplikat, hasil resize otomatis yang berlebihan, atau file upload lama sebaiknya dihapus. - Pertimbangkan upgrade layanan hosting
Jika penggunaan inode tinggi karena kebutuhan website yang terus berkembang, solusi terbaik adalah upgrade ke layanan Cloud Hosting. Layanan ini menawarkan resource dedicated dan fleksibel untuk website dengan banyak file dan data.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat menurunkan penggunaan inode secara signifikan sekaligus menjaga performa website tetap optimal. Pengelolaan inode yang baik juga membantu mencegah gangguan layanan seperti gagal upload file, email bermasalah, atau backup yang tidak berjalan.
Penutup
Inode adalah komponen penting dalam file system yang berfungsi untuk mengidentifikasi setiap file dan direktori. Meski menggunakan layanan unlimited hosting, tetap ada batasan inode yang perlu diperhatikan agar performa website, email, dan layanan lainnya tetap berjalan normal. Dengan memahami apa itu inode, Anda dapat mengelola hosting dengan lebih optimal dan terhindar dari kendala teknis.
Jika kebutuhan website Anda terus berkembang dan jumlah file semakin besar, pertimbangkan untuk menggunakan layanan hosting dengan resource yang lebih fleksibel seperti Cloud Hosting atau VPS. Dengan pengelolaan inode yang tepat dan infrastruktur hosting yang sesuai, website Anda akan tetap stabil, aman, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis online.


