Memahami struktur folder di File Manager adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin mengelola website berbasis cPanel. Banyak pengguna pemula sering merasa bingung ketika pertama kali membuka File Manager karena melihat banyak folder seperti public_html, mail, atau tmp tanpa mengetahui fungsinya.
Padahal, dengan memahami struktur folder ini, Anda bisa mengelola file website dengan lebih aman, efisien, dan terhindar dari kesalahan seperti menghapus file penting. Dalam artikel ini, kita akan membahas struktur folder utama di File Manager cPanel beserta fungsinya agar Anda lebih percaya diri saat mengelola hosting.
Mengenal Struktur Folder di File Manager
Struktur folder di File Manager merupakan susunan direktori yang terdapat di dalam akun hosting berbasis cPanel. Setiap folder memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari menyimpan file website, data email, file konfigurasi, hingga file sementara yang digunakan oleh sistem server. Oleh karena itu, tidak semua folder yang Anda lihat di cPanel berhubungan langsung dengan tampilan website.
Saat membuka menu File Manager di cPanel, Anda akan berada pada direktori utama yang disebut Home Directory. Direktori ini berfungsi sebagai folder induk yang menampung seluruh folder penting lainnya, seperti public_html, mail, dan folder sistem lainnya.
Dari sinilah seluruh pengelolaan file hosting dilakukan. Memahami struktur di dalamnya menjadi langkah awal yang penting agar Anda dapat mengelola website dengan lebih aman, terstruktur, dan profesional.
Penjelasan Detail Struktur Folder di File Manager cPanel
Berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi setiap folder yang umum ditemukan di File Manager cPanel, berdasarkan tampilan pada gambar di atas. Dengan memahami peran masing-masing direktori, Anda dapat mengelola file website maupun layanan hosting dengan lebih aman, terstruktur, dan minim risiko kesalahan.
1. etc
Folder etc berisi berbagai file konfigurasi penting yang berkaitan dengan akun hosting, seperti pengaturan domain, konfigurasi email, serta data autentikasi tertentu.
Direktori ini bersifat sistem dan tidak berhubungan langsung dengan file website. Karena fungsinya sangat krusial, mengubah atau menghapus isi folder ini tanpa pemahaman teknis yang memadai dapat menyebabkan gangguan pada layanan email maupun domain.
2. logs
Direktori logs digunakan untuk menyimpan catatan aktivitas sistem dan website. Beberapa file yang biasanya terdapat di dalam folder ini antara lain error log, catatan aktivitas server, serta informasi teknis lainnya.
Folder logs sangat membantu saat Anda perlu melakukan troubleshooting, terutama ketika website mengalami error atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.
3. lscache
Folder lscache berkaitan dengan sistem caching, umumnya digunakan oleh LiteSpeed Cache. Direktori ini berfungsi untuk menyimpan data cache website agar halaman dapat dimuat lebih cepat, sekaligus mengurangi beban kerja server.
Pengelolaan folder lscache biasanya dilakukan secara otomatis oleh sistem atau plugin caching, sehingga tidak perlu dimodifikasi secara manual.
4. mail
Folder mail menyimpan seluruh data email yang dibuat melalui cPanel, termasuk inbox, sent, spam, dan trash. Setiap domain dan alamat email memiliki subfolder tersendiri di dalam direktori ini.
Perlu diperhatikan bahwa menghapus file di folder mail dapat menyebabkan email hilang secara permanen, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
5. public_ftp
Direktori public_ftp digunakan untuk menyimpan file yang dapat diakses melalui FTP publik. Folder ini biasanya dimanfaatkan untuk berbagi file atau menyimpan data tertentu yang tidak berkaitan langsung dengan website.
Folder public_ftp tidak terhubung dengan domain dan tidak disarankan untuk menyimpan file website.
6. public_html
Folder public_html merupakan direktori utama website. Semua file yang ingin ditampilkan dan diakses melalui browser harus berada di dalam folder ini.
Beberapa contoh file yang umumnya tersimpan di public_html antara lain:
- File website berupa index.php atau index.html, gambar, css, JavaScript dan semua asset yang berhubungan dengan website Anda.
- Folder subdomain atau addon domain yang Anda buat di cPanel.
- File konfigurasi seperti .htaccess
Intinya, folder ini berfungsi sebagai lokasi penyimpanan seluruh file website yang dapat diakses dan ditampilkan secara online.
7. softaculous_backups
Folder softaculous_backups berisi file cadangan (backup) yang dibuat melalui Softaculous, yaitu aplikasi auto installer untuk menginstall berbagai CMS termasuk WordPress, Joomla, hingga Moodle.
Backup Softaculous ini biasanya mencakup file website, database, dan konfigurasi aplikasi. Karena berfungsi sebagai cadangan data, folder ini sebaiknya tidak dihapus sembarangan.
8. ssl
Direktori ssl digunakan untuk menyimpan file sertifikat keamanan SSL, seperti certificate, private key, dan CA bundle. Folder ini berperan penting dalam menjaga keamanan koneksi website melalui protokol HTTPS.
9. tmp
Folder tmp berfungsi sebagai tempat penyimpanan file sementara yang digunakan oleh sistem, seperti file upload sementara, cache aplikasi, atau proses tertentu di server.
Folder ini dikelola secara otomatis oleh server dan umumnya aman untuk dibiarkan tanpa perlu pengelolaan manual.
10. wordpress-backups
Direktori wordpress-backups menyimpan file backup khusus untuk website WordPress, baik yang dibuat secara manual maupun otomatis oleh plugin atau sistem hosting.
Folder ini sangat berguna ketika Anda perlu melakukan proses restore jika terjadi kesalahan konfigurasi atau kerusakan website.
11. access-logs
Folder access-logs berisi catatan aktivitas pengunjung website, seperti alamat IP, waktu akses, dan halaman yang dikunjungi. Data ini sering dimanfaatkan untuk analisis trafik, monitoring performa, serta audit keamanan website.
12. www
Folder www merupakan alias atau shortcut dari public_html. Artinya, isi folder www sama persis dengan public_html, sehingga Anda tidak perlu mengunggah file website ke dua lokasi yang berbeda.
Folder ini disediakan untuk kebutuhan kompatibilitas sistem dan pengaturan lama.
Penutup
Struktur direktori pada File Manager cPanel dirancang untuk memisahkan fungsi website, email, backup, dan konfigurasi sistem agar pengelolaan hosting menjadi lebih aman dan terorganisir. Dari seluruh folder yang ada, public_html merupakan direktori paling penting karena menjadi tempat utama seluruh file website yang dapat diakses oleh pengunjung.
Dengan memahami fungsi setiap struktur folder di File Manager, Anda dapat mengelola website dengan lebih tepat, menghindari kesalahan fatal, serta menjaga stabilitas dan keamanan layanan hosting secara keseluruhan.




