Di era AI yang semakin berkembang, banyak tools bermunculan untuk memudahkan interaksi manusia dengan teknologi. Salah satunya adalah Open WebUI, sebuah interface website yang memudahkan kita untuk berinteraksi dengan model AI tanpa ribet lewat command line.
Dalam beberapa tahun terakhir, Artificial Intelligence (AI) berkembang sangat pesat. Salah satu teknologi yang banyak diminati adalah LLM (Large Language Model). LLM banyak diminati, karena memungkinkan pengguna melakukan interaksi melalui tampilan seperti percakapan.
Agar lebih mudah menggunakan teknologi ini, dibutuhkan sistem tambahan yang membantu dalam mengelola model AI. Salah satu sistem yang bisa digunakan adalah Open WebUI.
Apa itu Open WebUI?
Open WebUI adalah salah satu aplikasi berbasis web yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam melakukan pengelolaan model berbasis LLM. Secara garis besar Open WebUI memungkinkan pengguna untuk menjalankan, mengelola, serta menggunakan model AI melalui browser tanpa perlu konfigurasi teknis yang rumit.

Open WebUI merupakan aplikasi yang bersifat open source, sehingga setiap user bisa menggunakan tanpa mengeluarkan biaya. Open WebUI umumnya digunakan bersamaan dengan interface backend seperti Ollama, LM Studio, LiteLLM, Oobabooga, maupun penyedia API pihak ketiga (misalnya OpenAI, Anthropic, GroqCloud, hingga OpenRouter).
Fungsi
Sebagai salah satu aplikasi yang user friendly, Open WebUI memiliki beberapa fungsi penting sebagai berikut:
- Akses Mudah ke Model AI
Open WebUI memudahkan Anda terhubung ke berbagai model AI tanpa perlu aplikasi tambahan. Semua proses, termasuk menambahkan model AI baru, bisa dilakukan langsung melalui browser. - Manajemen Model
Fungsi yang kedua adalah memungkinkan anda melakukan manajemen pada model AI yang tersedia, baik AI yang digunakan di lokal maupun yang digunakan di cloud. - Chatbot & Percakapan Real-time
Open WebUI menawarkan interface yang user friendly seperti ketika Anda sedang chat, yang membuat interaksi terasa lebih natural. - Integrasi API & Layanan Cloud
Open WebUI memungkinan anda dapat terhubung ke berbagai API dan juga layanan cloud yang dapat mendukung kinerja dari aplikasi AI yang anda buat. - Personalisasi & Customization
Open WebUI juga memungkinkan pengguna untuk melakukan customize pada beberapa elemen seperti konfigurasi, tampilan maupun theme sesuai dengan keinginan anda. - Dukungan Multi-user
Open WebUI juga mendukung multi user. Hal ini tentunya dapat mempermudah anda yang bergerak di komunitas atau organinsasi yang memerlukan akses aplikasi AI bersama.
Kelebihan dan Kekurangan Open WebUI
Berdasarkan pengertian dan fungsi diatas, Open WebUI memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut penjelasannya.
Kelebihan
Berikut beberapa kelebihan dari Open WebUI:
- Open Source
Open WebUI merupakan aplikasi yang bersifat open-source. Sehingga Open WebUI bisa digunakan tanpa mengeluarkan biaya. Selain itu karena bersifat open source anda juga dapat turut ikut mengembangkan aplikasi ini. - Tampilan yang User-Friendly
Tampilan user interface pada Open WebUI tergolong sederhana, dan tidak rumit. Hal ini tentunya dapat membuat anda menggunakannya dengan lebih mudah dan praktis. - Fleksibilitas Tinggi
Aplikasi Open WebUI memiliki fleksibilitas yang tinggi karena mendukung konektivitas API baik secara cloud maupun lokal. - Ringan dan Efisien
Salah satu kelebihan yang bisa dijadikan andalan adalah, aplikasi Open WebUI tergolong aplikasi yang ringan, sehingga anda tidak perlu memerlukan resource server yang tinggi, jika skala penggunaan aplikasi masih kecil. - Mendukung Proxy & HTTPS
Open WebUI juga mendukung proxy dan HTTPS. Anda dapat menggunakan Nginx atau caddy untuk mendukung hal ini.
Kekurangan
Selain memiliki banyak keunggulan, Open WebUI juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya sebgaai berikut :
- Konfigurasi awal sedikit rumit
Bagi Anda yang tidak terbiasa mengelola server berbasis CLI, proses instalasi awal mungkin terasa rumit. Karena itu, dibutuhkan setidaknya pengetahuan dasar tentang CLI dan Docker. - Ketergantungan pada backend
Kinerja aplikasi Open WebUI sangat bergantung pada server penyedia API ataupun model AI yang digunakan. Hal tersebut tentunya juga sedikit menganggu kinerja pada aplikasi Open WebUI. - Belum sepopuler platform komersial
Aplikasi Open WebUI belum sepopuler platform komersil yang banyak digunakan. Hal ini juga berpengaruh pada ketersediaan resource dokumentasi pada Open WebUI. Namun, ini bisa sedikit tertutupi dengan dukungan komunitas yang ada.
System Requirements
Untuk dapat menjalankan Open WebUI tentunya server anda harus memenuhi minimum system requirements yang diperlukan. Berikut minimum system requirement untuk menjalankan Open WebUI:
- CPU: 2 core
- RAM: 2 GB
- Storage: 10 GB
- Operating Systems: Ubuntu 20.04/22.04 (disarankan), Debian, atau Distro Linux setara
Requirements diatas merupakan minimal untuk melakukan instalasi Open WebUI. Jika sistem anda sudah besar dan banyak model AI yang digunakan, maka tentunya anda akan memerlukan resource server yang lebih besar.
Dukungan VPS Rumahweb untuk Open WebUI
Jika Anda ingin menjalankan Open WebUI sebagai aplikasi AI, Anda bisa memanfaatkan layanan VPS KVM dari Rumahweb. Layanan VPS kami telah mendukung kebutuhan Open WebUI, termasuk penggunaan Docker, sehingga aplikasi dapat berjalan dengan lebih optimal.
Demikian pembahasan kami tentang Open WebUI, semoga dapat menambah referensi anda yang akan membuat aplikasi AI untuk kebutuhan baik internal maupun cloud.
Di artikel selanjutnya, kami akan membahas tentang cara install Open WebUI di VPS Ubuntu melalui Docker dan Caddy. Klik link berikut untuk melihat panduannya:


