Cara install sitebuilder di Subdomain

Sitebuilder merupakan solusi untuk membuat website secara instan. Pada tutorial http://docs.webox.co.id/ telah dibahas lengkap mengenai dasar dasar penggunaan sitebuilder. Kali ini akan kita bahas bagaimana caranya install sitebuilder di subdomain. Pertama buat subdomain dahulu, berikut ini panduannya http://www.rumahweb.com/journal/cara-membuat-subdomain.htm

Sebelum install di subdomain, perlu kita periksa dahulu apakah di paket hosting yang kita miliki memiliki fitur ftp account tambahan dan kalau ada berapa jumlah ftp account yg bisa ditambah, karena untuk install sitebuilder di subdomain ini menggunakan akun ftp.

Untuk mengetahuinya kita bisa login ke cpanel dan melihat di sisi sebelah kiri pada informasi ftp account

Dari gambar diatas terlihat ftp account 1 / (unlimited) artinya ada 1 akun ftp yg bisa dibuat / available pada akun hosting tsb. Untuk membuat ftp account, bisa dilihat di panduan berikut ini: http://www.rumahweb.com/journal/membuat-ftp-account.htm  yang perlu diperhatikan saat membuat ftp account agar bisa terhubung dengan subdomainnya adalah di kolom “Directory”, isikan nama directory/document root yang sama ketika membuat subdomain.

Setelah akun ftp dibuat, maka sudah siap untuk install sitebuilder. Silahkan akses sitebuilder rumahweb kemudian isikan login ftp-nya, seperti pada gambar berikut ini

Setelah login maka langkah selanjutnya adalah pilih template dan install sitebuilder.

Sitebuilder pada subdomain Anda telah siap digunakan.

Cara reset atau mengganti password admin untuk SiteBuilder Rumahweb

Jika anda lupa atau melupakan password untuk admin website yang dibuat menggunakan SiteBuilder Rumahweb, maka berikut adalah langkah-langkah untuk mengganti atau mereset password admin website tersebut,

1. Login ke server SiteBuilder Rumahweb yang Anda gunakan,

Server Sitebuilder Rumahweb dibedakan berdasarkan lokasi server hosting yang digunakan :

Jika server hosting anda menggunakan lokasi server Indonesia (IIX) silahkan login melalui URL : http://sitebuilder.rumahweb.com

Jika server hosting anda menggunakan lokasi server US silahkan login melalui URL : http://us-sitebuilder.rumahweb.com

Continue reading “Cara reset atau mengganti password admin untuk SiteBuilder Rumahweb”

Mengganti Theme / Template di WordPress melalui Halaman Admin

Panduan berikut ini akan menuntun Anda bagaimana caranya mengganti theme wordpress melalui halaman admin.  Pertama tama login ke halaman admin wordpress Anda, secara default halaman admin wordpress adalah namadomain/wp-admin. Setelah login kemudian masuk ke menu “appearance” dan pilih menu “themes”.

Selanjutnya anda akan dibawa pada halaman themes, lalu pilih tab “Install Theme”.

Di halaman ini Anda akan diberikan pilihan untuk instal theme berdasarkan 5 metode: yaitu pencarian, upload, featured, newest, atau recently update. Dari ke lima kategori diatas, berikut ini akan dijelaskan 2 metode saja yang paling banyak digunakan, yaitu metode search dan upload:

Pertama dengan metode search

Terdapat 2 cara untuk melakukan pencarian theme wordpress:

1. Pencarian berdasarkan keyword, author, atau tag.

Pilih link menu search. Untuk melakukan pencarian dengan metode ini maka bisa memilih menu dropdown di bawah tulisan “Search for themes by keyword,  author, or tag.”

Kemudian inputkan keyword, author, atau tag yang diinginkan lalu klik button search. Jika pencarian ditemukan maka akan muncul beberapa pilihan themes, kemudian untuk install bisa pilih salah satu theme wordpress dan klik install >> install now >> activate.

2. Pencarian berdasarkan specific features.

Pada kolom spesific features kita bisa memberikan centang pada pilihan fitur yang kita inginkan, misal kita centang ‘Three Columns’ pada bagian coloums jika kita ingin wordpress kita terdiri dari 3 kolom.

kemudian klik find themes. Jika pencarian ditemukan maka akan muncul beberapa pilihan theme, lalu bisa pilih salah satu theme dan klik install >> install now >> activate

 

Metode install wordpress yang lain adalah dengan metode upload file theme

1. Pilih menu “upload” dan klik menu “browse” lalu cari file yang telah kita download sebelumnya kemudian klik open.

2. Jika file theme wordpress belum kita download, maka bisa di download dahulu theme yang kita inginkan tersebut misalnya kita download dari situs wordpress.org atau dari situs lain.

3. kalau sudah di browse kemudian klik install now >> activate.

Proses installasi theme baru telah selesai, semoga bisa membantu.

Panduan installasi prestashop di webhosting

Kali ini kita akan membahas bagaimana cara installasi CMS PrestaShop di webhosting. Prestashop merupakan software web instant yang dapat digunakan untuk membangun sebuah toko online secara gratis. Dimana spesifikasi dari CMS ini antara lain : webserver linux atau windows, PHP versi 5.0 keatas, apache versi 1.3 atau IIS6 keatas.

Dan berikut adalah panduan untuk instalasinya :

1.    Download file prestashop terlebih dahulu di situs resmi.

2.    Upload paket file prestashop tersebut ke dalam directory public_html. Selanjutnya Ekstrak file tersebut dan akan muncul directory baru dengan nama ‘prestashop’( struktur file di account hosting anda home/userCpanel/public_html/prestashop ). Jika akan dilakukan installasi/diakses langsung dengan  http://NamaDomainAnda.com, silahkan pindahkan ke-semua file ( di dalam folder prestashop ) langsung dibawah ‘public_html’ tanpa membuat direktory baru.

3.    Jika anda belum memiliki database di server, silahkan dibuat dahulu. Membuat database MySql bisa dilakukan di cPanel > MySql Database.

4.    Setelah semua file dan folder sukses di upload berikut database baru sudah anda buat, silahkan akses url di browser anda : http://NamaDomainAnda.com/install dan akan mendapati halaman sebagai berikut


5.    Pada langkah pertama dari proses instalasi, Anda dapat memilih bahasa yang Anda inginkan untuk digunakan di toko online Anda. Pilih bahasa yang Anda inginkan dan tekan tombol “Next” di bagian bawah.

6.    Pada halaman berikutnya, aplikasi akan melakukan cek sistem. Jika server mendukung dengan semua requirementnya, Anda akan melihat semua ikon berwarna hijau untuk setiap requirement yang mendukung seperti yang ditampilan di bawah ini :


7.    Tekan tombol “Next” kembali, anda akan dibawa ke step selanjutnya, di mana Anda harus memasukkan  informasi namaDatabase, password, dan userDatabase yang telah Anda buat sebelumnya di step 3.

Kami sangat menyarankan untuk pengguna baru untuk memilih  “ Full mode: Install all basic modules and add sample products “ pada pilihan di bawah konfigurasi database. Di mana pilihan tersebut akan menambahkan beberapa sample data barang yang akan membantu maupun memahami lebih baik bagaimana aplikasi bekerja.


8.    Instalasi PrestaShop hampir selesai. Pada step ini hal yang terpenting memasukkan informasi login untuk aplikasi. Di sini Anda harus memasukkan alamat email yang valid. Selain itu mengenai nama toko, logo, dsb isikan sesuai dengan keinginan anda. Setelah itu lanjutkan dengan klik tombol next.


9.    Aplikasi PrestaShop Anda sekarang terinstal dengan baik! Di step ini akan ditampilkan informasi yang sudah kita inputkan di step sebelumnya, berikut ada beberapa catatan penting yang perlu anda perhatikan dan lakukan.

a)    Hapus folder ‘install’ di  folder public_html anda selain itu rename folder ‘admin’ dengan nama lain sesuai keinginan anda ( missal, administrator, admin123, namaAnda ). Anda dapat melakukan hal tersebut menggunakan tools yang sudah disediakan di dalam menu file manager.

b)    Perhatikan bahwa langkah-langkah di atas adalah persyaratan keamanan dan Anda tidak akan bisa login di admin area, kecuali jika Anda sudah menyelesaikannya.

c)    Instalasi PrestaShop Anda sekarang selesai! Anda dapat melihat situs baru di http://NamaDomainAnda.com

Upload wordpress step by step ke server hosting

Setelah Anda puas dengan tampilan situs WordPress di PC lokal Anda , hasil dari  customize website , desain, content/artikel yang anda tulis. Tentunya anda berkeinginan untuk mempublikasikan secara online.  Masih kurang jika  Anda belum memiliki pilihan server web hosting yang terbaik.  Pastikan server Anda mempunyai fasilitas database MySQL dan mendukung script PHP. Tips memilih web hosting dapat anda temukan  di sini.

Selanjutnya jika anda sudah mempunyai web hosting, sangat merepotkan sekali mengupload file ke server hosting jika kita tidak tahu cara apa yang tepat untuk melakukannya.  File apa saja yang di upload ? bagaimana cara mengupload nya ke server hosting ? apakah satu per satu file kita upload ?

Sangat kurang efektif melakukan upload file satu per satu, pertanyaannya jika file yang kita miliki ada ribuan, berapa lama waktu kita harus menunggu ? di sini kami akan menjelaskan secara ringkas bagaimana upload website ke server hosting dalam hal ini sebagai contoh aplikasi wordpress.

1.   Membuat database melalui mySQL Database di Cpanel

Jika anda belum membuat database di server, silahkan dibuat dahulu. Membuat database MySql bisa dilakukan di cPanel > MySql Database. Dari sana bisa diperoleh :

•    Nama database          , contoh :  ‘cerita35_wordpress’
•    Username database   , contoh : ‘cerita35_admin’
•    Password database    , contoh : ‘b4l1b0’

2.   Backup database Komputer lokal

Siapkan database aplikasi wordpress yang sudah anda buat ketika offline. Backup database anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser anda ( http://localhost/phpmyadmin)

Pilih database wordpress yang ingin diupload dari drop down menu “ database “. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol “export” Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table” Jangan ganti yang lain kecuali anda tahu apa yang anda lakukan. Centang “Save as file” tekan tombol “go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer.

3.   Import database melalui phpmyadmin di cpanel

Setelah selesai membuat database dan user (step 1)serta export database di computer local anda( step 2). Silahkan buka menu phpMyAdmin di cPanel Pilih database dengan nama ( _wordpress) yang tadi anda buat di step pertama.

Setelah database dipilih , klik pada tombol “import” dan browse file backup database dan “Go” untuk import. Untuk detailnya bisa anda lihat di artikel cara-upload-mysql-database.


4.   Upload file

Sebelum anda upload file wordpress ke server melalui FTP, sebaiknya compresi dalam satu file format Zip dahulu kesemua file dan direktori  installasi wordpress di computer local anda . Gunakanlah kompresi normal (standar) untuk zip file dan direktori wordpress.

Upload file .zip dengan menggunakan ftp/filezilla untuk mempercepat proses upload  dan menghindari kagalan upload. Jika  ingin menjadikan aplikasi wordpress sebagai web utama silahkan upload file zip wordpress ke dalam direktori /public_html supaya aplikasi wordpress dapat diakses melalui http://yourdomain.com/.

Setelah selesai upload, login ke cPanel > File Manager, cari file yang anda upload (di dalam direktori public_html), klik kanan pada file tersebut dan extract.


5.   Setting file wp-config.php

Sampai step 4, jika Anda mencoba untuk mengakses situs Web Anda mungkin akan ditemui sebuah kesalahan/pesan error.  Hal ini karena file “wp-config.php” dari server lokal Anda tidak berisi informasi yang berhubungan dengan rincian account hosting Anda. File “wp-config.php” menyimpan informasi mengenai nama database, userDB, serta password yang dibuat pada account hosting,. Anda perlu mengubah rincian di dalamnya sebagai berikut :

Buka cPanel > File Manager  anda. Cari file wp-config.php di root directory wordpress anda. Klik kanan pada file tersebut dan klik ‘Code Edit’, ubah baris code di bawah ini sesuai informasi yang kita buat pada step 1 :

[PHP]
// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(‘DB_NAME’, ‘wordpress284’);  ubah menjadi   define(‘DB_NAME’, ‘ cerita35_wordpress’);

/** MySQL database username */
define(‘DB_USER’, ‘root’);          ubah menjadi   define(‘DB_USER’, ‘ cerita35_admin’);

/** MySQL database password */
define(‘DB_PASSWORD’, ”);          ubah menjadi   define(‘DB_PASSWORD’, ‘b4l1b0’);

/** MySQL hostname */
define(‘DB_HOST’, ‘localhost’);     tidak dilakukan perubahan
[/PHP]

Setelah selesai mengganti konfigurasi, tekan tombol Save Changes.

6.   Mengedit Database MySQL di Server Online

Inilah langkah terakhir yang paling penting. Kita harus mengedit database, yang dalam contoh tadi adalah database “cerita35_wordpress’” supaya dapat terhubung dengan file-file WordPress kita. Kita hanya perlu mengubah URL, yang dalam contoh ini dari ‘http://localhost/wordpress284/ menjadi ‘http://www.namaDomainAnda.com’.

Jika langkah ini tidak dilakukan maka situs Anda tidak akan ditampilkan karena file-file WordPress dengan databasenya adalah ibarat dua sedjoli yang sudah tidak bisa dipisahkan. Langkah-langkah mengedit database :

Jalankan phpMyAdmin di Control Panel. Klik nama database Anda, dalam contoh ini “cerita35_wordpress’”. Pilih dan klik pada table wp_options. Pada tampilan yang muncul klik [Browse].  Pada tabel yang ada edit ada  2 hal :


a. Editlah entri “siteurl” pada kolom “option_name”. Klik edit atau gambar pena untuk mengedit. Gantilah ‘option_value’-nya dengan http://www.namaDomainAnda.com ( sesuaikan dengan path directory tempat file wordpress dan nama domain anda).

b. Editlah entri “Home” pada kolom yang sama. Jika Anda tidak menemukannya, klik tanda panah di bawah tabel. Cara mengeditnya sama dengan entri siteurl di atas.

7.   Akses nama domain anda melalui browser, dan selamat menikmati hasilnya. 🙂