.htaccess: Seting Custom Index

File .htaccess juga dapat digunakan untuk melakukan seting index. Seperti directory listing atau custom file index (selain index.php atau index.html). Berikut adalah beberapa contoh yang dapat digunakan:

  • Mengaktifkan/menonaktifkan directory listing

Untuk mengaktifkan directory listing, dapat dilakukan dengan menambahkan baris berikut pada .htaccess:

allow-directory-listing-htaccess1

Atau apabila ingin merubah model directory listing agar menampilkan data yang lebih lengkap, seperti file size, tanggal modifikasi file, dlsb, dapat menggunakan baris berikut:

fancy-directory-listing-htaccess

Untuk menonaktikfkan directory listing kode yang digunakan adalah sebagai berikut:

Apabila menonaktifkan directory listing, apabila tidak terdapat file index, seperti home.php, home.html, index.php atau index.html, maka akan muncul tampilan berikut:

403-directory-listing-error-htaccess

  • Tidak menampilkan file dengan ekstensi khusus

Opsi lainnya, yakni dengan tidak menampilkan pada directory listing file-file dengan ekstensi khusus yang tidak ingin ditampilkan. Untuk ini dapat memasukkan kode berikut:

Apabila menggunakan kode ini, directory listing tidak akan menampilkan file-file yang berekstensi .tar.gz dan .txt. Opsi ini dapat diganti pula dengan ekstensi lain, seperti: *.exe, *.zip, *.deb, dlsb

  • Memodifikasi file index

Opsi lainnya juga dapat dilakukan dengan melakukan modifikasi file index. Seperti apabila kita ingin menggunakan file anu.php yang menjadi file index, maka kita dapat memasukkan kode berikut di .htaccess:

Di belakang “DirectoryIndex”, silahkan dimasukkan nama file yang akan dijadikan file index.

Selamat mencoba.

Memilih POP3 atau IMAP

Pada saat melakukan setting software penerima email (email client), kadang kita sering dibingungkan dengan pemilihan antara menggunakan POP3 atau IMAP.
Berikut ini adalah perbedaan mendasar antara pop3 dan imap:

POP3:

  • POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol email yang digunakan untuk mendownload isi email dari server, sehingga untuk membaca isi email harus didownload terlebih dahulu ke email client.
  • Semua data email disimpan di email client, sehingga bisa dibaca sewaktu-waktu bahkan ketika offline.
  • Ada pilihan untuk tetap menyimpan isi email di server atau langsung menghapus email diserver ketika selesai didownload, atau menghapus email setelah beberapa waktu.
  • Ketika memilih tetap menyimpan isi email di server, pada saat menghapus email di email client, maka tidak berpengaruh dengan data email di server, begitu pula sebaliknya.
  • Outgoing email (email terkirim) hanya tersimpan di email client saja, tidak tersimpan di server.

 

POP dipilih jika:

  • ingin mengakses email hanya dari satu tempat/perangkat.
  • memerlukan akses email secara terus-menerus, walau tanpa menggunakan koneksi internet.
  • kapasitas penyimpanan server terbatas.

 

IMAP:

  • IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses email dari server, sehingga untuk membaca email, harus terhubung (online) pada jaringan internet.
  • Data email masih tersimpan di server sehingga tidak perlu mendownload semua email.
  • Email yang didownload hanya email yang akan dibaca saja.
  • Email client melakukan sinkron data ke server, seperti menghapus email di email client juga akan menghapus email di server, begitu juga sebaliknya.
  • Sangat mudah dalam mengidentifikasi Email yang belum terbaca.
  • Membutuhkan space email yang cukup besar, karena semua data email disimpan di server.

IMAP dipilih jika:

  • Ingin mengakses email pada beberapa tempat/perangkat sekaligus
  • Memiliki koneksi internet untuk mengakses email pada perangkat secara terus-menerus.
  • Kapasitas penyimpanan komputer/gadget terbatas.
  • Mempunyai kapasitas server yang cukup besar untuk penyimpanan data email.

Cara memblokir IP dengan menggunakan htaccess

Cara memblokir IP dengan menggunakan htaccess, Buat atau edit file dengan nama .htaccess dan isi file tersebut dengan salah satu script di bawah ini :

– Untuk melakukan block pada satu IP Address :

order allow,deny
deny from 127.0.0.1
allow from all

– Untuk melakukan block Multiple IP Address :

order allow,deny
deny from 130.0.0.1
deny from 130.0.0.2
deny from 130.0.0.3
allow from all

atau

order allow,deny
deny from 192.168.11.12/21
deny from 112.0.0.2/22
deny from 122.0.0.3/30
allow from all

Halaman website menampilkan halaman installasi OJS

Apabila website anda menggunakan OJS dan mengalami kegagalan update pada OJS biasanya website akan menampilkan halaman layaknya akan melakukan installasi OJS baru seperti berikut

Screenshot_14

Agar website kembali menampilkan konten yang sudah ditambahkan sebelumnya bisa ikuti step by step berikut

silahkan login ke cpanel kemudian akses ke menu file manager

Screenshot_1

Setelah masuk ke file manager silahkan arahkan ke folder installasi ojs dan edit file config.inc.php

Screenshot_2

Setelah itu silahkan cari setting installed apabila tersetting Off silaahkan dirubah menjadi On setelah itu klik save changes di sebelah kanan atas

Screenshot_3

Setelah itu silahkan coba kembali akses websitenya. apabila masih menampilkan halaman installasi bisa lakukan clear cache browser yang digunakan.

 

Pengertian Flush DNS dan Cara Menggunakanya

wallpaper-flushdns-rumahweb-rudiharto

Pengertian Flush DNS

Flush DNS adalah perintah yang digunakan untuk mereset cache DNS client [komputer] yang sedang digunakan untuk menyesuaikan informasi dari perubahan yang terjadi pada suatu domain, nameserver, DNS dengan data baru.

Untuk meresolve nama domain sendiri memerlukan waktu sekitar 24 – 72 Jam. Tapi apabila di network atau di komputer Anda masih terlihat data seperti sebelumya maka flush DNS perlu dilakukan.

Cara Flush DNS

Windows 10

1. Pastikan Anda berada di Desktop Windows 10

2. Klik kanan pada start menu

3. pilih Command Prompt (Admin)

 

Windows 7
Ada beberapa cara untuk membuka program Command Prompt/CMD.
1. Klik Start

2. All Programs

3. Accessories

4. Command Prompt

atau tekan simbol Windows + R, lalu ketikan CMD [enter]

 

Windows 8 / Windows 8.1
1. Pastikan Anda berada di Desktop Windows 8

2. Ketikan cmd dikolom search bar

3. Klik kanan Command Prompt dan pilih Run as administrator

Setelah tampilan Command Prompt/CMD terbuka, ketikan perintah


flush-dns-pada-windows-rudiharto

hasil-flush-dns-pada-windows-rudiharto

OS Linux

1. Buka command terminal, baik sebagai root atau dengan dua langkah sudo

2. Untuk Linux, masing-masing distribusi Linux biasanya memiliki perintah yang sedikit berbeda. Jadi silahkan gunakan salah satu perintah berikut ini:


 

OS Apple
1. Buka command terminal
2. Ketikan perintah


atau