Rumahweb Journal
Banner - Belajar Python Part 6

Belajar Python Part 6: Virtual Environment Python

Setelah pada Belajar Python Part 5 kita mempelajari tentang modul dan paket di Python, kini saatnya melanjutkan ke konsep yang tidak kalah penting, yaitu Virtual Environment (venv). Fitur ini berfungsi untuk memisahkan lingkungan kerja Python agar setiap proyek memiliki versi package dan dependensi yang berbeda tanpa saling mengganggu.

Pada Belajar Python Part 6 ini, kita akan membahas tentang apa itu virtual environment, manfaatnya, serta cara membuat dan menggunakannya di Python. Simak informasi berikut ini.

Apa Itu Virtual Environment?

Virtual environment (sering disingkat venv) adalah lingkungan Python terpisah yang memiliki interpreter, library, dan konfigurasi sendiri. Dengan begitu, setiap proyek Python dapat memiliki versi library yang berbeda tanpa saling mengganggu. Dengan menggunakan virtual environment, kita bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Menggunakan versi library yang berbeda pada tiap proyek.
  • Menghindari konflik antar paket.
  • Menjaga proyek tetap ringan dan terstruktur.

Mengapa Perlu Virtual Environment?

Tanpa virtual environment, semua library Python yang di-install lewat pip akan masuk ke instalasi global. Masalahnya, setiap proyek sering membutuhkan versi library yang berbeda.

Contoh masalah tanpa venv:

  • Proyek A butuh Django 3.x
  • Proyek B butuh Django 4.x

Jika semua paket dipasang global, akan terjadi konflik. Dengan virtual environment, kita bisa menjaga masing-masing proyek tetap konsisten.

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Cara Membuat Virtual Environment

Berikut adalah cara membuat Virtual Environment di project Python.

1. Menggunakan venv (default Python)

Python versi 3.3 ke atas sudah menyediakan modul venv bawaan.

# Membuat virtual environment

python -m venv env

# “env” bisa diganti nama sesuai kebutuhan

Perintah di atas akan membuat folder env/ yang berisi Python interpreter dan library khusus untuk proyek tersebut.

Alternatif Lain

  • virtualenv: library eksternal, populer sebelum venv ada
  • conda: biasanya digunakan di data science / machine learning
  • poetry / pipenv: manajemen proyek + dependency otomatis

Mengaktifkan & Menonaktifkan Virtual Environment

Setelah dibuat, environment harus diaktifkan agar bisa digunakan. Cara mengaktifkannya yaitu sebagai berikut.

Mengaktifkan di Windows

Command Prompt (CMD):

env\Scripts\activate.bat

PowerShell:

.\env\Scripts\Activate.ps1

Catatan: Jika muncul error di PowerShell terkait execution policy, jalankan perintah berikut terlebih dahulu (sebagai Administrator):

Set-ExecutionPolicy RemoteSigned -Scope CurrentUser

Mengaktifkan di macOS / Linux

source env/bin/activate

Atau bisa juga menggunakan:

. env/bin/activate

Tanda Environment Aktif

Jika berhasil diaktifkan, nama environment (env) akan muncul di awal prompt terminal, contoh:

(env) C:\Users\NamaUser\project>

atau di Linux/macOS:

(env) user@hostname:~/project$

Menonaktifkan Virtual Environment

Untuk keluar dari virtual environment dan kembali ke Python global, cukup jalankan:

deactivate

Setelah dinonaktifkan, prefix (env) akan hilang dari terminal.

Mengelola Paket di Virtual Environment

Setelah aktivasi, semua instalasi paket akan masuk ke venv, bukan global.

Install paket

pip install requests

Lihat daftar paket

pip list

Simpan dependensi

pip freeze > requirements.txt

Install dari file requirements

pip install -r requirements.txt

Dengan cara ini, kita bisa dengan mudah berbagi environment ke tim lain.

Tips Penggunaan venv

Berikut beberapa tips dalam menggunakan virtual environment:

  • Gunakan nama venv singkat: env, venv, atau sesuai proyek
  • Jangan commit folder env/ ke GitHub, cukup requirements.txt
  • Simpan environment di dalam folder proyek agar rapi
  • Gunakan pip install –upgrade paket secara selektif untuk menghindari error

Penutup

Virtual environment adalah salah satu alat wajib bagi developer Python. Dengan venv, kita bisa menjaga proyek tetap rapi, menghindari konflik dependensi, dan memudahkan deployment.

Demikian seri belajar Python Part 6 tentang Virtual environment. Nantikan Belajar Python Part 7, dimana kita akan membahas topik berikutnya seputar pengembangan aplikasi Python. Semoga bermanfaat.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Amiratur Rafifah

Amiratur Rafifah, atau yang akrab dipanggil Fifah, adalah seorang staf technical support di Rumahweb Indonesia dengan passion besar di dunia pendidikan, teknologi, dan kreativitas. Melalui Journal Rumahweb, Fifah ingin berbagi insight dan solusi teknis, dengan fokus pada penggunaan dan pengembangan Python di lingkungan hosting.

banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb