Dalam pengelolaan website berskala besar maupun aplikasi dengan traffic tinggi, pemilihan web server menjadi faktor penting untuk menjaga performa dan stabilitas. Salah satu alternatif yang cukup populer adalah Tengine Web Server, yaitu pengembangan dari Nginx yang dirancang untuk meningkatkan performa, efisiensi, serta kemampuan penanganan beban tinggi.
Pada artikel ini, kami akan membahas apa itu Tengine Web Server, keunggulannya dibandingkan web server lain, serta panduan cara install Tengine Web Server di VPS Ubuntu secara lengkap dan mudah dipahami.
Apa Itu Tengine Web Server?
Tengine adalah aplikasi web server (open-source) yang merupakan fork dari Nginx. Sejak pertama kali diperkenalkan, Tengine telah terbukti mampu menangani ratusan juta pengguna harian di ekosistem Alibaba (seperti Taobao dan Tmall). Tengine mewarisi semua kelebihan Nginx tetapi dengan tambahan modul-modul yang dirancang khusus untuk stabilitas dan efisiensi di infrastruktur skala besar.
Tengine bukan sekadar alternatif bagi Nginx, ia merupakan versi yang telah “ditingkatkan” untuk skenario di mana setiap milidetik waktu muat dan setiap bita sumber daya server sangatlah berharga.
Jika infrastruktur web Anda mulai tumbuh besar dan membutuhkan efisiensi lebih tinggi, terutama dalam menangani permintaan aset statis serta manajemen backend yang kompleks, Tengine menjadi opsi yang sangat layak untuk diimplementasikan untuk menjaga performa tetap optimal di bawah tekanan trafik yang tinggi.
Fitur dan Keunggulan Tengine
Tengine bukan sekadar web server biasa, Tengine adalah manifestasi dari kebutuhan akan performa ekstrem. Sebagai hasil pengembangan tim engineer Alibaba, Tengine membawa sejumlah fitur yang tidak ditemukan pada Nginx standar, menjadikannya solusi yang sangat tangguh untuk mengelola trafik masif.
Berikut adalah fitur-fitur unggulan serta kelebihan yang ditawarkan oleh Tengine:
Salah satu hambatan utama pada Nginx standar adalah keharusan untuk melakukan kompilasi ulang (recompile) setiap kali ingin menambahkan modul baru. Tengine mengatasi kendala ini dengan mekanisme DSO. Kita dapat menambahkan atau menghapus modul secara dinamis sesuai kebutuhan kita tanpa harus mengganggu jalannya layanan, pengelolaan modul menjadi jauh lebih fleksibel dan cepat.
2. Modul Concatenation (Combo)
Fitur ini merupakan “senjata rahasia” untuk optimasi performa front-end. Modul ini memungkinkan Tengine untuk menggabungkan beberapa permintaan file statis (seperti CSS dan JavaScript) menjadi satu HTTP request. Dengan berkurangnya jumlah permintaan ke server, beban kerja CPU menurun dan waktu muat halaman (page load time) di sisi user akan menjadi lebih singkat.
3. Upstream Check Module
Tengine memiliki kemampuan health check yang jauh lebih cerdas pada backend server. Tengine dapat melakukan verifikasi secara proaktif terhadap kondisi server di dalam kelompok upstream yang ada. Jika terdeteksi adanya kegagalan pada salah satu server, Tengine akan secara otomatis menghentikan pengiriman trafik ke server tersebut sampai sistem kembali stabil, menjamin high availability pada layanan Kita.
4. Dukungan Protokol dan Keamanan Modern
Tengine selalu berada di garis depan dalam mendukung protokol terbaru. Tengine mendukung HTTP/2 secara penuh dan memiliki optimasi khusus pada layer SSL/TLS. Selain itu, terdapat fitur untuk membatasi akses (rate-limit) yang lebih presisi, memberikan perlindungan tambahan terhadap serangan brute force maupun DDoS.
5. Sistem Logging yang Lebih Informatif
Dalam hal monitoring, Tengine menyediakan format log yang lebih spesifik dibandingkan Nginx. Kita dapat mencatat metrik yang lebih spesifik, seperti waktu respon detail dari upstream atau identifikasi trafik yang lebih akurat. Hal ini sangat memudahkan SysAdmin dalam melakukan troubleshooting atau analisis performa jaringan.
6. Footprint Sumber Daya yang Efisien
Meskipun dibekali dengan banyak fitur tambahan, Tengine tetap mempertahankan karakteristik utamanya : ringan. Berkat optimasi pada memori dan penggunaan worker process, Tengine mampu menangani ribuan koneksi bersamaan dengan penggunaan RAM dan CPU yang minimal.
7. Fitur Pipe Support (Syslog)
Tengine mendukung pengiriman log langsung ke syslog tanpa harus melalui penulisan file fisik terlebih dahulu. Fitur ini sangat berguna bagi infrastruktur yang menggunakan sistem penyimpanan log terpusat, sehingga mengurangi beban I/O disk pada server produksi.
8. Mekanisme Graceful Reload yang Stabil
Proses update konfigurasi atau melakukan upgrade versi dapat dilakukan tanpa memutus koneksi yang sedang berjalan (zero downtime). Tengine memastikan transisi antar proses worker lama ke yang baru berjalan dengan sangat mulus, sehingga akses pengguna tidak terganggu sedikit pun.
Metode Installasi Tengine
Pada Installasi Tengine, terdapat dua metode utama yang dapat dijalankan yaitu : menggunakan paket siap pakai (pre-built binary) atau melalui jalur kompilasi (build dari source). Untuk Tengine, metode kompilasi adalah jalur yang sangat direkomendasikan.
Mengapa Harus Jalur Kompilasi?
Berbeda dengan instalasi standar via apt install, melakukan build dari kode sumber (source code) memberikan kita kendali penuh terhadap “isi” dari web server tersebut. Berikut beberapa poin utamanya:
1. Kustomisasi Modul yang Presisi
Tengine memiliki banyak modul canggih (seperti DSO, Combo, atau Health Check). Dengan kompilasi, kita bisa menentukan secara spesifik modul mana yang ingin diaktifkan dan mana yang ingin dibuang. Ini membuat biner Tengine menjadi sangat ringan dan efisien.
2. Optimasi Performa
Saat kita melakukan build langsung di server tujuan, proses kompilasi akan mengoptimalkan instruksi kode sesuai dengan arsitektur CPU yang Anda gunakan. Hal ini menjamin performa yang lebih “rata kanan” dibandingkan paket generik.
3. Keamanan yang Lebih Terjamin
Kita bisa menentukan jalur direktori konfigurasi dan log sendiri, serta memastikan tidak ada modul yang tidak diperlukan (unnecessary modules) yang terpasang. Hal ini secara otomatis memperkecil celah serangan (attack surface) pada server Anda.
4. Versi Paling Update
Seringkali repositori paket resmi Linux terlambat dalam menyediakan versi terbaru. Dengan jalur compile, kita bisa langsung mencicipi fitur dan perbaikan keamanan terbaru langsung dari rilis resmi pengembangnya.
Cara Install Tengine di Ubuntu 22.04
Pada panduan kali ini, kita akan melakukan install Tengine di Ubuntu 22.04 pada layanan VPS KVM dari Rumahweb Indonesia.
Step1. Installasi Dependensi
Sebelum memulai installasi Tengine, Kita perlu melakukan update dan upgrade pada kernel OS dan menginstall beberapa paket yang diperlukan.
sudo apt update
sudo apt install -y build-essential libpcre3 libpcre3-dev zlib1g-dev libssl-dev wget tar
Step2. Download SourceCode Tengine
Kita akan menggunakan versi stabil terbaru. Pastikan Anda mengunduh paket langsung dari situs resmi atau repositori terpercaya untuk menjamin integritas kode.
cd /usr/local/src
sudo wget http://tengine.taobao.org/download/tengine-3.1.0.tar.gz
sudo tar -xzvf tengine-3.1.0.tar.gz
cd tengine-3.1.0
Step3. Konfigurasi Modul Tengine
Langkah ini sangat krusial. Di sini kita menentukan jalur instalasi dan modul tambahan. Kita akan mengaktifkan modul HTTP V2 dan modul SSL agar server siap untuk standar web modern.
sudo ./configure \
--prefix=/etc/tengine \
--sbin-path=/usr/sbin/tengine \
--conf-path=/etc/tengine/tengine.conf \
--error-log-path=/var/log/tengine/error.log \
--http-log-path=/var/log/tengine/access.log \
--pid-path=/var/run/tengine.pid \
--lock-path=/var/run/tengine.lock \
--with-http_ssl_module \
--with-http_v2_module \
--with-http_realip_module \
--with-http_gzip_static_module \
--with-http_stub_status_module
Step4. Kompilasi Dan Installasi Tengine
Setelah konfigurasi selesai tanpa error, lanjutkan dengan proses build. Proses ini akan mengubah source code menjadi file biner yang dapat dieksekusi oleh sistem.
sudo make
sudo make install

Step5. Mengatur User dan Group
Untuk Faktor Keamanan, sangat disarankan untuk menjalankan Tengine menggunakan user khusus yang terbatas (non-root).
sudo useradd -r -s /sbin/nologin www-dataPastikan pada file /etc/tengine/tengine.conf, baris pertama sudah mengarah ke user www-data.
Step6. Integrasi dengan Systemd
Agar Tengine dapat dikelola dengan perintah systemctl start atau stop, kita perlu membuat file unit service.
sudo nano /lib/systemd/system/tengine.serviceIsi dengan konfigurasi berikut :
[Unit]
Description=Tengine Web Server
After=network.target
[Service]
Type=forking
ExecStartPre=/usr/sbin/tengine -t
ExecStart=/usr/sbin/tengine
ExecReload=/usr/sbin/tengine -s reload
ExecStop=/usr/sbin/tengine -s stop
PrivateTmp=true
[Install]
WantedBy=multi-user.target
Step7. Finalisasi Dan Mulai Sistem Tengine
Muat ulang sistem konfigurasi dan jalankan Tengine.

Untuk melakukan verifikasi Versi Tengine yang sudah terinstall, dapat menjalankan
tengine -V
Dan untuk Memastikan apakah nginx telah berjalan di server Kita, maka Kita dapat menjalankan curl atau akses ke ip address server seperti berikut :

Penutup
Tengine Web Server adalah pilihan tepat bagi Anda yang membutuhkan web server dengan performa tinggi dan kemampuan menangani traffic besar secara efisien. Dengan fitur tambahan yang dikembangkan dari Nginx, Tengine mampu memberikan stabilitas serta optimalisasi resource yang lebih baik, terutama untuk aplikasi atau website yang terus berkembang.
Agar performanya maksimal, pastikan Tengine dijalankan pada VPS dengan resource yang memadai dan koneksi jaringan yang stabil. Menggunakan layanan VPS KVM yang andal akan membantu menjaga uptime, meningkatkan kecepatan akses, serta memberikan fleksibilitas penuh dalam konfigurasi server sesuai kebutuhan proyek Anda.
Itu tadi artikel kami tentang Tengine Web Server, fungsi, hingga cara install Tengine di Ubuntu, semoga bermanfaat.


