Cara Upload File Website dan Database di WordPress Hosting

Cara upload website ke WordPress hosting step 1

Untuk layanan WordPress hosting, Rumahweb menggunakan Plesk Panel untuk mengelola hostingnya. Kali ini, kami akan membahas panduan upload file website dan database di WordPress hosting, melalui layanan plesk panel.

Berikut langkah-langkahnya :

1. Silahkan login dulu ke halaman plesk panel Anda melalui link namadomain:8443

2. Selanjutnya klik menu Files > lalu klik httpdocs. Default root pada plesk panel adalah httpdocs, namun bisa berubah sesuai root directory yang Anda gunakan.

3. Klik menu upload, lalu pilih file yang akan Anda upload. Jangan lupa untuk melakukan extract, setelah upload berhasil.

Upload file website ke WordPress hosting langkah ke 2

4. Untuk pembuatan database, Anda bisa klik menu Database >> Add new Database.

Panduan upload website ke hosting langkah ke 3

5. Import database bisa dilakukan melalui menu phpmyadmin, lalu klik menu import.

Pembuatan database wordpress hosting step 4

import database di wordpress hosting step 5

6. Setelah upload file website dan database selesai, langkah terakhir adalah mensinkronkan koneksi database. Akses ke file koneksi.php / database.php / config.php, lalu sesuaikan Nama database, User database dan Password databasenya.

menyesuaikan koneksi database step ke 6

Contoh gambar koneksi database diatas adalah contoh wp-config.php di WordPress hosting.

Panduan upload file website ke WordPress Hosting telah selesai, semoga bermanfaat.

 

Upload wordpress step by step ke server hosting

Setelah Anda puas dengan tampilan situs WordPress di PC lokal Anda , hasil dari  customize website , desain, content/artikel yang anda tulis. Tentunya anda berkeinginan untuk mempublikasikan secara online.  Masih kurang jika  Anda belum memiliki pilihan server web hosting yang terbaik.  Pastikan server Anda mempunyai fasilitas database MySQL dan mendukung script PHP. Tips memilih web hosting dapat anda temukan  di sini.

Selanjutnya jika anda sudah mempunyai web hosting, sangat merepotkan sekali mengupload file ke server hosting jika kita tidak tahu cara apa yang tepat untuk melakukannya.  File apa saja yang di upload ? bagaimana cara mengupload nya ke server hosting ? apakah satu per satu file kita upload ?

Sangat kurang efektif melakukan upload file satu per satu, pertanyaannya jika file yang kita miliki ada ribuan, berapa lama waktu kita harus menunggu ? di sini kami akan menjelaskan secara ringkas bagaimana upload website ke server hosting dalam hal ini sebagai contoh aplikasi wordpress.

1.   Membuat database melalui mySQL Database di Cpanel

Jika anda belum membuat database di server, silahkan dibuat dahulu. Membuat database MySql bisa dilakukan di cPanel > MySql Database. Dari sana bisa diperoleh :

•    Nama database          , contoh :  ‘cerita35_wordpress’
•    Username database   , contoh : ‘cerita35_admin’
•    Password database    , contoh : ‘b4l1b0’

2.   Backup database Komputer lokal

Siapkan database aplikasi wordpress yang sudah anda buat ketika offline. Backup database anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser anda ( http://localhost/phpmyadmin)

Pilih database wordpress yang ingin diupload dari drop down menu “ database “. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol “export” Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table” Jangan ganti yang lain kecuali anda tahu apa yang anda lakukan. Centang “Save as file” tekan tombol “go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer.

3.   Import database melalui phpmyadmin di cpanel

Setelah selesai membuat database dan user (step 1)serta export database di computer local anda( step 2). Silahkan buka menu phpMyAdmin di cPanel Pilih database dengan nama ( _wordpress) yang tadi anda buat di step pertama.

Setelah database dipilih , klik pada tombol “import” dan browse file backup database dan “Go” untuk import. Untuk detailnya bisa anda lihat di artikel cara-upload-mysql-database.


4.   Upload file

Sebelum anda upload file wordpress ke server melalui FTP, sebaiknya compresi dalam satu file format Zip dahulu kesemua file dan direktori  installasi wordpress di computer local anda . Gunakanlah kompresi normal (standar) untuk zip file dan direktori wordpress.

Upload file .zip dengan menggunakan ftp/filezilla untuk mempercepat proses upload  dan menghindari kagalan upload. Jika  ingin menjadikan aplikasi wordpress sebagai web utama silahkan upload file zip wordpress ke dalam direktori /public_html supaya aplikasi wordpress dapat diakses melalui http://yourdomain.com/.

Setelah selesai upload, login ke cPanel > File Manager, cari file yang anda upload (di dalam direktori public_html), klik kanan pada file tersebut dan extract.


5.   Setting file wp-config.php

Sampai step 4, jika Anda mencoba untuk mengakses situs Web Anda mungkin akan ditemui sebuah kesalahan/pesan error.  Hal ini karena file “wp-config.php” dari server lokal Anda tidak berisi informasi yang berhubungan dengan rincian account hosting Anda. File “wp-config.php” menyimpan informasi mengenai nama database, userDB, serta password yang dibuat pada account hosting,. Anda perlu mengubah rincian di dalamnya sebagai berikut :

Buka cPanel > File Manager  anda. Cari file wp-config.php di root directory wordpress anda. Klik kanan pada file tersebut dan klik ‘Code Edit’, ubah baris code di bawah ini sesuai informasi yang kita buat pada step 1 :

[PHP]
// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(‘DB_NAME’, ‘wordpress284’);  ubah menjadi   define(‘DB_NAME’, ‘ cerita35_wordpress’);

/** MySQL database username */
define(‘DB_USER’, ‘root’);          ubah menjadi   define(‘DB_USER’, ‘ cerita35_admin’);

/** MySQL database password */
define(‘DB_PASSWORD’, ”);          ubah menjadi   define(‘DB_PASSWORD’, ‘b4l1b0’);

/** MySQL hostname */
define(‘DB_HOST’, ‘localhost’);     tidak dilakukan perubahan
[/PHP]

Setelah selesai mengganti konfigurasi, tekan tombol Save Changes.

6.   Mengedit Database MySQL di Server Online

Inilah langkah terakhir yang paling penting. Kita harus mengedit database, yang dalam contoh tadi adalah database “cerita35_wordpress’” supaya dapat terhubung dengan file-file WordPress kita. Kita hanya perlu mengubah URL, yang dalam contoh ini dari ‘http://localhost/wordpress284/ menjadi ‘http://www.namaDomainAnda.com’.

Jika langkah ini tidak dilakukan maka situs Anda tidak akan ditampilkan karena file-file WordPress dengan databasenya adalah ibarat dua sedjoli yang sudah tidak bisa dipisahkan. Langkah-langkah mengedit database :

Jalankan phpMyAdmin di Control Panel. Klik nama database Anda, dalam contoh ini “cerita35_wordpress’”. Pilih dan klik pada table wp_options. Pada tampilan yang muncul klik [Browse].  Pada tabel yang ada edit ada  2 hal :


a. Editlah entri “siteurl” pada kolom “option_name”. Klik edit atau gambar pena untuk mengedit. Gantilah ‘option_value’-nya dengan http://www.namaDomainAnda.com ( sesuaikan dengan path directory tempat file wordpress dan nama domain anda).

b. Editlah entri “Home” pada kolom yang sama. Jika Anda tidak menemukannya, klik tanda panah di bawah tabel. Cara mengeditnya sama dengan entri siteurl di atas.

7.   Akses nama domain anda melalui browser, dan selamat menikmati hasilnya. 🙂

Upload Joomla 1.5 step by step ke server hosting

Setelah mendisain  dan menguji website Anda melalui  server local pada PC , tantangan besar berikutnya adalah melakukan upload website ke server  account hosting Anda, dan meng-update konfigurasi sedemikian rupa sehingga Anda bisa melihat hasilnya secara online.

Kendala yang paling sering muncul pada saat upload Joomla lokal ke server hosting terletak pada konfigurasi database MySql dan bagaimana cara mengupload file-file instalasi  joomla tersebut agar tidak mengalami kegagalan. Tutorial di bawah ini memberikan anda langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memindahkan situs Joomla dari komputer lokal Anda ke server.  Detailnya, silahkan ikuti langkah dibawah ini :

1.    Membuat database melalui mySQL Database di Cpanel

Jika anda belum memiliki database di server, silahakan dibuat dahulu. Membuat database MySql bisa dilakukan di cPanel > MySql Database. Dari sana bisa diperoleh :

•    Nama database          contoh : userCpanel_namaDB
•    Username database
•    Password database    contoh : userCpanel_namaUser

2.    Backup database Komputer lokal

Siapkan database Joomla yang ingin diupload. Backup database anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser anda.( http://localhost/phpmyadmin) Pilih database Joomla yang ingin diupload dari drop down menu “ database “. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol “export” Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table” Jangan ganti yang lain kecuali anda tahu apa yang anda lakukan. Centang “Save as file” tekan tombol “go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer.

3.    Import database melalui phpmyadmin di cpanel

Setelah selesai membuat database dan user serta export database di computer local anda. Silahkan buka menu phpMyAdmin di cPanel Pilih database Joomla yang tadi anda buat di step pertama. Setelah database dipilih , klik pada tombol “import” dan browse file backup database dan “Go” untuk import. Untuk detailnya bisa anda lihat di artikel cara-upload-mysql-database.

4.    Upload files

Sebelum anda upload file Joomla ke server melalui FTP, sebaiknya compresi dalam satu file format Zip dahulu kesemua file dan direktori  installasi Joomla di computer local anda . Gunakanlah kompresi normal (standar) untuk zip file dan direktori Joomla.


 

Upload file .zip dengan menggunakan ftp/filezilla untuk mempercepat proses upload  dan menghindari kagalan upload. Jika  ingin menjadikan Joomla sebagai web utama silahkan upload file zip Joomla ke dalam direktori /public_html supaya Joomla dapat diakses melalui http://yourdomain.com/.
Setelah selesai upload, login ke cPanel > File Manager, cari file yang anda upload (di dalam direktori public_html), klik kanan pada file tersebut dan extract.


5.    Setting file Configuration.php

Sampai step 4, jika Anda mencoba untuk mengakses situs Web Anda mungkin akan ditemui sebuah kesalahan/pesan error.  Hal ini karena file configuration.php dari server lokal Anda tidak berisi informasi yang berhubungan dengan rincian account hosting Anda. File configuration.php menyimpan informasi mengenai database, user, password, path dan lain-lain. Anda perlu mengubah rincian di dalamnya sebagai berikut :

Buka cPanel > File Manager  anda. Cari configuration.php di direktori Joomla anda. Klik kanan pada file tersebut dan klik ‘Code Edit’


Dalam file script tersebut,  cari baris code sebagai berikut :

var $log_path     = ‘’;
var $tmp_path    = ‘’;
var $live_site      = ‘’;
var $host            = ”;
var $user            = ‘’;
var $db               = ‘’;
var $password    = ”;

Contoh perubahan konfigurasi yang telah dilakukan:

[PHP]

var $log_path     = ‘/home/[ UserCpanel ]/public_html/logs’;
var $tmp_path   = ‘/home/[ UserCpanel ]/public_html/tmp’;
var $live_site     = ‘http://YourDomain.com’;
var $host           = ‘localhost’;
var $user           = ‘[ UserCpanel ]_ UserDatabase’;
var $db              = ‘[ UserCpanel ]_ NamaDatabase’;
var $password   = ‘PasswordDatabase’;
[/PHP]

Setelah selesai mengganti konfigurasi, tekan tombol Save Changes. Silahkan ditest web anda dengan mengakses ke http://YourDomain.com

Note :
>> Nama database dan username akan diberi prefiks “[ UserCpanel]_” dimana UserCpanel ini diambil dari username login cPanel.
>> Jangan lupa password user MySQL case-senditive.
>> Setting var $host harus selalu ‘localhost’

Merubah template oscommerce

Melanjutkan artikel kami sebelumnya……

Sepertinya masih kurang lengkap jika oscommerce yang kita gunakan masih menggunakan template default. Di sini kami akan membahas mengenai bagaimana mengubah template oscommerce setelah sebelumnya kita membahas mengenai cara mengganti bahasa maupun mata uang rupiah. Pada dasarnya untuk mengganti template ini tidak seperti mengganti template wordpress atau blog lainnya, penggantian template oscomerce ini di lakukan sekali langsung jadi untuk satu template.

Kami sarankan untuk melakukan back up terlebih dahulu untuk menghindari kemungkinan eror yang terjadi. Cara menggantinya tidak terlalu rumit jika anda mengetahui detail file apa saja yang harus di upload. Untuk detailnya silahkan simak langkah-langkah berikut ini :

1.    Silahkan unduh template oscommerce di sini atau bisa dicari source lain sesuai yang anda inginkan.

2.   Lakukan extract pada komputer lokal bapak. File template yang akan diextract akan tampil sesuai dengan installasi default oscommerce sebelumnya. (Bisa dilihat dibawah )

3.    Upload file yang berextension .php di luar folder detailnya sebagai berikut :

File yang di upload hanya file dengan extensi .php dari nama file “account.php” sampai dengan “tell_a_friend.php”. Untuk mempermudah upload kami sarankan compres dalam satu file .zip seperti  screenshoot di bawah ini :

Setelah file terupload bisa dilakukan replace dengan cara mengexract file .zip pada instalasi oscommerce sebelumnya.


4.    Selanjutnya  upload folder  “images” templates tersebut dengan cara compres dalam file .zip dan replace pada folder images instalasi oscommerce di server.

5.    Perlu diperhatikan untuk hal berikut ini. Sekarang masuk ke folder “includes” di dalam folder template yang anda download.  Terdapat file yang tidak diperkenankan untuk di upload dengan nama file “configure.php” dan “database_tables.php” selain file tersebut bisa di compress dalam satu file .zip dan dilakukan upload di directory  /public_html/includes di server.

Detail mengenai hal diatas bisa dilihat di gambar berikut :


6.    Catatan :  Yang perlu di upload adalah sesuai step 3,4 dan 5 pada bagian seperti terlampir diatas. Untuk melakukan upload template ini juga tidak boleh sembarangan dan jangan melakukan upload sekaligus setelah file template di download, kami jamin toko online anda akan mengalami eror.

7.    Semoga berhasil !!!

Upload Oscommerce dari lokal komputer ke Server

Oscomerce bisa dilakukan instalasi secara otomatis via fantastico. Tetapi jika anda sudah melakukan instalasi di koputer local dan berkeinginan untuk mengupload ke server hosting. Tidak perlu kuatir, dalam artikel ini akan kami berikan step-by-step mengenai cara upload oscommerce CMS ke account hosting anda. Bisa anda simak langkah-langkah berikut ini :

  1. Sebelumnya silahkan create database baru pada account hosting, dan lakukan upload database dari localhost ke account hosting anda. Detail mengenai hal ini, dapat Anda temukan pada artikel Cara Upload MySQL Database
  2. Upload File/Folder instalasi Oscomerce anda dari komputer lokal ke server. Kami sarankan anda bisa menggunakan FTP/filezilla sesuai artikel Bagaimana Cara Mengupload Website ke Rumahweb dengan FTP.
  3. Lakukan edit pada file configure.php. Untuk merubah konfigurasi setting pada oscommerce kita harus merubah dua file yaitu file configure.php yang terdapat pada directory includes/configure.php dan yang terletak pada directory admin/includes/configure.php.
  4. Dalam merubah konfigurasi perlu diperhatikan seperti berikut ini :

// file : “includes/configure.php”

[PHP]
define(‘HTTP_SERVER’, ‘http://namadomain.com’);  // diganti dengan domain anda
define(‘HTTPS_SERVER’, ‘https://namadomain.com’);  // diganti dengan domain anda
define(‘ENABLE_SSL’, false);
define(‘HTTP_COOKIE_DOMAIN’, ‘namadomain.com’); // diganti dengan domain anda
define(‘HTTPS_COOKIE_DOMAIN’, ‘namadomain.com’); // diganti dengan domain anda
define(‘HTTP_COOKIE_PATH’, ‘/’);
define(‘HTTPS_COOKIE_PATH’, ‘/’);
define(‘DIR_WS_HTTP_CATALOG’, ‘/’);
define(‘DIR_WS_HTTPS_CATALOG’, ‘/’);
define(‘DIR_WS_IMAGES’, ‘images/’);
define(‘DIR_WS_ICONS’, DIR_WS_IMAGES . ‘icons/’);
define(‘DIR_WS_INCLUDES’, ‘includes/’);
define(‘DIR_WS_BOXES’, DIR_WS_INCLUDES . ‘boxes/’);
define(‘DIR_WS_FUNCTIONS’, DIR_WS_INCLUDES . ‘functions/’);
define(‘DIR_WS_CLASSES’, DIR_WS_INCLUDES . ‘classes/’);
define(‘DIR_WS_MODULES’, DIR_WS_INCLUDES . ‘modules/’);
define(‘DIR_WS_LANGUAGES’, DIR_WS_INCLUDES . ‘languages/’);

define(‘DIR_WS_DOWNLOAD_PUBLIC’, ‘pub/’);
define(‘DIR_FS_CATALOG’, ‘/home/UsrCpanel/public_html/’);  // path instalasi  oscommerce
define(‘DIR_FS_DOWNLOAD’, DIR_FS_CATALOG . ‘download/’);
define(‘DIR_FS_DOWNLOAD_PUBLIC’, DIR_FS_CATALOG . ‘pub/’);

define(‘DB_SERVER’, ‘localhost’);
define(‘DB_SERVER_USERNAME’, ‘username_userDB’); // diisi user database
define(‘DB_SERVER_PASSWORD’, ‘password’);  // diisi password  database
define(‘DB_DATABASE’, ‘username_namaDB’);  // diisi nama database
define(‘USE_PCONNECT’, ‘false’);
define(‘STORE_SESSIONS’, ‘mysql’);
[/PHP]

//file : admin/includes/configure.php

[PHP]
define(‘HTTP_SERVER’, ‘http://namadomain.com’);  // diganti dengan domain anda
define(‘HTTP_CATALOG_SERVER’, ‘http://namadomain.com’);   // diganti dengan domain anda
define(‘HTTPS_CATALOG_SERVER’, ‘https://namadomain.com’);   // diganti dengan domain anda
define(‘ENABLE_SSL_CATALOG’, false);

// diisi letak direktory root kita pada hosting
define(‘DIR_FS_DOCUMENT_ROOT’, ‘/home/UsrCpanel/public_html/’);
define(‘DIR_WS_ADMIN’, ‘/admin/’);

// diisi letak direktory admin kita pada hosting
define(‘DIR_FS_ADMIN’, ‘/home/UsrCpanel/public_html/admin/’);
define(‘DIR_WS_CATALOG’, ‘/’);

// diisi letak direktory root kita pada hosting
define(‘DIR_FS_CATALOG’, ‘/home/UsrCpanel/public_html/’);
define(‘DIR_WS_IMAGES’, ‘images/’);
define(‘DIR_WS_ICONS’, DIR_WS_IMAGES . ‘icons/’);
define(‘DIR_WS_CATALOG_IMAGES’, DIR_WS_CATALOG . ‘images/’);
define(‘DIR_WS_INCLUDES’, ‘includes/’);
define(‘DIR_WS_BOXES’, DIR_WS_INCLUDES . ‘boxes/’);
define(‘DIR_WS_FUNCTIONS’, DIR_WS_INCLUDES . ‘functions/’);
define(‘DIR_WS_CLASSES’, DIR_WS_INCLUDES . ‘classes/’);
define(‘DIR_WS_MODULES’, DIR_WS_INCLUDES . ‘modules/’);
define(‘DIR_WS_LANGUAGES’, DIR_WS_INCLUDES . ‘languages/’);
define(‘DIR_WS_CATALOG_LANGUAGES’, DIR_WS_CATALOG . ‘includes/languages/’);
define(‘DIR_FS_CATALOG_LANGUAGES’, DIR_FS_CATALOG . ‘includes/languages/’);
define(‘DIR_FS_CATALOG_IMAGES’, DIR_FS_CATALOG . ‘images/’);
define(‘DIR_FS_CATALOG_MODULES’, DIR_FS_CATALOG . ‘includes/modules/’);
define(‘DIR_FS_BACKUP’, DIR_FS_ADMIN . ‘backups/’);

define(‘DB_SERVER’, ‘localhost’);
define(‘DB_SERVER_USERNAME’, ‘username_userDB’);  // diisi user database
define(‘DB_SERVER_PASSWORD’, ‘password’);  // diisi password database
define(‘DB_DATABASE’, ‘username_namaDB’);  // diisi nama database
define(‘USE_PCONNECT’, ‘false’);
define(‘STORE_SESSIONS’, ‘mysql’);

[/PHP]

SELAMAT MENCOBA !!!!