Bagi pengguna WordPress tingkat lanjut, istilah Headless WordPress mungkin sudah mulai sering terdengar. Konsep ini dianggap sebagai tingkatan yang lebih advance dalam pengelolaan website berbasis WordPress.
Biasanya, WordPress digunakan untuk mengatur semua hal dalam website, mulai dari isi konten sampai tampilan halaman. Namun dalam pendekatan headless, WordPress hanya berperan sebagai “dapur” atau backend saja. Maksudnya, WordPress cukup mengurus dan menyediakan data melalui REST API atau GraphQL.
Sementara untuk tampilan website (frontend) yang dilihat pengunjung, dikelola secara terpisah menggunakan teknologi modern seperti Next.js, Vue.js, atau React. Pendekatan ini banyak dipilih oleh developer yang ingin mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu kemudahan WordPress dalam mengelola konten, plus performa yang lebih cepat dan fleksibel dari teknologi frontend modern.
Apa Itu Headless WordPress?
Headless WordPress adalah cara menggunakan WordPress yang hanya berperan sebagai tempat mengelola konten (Content Management System), tanpa menampilkan konten secara langsung lewat tema WordPress. Sedangkan dari sisi front-end, tampilan website yang dilihat pengunjung saat membuka halaman Anda.
Sementara itu, front-end adalah tampilan yang dilihat pengunjung ketika membuka website Anda. Biasanya, konten ini dirender oleh tema WordPress yang saat ini digunakan, seperti ini:

Ketika menggunakan Headless WordPress, artinya Anda memisahkan bagian tampilan (front-end) dari bagian pengelolaan (back-end).Fungsi headless WordPress adalah memungkinkan Anda tetap menggunakan dashboard WordPress seperti biasa untuk mengelola konten, tanpa perlu mengurus tampilan websitenya.
Dalam konsep ini, WordPress bertugas menyimpan dan mengelola konten, lalu menyediakannya dalam bentuk data API yang bisa diambil oleh sistem tampilan (frontend) terpisah. Arsitektur singkatnya seperti berikut:
Fungsi Headless WordPress
Pada dasarnya, fungsi utama Headless WordPress adalah memisahkan antara tempat mengelola konten (CMS) dan tampilan website (frontend). Tujuannya agar keduanya bisa bekerja lebih fleksibel dan efisien. WordPress tetap digunakan seperti biasa untuk membuat, mengedit, dan mengatur konten.
Bedanya, konten tersebut tidak langsung ditampilkan menggunakan tema WordPress. Sebagai gantinya, konten diakses melalui REST API atau GraphQL, lalu ditampilkan oleh aplikasi terpisah yang dibangun dengan teknologi modern seperti React, Next.js, atau Vue.js.
Pendekatan ini membuat WordPress tidak lagi hanya berfungsi sebagai platform blogging biasa, tapi berubah menjadi pusat data konten yang bisa dihubungkan ke berbagai aplikasi dan perangkat.
Ini sangat berguna bagi perusahaan atau developer yang ingin menghadirkan konten yang sama di berbagai platform, misalnya website, aplikasi mobile, bahkan tampilan di perangkat pintar (IoT). Semuanya mengambil data dari satu sumber yang sama: WordPress.
Selain itu, pemisahan antara backend dan frontend juga memberikan keuntungan dalam kerja tim dan pengembangan proyek. Tim editor konten bisa fokus memperbarui isi website melalui dashboard WordPress tanpa takut merusak tampilan. Sementara tim developer bebas bereksperimen di bagian tampilan tanpa perlu menyentuh sistem WordPress sama sekali.
Dengan cara kerja seperti ini, pengelolaan dan pengembangan website menjadi lebih terstruktur, efisien, dan mudah dikelola dalam jangka panjang.
Cara Kerja Headless Wordpres
Pastikan bahwa endpoint API WordPress benar-benar dapat diakses dari luar. REST API merupakan jembatan utama antara WordPress dan aplikasi frontend (seperti React atau Next.js), sehingga akses ke endpoint ini wajib berfungsi agar integrasi Headless WordPress berjalan lancar.
Berikut beberapa cara untuk memastikan REST API sudah aktif dan dapat diakses:
1. Uji Akses Melalui Browser
Buka salah satu URL berikut di browser:
https://namadomainanda.com/wp-jsonJika REST API aktif, halaman akan menampilkan data dalam format JSON yang berisi informasi situs seperti name, description, dan namespaces. Berikut contohnya:
{
"name": "Nama Website",
"description": "Deskripsi singkat situs",
"url": "https://namadomainanda.com",
"namespaces": ["wp/v2", "oembed/1.0"]
}2. Coba Endpoint Khusus Konten
Untuk memastikan data benar-benar dapat diambil, coba akses endpoint lain seperti:
https://namadomainanda.com/wp-json/wp/v2/posts
https://namadomainanda.com/wp-json/wp/v2/pagesJika muncul daftar artikel atau halaman dalam format JSON, berarti REST API berfungsi dengan baik.
3. Gunakan Alternatif URL Jika Terjadi 404
Jika halaman /wp-json/ menampilkan Error 404, coba gunakan format query:
https://namadomainanda.com/?rest_route=Jika format ini berhasil, artinya fitur REST API aktif tetapi permalink atau rewrite rule belum berfungsi. Anda dapat memperbaikinya dengan membuka menu
Settings > Permalinks > Save Changes, untuk mem-flush pengaturan permalink.
4. Cek Plugin Keamanan
Beberapa plugin keamanan seperti Wordfence, iThemes Security, atau All in One WP Security kadang memblokir akses REST API bagi pengguna non-login. Masuk ke pengaturan plugin tersebut dan pastikan opsi seperti “Disable REST API for unauthenticated users” tidak diaktifkan.
5. Tes dari Terminal Menggunakan cURL
Jika hosting Anda memiliki akses SSH, Anda juga bisa menguji REST API melalui terminal dengan perintah berikut:
curl -I https://namadomainanda.com/wp-json/Jika status yang muncul adalah HTTP/1.1 200 OK, maka REST API sudah berjalan dengan benar.
Dengan memastikan REST API dapat diakses dengan baik, Anda sudah siap melanjutkan ke tahap integrasi dengan framework frontend seperti Next.js, Nuxt.js, atau React.js, untuk membangun website Headless WordPress.
Selengkapnya tentang cURL bisa Anda pelajari di artikel berikut: Apa Itu cURL?
Penutup
Secara keseluruhan, Headless WordPress adalah pengembangan dari WordPress tradisional yang memberikan kebebasan lebih dalam hal desain, performa, dan kemampuan menghubungkan berbagai platform. Dengan memisahkan WordPress sebagai pengelola konten (backend) dan teknologi modern seperti React atau Next.js sebagai tampilan (frontend), developer bisa menciptakan website yang lebih cepat, aman, dan fleksibel.
Namun, pendekatan ini membutuhkan pengetahuan teknis yang lebih dalam, terutama soal REST API, pengaturan server, dan cara menghubungkan berbagai sistem. Karena itu, Headless WordPress paling cocok untuk proyek yang membutuhkan performa tinggi, konten multi-platform, atau website skala besar dengan tim developer berpengalaman.
Jika Anda sudah terbiasa menggunakan WordPress dan ingin mengembangkan kemampuan ke level berikutnya, Headless WordPress bisa menjadi pilihan tepat, kombinasi antara kemudahan WordPress dalam mengelola konten dan fleksibilitas teknologi web modern.
Demikian artikel kami tentang apa itu Headless WordPress hingga implementasi dasarnya, semoga bermanfaat.



