Ada banyak faktor yang menyebabkan website error ketika diakses. Salah satu cara mudah untuk menganalisa penyebabnya adalah dengan membaca file error log. Lalu, apa itu file error log atau error_log dan bagaimana cara menganalisanya?
Dalam panduan ini, kami akan menjelaskan tentang apa itu file error log, fungsi dan cara disable atau enable di cPanel hosting. Simak informasi berikut ini.
Apa itu file Error Log?
Jika website Anda dibangun menggunakan script PHP dan mengalami masalah pada sisi script, Anda perlu menganalisa dan mencari tahu apa penyebab website menjadi error. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memeriksa file error_log untuk mendapatkan petunjuk yang membantu dalam perbaikan.
Error log atau error_log adalah sebuah file yang berisi tentang catatan kesalahan pada sebuah website yang dapat Anda gunakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah pada website Anda.
Letak file error log
Pada layanan hosting cPanel di Rumahweb, fitur error log secara default telah diaktifkan. Sehingga ketika website Anda error, Anda bisa memanfaatkan file ini untuk melihat dan menganalisa penyebab errornya pada website.
File error_log akan tercipta secara otomatis dan terletak di directory root website Anda. Namun, file ini juga bisa muncul pada directory-directory tertentu sesuai halaman yang error.
Sebagai contoh, ketika Anda sedang mengelola website berbasis WordPress melalui dashboard dan menemukan error, biasanya file error_log juga akan muncul di directory /wp-admin website Anda. Dari file tersebut, Anda bisa melakukan analisa apa penyebab dashboard Anda mengalami error.
Pada cPanel, Anda bisa melihat file ini melalui file manager. Caranya sebagai berikut:
- Login ke cPanel hosting Anda.
- Klik menu File Manager > public_html, lalu cari file dengan nama error_log.
- Klik kanan pada file tersebut, lalu pilih view untuk melihat.
Apabila error terjadi ketika mengelola WordPress di dashboard, maka Anda juga bisa mengecek file error_log di directory /wp-admin. Cara ini bisa Anda pratikan pada directory yang mengalami kendala.
Jenis error_log
Dalam hosting, error log adalah catatan penting yang membantu Anda mengetahui apa yang salah saat website tidak berjalan sebagaimana mestinya. Setiap error log mencatat jenis kesalahan yang berbeda, tergantung dari sistem yang digunakan.
Berikut ini beberapa jenis error log yang paling umum ditemukan di layanan hosting:
1. PHP Error Log
berfungsi untuk mencatat kesalahan yang terjadi pada skrip PHP, seperti kesalahan sintaks, fungsi yang tidak ditemukan, atau file yang tidak bisa dimuat. Contoh kasusnya seperti berikut:
- Website menampilkan halaman kosong karena fungsi PHP yang digunakan ternyata sudah usang.
- File konfigurasi tidak ditemukan karena salah penamaan (config.php jadi Config.php).
[11-Jul-2025 14:22:03] PHP Warning: include(config.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/usercpanel/public_html/index.php on line 52. Apache Error Log
Berfungsi untuk mencatat kesalahan dari sisi web server, seperti file tidak ditemukan (404), error permission (403), atau internal server error (500). Contoh kasusnya adalah akses ke direktori yang tidak punya hak membaca, hingga URL menuju file atau gambar yang sudah dihapus. Contoh log yang akan muncul seperti berikut:
[Sat Jul 11 14:25:36.123456] [error] [client 123.45.67.89] File does not exist: /home/akun/public_html/assets/logo.png3. Error Log dari CMS
Sebagian CMS juga menyimpan log kesalahan mereka sendiri, yang bisa berbeda dari log PHP atau server. Contohnya pada WordPress, misalnya terjadi error pada website karena plugin error atau conflict, theme yang digunakan error, atau file core WordPress mengalami error.
PHP Warning: Undefined array key "editor_post_id" in /home/journ472/public_html/canva.journal-rw.my.id/wp-content/plugins/elementor/modules/history/revisions-manager.php on line 363Dengan memahami jenis error log ini, Anda bisa lebih cepat menemukan sumber masalah ketika website bermasalah.
Contoh error_log
Berikut adalah contoh error_log yang muncul pada blog test yang kami buat.

Dalam contoh gambar tersebut, perhatikan pada 3 bagian yang kami tandai yaitu waktu, penyebab error, dan lokasi script yang error.
Jika website Anda mengalami kendala, pastikan bahwa Anda membaca error_log terbaru. Setelah itu, analisa penyebab errornya dan file yang mengalami error.
Pada contoh diatas, subdomain testing kami gagal akses dan menampilkan “HTTP Error 500” yang disebabkan karena plugin yang kami gunakan. Untuk solusi sementara, kami mendisable plugin tersebut melalui cPanel agar website bisa diakses kembali. Setelah website dan dashboard WP bisa diakses, selanjutnya Anda dapat melakukan analisa lebih lanjut.
Memahami Level Error
Dalam file error log, kesalahan yang dicatat dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya. Mengenal level error ini akan membantu Anda memprioritaskan penanganan:
1. Notice
Biasanya hanya peringatan ringan. Tidak menyebabkan script berhenti dan website rusak. Contoh: menggunakan variabel yang belum didefinisikan.
Notice: Undefined variable: email in /home/akun/public_html/login.php on line 122. Warning
Lebih serius dari notice, tapi masih tidak menghentikan eksekusi program. Perlu segera diperbaiki. Contohnya :
Warning: include(header.php): failed to open stream: No such file or directory3. Error (Fatal Error)
Jenis kesalahan paling serius. Script langsung berhenti dan halaman bisa kosong atau menampilkan error 500.
Fatal error: Call to undefined function connectDB() in /home/akun/public_html/db.php on line 10Semua level ini bisa muncul dalam file error_log, dan bisa dikontrol melalui pengaturan error_reporting di PHP.
Enable atau Disable PHP error_log dari Select PHP Version
Pada control panel hosting yang menggunakan cPanel, Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan error_log secara mudah. Namun, Anda juga bisa mendisable atau mengubah pengaturan error_log sesuai kebutuhan Anda.
Berikut adalah cara enable dan disable error_log di cPanel.
- Login ke akun cPanel Anda.
- Temukan kelompok menu Software dan klik Select PHP Version.

Sebagai informasi bahwa menu Select PHP Version ini tidak disertakan dalam cPanel secara default, jadi jika Anda menghosting dengan host web lain, atau install cPanel di VPS/Dedicated Server mandiri, Anda mungkin tidak memilikinya di akun Anda.
Namun, semua pelanggan layanan hosting Rumahweb akan menemukan menu Select PHP Version di cPanel akun hosting mereka.
- Pada menu Select PHP Version, pilih tab Options.
Terdapat fitur display_errors, contang opsi tersebut untuk mengaktifkan display_errors

- Pada opsi error_reporting, silahkan pilih opsi yang ingin diaktifkan:

Keterangan:
- ~E_ALL : Disable semuanya
- E_ALL & ~E_NOTICE : Report semua error kecuali E_NOTICE
- E_ALL : Report semuanya
- E_ALL & ~E_DEPRECATED & ~E_STRICT: Report semua error kecuali E_DEPRECATED & E_STRICT
Sampai tahap ini, proses disable/enable error_log di cPanel telah selesai.
Tips Menjaga Ukuran File Log
Jika dibiarkan terus menerus, file error_log bisa membesar hingga ratusan MB, bahkan lebih, dan mengurangi space hosting Anda. Untuk solusinya, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:
- Hapus file secara berkala, terutama jika tidak digunakan untuk debugging.
- Gunakan fitur log rotation jika Anda menggunakan VPS, agar log otomatis diarsipkan dan dibatasi ukurannya. File seperti
/etc/logrotate.confbisa dikonfigurasi untuk ini. - Matikan error log di production jika tidak diperlukan.
Menjaga ukuran file log tetap kecil akan menghemat storage hosting atau VPS Anda.
Penutup
Error log bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk mendiagnosis masalah pada website, mulai dari kesalahan ringan hingga yang menyebabkan situs tidak bisa diakses. Dengan memahami jenis-jenis error log, level kesalahan, dan cara mengelolanya dengan baik, Anda akan lebih siap dalam menghadapi kendala teknis di website Anda.
Bagi pengguna layanan hosting di Rumahweb, Anda bisa dengan mudah mengakses dan mengelola file log langsung dari cPanel. Jika masih mengalami kendala, Anda dapat menghubungi tim support Rumahweb yang siap membantu Anda kapan saja.
Demikian tadi artikel kami tentang apa itu error log hingga tips mengelola error_log di cPanel, semoga bermanfaat.


