Rumahweb Journal
Banner - Cara Mengatasi Auto Disconnect pada Koneksi SSH

Cara Mengatasi Auto Disconnect pada Koneksi SSH

Koneksi SSH umumnya digunakan untuk mengakses dan mengelola server dari jarak jauh. Namun, dalam praktiknya, koneksi SSH sering kali terputus secara otomatis atau auto disconnect terutama saat sesi dibiarkan tanpa aktivitas. Jika Anda adalah administrator jaringan, memahami cara mengatasi auto disconnect pada koneksi SSH menjadi hal penting agar pengelolaan server dapat dilakukan dengan lebih stabil.

Perlu dipahami, bahwa auto disconnect bukanlah sebuah kesalahan sistem. Mekanisme ini justru diterapkan sebagai bagian dari pengamanan, baik di sisi server, client, maupun perangkat jaringan yang terlibat. Dengan melakukan sedikit penyesuaian konfigurasi, koneksi SSH sebenarnya dapat dibuat lebih stabil dan tetap terjaga.

Penyebab Umum Auto Disconnect pada SSH

Auto disconnect pada koneksi SSH umumnya terjadi karena beberapa faktor teknis yang berkaitan dengan pengelolaan sesi dan keamanan sistem. Berikut adalah penyebab yang paling sering ditemui:

  • Timeout karena tidak ada aktivitas
    Ketika koneksi SSH dibiarkan tanpa perintah dalam jangka waktu tertentu, server atau client dapat menganggap koneksi tersebut tidak lagi digunakan. Akibatnya, koneksi akan ditutup secara otomatis untuk menghemat sumber daya.
  • Pengaturan keamanan server
    Banyak server menerapkan pembatasan durasi koneksi sebagai langkah pengamanan. Tujuannya adalah mencegah akses yang tidak sah dari sesi yang dibiarkan terbuka terlalu lama, meskipun dampaknya koneksi bisa terputus saat sedang idle.
  • Koneksi internet tidak stabil
    Gangguan jaringan, walaupun hanya sesaat, dapat menyebabkan koneksi SSH terputus. Ketidakstabilan ini membuat komunikasi antara client dan server tidak berjalan secara konsisten.
  • Firewall atau router
    Perangkat jaringan tertentu memiliki kebijakan untuk memutus koneksi TCP yang terlalu lama berada dalam kondisi idle. Dalam kondisi ini, koneksi SSH dapat terhenti meskipun server dan client masih aktif.

Setelah mengetahui apa saja yang dapat membuat koneksi SSH terputus, langkah berikutnya adalah mencari cara agar koneksi tersebut bisa tetap bertahan. Salah satu cara paling mudah adalah memastikan koneksi tetap dianggap aktif, meskipun sedang tidak menjalankan perintah apa pun.

Caranya cukup sederhana, yaitu dengan menambahkan pengaturan tertentu pada perintah SSH, file konfigurasi, atau aplikasi yang digunakan. Dengan pengaturan ini, client akan mengirim signal ringan secara berkala ke server, sehingga koneksi tidak dianggap diam dan tidak terputus otomatis.

Mengatasi Auto Disconnect SSH

Salah satu cara paling praktis untuk mengatasi auto disconnect SSH adalah dengan menambahkan pengaturan ServerAliveInterval langsung pada perintah SSH. Opsi ini membuat SSH client mengirim sinyal berkala ke server agar koneksi tetap dianggap aktif, meskipun tidak ada perintah yang dijalankan.

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Jika Anda biasanya terhubung ke server dengan perintah berikut:

ssh user@Alamat-IP-VPS

Maka opsi ServerAliveInterval dapat ditambahkan seperti ini:

ssh -o ServerAliveInterval=TimeoutInterval user@Alamat-IP-VPS

Sebagai contoh, jika Anda ingin client mengirim sinyal setiap 300 detik (5 menit), perintahnya menjadi:

ssh -o ServerAliveInterval=300 user@Alamat-IP-VPS

Contoh penerapannya sebagai berikut:

ssh -o ServerAliveInterval=300 root@123.23.2.71

Menggunakan File Konfigurasi SSH

Jika Anda ingin pengaturan ini berlaku secara permanen, SSH menyediakan file konfigurasi khusus untuk mengatur opsi koneksi, termasuk ServerAliveInterval.

Secara umum, file konfigurasi SSH client berada di:

  • /etc/ssh/ssh_config untuk seluruh user (memerlukan akses root)
  • ~/.ssh/config untuk pengaturan user saat ini

Untuk pengaturan per user, Anda bisa mengedit file berikut:

nano ~/.ssh/config

Kemudian tambahkan konfigurasi:

Host *

    ServerAliveInterval 60
    ServerAliveCountMax 3

Dengan pengaturan ini, SSH client akan mengirim sinyal setiap 60 detik. Jika server tidak merespon hingga tiga kali, barulah koneksi akan diputus. Cara ini cukup efektif untuk menjaga koneksi SSH tetap stabil dalam sesi yang berlangsung lama.

Pengaturan KeepAlive pada PuTTY (Windows)

Bagi pengguna Windows yang menggunakan PuTTY, pengaturan keepalive dapat dilakukan langsung melalui antarmuka aplikasi.

  • Masuk ke menu Connection
Pengaturan KeepAlive pada PuTTY untuk mengatasi auto disconnect ssh
  • Lalu isi kolom Seconds between keepalives dengan nilai tertentu, misalnya 60.
enable keepalives putty

Pengaturan ini menentukan jeda waktu dalam satuan detik, bagi PuTTY untuk mengirim sinyal ringan ke server agar koneksi tetap dianggap aktif. Selama sinyal ini dikirim secara berkala, koneksi SSH tidak akan dianggap idle oleh server maupun perangkat jaringan di jalur koneksi, sehingga risiko auto disconnect dapat diminimalkan. Nilai 60 detik umumnya sudah cukup efektif.

Kesimpulan

Auto disconnect pada koneksi SSH merupakan kondisi yang wajar dan berkaitan erat dengan pengaturan keamanan sistem. Namun, jika sering terjadi, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan kerja. Dengan mengaktifkan ServerAliveInterval, baik melalui command SSH maupun file konfigurasi, serta mengatur keepalive pada aplikasi seperti PuTTY, koneksi SSH dapat menjadi lebih stabil dan konsisten.

Pengaturan ini sangat bermanfaat bagi pengguna yang sering bekerja dalam sesi SSH panjang dan membutuhkan koneksi yang tetap terjaga tanpa gangguan. Semoga dengan pengaturan ini, anda dapat mengatasi auto disconnect pada SSH dan pengelolaan server VPS Anda semakin efektif.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Yanuar Ardhi Pratama

banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb