Setelah pada Part 2 kita membahas cara menyusun kurikulum dengan menambahkan topik, pelajaran, kuis, dan tugas, kini di series cara membuat website kursus online dengan WordPress part 3, kita akan masuk ke tahap berikutnya, yaitu mengatur bagian Additional Settings.
Bagian ini berfungsi untuk memberikan informasi tambahan yang membantu calon siswa memahami gambaran lengkap tentang kursus Anda, mulai dari tujuan pembelajaran, target peserta, durasi kursus, hingga materi pendukung dan prasyarat yang perlu dipenuhi.
Dengan pengaturan di bagian ini, tampilan kursus Anda akan terlihat lebih informatif, profesional, dan meyakinkan bagi calon peserta. Yuk, langsung saja simak panduan membuat website kursus online dengan WordPress part 3 selengkapnya!
Pengaturan Tambahan (Additional Settings)
Setelah menyusun struktur utama kursus, Anda dapat melengkapi detail pendukung melalui bagian “Additional” di Course Builder. Bagian ini berfungsi untuk menambahkan berbagai informasi tambahan yang membantu calon peserta memahami isi dan karakteristik kursus Anda secara lebih menyeluruh.
Beberapa informasi yang dapat ditambahkan di antaranya meliputi:
1. What Will I Learn?

Di bagian What Will I Learn, Anda bisa menuliskan manfaat utama dan hasil pembelajaran yang akan diperoleh siswa dari kursus Anda. Gunakan format poin-poin agar informasi lebih mudah dibaca.
Contoh hasil pembelajaran :
- Memahami konsep dasar WordPress sebagai Content Management System (CMS).
- Mengenal tampilan dan fungsi menu utama pada dashboard WordPress.
- Mengelola konten website seperti postingan, halaman, dan media secara efektif.
- Memahami konsep dasar SEO untuk meningkatkan visibilitas situs
Bagian ini membantu calon peserta memahami dengan jelas kompetensi apa saja yang akan mereka kuasai setelah menyelesaikan kursus. Gunakan bahasa yang spesifik, aktif, dan berorientasi hasil agar terlihat profesional dan meyakinkan.
2. Target Audience

Pada bagian Targeted Audience, Anda bisa menjelaskan siapa saja yang menjadi sasaran dari kursus Anda. Misalnya, pelajar, mahasiswa, profesional, atau siapa pun yang ingin mempelajari topik tertentu.
Contoh :
- Mahasiswa yang ingin membangun portofolio website
- Pemilik bisnis kecil yang ingin mengelola situs sendiri
- Freelancer yang ingin menambah skill WordPress
Dengan mencantumkan audiens yang tepat, calon siswa dapat menentukan apakah kursus Anda sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka.
3. Total Course Duration

Pada bagian Total Course Duration, Anda bisa mencantumkan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kursus. Informasi ini membantu siswa mengetahui seberapa besar waktu yang perlu mereka siapkan untuk mengikuti seluruh materi. Durasi dapat ditulis dalam satuan jam dan menit agar lebih jelas dan informatif.
4. Materials Included

Di bagian Materials Included, Anda bisa menambahkan daftar bahan atau sumber daya yang akan diterima siswa selama mengikuti kursus.
Contoh :
- File unduhan (PDF, template, atau e-book)
- Akses ke grup diskusi privat
- Video bonus atau rekaman webinar
- Template desain siap pakai
- atau materi tambahan lainnya.
Dengan mencantumkan hal ini, calon siswa dapat mengetahui nilai tambah yang mereka dapatkan setelah bergabung dalam kursus.
5. Requirements/Instructions

Pada bagian Requirements, Anda bisa memberikan informasi mengenai persyaratan atau instruksi khusus sebelum siswa mengikuti kursus. Misalnya, perangkat lunak yang harus diinstal, kemampuan dasar yang disarankan, atau referensi bacaan pendukung.
Contoh :
- Sudah familiar dengan penggunaan komputer dan internet
- Memiliki akun WordPress dan domain aktif
- Menginstal perangkat lunak seperti XAMPP atau LocalWP
Dengan menambahkan informasi ini, Anda membantu siswa mempersiapkan diri agar dapat belajar dengan maksimal.
Fitur Tambahan (Opsional)
Selain pengaturan di atas, Tutor LMS juga menyediakan beberapa opsi tambahan di bagian ini jika Anda mengaktifkan add-on tertentu, terutama pada versi Tutor LMS Pro. Berikut beberapa diantaranya:
1. Course Prerequisites
Fitur ini memungkinkan Anda menentukan kursus prasyarat yang harus diselesaikan peserta sebelum mengambil kursus lain. Misalnya, siswa harus menyelesaikan kursus “Dasar-Dasar WordPress” terlebih dahulu sebelum dapat mengakses “Optimasi SEO untuk WordPress”. Fitur ini sangat berguna untuk membuat alur pembelajaran bertahap dan menjaga urutan materi tetap logis.
2. Attachments
Dengan fitur ini, Anda dapat menambahkan berbagai file pendukung seperti silabus, panduan belajar, atau template latihan. Contohnya, Anda bisa mengunggah file PDF silabus kursus, cheat sheet plugin, atau contoh dokumen proyek akhir yang bisa diunduh peserta. Hal ini menambah nilai profesional dan mempermudah siswa mempersiapkan diri sebelum mengikuti kelas.
3. Schedule Live Class
Fitur ini memungkinkan Anda menjadwalkan kelas langsung (live class) melalui Zoom atau Google Meet yang terintegrasi langsung di sistem Tutor LMS. Misalnya, Anda bisa mengadakan sesi “Live Q&A Mingguan” atau “Workshop Pembuatan Website Langsung” agar interaksi dengan siswa menjadi lebih aktif. Dengan fitur ini, proses belajar tidak hanya satu arah, tetapi juga interaktif dan real-time.
4. Certificate
Fitur sertifikat memungkinkan Anda memberikan sertifikat otomatis bagi peserta yang berhasil menyelesaikan kursus. Sertifikat ini bisa dikustomisasi dengan nama siswa, nama kursus, dan tanda tangan pengajar. Misalnya, setelah menyelesaikan kursus “Membangun Website WordPress untuk Pemula”, peserta langsung menerima sertifikat digital sebagai bentuk pengakuan resmi atas pencapaian mereka.
Penutup
Sampai di sini, Anda telah menyelesaikan seluruh seri belajar membuat website kursus online dengan WordPress menggunakan plugin Tutor LMS. Mulai dari pengenalan dan instalasi, menyusun struktur pembelajaran, hingga akhirnya melengkapi detail kursus melalui Additional Settings
Saat ini, Anda sudah memiliki pondasi lengkap untuk membuat dan mengelola website kursus online yang profesional berbasis WordPress. Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa membuat kursus online yang terstruktur dan menarik.
Selanjutnya, Anda dapat terus mengembangkan kursus dengan menambahkan fitur lanjutan seperti sertifikat, live class, atau sistem pembayaran otomatis, sesuai kebutuhan bisnis dan gaya pembelajaran Anda.
Terima kasih telah mengikuti seri membuat website kursus online dengan WordPress bersama Rumahweb Indonesia. Semoga tutorial ini membantu Anda mewujudkan impian memiliki platform kursus online profesional.


