Rumahweb Journal
banner - apa itu inode

Apa itu Inode Pada Unlimited Hosting?

Pada layanan Unlimited Hosting (paket Build, Grow dan Bloom) dan Shared Hosting (paket Small, Medium dan Large) di Rumahweb, terdapat satu-satunya batasan yang membatasi penggunaan paket-paket tersebut. Batasan yang dimaksud adalah inode.

“Batas inodes dalam satu akun hosting adalah 250.000. Penambahan file pada akun hosting tidak dapat dilakukan, setelah jumlah inodes mencapai 250.000 dan akan mempengaruhi layanan yang terdapat di dalamnya, termasuk email, website, database, dsb.” Detail informasi terkait hal ini bisa dibaca pada AUP.

Jadi, apa itu inode?

Inode adalah sebuah struktur data yang berisi informasi untuk sebuah objek dari file system (bisa berupa file atau direktori). Sehingga, akan ada sebuah inode untuk setiap file atau direktori yang terdapat pada Linux.

Struktur data pada inode akan digunakan oleh system untuk mengidentifikasi sebuah file atau direktori. Informasi yang tersimpan pada inode berupa :

  • Tipe file
  • Permission
  • Ownership (termasuk grupnya)
  • Ukuran file
  • atime (Access time), mtime (modified time) dan ctime (change time)
  • jumlah softlinks dan/atau hardlinks
  • ACL / Access control list

Oleh manusia, objek dari file system dikenal sebagai nama file atau nama direktori. Sedangkan oleh sistem, objek tersebut dikenal dari inode-nya.

Apa saja yang mempengaruhi jumlah inode di Unlimited Hosting?

Sesuai dengan penjelasan di atas, jumlah inodes sama dengan jumlah file dan direktori yang terdapat pada satu akun. Jika di dalam akun Anda terdapat 2 direktori dengan 10 file , maka Anda menggunakan 12 inodes. Untuk 3 direktori dan 15 file, maka akan ada total 18 inodes. Dan seterusnya.

Pada direktori mana saja inode pada akun hosting akan dihitung?

Hitungan inode akan dilakukan pada home directory akun hosting Anda. File emails, file websites, cache, temporary files yang berada di dalam akun hosting Anda akan dihitung sebagai inode.

Bagaimana cara saya melihat jumlah inode pada akun hosting saya?

Pada cPanel, inode dapat dilihat melalui sidebar sebelah kanan :

cara cek inode di hosting

Apabila Anda membutuhkan detail file atau folder yang memiliki inode paling besar, Anda bisa memanfaatkan fitur Cron Job dan SSH untuk melihat detailnya. Berikut kami sertakan referensi terkait cara menghitung cron job pada cPanel :

Apa yang terjadi ketika penggunaan inode melebihi batas AUP?

  1. Batas inodes dalam satu akun hosting adalah 250.000. Penambahan file pada akun hosting tidak dapat dilakukan, setelah jumlah inodes mencapai 250.000. Ketika Inodes telah mencapai limit, maka akan mempengaruhi layanan yang terdapat di dalamnya, termasuk email, website, database, dsb.
  2. Setelah penggunaan inodes melebihi 75.000, maka akun hosting tidak lagi mendapatkan backup mingguan dari Rumahweb.

Kenapa backup mingguan dinonaktifkan ketika inode mencapai batas tertentu?

Pada cPanel, proses backup berjalan dengan cara :

  1. Menyalin file yang akan dibackup ke direktori lain.
  2. Melakukan compressing data terhadap direktori tersebut. Pada proses compressing data, CPU akan bekerja lebih berat jika jumlah file yang di-compress cukup besar. Sehingga dapat menyebabkan performa server -secara keseluruhan- menjadi menurun.

Backup mingguan hanya akan dijalankan pada akun yang menggunakan disk space lebih kecil dari 5 GB dan atau inodes lebih kecil dari 75.000. Apabila terjadi kerusakan pada server, maka pelanggan dapat kehilangan data dan Rumahweb tidak akan bertanggungjawab atas hal tersebut.

Untuk mencegah terjadinya kehilangan data tersebut, ada dua solusi yang bisa Anda lakukan. Pertama, Anda bisa melakukan upgrade ke layanan Cloud Hosting yang backup datanya terjamin. Atau solusi yang kedua adalah Anda bisa merequest untuk menambahkan fitur “Daily Backup” di hosting Anda. Request ini bisa anda sampaikan ke Dep. Billing kami.

Bagaimana mencegah penggunaan inode melebihi batas?

1. Kontrol penggunaan file dan folder. Pastikan Anda menghapus file atau direktori dan email yang tidak lagi digunakan.
2. Cek penggunaan cache. Apabila aplikasi website Anda menggunakan cache, pastikan Anda (atau script yang Anda gunakan) melakukan purge/pembersihan terhadap cache yang lama dan tidak lagi digunakan oleh website Anda.

Demikian artikel tentang apa itu inode, semoga bermanfaat.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 4 / 5. Vote count: 34

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Rumahweb