{"id":66715,"date":"2026-07-31T08:42:43","date_gmt":"2026-07-31T01:42:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=66715"},"modified":"2026-07-29T08:51:37","modified_gmt":"2026-07-29T01:51:37","slug":"cara-menghapus-nginx-cache-di-cpanel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-menghapus-nginx-cache-di-cpanel\/","title":{"rendered":"Cara Menghapus Nginx Cache di cPanel"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah melakukan perubahan pada website, tetapi tampilan yang muncul tetap sama meskipun halaman sudah di-refresh berkali-kali? Kondisi seperti ini sering terjadi karena Nginx <em>cache <\/em>masih menyimpan versi halaman sebelumnya. Oleh karena itu, menghapus Nginx <em>cache <\/em>menjadi salah satu langkah <em>troubleshooting <\/em>yang sering dilakukan untuk memastikan pengunjung dapat melihat perubahan terbaru pada website.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nginx <em>cache <\/em>memang dirancang untuk meningkatkan performa website dengan menyimpan salinan halaman yang sering diakses. Namun, pada kondisi tertentu <em>cache <\/em>justru perlu dibersihkan agar tidak menampilkan konten yang sudah usang. Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara menghapus Nginx <em>cache <\/em>di cPanel beserta fungsi dan alasan mengapa cache perlu dibersihkan secara berkala.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Nginx Cache?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nginx <em>cache <\/em>adalah fitur pada web server Nginx yang berfungsi menyimpan salinan (<em>cache<\/em>) halaman website, gambar, maupun aset statis lainnya agar dapat disajikan lebih cepat kepada pengunjung. Dengan mekanisme ini, server tidak perlu memproses permintaan yang sama berulang kali sehingga penggunaan CPU, memori, dan database menjadi lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada layanan VPS hosting yang menggunakan Nginx sebagai <strong>reverse proxy<\/strong>, <em>cache <\/em>biasanya dibuat secara otomatis untuk mempercepat waktu muat halaman. Ketika pengunjung mengakses halaman yang sama, Nginx akan menyajikan data dari <em>cache <\/em>tanpa harus meminta ulang ke aplikasi atau server backend.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Nginx Cache<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nginx <em>cache <\/em>memiliki peran penting dalam meningkatkan performa website. Berikut beberapa fungsi utamanya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mempercepat waktu muat website<\/strong> karena halaman dapat disajikan langsung dari cache.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengurangi beban server<\/strong> dengan meminimalkan proses eksekusi aplikasi dan query ke database.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan kemampuan menangani traffic tinggi<\/strong>, terutama ketika banyak pengunjung mengakses halaman yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghemat penggunaan <em>resource <\/em>server<\/strong>, seperti CPU, RAM, dan koneksi database.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan pengalaman pengguna<\/strong> karena halaman website dapat ditampilkan lebih cepat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan berbagai manfaat tersebut, Nginx Cache menjadi salah satu teknologi yang banyak digunakan pada layanan hosting maupun VPS untuk mengoptimalkan performa website.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Nginx Cache Perlu Dibersihkan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun bermanfaat untuk meningkatkan performa website, cache yang tersimpan terlalu lama dapat menyebabkan pengunjung masih melihat versi lama dari sebuah halaman. Hal ini sering terjadi setelah melakukan perubahan pada website, seperti memperbarui tema, mengubah CSS atau JavaScript, memperbarui plugin, maupun mengedit konten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kondisi yang biasanya mengharuskan Anda <strong>menghapus Nginx Cache<\/strong> antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelah melakukan perubahan tampilan website tetapi hasilnya belum terlihat.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah memperbarui plugin, tema, atau aplikasi web.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengubah konfigurasi server atau web server.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketika website masih menampilkan konten lama meskipun data telah diperbarui.<\/li>\n\n\n\n<li>Saat melakukan proses troubleshooting untuk memastikan tidak ada cache lama yang digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan membersihkan cache secara berkala pada kondisi yang tepat, server akan membuat cache baru berdasarkan versi website terbaru sehingga perubahan dapat langsung terlihat oleh pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja NGINX Caching di cPanel<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada layanan VPS hosting yang menggunakan NGINX Caching, NGINX berperan sebagai reverse proxy yang berada di depan Apache. Artinya, setiap permintaan (<em>request<\/em>) dari pengunjung akan diterima terlebih dahulu oleh NGINX sebelum diteruskan ke Apache. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui mekanisme ini, NGINX dapat menyimpan salinan halaman website (<em>cache<\/em>) sehingga halaman yang sama tidak perlu diproses berulang kali oleh Apache maupun PHP. Secara sederhana, berikut cara kerja NGINX Caching di cPanel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengunjung Mengakses Website<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika pengunjung membuka website untuk pertama kali, browser akan mengirimkan permintaan ke server. Permintaan tersebut pertama kali diterima oleh <strong>NGINX<\/strong> sebagai lapisan terdepan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Nginx Meneruskan Permintaan ke Apache<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena halaman tersebut belum tersedia di cache, NGINX akan meneruskan permintaan ke <strong>Apache<\/strong>. Selanjutnya Apache menjalankan aplikasi PHP dan mengambil data yang diperlukan dari database MySQL hingga halaman website berhasil dibuat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Nginx Menyimpan Halaman ke Cache<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Apache selesai memproses halaman, hasilnya dikirim kembali ke NGINX. Sebelum diteruskan ke browser pengunjung, NGINX akan menyimpan salinan halaman tersebut ke dalam cache agar dapat digunakan kembali pada permintaan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pengunjung Berikutnya Dilayani dari Cache<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat halaman yang sama diakses kembali, NGINX akan langsung menyajikan versi yang telah tersimpan di cache tanpa perlu meneruskan permintaan ke Apache maupun menjalankan proses PHP. Cara ini membuat waktu muat website menjadi lebih cepat sekaligus mengurangi beban CPU dan resource server.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Catatan:<\/strong> Karena halaman website disajikan dari cache, perubahan yang baru Anda lakukan pada website tidak selalu langsung terlihat oleh pengunjung. Oleh sebab itu, setelah melakukan pembaruan konten, tema, plugin, atau konfigurasi website, Anda mungkin perlu menghapus NGINX Cache agar server membuat cache baru berdasarkan versi terbaru website.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menghapus Nginx Cache di cPanel<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda mengelola <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/apa-itu-vps\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"apa itu vps\">VPS<\/a> atau <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/dedicated-server-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"dedicated server indonesia\">Dedicated Server<\/a> berbasis Linux dengan akses root SSH, berikut adalah contoh perintah (<em>command<\/em>) dasar NGINX yang paling sering digunakan sehari-hari:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 1. Mengecek Status NGINX<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perintah ini digunakan untuk melihat apakah layanan NGINX di server Anda sedang berjalan (<em>running<\/em>) atau mati (<em>dead<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>systemctl status nginx<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"866\" height=\"257\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31.png\" alt=\"SSH cek service nginx\" class=\"wp-image-66716\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31.png 866w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31-300x89.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31-768x228.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31-370x110.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31-270x80.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31-570x169.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-31-740x220.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 866px) 100vw, 866px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 2. Menghentikan &amp; Menjalankan NGINX<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan perintah ini jika Anda ingin mematikan atau menghidupkan kembali layanan NGINX.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"># Untuk mematikan NGINX<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>systemctl stop nginx<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"923\" height=\"330\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32.png\" alt=\"SSH stop service nginx\" class=\"wp-image-66717\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32.png 923w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32-300x107.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32-768x275.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32-370x132.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32-270x97.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32-570x204.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-32-740x265.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 923px) 100vw, 923px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"># Untuk menyalakan NGINX<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>systemctl start nginx<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"915\" height=\"361\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33.png\" alt=\"SSH start service nginx\" class=\"wp-image-66718\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33.png 915w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33-300x118.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33-768x303.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33-370x146.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33-270x107.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33-570x225.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-33-740x292.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 915px) 100vw, 915px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 3. Restart vs Reload<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang tertukar antara kedua perintah ini. Berikut perbedaan antara restart dan reload.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Restart:<\/strong> Mematikan total lalu menyalakan kembali NGINX. Ini menyebabkan website Anda <em>down<\/em> selama sekian detik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>systemctl restart nginx<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"346\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34-1024x346.png\" alt=\"SSH restart service nginx\" class=\"wp-image-66720\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34-1024x346.png 1024w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34-300x101.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34-768x259.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34-370x125.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34-270x91.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34-570x193.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34-740x250.png 740w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-34.png 1030w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Reload (Direkomendasikan setelah ubah konfigurasi):<\/strong> Memperbarui konfigurasi baru tanpa mematikan NGINX. Pengunjung website tidak akan merasakan interupsi sama sekali.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>systemctl reload nginx<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 4. Hapus Nginx Cache di cPanel<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghapus cache pada cpanel Anda dapat login dan akses terlebih dahulu pada halaman cpanel yang Anda kelola. Kemudian pada sisi kanan terdapat fitur disable dan clear cache nginx seperti berikut :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"539\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-1024x539.png\" alt=\"menghapus nginx cache di cpanel\" class=\"wp-image-66721\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-1024x539.png 1024w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-300x158.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-768x404.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-1536x809.png 1536w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-370x195.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-270x142.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-570x300.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35-740x390.png 740w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-35.png 1620w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun jika Anda memiliki akses root pada server yang menggunakan NGINX, Anda dapat menjalankan <em>command <\/em>berikut :\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Bersihkan isi folder cache Nginx<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>rm -rf \/var\/cache\/nginx\/*<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika menggunakan cPanel Nginx plugin resmi (ea-nginx):<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>rm -rf \/var\/cache\/ea-nginx-cache\/*<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Restart\/reload service Nginx<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>systemctl reload nginx<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"992\" height=\"431\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36.png\" alt=\"SSH clear cache nginx\" class=\"wp-image-66719\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36.png 992w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36-300x130.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36-768x334.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36-370x161.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36-270x117.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36-570x248.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-36-740x322.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 992px) 100vw, 992px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah beberapa pertanyaan popular tentang Nginx cache. <\/p>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Kapan NGINX Cache perlu dihapus?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">NGINX Cache sebaiknya dihapus setiap kali Anda melakukan perubahan pada website, seperti memperbarui konten, mengubah tema, menginstal atau memperbarui plugin, maupun melakukan perubahan konfigurasi server. Dengan begitu, pengunjung akan langsung melihat versi terbaru dari website.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Apakah menghapus NGINX Cache akan menghapus data website?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Tidak. Menghapus NGINX Cache hanya membersihkan file cache yang disimpan oleh web server. Seluruh data website, database, maupun file aplikasi tetap aman dan tidak akan terhapus.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Mengapa perubahan website belum terlihat meskipun NGINX Cache sudah dihapus?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Selain NGINX Cache, perubahan website juga dapat dipengaruhi oleh cache browser, cache plugin WordPress, atau layanan CDN seperti Cloudflare. Jika perubahan belum terlihat, coba bersihkan seluruh lapisan cache tersebut, kemudian lakukan <em>hard refresh<\/em> pada browser.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Apakah menghapus NGINX Cache dapat memengaruhi performa website?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Ya, tetapi hanya bersifat sementara. Setelah cache dihapus, server akan membuat cache baru ketika halaman pertama kali diakses sehingga waktu muat halaman mungkin sedikit lebih lambat. Setelah cache terbentuk kembali, performa website akan kembali optimal.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penutup<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghapus Nginx <em>cache <\/em>merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga agar website selalu menampilkan konten terbaru sekaligus mempertahankan performa server. Pada artikel ini, Anda telah mempelajari cara kerja Nginx <em>caching <\/em>di cPanel, alasan cache perlu dibersihkan, serta beberapa metode untuk melakukan <em>clear cache<\/em>, baik melalui dashboard cPanel maupun menggunakan akses SSH.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila website Anda menggunakan layanan VPS dengan Nginx, lakukan pembersihan <em>cache <\/em>setiap kali selesai melakukan perubahan pada website agar pengunjung dapat melihat versi terbaru tanpa kendala. Dengan didukung layanan <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/vps-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"vps murah\">VPS KVM<\/a> dari Rumahweb, Anda juga dapat memanfaatkan fitur Nginx <em>caching<\/em> untuk menghadirkan website yang lebih cepat, stabil, dan optimal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah melakukan perubahan pada website, tetapi tampilan yang muncul tetap sama meskipun halaman sudah di-refresh berkali-kali? Kondisi seperti ini sering terjadi karena Nginx cache masih menyimpan versi halaman sebelumnya. Oleh karena itu, menghapus Nginx cache menjadi salah satu langkah troubleshooting yang sering dilakukan untuk memastikan pengunjung dapat melihat perubahan terbaru pada website. Nginx cache memang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":351,"featured_media":66908,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[695],"tags":[62,18,1148,2669],"class_list":["post-66715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-cpanel","tag-cache","tag-cpanel","tag-nginx","tag-nginx-cache"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 4.9.10 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Pelajari cara menghapus Nginx Cache di cPanel melalui dashboard maupun SSH agar perubahan website langsung terlihat dan performa server tetap optimal.\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Alfian Fandi Wicaksono\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"wPstUwU5246IbK_1PqwGrc1LoSDnB-9rPbcT8_vSNgQ\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"hapus nginx cache,cara hapus nginx cache,hapus nginx cache cpanel,cache,cpanel,nginx,nginx cache\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-menghapus-nginx-cache-di-cpanel\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 4.9.10\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_Id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumahweb Journal \u2013 Panduan Website, Hosting, dan Server\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menghapus Nginx Cache di cPanel \u2013 Rumahweb\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari cara menghapus Nginx Cache di cPanel melalui dashboard maupun SSH agar perubahan website langsung terlihat dan performa server tetap optimal.\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-menghapus-nginx-cache-di-cpanel\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Menghapus-Nginx-Cache-di-cPanel.webp\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Menghapus-Nginx-Cache-di-cPanel.webp\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-31T01:42:43+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-29T01:51:37+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/RumahwebIndonesia\/\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@rumahwebtweet\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Cara Menghapus Nginx Cache di cPanel \u2013 Rumahweb\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Pelajari cara menghapus Nginx Cache di cPanel melalui dashboard maupun SSH agar perubahan website langsung terlihat dan performa server tetap optimal.\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@rumahwebtweet\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Menghapus-Nginx-Cache-di-cPanel.webp\" \/>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Cara Menghapus Nginx Cache di cPanel \u2013 Rumahweb","description":"Pelajari cara menghapus Nginx Cache di cPanel melalui dashboard maupun SSH agar perubahan website langsung terlihat dan performa server tetap optimal.","canonical_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-menghapus-nginx-cache-di-cpanel\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"hapus nginx cache,cara hapus nginx cache,hapus nginx cache cpanel,cache,cpanel,nginx,nginx cache","webmasterTools":{"google-site-verification":"wPstUwU5246IbK_1PqwGrc1LoSDnB-9rPbcT8_vSNgQ","miscellaneous":""},"schema":null,"og:locale":"id_Id","og:site_name":"Rumahweb Journal \u2013 Panduan Website, Hosting, dan Server","og:type":"article","og:title":"Cara Menghapus Nginx Cache di cPanel \u2013 Rumahweb","og:description":"Pelajari cara menghapus Nginx Cache di cPanel melalui dashboard maupun SSH agar perubahan website langsung terlihat dan performa server tetap optimal.","og:url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-menghapus-nginx-cache-di-cpanel\/","og:image":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Menghapus-Nginx-Cache-di-cPanel.webp","og:image:secure_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Menghapus-Nginx-Cache-di-cPanel.webp","og:image:width":1200,"og:image:height":630,"article:published_time":"2026-07-31T01:42:43+00:00","article:modified_time":"2026-07-29T01:51:37+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/RumahwebIndonesia\/","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@rumahwebtweet","twitter:title":"Cara Menghapus Nginx Cache di cPanel \u2013 Rumahweb","twitter:description":"Pelajari cara menghapus Nginx Cache di cPanel melalui dashboard maupun SSH agar perubahan website langsung terlihat dan performa server tetap optimal.","twitter:creator":"@rumahwebtweet","twitter:image":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Menghapus-Nginx-Cache-di-cPanel.webp"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"66715","title":"#post_title #separator_sa Rumahweb","description":"Pelajari cara menghapus Nginx Cache di cPanel melalui dashboard maupun SSH agar perubahan website langsung terlihat dan performa server tetap optimal.","keywords":[{"label":"hapus nginx cache","value":"hapus nginx cache"},{"label":"cara hapus nginx cache","value":"cara hapus nginx cache"},{"label":"hapus nginx cache cpanel","value":"hapus nginx cache cpanel"}],"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"menghapus nginx cache","score":91,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":3},"keyphraseInURL":{"score":5,"maxScore":5,"error":0},"keyphraseInIntroduction":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInSubHeadings":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseInImageAlt":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"Article","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","location":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"schemas":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":{"subject":"","preview":"","content":""},"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2026-07-24 12:29:06","updated":"2026-07-31 01:45:37","seo_analyzer_scan_date":null},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/351"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66715"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66715\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66909,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66715\/revisions\/66909"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}