{"id":65774,"date":"2026-07-17T09:39:30","date_gmt":"2026-07-17T02:39:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=65774"},"modified":"2026-07-21T08:33:58","modified_gmt":"2026-07-21T01:33:58","slug":"cara-install-git-di-ubuntu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-install-git-di-ubuntu\/","title":{"rendered":"Cara Install Git di Ubuntu beserta Konfigurasi Dasarnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Git telah menjadi salah satu tools yang hampir selalu digunakan dalam proses pengembangan aplikasi modern. Mulai dari mengelola perubahan kode, berkolaborasi dengan tim, hingga mengambil (<em>clone<\/em>) repository dari GitHub atau GitLab, semuanya memerlukan Git agar proses pengembangan berjalan lebih terstruktur. Oleh karena itu, <strong>install Git di Ubuntu<\/strong> menjadi salah satu langkah awal yang sebaiknya dilakukan sebelum mulai mengembangkan maupun mengelola sebuah proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Git berhasil diinstal, masih ada beberapa konfigurasi dasar yang perlu dilakukan, seperti mengatur nama pengguna, alamat email, hingga konfigurasi bawaan lainnya. Pengaturan ini bertujuan agar Git siap digunakan untuk melakukan <em>commit<\/em>, <em>push<\/em>, maupun berbagai aktivitas pengelolaan repository.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel ini, kami akan membahas cara install Git di Ubuntu beserta konfigurasi dasarnya secara lengkap. Anda akan mempelajari proses instalasi, konfigurasi awal yang direkomendasikan, hingga cara memastikan Git telah berhasil dipasang dan siap digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persiapan Instalasi Git di Server<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum menginstal Git, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar proses instalasi berjalan lancar. Pada panduan ini, kami menggunakan layanan <strong><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/vps-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">VPS KVM<\/a><\/strong> Rumahweb dengan sistem operasi Ubuntu sebagai lingkungan percobaan. Anda juga dapat mengikuti langkah-langkah yang sama pada server Ubuntu lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut spesifikasi minimum yang disarankan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sistem operasi Ubuntu 20.04 LTS atau 22.04 LTS (64-bit)<\/li>\n\n\n\n<li>RAM minimal 512 MB (1 GB direkomendasikan)<\/li>\n\n\n\n<li>Ruang penyimpanan minimal 10 GB<\/li>\n\n\n\n<li>Akses sebagai pengguna <strong>root<\/strong> atau pengguna yang memiliki hak <strong>sudo<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Catatan:<\/strong> Git merupakan aplikasi yang ringan sehingga tidak memerlukan spesifikasi server yang tinggi. Sebagian besar paket VPS Rumahweb sudah cukup untuk menjalankan Git.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Update <em>Package <\/em>dan <strong><em>dependencies<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum memasang Git, pastikan sistem operasi telah diperbarui dan seluruh paket dasar yang dibutuhkan tersedia. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko kegagalan instalasi akibat paket yang sudah usang atau dependensi yang belum terpasang.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke VPS menggunakan akun <strong>root<\/strong> melalui SSH atau VNC. Jika belum mengetahui caranya, silakan baca panduan berikut:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Login VPS melalui <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-login-vps-ssh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">SSH<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Melalui <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/apa-itu-vnc-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">VNC<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Perbarui daftar paket serta instal pembaruan yang tersedia dengan menjalankan perintah berikut:<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo apt update &amp;&amp; sudo apt upgrade<\/code><\/pre>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Selanjutnya, instal beberapa paket pendukung (<em>dependencies<\/em>) yang umum digunakan saat mengelola Git maupun repositori melalui HTTPS.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo apt install -y curl wget apt-transport-https ca-certificates gnupg software-properties-common lsb-release\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penjelasan Masing-masing Dependensi<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun Git dapat diinstal secara langsung, ada beberapa paket pendukung (dependensi dasar) yang umum dibutuhkan di lingkungan server, terutama jika nantinya Git digunakan untuk mengakses repositori melalui protokol HTTPS atau jika ingin menambahkan repositori pihak ketiga (PPA). Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>curl<\/strong> : Alat untuk melakukan transfer data melalui URL (HTTP\/HTTPS\/FTP). Sering digunakan untuk mengunduh skrip instalasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>wget<\/strong> : Alat pengunduh berkas dari internet melalui terminal. Alternatif dari curl.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>apt-transport-https<\/strong>&nbsp; : Memungkinkan APT mengunduh paket melalui protokol HTTPS (lebih aman). Pada Ubuntu 20.04 ke atas paket ini umumnya sudah terintegrasi, namun tetap dipasang sebagai jaminan kompatibilitas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>ca-certificates<\/strong> : Kumpulan sertifikat otoritas (CA) agar sistem dapat memverifikasi koneksi SSL\/TLS. Penting saat melakukan&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>git clone<\/strong>&nbsp;: perintah Git yang digunakan untuk menyalin seluruh repository (proyek) dari server remote (seperti GitHub atau GitLab) ke direktori lokal di komputer via protokol HTTPS.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>gnupg<\/strong>&nbsp; : Alat enkripsi dan verifikasi tanda tangan digital, dibutuhkan saat menambahkan kunci (key) repositori pihak ketiga.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>software-properties-common<\/strong> : library Ubuntu\/Debian yang menyediakan utilitas inti untuk manajemen repositori perangkat lunak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>add-apt-repository<\/strong>&nbsp;: digunakan untuk menambahkan <em>Personal Package Archive<\/em> (PPA)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>lsb-release<\/strong> : Alat untuk menampilkan informasi rilis\/distribusi Linux.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paket-paket tersebut berfungsi untuk mendukung proses instalasi, mengelola repositori perangkat lunak, memverifikasi koneksi HTTPS, hingga menambahkan repositori pihak ketiga apabila nantinya Anda ingin menggunakan versi Git yang lebih baru.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelah proses instalasi selesai, pastikan beberapa paket utama telah tersedia dengan menjalankan perintah berikut:<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>curl --version\nwget --version\ngpg --version<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-64.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"752\" height=\"589\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-64.png\" alt=\"cek versi curl, wget, dan gpg\" class=\"wp-image-65810\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-64.png 752w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-64-300x235.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-64-370x290.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-64-270x211.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-64-570x446.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-64-740x580.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 752px) 100vw, 752px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila masing-masing perintah menampilkan informasi versi, berarti seluruh dependensi utama telah berhasil dipasang dan server siap untuk proses instalasi Git pada langkah berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Install Git di Ubuntu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat dua metode Install Git di Ubuntu. <strong>Metode A<\/strong> adalah cara paling sederhana dan direkomendasikan untuk sebagian besar kebutuhan. <strong>Metode B<\/strong> bersifat opsional, digunakan jika membutuhkan versi Git yang paling baru. Berikut penjelasan masing-masing metodenya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Metode A: Install Git di Ubuntu via Repositori Resmi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Git tersedia langsung di repositori resmi Ubuntu, sehingga cukup dijalankan satu perintah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo apt install -y git<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-65.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"472\" height=\"127\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-65.png\" alt=\"install git di ubuntu via repositori resmi\" class=\"wp-image-65811\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-65.png 472w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-65-300x81.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-65-370x100.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-65-270x73.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-65-470x127.png 470w\" sizes=\"auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut versi Git bawaan repositori resmi:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Versi Ubuntu<\/strong><\/td><td><strong>Versi Git (kurang lebih)<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Ubuntu 20.04 LTS<\/td><td>Git 2.25.x<\/td><\/tr><tr><td>Ubuntu 22.04 LTS<\/td><td>Git 2.34.x<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Versi tersebut sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan umum seperti clone, pull, push, branch, dan merge.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Metode B: Install Git di Ubuntu Versi Terbaru via PPA git-core (Opsional)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dibutuhkan versi Git yang paling baru, Anda dapat menggunakan PPA resmi yang dikelola oleh tim official Git untuk Ubuntu. Berikut langkah-langkahnya. <\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tambahkan repository PPA menggunakan <em>command <\/em>berikut:&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo add-apt-repository ppa:git-core\/ppa -y<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"764\" height=\"181\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2.png\" alt=\"menambah repository ppa git-core\" class=\"wp-image-65798\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2.png 764w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2-300x71.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2-370x88.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2-270x64.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2-570x135.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2-740x175.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 764px) 100vw, 764px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perintah add-apt-repository tersedia karena paket software-properties-common sudah dipasang pada Tahap 3.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Perbarui paket dengan <em>command <\/em>berikut:&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo apt update<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-56.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"565\" height=\"82\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-56.png\" alt=\"perbarui package ubuntu setelah menambah repository ppa\" class=\"wp-image-65799\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-56.png 565w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-56-300x44.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-56-370x54.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-56-270x39.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 565px) 100vw, 565px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Install git di Ubuntu melalui PPA menggunakan <em>command<\/em> berikut:&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo apt install -y git<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"951\" height=\"280\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03.png\" alt=\"install git via ppa git-core\" class=\"wp-image-65797\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03.png 951w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03-300x88.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03-768x226.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03-370x109.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03-270x79.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03-570x168.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0f7364d8-3175-4f8a-807d-cd912077fd03-740x218.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 951px) 100vw, 951px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Git sudah terpasang sebelumnya melalui Metode A, perintah ini akan otomatis meng-upgrade Git ke versi terbaru dari PPA.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Cek Versi Git<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah instalasi git selesai, Anda dapat melakukan pengecekan versi git menggunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git --version<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"254\" height=\"68\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/4.png\" alt=\"memeriksa versi git\" class=\"wp-image-65800\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh hasil:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">git version 2.50.1<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika versi Git tampil, instalasi dinyatakan <strong>berhasil<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memeriksa Lokasi Binary Git<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memastikan Git terpasang pada lokasi standar sistem, silakan dapat menggunakan <em>command <\/em>berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>which git<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-57.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"242\" height=\"98\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-57.png\" alt=\"memeriksa likasi binary git\" class=\"wp-image-65801\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keluaran yang diharapkan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\/usr\/bin\/git<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Konfigurasi Awal Git<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum digunakan, Git perlu dikonfigurasi dengan identitas pengguna. Identitas ini akan tercatat pada setiap commit yang dibuat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengatur Identitas (Nama dan Email)&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda perlu mengatur nama dan email agar setiap perubahan (commit) yang Anda lakukan pada proyek dapat dilacak dan diidentifikasi dengan jelas. Konfigurasi awal Git untuk menentukan identitas dilakukan menggunakan perintah git config.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat dua hal yang perlu diatur, yaitu nama dan email. Berikut adalah command untuk mengatur nama dan email :<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git config --global user.name \"Nama Anda\"\n\ngit config --global user.email \"email@contoh.com\"<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-58.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"543\" height=\"62\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-58.png\" alt=\"mengatur identitas git, seperti nama dan email\" class=\"wp-image-65802\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-58.png 543w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-58-300x34.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-58-370x42.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-58-270x31.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 543px) 100vw, 543px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Opsi &#8211;global berarti konfigurasi berlaku untuk seluruh repositori milik user tersebut di server. Konfigurasi disimpan di berkas ~\/.gitconfig.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengatur Default Branch<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Default branch (cabang bawaan) adalah cabang pertama yang aktif saat repositori baru dibuat atau ketika orang lain mengkloning proyek Anda. Biasanya, cabang ini menjadi target utama untuk pull request dan menyimpan kode yang stabi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara historis, Git menggunakan nama master sebagai cabang default. Namun, komunitas pengembang kini lebih banyak beralih menggunakan main sebagai standar baru. Anda juga bisa menamainya dengan istilah lain yang disesuaikan dengan alur kerja (seperti production atau development)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut command yang digunakan untuk mengatur default branch dan diubah menjadi main<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git config --global init.defaultBranch main<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-59.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"478\" height=\"40\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-59.png\" alt=\"mengatur default branch git\" class=\"wp-image-65803\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-59.png 478w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-59-300x25.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-59-370x31.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-59-270x23.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-59-470x40.png 470w\" sizes=\"auto, (max-width: 478px) 100vw, 478px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Mengatur Text Editor Default<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Text `Editor digunakan Git saat menulis pesan commit interaktif. Ada beberapa aplikasi yang bisa dipakai seperti vscode, notepad, sublimte text, nano (terminal), tetapi karena git ini diinstall di server dengan sistem operasi ubuntu berbasis cli, maka dari itu kita menggunakan nano sebagai editor defaultnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengatur text editor default menggunakan nano silakan jalankan command berikut :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git config --global core.editor nano<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-60.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"424\" height=\"48\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-60.png\" alt=\"mengatur text editor default untuk git\" class=\"wp-image-65804\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-60.png 424w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-60-300x34.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-60-370x42.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-60-270x31.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 424px) 100vw, 424px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Melihat Seluruh Konfigurasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah beberapa konfigurasi diatas selesai diatur, melihat konfigurasi yang telah diatur tadi dapat dilakukan dengan menjalankan command berikut :<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git config --list<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-61.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"326\" height=\"126\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-61.png\" alt=\"melihat seluruh konfigurasi yang dilakukan pada git\" class=\"wp-image-65805\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-61.png 326w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-61-300x116.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-61-270x104.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 326px) 100vw, 326px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengujian Fungsi Dasar Git<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memastikan Git berfungsi penuh, lakukan pengujian sederhana dengan membuat repositori lokal dan melakukan commit pertama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Membuat Repositori Percobaan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Membuat folder tempat repositori nanti akan dibuat dengan command berikut :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mkdir ~\/test-git<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Masuk ke folder yang telah dibuat dengan command berikut : <\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>cd ~\/test-git<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Membuat folder test-git tadi sebagai folder repository baru dengan command berikut :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git init<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut hasil dari melakukan beberapa command di atas&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-62.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"524\" height=\"122\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-62.png\" alt=\"percobaan membuat repositori pada git yang sudah diinstall\" class=\"wp-image-65806\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-62.png 524w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-62-300x70.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-62-370x86.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-62-270x63.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 524px) 100vw, 524px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Melakukan <\/strong><em>Commit <\/em><strong>Pertama<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Commit adalah perintah dalam Git yang berfungsi untuk menyimpan atau merekam cuplikan (snapshot) perubahan pada proyek. Perubahan direkam dalam commit adalah segala perubahan yang dilakukan setelah commit sebelumnya dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal mengenai commit ini akan sering kita lakukan pada part part selanjutnya, dan akan kami jelaskan lebih detail lagi, tetapi untuk sekarang kita hanya perlu melakukan satu commit dahulu untuk pengetesan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Skenario commit pertama kali ini kita akan membuat file README.md dan memasukan file ini kedalam repository agar terekam pada commit. File tidak akan terbaca direpository kalau tidak ditambahkan ke repository meskipun sudah ada di dalam folder repository.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Membuat file bernama README.md dan mengisi file tersebut dengan kata Pengujian Instalasi Git, lakukan command berikut :&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>echo \"Pengujian instalasi Git\" &gt; README.md<\/code><\/pre>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Memasukan file README.md ke dalam repository dengan command berikut :<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git add README.md<\/code><\/pre>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Melakukan commit dan menamai commit yang dilakukan dengan command berikut :&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git commit -m \"Commit pertama: pengujian instalasi Git\"<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah melakukan beberapa command diatas, tampian yang muncul seperti ini  <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-55.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"647\" height=\"132\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-55.png\" alt=\"melakukan commit pertama setelah git terinstall dan repository telah dibuat\" class=\"wp-image-65779\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-55.png 647w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-55-300x61.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-55-370x75.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-55-270x55.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-55-570x116.png 570w\" sizes=\"auto, (max-width: 647px) 100vw, 647px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ingin memeriksa riwayat commit yang dilakukan, gunakan command berikut :<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>git log --oneline<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-63.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"533\" height=\"73\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-63.png\" alt=\"melihat riwayat commit yang dilakukan\" class=\"wp-image-65808\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-63.png 533w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-63-300x41.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-63-370x51.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-63-270x37.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 533px) 100vw, 533px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika commit berhasil tercatat, Git sudah <strong>terpasang dan berfungsi dengan baik<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Install Git di Ubuntu merupakan langkah awal yang penting sebelum mulai mengelola proyek menggunakan sistem <em>version control<\/em>. Setelah proses instalasi selesai, jangan lupa melakukan konfigurasi dasar, seperti mengatur nama pengguna, alamat email, dan pengaturan awal lainnya agar Git siap digunakan dalam proses pengembangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan Git yang telah terpasang dan dikonfigurasi dengan benar, Anda dapat mengelola perubahan kode secara lebih terstruktur, berkolaborasi dengan tim, serta terhubung dengan layanan repository seperti GitHub maupun GitLab. Selanjutnya, Anda dapat mulai mempelajari berbagai perintah dasar Git untuk mendukung alur kerja pengembangan yang lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar proses pengembangan berjalan optimal, pastikan Anda juga menggunakan layanan VPS yang stabil dan memiliki performa yang baik. Dengan dukungan infrastruktur yang andal, seperti <strong><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/vps-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"vps indonesia\">VPS Indonesia<\/a> <\/strong>dari Rumahweb, Anda dapat menginstal Git, menjalankan berbagai tools pengembangan, serta mengelola proyek dengan lebih nyaman dan aman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Git telah menjadi salah satu tools yang hampir selalu digunakan dalam proses pengembangan aplikasi modern. Mulai dari mengelola perubahan kode, berkolaborasi dengan tim, hingga mengambil (clone) repository dari GitHub atau GitLab, semuanya memerlukan Git agar proses pengembangan berjalan lebih terstruktur. Oleh karena itu, install Git di Ubuntu menjadi salah satu langkah awal yang sebaiknya dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":352,"featured_media":66558,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[2646,1155,2647],"class_list":["post-65774","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-web-programming","tag-belajar-git","tag-git","tag-tutorial-git"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Pelajari cara install Git di Ubuntu beserta konfigurasi dasarnya, mulai dari cara install, pengaturan user, hingga verifikasi agar Git siap digunakan.\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Edi Purnomo\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"wPstUwU5246IbK_1PqwGrc1LoSDnB-9rPbcT8_vSNgQ\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"install git di ubuntu,cara install git ubuntu,belajar git,git,tutorial git\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-install-git-di-ubuntu\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_Id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumahweb Journal \u2013 Panduan Website, Hosting, dan Server\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Install Git di Ubuntu beserta Konfigurasi Dasarnya\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari cara install Git di Ubuntu beserta konfigurasi dasarnya, mulai dari cara install, pengaturan user, hingga verifikasi agar Git siap digunakan.\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-install-git-di-ubuntu\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Install-Git-di-Ubuntu.webp\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Install-Git-di-Ubuntu.webp\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"631\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-17T02:39:30+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-21T01:33:58+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/RumahwebIndonesia\/\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@rumahwebtweet\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Cara Install Git di Ubuntu beserta Konfigurasi Dasarnya\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Pelajari cara install Git di Ubuntu beserta konfigurasi dasarnya, mulai dari cara install, pengaturan user, hingga verifikasi agar Git siap digunakan.\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@rumahwebtweet\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Install-Git-di-Ubuntu.webp\" \/>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Cara Install Git di Ubuntu beserta Konfigurasi Dasarnya","description":"Pelajari cara install Git di Ubuntu beserta konfigurasi dasarnya, mulai dari cara install, pengaturan user, hingga verifikasi agar Git siap digunakan.","canonical_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-install-git-di-ubuntu\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"install git di ubuntu,cara install git ubuntu,belajar git,git,tutorial git","webmasterTools":{"google-site-verification":"wPstUwU5246IbK_1PqwGrc1LoSDnB-9rPbcT8_vSNgQ","miscellaneous":""},"schema":null,"og:locale":"id_Id","og:site_name":"Rumahweb Journal \u2013 Panduan Website, Hosting, dan Server","og:type":"article","og:title":"Cara Install Git di Ubuntu beserta Konfigurasi Dasarnya","og:description":"Pelajari cara install Git di Ubuntu beserta konfigurasi dasarnya, mulai dari cara install, pengaturan user, hingga verifikasi agar Git siap digunakan.","og:url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-install-git-di-ubuntu\/","og:image":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Install-Git-di-Ubuntu.webp","og:image:secure_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Install-Git-di-Ubuntu.webp","og:image:width":1200,"og:image:height":631,"article:published_time":"2026-07-17T02:39:30+00:00","article:modified_time":"2026-07-21T01:33:58+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/RumahwebIndonesia\/","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@rumahwebtweet","twitter:title":"Cara Install Git di Ubuntu beserta Konfigurasi Dasarnya","twitter:description":"Pelajari cara install Git di Ubuntu beserta konfigurasi dasarnya, mulai dari cara install, pengaturan user, hingga verifikasi agar Git siap digunakan.","twitter:creator":"@rumahwebtweet","twitter:image":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Banner-Cara-Install-Git-di-Ubuntu.webp"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"65774","title":null,"description":"Pelajari cara install Git di Ubuntu beserta konfigurasi dasarnya, mulai dari cara install, pengaturan user, hingga verifikasi agar Git siap digunakan.","keywords":[{"label":"install git di ubuntu","value":"install git di ubuntu"},{"label":"cara install git ubuntu","value":"cara install git ubuntu"}],"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"Install Git di Ubuntu","score":88},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"Article","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","location":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"schemas":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":{"subject":"","preview":"","content":""},"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2026-06-23 11:05:45","updated":"2026-08-04 09:57:15","seo_analyzer_scan_date":null,"focus_keyword":"Install Git di Ubuntu","additional_keywords":null,"truseo_locale":null},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65774","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/352"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65774"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65774\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65774"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65774"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65774"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}