{"id":63606,"date":"2026-05-13T08:02:00","date_gmt":"2026-05-13T01:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=63606"},"modified":"2026-05-12T16:06:56","modified_gmt":"2026-05-12T09:06:56","slug":"cara-membuat-database-session-di-laravel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-membuat-database-session-di-laravel\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Database Session di Laravel"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam proses pengembangan aplikasi web, menjaga sesi pengguna tetap stabil menjadi hal yang penting, terutama ketika aplikasi mulai digunakan oleh banyak user. Karena itulah, mengetahui cara membuat database <em>session <\/em>di Laravel menjadi penting, agar penyimpanan <em>session <\/em>menjadi lebih terpusat dan tidak hanya bergantung pada file bawaan server.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara <em>default<\/em>, Laravel menyimpan session menggunakan file driver. Namun, metode ini terkadang kurang ideal untuk aplikasi yang membutuhkan skalabilitas, <em>monitoring<\/em>, maupun sinkronisasi session antar server. Dengan menggunakan database <em>session<\/em>, data seperti status login dan aktivitas pengguna dapat disimpan langsung ke tabel database sehingga lebih mudah dikelola dan dipantau.<\/p>\n\n\n\n<p>Di artikel ini, kita akan membahas cara membuat database <em>session <\/em>di Laravel, mulai dari konfigurasi driver, pembuatan tabel <em>session<\/em>, hingga proses implementasinya pada aplikasi Laravel.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa fungsi database <em>session <\/em>di Laravel?<\/h2>\n\n\n\n<p>Database <em>session <\/em>di Laravel adalah metode penyimpanan <em>session <\/em>pengguna langsung ke dalam tabel database. Berbeda dengan <em>session <\/em>bawaan yang menyimpan data dalam bentuk file di server, metode ini membuat pengelolaan <em>session <\/em>menjadi lebih terpusat dan mudah dipantau.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan database <em>session <\/em>sangat cocok untuk aplikasi dengan skala yang lebih besar, terutama yang berjalan pada beberapa server sekaligus. Saat pengguna login, data session akan disimpan ke database sehingga status login tetap konsisten meskipun pengguna diarahkan ke server yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain membantu menjaga stabilitas <em>session<\/em>, metode ini juga memudahkan developer untuk memantau, mengelola, atau menghentikan <em>session <\/em>pengguna tertentu secara lebih spesifik ketika diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membuat database <em>session <\/em>di Laravel<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk membuat database session di Laravel, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan koneksi database aplikasi sudah berjalan dengan baik, baik menggunakan MySQL maupun database lainnya. Setelah itu, ubah session driver Laravel menjadi <code>database<\/code> pada file <code>.env<\/code> seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>SESSION_DRIVER=database<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Jika Anda menggunakan Laravel versi 10 ke atas, tabel session biasanya sudah tersedia secara default di folder <code>database\/migrations\/<\/code>. Namun, pada Laravel versi di bawah 10, Anda perlu membuat migration tabel session secara manual menggunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>php artisan session:table<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, jalankan proses migrasi agar tabel session dibuat di database:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>php artisan migrate<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, silahkan untuk menjalankan <code>php artisan migrate<\/code> untuk membuat table pada database anda.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"472\" height=\"502\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-5.png\" alt=\"Hasil Migration data ke mysql\" class=\"wp-image-63607\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-5.png 472w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-5-282x300.png 282w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-5-370x394.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-5-270x287.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Setelah menjalankan PHP artisan migrate, selanjutnya kita perlu membuat <em>controller <\/em>dengan perintah berikut melalui terminal.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code><em>php artisan make:controller<\/em> SessionUIController<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Lalu, masukan script berikut pada file controlernya. <\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;?php\n\nnamespace App\\Http\\Controllers;\n\nuse Illuminate\\Http\\Request;\n\nclass SessionUIController extends Controller\n{\n    public function index () {\n        $namaSesi = session()-&gt;get('pengguna', 'Belum ada data sesi');\n        return view ('session-ui', compact ('namaSesi'));\n    }\n\n    public function store (Request $request) {\n        $request-&gt;validate(&#91;\n            'nama_pengguna' =&gt;'required|string|max:255'\n        ]);\n\n        session()-&gt;put('pengguna', $request-&gt;input('nama_pengguna'));\n        return redirect()-&gt;back()-&gt;with('status','Sukses membuat database session, dan di simpan di database');\n    }\n\n    public function destroy () {\n        session()-&gt;forget('pengguna');\n        return redirect()-&gt;back()-&gt;with('status','Session database berhasil dihapus');\n    }\n}<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Pada controller tersebut, <code>public function index<\/code> digunakan untuk menampilkan data session yang sudah tersimpan. Jika belum ada data <em>session<\/em>, maka aplikasi akan menampilkan informasi bahwa data session belum tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, <code>public function store<\/code> berfungsi untuk menyimpan data <em>session <\/em>ke tabel <code>sessions<\/code>. Pada contoh ini, data yang disimpan berupa string dengan panjang maksimal 255 karakter, kemudian sistem akan mengembalikan status atau pesan sesuai proses yang dijalankan melalui <code>return redirect<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan <code>public function destroy<\/code> digunakan untuk menghapus <em>session <\/em>yang sedang aktif. Function ini juga akan membuat session ID baru sehingga session lama tidak dapat digunakan kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah proses pembuatan controller selesai, langkah berikutnya adalah membuat route. Di Laravel, route berfungsi untuk mengatur alur request URL dan menghubungkan halaman yang diakses pengguna ke controller, view, atau logic tertentu di dalam aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;?php\n\nuse Illuminate\\Support\\Facades\\Route;\nuse App\\Http\\Controllers\\SessionUIController;\n\nRoute::get('\/tes-sesi', &#91;SessionUIController::class, 'index']) &gt;name('sesi.index');\nRoute::post('\/tes-sesi\/simpan', &#91;SessionUIController::class,'store']) &gt;name('sesi.store');\nRoute::post('\/tes-sesi\/hapus', &#91;SessionUIController::class,'destroy'])-&gt;name('sesi.destroy');\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membuat Tampilan View dan Menampilkan Notifikasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Buat file baru pada <em>resources\/views<\/em> dengan nama file <em>session-ui.blade.php<\/em> atau bisa disesuaikan dengan keinginan.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;!DOCTYPE html&gt;\n&lt;html lang=\"id\"&gt;\n&lt;head&gt;\n    &lt;meta charset=\"UTF-8\"&gt;\n    &lt;meta name=\"viewport\" content=\"width=device-width, initial-scale=1.0\"&gt;\n    &lt;title&gt;Uji Coba Database Session&lt;\/title&gt;\n    &lt;style&gt;\n        body { font-family: Arial, sans-serif; background-color: #f4f7f6; padding: 50px; }\n        .container { max-width: 500px; margin: 0 auto; background: white; padding: 30px; border-radius: 8px; box-shadow: 0 4px 8px rgba(0,0,0,0.1); }\n        .alert { padding: 10px; background-color: #d4edda; color: #155724; border-radius: 4px; margin-bottom: 20px; }\n        .session-box { padding: 15px; background-color: #e2e3e5; border-radius: 4px; margin-bottom: 20px; font-weight: bold; text-align: center; }\n        input&#91;type=\"text\"] { width: 100%; padding: 10px; margin-bottom: 15px; border: 1px solid #ccc; border-radius: 4px; box-sizing: border-box; }\n        button { padding: 10px 15px; border: none; border-radius: 4px; cursor: pointer; font-weight: bold; }\n        .btn-save { background-color: #007bff; color: white; }\n        .btn-delete { background-color: #dc3545; color: white; width: 100%; margin-top: 10px;}\n    &lt;\/style&gt;\n&lt;\/head&gt;\n&lt;body&gt;\n\n&lt;div class=\"container\"&gt;\n    &lt;h2&gt;Manajemen Sesi Database&lt;\/h2&gt;\n\n    @if(session('status'))\n        &lt;div class=\"alert\"&gt;\n            {{ session('status') }}\n        &lt;\/div&gt;\n    @endif\n\n    &lt;div class=\"session-box\"&gt;\n        Data Sesi Saat Ini:&lt;br&gt;\n        &lt;span style=\"font-size: 24px; color: #333;\"&gt;{{ $namaSesi }}&lt;\/span&gt;\n    &lt;\/div&gt;\n\n    &lt;form action=\"{{ route('sesi.store') }}\" method=\"POST\"&gt;\n        @csrf\n        &lt;label for=\"nama_pengguna\"&gt;Masukkan Nama Baru:&lt;\/label&gt;\n        &lt;input type=\"text\" id=\"nama_pengguna\" name=\"nama_pengguna\" placeholder=\"Ketik nama Anda di sini...\" required&gt;\n        &lt;button type=\"submit\" class=\"btn-save\"&gt;Simpan ke Sesi&lt;\/button&gt;\n    &lt;\/form&gt;\n\n    &lt;form action=\"{{ route('sesi.destroy') }}\" method=\"POST\"&gt;\n        @csrf\n        &lt;button type=\"submit\" class=\"btn-delete\"&gt;Hapus Data Sesi&lt;\/button&gt;\n    &lt;\/form&gt;\n&lt;\/div&gt;\n\n&lt;\/body&gt;\n&lt;\/html&gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengujian<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah seluruh kode berhasil disusun, langkah terakhir adalah melakukan pengujian untuk memastikan flash <em>session <\/em>berfungsi sebagaimana mestinya. Jalankan server lokal Anda dengan perintah <code>php artisan serve<\/code>, kemudian akses URL tutorial melalui <em>browser<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"936\" height=\"426\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6.png\" alt=\"Tampilan Cek sesi membuat sesi dan menghapus sesi\" class=\"wp-image-63608\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6.png 936w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6-300x137.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6-768x350.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6-370x168.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6-270x123.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6-570x259.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-6-740x337.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Kita cek juga didatabase apakah data sesinya terbuat dengan baik atau tidak, jika berhasil maka tersimpan di database seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"936\" height=\"166\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7.png\" alt=\"Sesi berhasil dibuat dan masuk di table session - Membuat Database Session di Laravel\" class=\"wp-image-63609\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7.png 936w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-300x53.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-768x136.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-370x66.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-270x48.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-570x101.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-740x131.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah itu kita coba hapus data sesi, apakah di database idnya berubah atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"936\" height=\"338\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8.png\" alt=\"Klik hapus data sesi\" class=\"wp-image-63610\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8.png 936w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-300x108.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-768x277.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-370x134.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-270x98.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-570x206.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-740x267.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"936\" height=\"424\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.png\" alt=\"Data Sesi Berhasil dihapus\" class=\"wp-image-63611\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.png 936w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9-300x136.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9-768x348.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9-370x168.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9-270x122.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9-570x258.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9-740x335.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Kemudian silahkan cek pada database apakah id datanya berubah atau tidak, jika berubah maka itu sudah benar untuk function sebelumnya yang kita buat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"936\" height=\"184\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10.png\" alt=\"ID sesi berubah di table session\" class=\"wp-image-63612\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10.png 936w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-300x59.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-768x151.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-370x73.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-270x53.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-570x112.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-740x145.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Sampai tahap pengujian ini, Anda seharusnya sudah memahami fungsi database session di Laravel dan bagaimana mekanisme penyimpanannya bekerja. Mungkin Anda juga menyadari bahwa data session tidak langsung terhapus dari database setelah proses logout dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini sebenarnya normal karena data session tersebut masih dapat digunakan sebagai kebutuhan log atau riwayat aktivitas pengguna. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena session ID pengguna akan berubah setelah logout sehingga session lama sudah tidak lagi aktif dan tidak dapat digunakan kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Mekanisme ini sangat berguna jika Anda ingin mengembangkan fitur seperti riwayat login\/logout pengguna, monitoring perangkat yang digunakan, atau kebutuhan autentikasi lainnya pada aplikasi Laravel.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p>Menggunakan database <em>session <\/em>di Laravel dapat membantu membuat aplikasi lebih stabil, mudah dipantau, dan lebih siap digunakan pada server berskala besar. Karena data <em>session <\/em>tersimpan langsung di database, proses <em>monitoring <\/em>maupun pengelolaan <em>session <\/em>pengguna juga menjadi lebih mudah dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat pengguna <em>logout<\/em>, Laravel tidak selalu langsung menghapus data <em>session <\/em>dari database. Sistem biasanya akan membuat <em>session <\/em>ID baru sehingga <em>session <\/em>lama tidak lagi aktif dan tetap aman digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian pembahasan tentang cara membuat database <em>session <\/em>di Laravel. Jika aplikasi mulai berkembang dan digunakan oleh banyak pengguna, pastikan juga menggunakan server yang sesuai agar performa aplikasi tetap optimal. Semoga artikel ini bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam proses pengembangan aplikasi web, menjaga sesi pengguna tetap stabil menjadi hal yang penting, terutama ketika aplikasi mulai digunakan oleh banyak user. Karena itulah, mengetahui cara membuat database session di Laravel menjadi penting, agar penyimpanan session menjadi lebih terpusat dan tidak hanya bergantung pada file bawaan server. Secara default, Laravel menyimpan session menggunakan file driver. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":357,"featured_media":64331,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[135,796,1572],"class_list":{"0":"post-63606","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-web-programming","8":"tag-database","9":"tag-laravel","10":"tag-session"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/357"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63606"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64341,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63606\/revisions\/64341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}