{"id":63358,"date":"2026-05-15T09:00:00","date_gmt":"2026-05-15T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=63358"},"modified":"2026-05-12T16:34:56","modified_gmt":"2026-05-12T09:34:56","slug":"apa-itu-virsh-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/apa-itu-virsh-adalah\/","title":{"rendered":"Apa itu Virsh? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Saat mengelola server virtual berbasis KVM, banyak administrator membutuhkan cara yang cepat dan efisien untuk mengatur VPS tanpa bergantung pada tampilan grafis. Virsh adalah salah satu <em>tools <\/em>penting yang sering digunakan karena mampu menjalankan berbagai perintah manajemen virtualisasi langsung melalui terminal.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Virsh merupakan utilitas <em>command line<\/em> yang menjadi bagian dari libvirt dan digunakan untuk mengelola virtual machine, jaringan virtual, storage, hingga status hypervisor pada sistem Linux.<\/p>\n\n\n\n<p>Di artikel ini, kita akan membahas pengertian Virsh, fungsi utamanya, serta contoh cara menggunakannya agar lebih mudah dipahami, baik oleh pemula maupun administrator server.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Virsh?<\/h2>\n\n\n\n<p>Virsh adalah utilitas berbasis <em>command line<\/em> yang digunakan untuk mengelola lingkungan virtualisasi melalui libvirt di sistem Linux. <em>Tool <\/em>ini memungkinkan administrator server menjalankan berbagai perintah untuk membuat, menyalakan, mematikan, memantau, hingga mengatur konfigurasi mesin virtual (<em>virtual machine<\/em> \/ VM) langsung dari terminal.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Virsh berfungsi sebagai <em>interface <\/em>teks untuk berkomunikasi dengan layanan libvirt. Karena itu, Virsh banyak digunakan pada server berbasis KVM (<em>Kernel-based Virtual Machine<\/em>), meskipun juga dapat mendukung teknologi virtualisasi lain yang kompatibel dengan libvirt.<\/p>\n\n\n\n<p>Penjelasan sederhana tentang Virsh adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Virsh &gt; Libvirt &gt; KVM &gt; VM<\/pre>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Virsh <\/strong>= Tool CLI untuk akses libvirt<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Libvirt <\/strong>= Engine untuk mengelola KVM<\/li>\n\n\n\n<li><strong>KVM <\/strong>= Teknologi Virtualisasi<\/li>\n\n\n\n<li><strong>VM <\/strong>= Virtual Machine (VPS)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bagi pengguna <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/vps-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"vps murah\">VPS KVM<\/a> atau <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/dedicated-server\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"dedicated server\">dedicated server<\/a>, Virsh menjadi pilihan populer karena ringan, cepat, dan tidak membutuhkan interface grafis. <em>Tool <\/em>ini sangat cocok digunakan untuk pengelolaan server jarak jauh melalui SSH, terutama pada lingkungan produksi yang mengutamakan efisiensi <em>resource<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Utama Virsh<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagai tool manajemen virtualisasi berbasis <em>command line<\/em>, <strong>Virsh<\/strong> memiliki banyak fungsi penting untuk membantu administrator mengelola VM dengan lebih efisien. Hampir seluruh aktivitas dasar hingga lanjutan pada lingkungan KVM dapat dilakukan langsung melalui terminal.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa fungsi utama Virsh:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengelola Status Virtual Machine<\/strong>: Virsh dapat digunakan untuk menyalakan, mematikan, restart, suspend, maupun melanjutkan kembali VM yang sedang berjalan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Melihat Daftar dan Informasi VM<\/strong>: Anda bisa menampilkan daftar seluruh VM aktif maupun nonaktif, lengkap dengan status masing-masing.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Membuat dan Menghapus Virtual Machine<\/strong>: Virsh mendukung proses pembuatan VM baru dari file konfigurasi XML, serta menghapus VM yang sudah tidak digunakan lagi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengelola Snapshot dan Backup<\/strong>: Virsh memungkinkan Anda membuat snapshot backup sebelum update sistem atau perubahan besar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengatur <em>Resource <\/em>Server<\/strong>: Administrator dapat mengubah alokasi CPU, RAM, storage, maupun network interface pada VM sesuai kebutuhan workload yang berjalan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Monitoring <\/em>dan <em>Troubleshooting<\/em><\/strong>: Virsh menyediakan informasi penggunaan <em>resource<\/em>, log status, serta koneksi hypervisor sehingga memudahkan proses analisis saat terjadi kendala.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Otomasi Melalui <em>Script<\/em><\/strong>: Karena berbasis <em>command line<\/em>, Virsh sangat cocok digunakan dalam script Bash, cron job, maupun sistem automasi untuk mengelola banyak VM sekaligus.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh.webp\" alt=\"Fungsi Utama Virsh adalah\" class=\"wp-image-64350\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh.webp 800w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh-300x200.webp 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh-768x512.webp 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh-370x247.webp 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh-270x180.webp 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh-570x380.webp 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ilustrasi-Fungsi-Utama-Virsh-740x493.webp 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Dengan berbagai fungsi tersebut, Virsh menjadi tool penting bagi administrator yang ingin mengelola virtualisasi Linux secara cepat, ringan, dan fleksibel tanpa bergantung pada panel grafis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Install Virsh<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum menggunakan Virsh, Anda perlu memasang paket <strong>libvirt-client<\/strong> atau paket sejenis yang menyediakan utilitas command line Virsh. Proses instalasinya cukup mudah dan dapat dilakukan sesuai distribusi Linux yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Install Virsh di Ubuntu \/ Debian<\/h3>\n\n\n\n<p>Jalankan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo apt update\nsudo apt install libvirt-clients -y<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Setelah proses selesai, cek apakah Virsh sudah terpasang:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh --version<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Jika berhasil, sistem akan menampilkan versi Virsh yang terinstal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Install Virsh di CentOS \/ AlmaLinux \/ Rocky Linux<\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo dnf install libvirt-client -y<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Pada versi lama CentOS, Anda juga bisa menggunakan:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo yum install libvirt-client -y<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Lalu cek versinya:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh --version<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menjalankan Service Libvirt<\/h2>\n\n\n\n<p>Agar Virsh dapat terhubung ke hypervisor lokal, pastikan layanan libvirt aktif:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo systemctl enable --now libvirtd<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Pada beberapa distro terbaru, nama servicenya bisa berbeda, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo systemctl enable --now virtqemud<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Verifikasi Koneksi Virsh<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah instalasi selesai, uji koneksi dengan perintah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh list --all<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Jika berhasil, sistem akan menampilkan daftar virtual machine yang tersedia, atau tabel kosong jika belum ada VM.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menggunakan Virsh<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum menggunakan Virsh, pastikan server telah terinstall KVM dan Libvirt dengan status aktif.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, install Virsh menggunakan perintah :<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo apt-get install virsh<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Hubungkan ke kvm. Ini bisa lokal, atau bahkan jauh (remote). Dalam kebanyakan kasus, jika ingin mengelola VM yang berjalan di KVM lokal maka perintahnya :<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>$ virsh connect qemu:\/\/\/system<br \/>Connecting to uri: qemu:\/\/\/system<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Setelah terhubung ke kvm, tes perintah virsh seperti contoh dibawah ini :<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>$ virsh list\n Id Name                 State\n----------------------------------\n  1 foo                  running<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Pada contoh diatas, terdapat satu VM dengan nama foo dengan status running.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Perintah Virsh Untuk Mengelola KVM<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa perintah virsh yang berguna dan harus diketahui oleh setiap administrator sistem.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Manajemen VM<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Melihat daftar VM yang aktif<\/h4>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh list<br \/>virsh list --all<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh list\n Id     Name     State\n--------------------------\n 1      VM1   running\n 2      VM2   running\n 12     VM3   running\n\n\n# virsh list --all\n Id     Name     State\n--------------------------\n 84   VM1   running\n 85   VM2   running\n -    VM3   shut off\n -    VM4   shut off<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Tambahkan &#8211;all untuk melihat semua VM termasuk yang tidak aktif<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menjalankan \/ menghentikan VM<\/h4>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh start vm1<br \/>virsh shutdown vm1<br \/>virsh reboot vm1<br \/>virsh reset vm1<br \/>virsh destroy vm1<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh shutdown VM1\nDomain 'VM1' is being shutdown\n\n# virsh list --all | grep VM1\n -      VM1   shut off\n\n# virsh start VM1\nDomain 'VM1' started\n\n# virsh list --all | grep VM1\n 2216   VM1   running\n\n# virsh reboot VM1\nDomain 'VM1' is being rebooted<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Penjelasan sederhana untuk perintah-perintah diatas.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>shutdown = seperti klik Shutdown pada PC, menghentikan\/stop vm dengan aman<\/li>\n\n\n\n<li>reboot = seperti klik Restart pada PC, menghentikan\/stop vm dengan aman dan melakukan start<\/li>\n\n\n\n<li>reset = seperti tekan tombol Reset pada PC, bertujuan untuk melakukan stop vm dengan paksa dengan resiko kehilangan data\/korup. Perintah ini disarankan hanya dilakukan ketika vm mengalami hang dan tidak bisa dilakukan shutdown\/reboot<\/li>\n\n\n\n<li>destroy = cabut kabel listrik langsung. Perintah ini untuk memaksa mematikan\/stop vm. mirip dengan perintah reset tetapi vm tidak dinyalakan lagi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Suspend \/ Resume VM<\/h4>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh suspend vm1<br \/>virsh resume vm1<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh suspend VM1\nDomain 'VM1' suspended\n\n# virsh list --all | grep VM1\n 2216   VM1   paused\n\n# virsh resume VM1\nDomain 'VM1' resumed\n\n# virsh list --all | grep VM1\n 2216   VM1   running<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Autostart VM<\/h4>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh autostart vm1<br \/>virsh autostart vm1 --disable<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh autostart VM1\nDomain 'VM1' marked as autostarted\n\n# virsh autostart VM1 --disable\nDomain 'MV1' unmarked as autostarted<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Perintah autostart digunakan untuk mengatur apakah sebuah VM akan otomatis menyala saat host (server) booting<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Monitoring &amp; Informasi VM<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Info umum <strong>VM<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh dominfo vm1<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh dominfo VM1\nId:             2216\nName:           VM1\nUUID:           b0170c7f-723d-443c-9695-xxxxxxxx\nOS Type:        hvm\nState:          running\nCPU(s):         2\nCPU time:       734.8s\nMax memory:     4194304 KiB\nUsed memory:    4194304 KiB\nPersistent:     yes\nAutostart:      disable\nManaged save:   no\nSecurity model: none\nSecurity DOI:   0<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Perintah dominfo digunakan untuk melihat informasi detail sebuah VM seperti status VM, CPU, RAM, dan konfigurasi lain seperti Autostart.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Statistik VM<\/h4>\n\n\n\n<p>virsh domstate vm1<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh domstate VM1\nrunning<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Digunakan untuk melihat status (state) VM secara singkat<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh domstats vm1<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh domstats VM1\nDomain: 'VM1'\n  state.state=1\n  state.reason=5\n  cpu.time=930232274665\n  cpu.user=629660000000\n  cpu.system=300560000000\n  cpu.cache.monitor.count=0\n  cpu.haltpoll.success.time=976711656\n  cpu.haltpoll.fail.time=8409214271\n  balloon.current=4194304\n  balloon.maximum=4194304\n  balloon.swap_in=0\n  balloon.swap_out=0\n  balloon.major_fault=0\n  balloon.minor_fault=0\n  balloon.unused=3740976\n  balloon.available=3904340\n  balloon.usable=3627616\n  balloon.last-update=1776140516\n  balloon.disk_caches=134000\n  balloon.hugetlb_pgalloc=0\n  balloon.hugetlb_pgfail=0\n  balloon.rss=1283764\n  vcpu.current=2\n  vcpu.maximum=2\n  vcpu.0.state=1\n  vcpu.0.time=144470000000\n  vcpu.0.wait=0<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Digunakan untuk melihat statistik performa VM secara detail (lebih teknis dibanding dominfo)<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh cpu-stats vm1<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh cpu-stats VM1\nCPU0:\n        cpu_time            32.964561065 seconds\n        vcpu_time           26.069632448 seconds\nCPU1:\n        cpu_time             7.527186122 seconds\n        vcpu_time            6.974434889 seconds\nCPU2:\n        cpu_time            34.620942406 seconds\n        vcpu_time           27.784880035 seconds\nCPU3:\n        cpu_time             6.202301868 seconds\n        vcpu_time            5.585880040 seconds\nCPU4:\n        cpu_time            24.501090288 seconds\n        vcpu_time           18.939569736 seconds\nCPU5:\n        cpu_time             4.373740198 seconds\n        vcpu_time            3.793086923 seconds\nCPU6:\n        cpu_time            34.335071667 seconds\n        vcpu_time           27.429221376 seconds<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Digunakan untuk melihat statistik penggunaan CPU dari sebuah VM secara lebih spesifik per vCPU.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh dommemstat vm1<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh dommemstat VM1\nactual 4194304\nswap_in 0\nswap_out 0\nmajor_fault 0\nminor_fault 0\nunused 3740976\navailable 3904340\nusable 3627616\nlast_update 1776140516\ndisk_caches 134000\nhugetlb_pgalloc 0\nhugetlb_pgfail 0\nrss 1287876<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Digunakan untuk melihat statistik penggunaan memori (RAM) pada VM<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Resource VM<\/h4>\n\n\n\n<p>virsh domblkinfo vm1 vda<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh domblkinfo v20587 vda\nCapacity:       85899345920\nAllocation:     10413273088\nPhysical:       10412490752<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Digunakan untuk melihat informasi disk (block device) yang terpasang pada VM.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Konfigurasi VM<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Definisi VM<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>virsh define vm.xml<\/strong> : Digunakan untuk mendaftarkan (define) VM ke dalam libvirt dari file konfigurasi XML<\/li>\n\n\n\n<li><strong>virsh undefine vm1<\/strong> : digunakan untuk menghapus definisi (konfigurasi) VM dari libvirt.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Edit konfigurasi VM<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>virsh edit vm1<\/strong> : Digunakan untuk mengedit konfigurasi VM (domain) dalam format XML secara langsung (dengan default menggunakan editor vi).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Dump XML config<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>virsh dumpxml vm1 &gt; vm1.xml<\/strong> : Digunakan untuk menyimpan konfigurasi VM ke file XML.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Misc \/ Utility<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">virsh help<\/h4>\n\n\n\n<p>Digunakan untuk menampilkan daftar semua perintah yang tersedia beserta deskripsinya.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>virsh uri<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># virsh uri\nqemu:\/\/\/system<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>virsh uri digunakan untuk menampilkan URI (Uniform Resource Identifier) dari koneksi libvirt yang sedang digunakan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dari contoh diatas menandakan :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>qemu &gt; hypervisor yang digunakan (KVM\/QEMU)<\/li>\n\n\n\n<li>system &gt; koneksi ke level system (butuh root)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p>Virsh adalah tool <em>command line<\/em> yang sangat membantu administrator server dalam mengelola mesin virtual berbasis libvirt secara lebih cepat dan efisien. Melalui satu interface CLI, Anda dapat menjalankan berbagai kebutuhan virtualisasi mulai dari monitoring, konfigurasi, kontrol VM, hingga automasi pengelolaan server.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami cara kerja dan penggunaan virsh, proses manajemen virtualisasi dapat menjadi lebih sederhana, fleksibel, dan mudah dikontrol, terutama pada lingkungan server Linux dan VPS yang membutuhkan efisiensi serta stabilitas tinggi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat mengelola server virtual berbasis KVM, banyak administrator membutuhkan cara yang cepat dan efisien untuk mengatur VPS tanpa bergantung pada tampilan grafis. Virsh adalah salah satu tools penting yang sering digunakan karena mampu menjalankan berbagai perintah manajemen virtualisasi langsung melalui terminal. Selain itu, Virsh merupakan utilitas command line yang menjadi bagian dari libvirt dan digunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":324,"featured_media":64309,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[177],"tags":[44,2627,321],"class_list":{"0":"post-63358","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-vps","8":"tag-linux","9":"tag-virsh","10":"tag-vps"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/324"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63358"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64352,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63358\/revisions\/64352"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}