{"id":62740,"date":"2026-03-24T13:14:56","date_gmt":"2026-03-24T06:14:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=62740"},"modified":"2026-04-13T15:53:11","modified_gmt":"2026-04-13T08:53:11","slug":"belajar-javascript-dasar-part-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/belajar-javascript-dasar-part-4\/","title":{"rendered":"Belajar Javascript Dasar Part 4 \u2013\u00a0 Mengenal Tipe Data"},"content":{"rendered":"\n<p>Di seri belajar JavaScript <strong><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/belajar-javascript-dasar-part-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Part 3<\/a><\/strong>, kita sudah membahas tentang variabel dan bagaimana cara menyimpan data menggunakan <code>let<\/code> dan <code>const<\/code>. Nah, di seri belajar JavaScript dasar part 4 ini, kita akan lanjut ke topik penting lainnya yaitu tipe data dalam JavaScript.<\/p>\n\n\n\n<p>Tipe data menentukan jenis nilai yang bisa disimpan dalam sebuah variabel, seperti angka, teks, atau nilai logika. Dengan memahami tipe data, kamu akan lebih mudah mengolah data, menghindari error, dan menulis kode yang lebih efektif. <\/p>\n\n\n\n<p>Di modul ini, kita akan bahas berbagai jenis tipe data di JavaScript lengkap dengan contoh sederhana agar kamu bisa langsung memahaminya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Tipe Data dalam JavaScript?<\/h2>\n\n\n\n<p>Tipe data adalah jenis nilai yang bisa disimpan di dalam sebuah variabel. Setiap data yang kamu gunakan di JavaScript, seperti angka, teks, atau nilai benar\/salah, semuanya memiliki tipe masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami tipe data itu penting karena JavaScript akan memperlakukan setiap tipe data dengan cara yang berbeda. Misalnya, angka bisa digunakan untuk perhitungan, sedangkan string digunakan untuk menampilkan teks. Dengan memahami tipe data, kamu bisa menghindari error dan menulis kode yang lebih tepat sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Tipe Data di JavaScript<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara umum, tipe data di JavaScript dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu <em>primitive <\/em>dan non-<em>primitive <\/em>(<em>reference<\/em>). Tipe data <em>primitive <\/em>merupakan tipe data dasar yang menyimpan nilai secara langsung, seperti angka atau teks. Sedangkan tipe data non-primitive digunakan untuk menyimpan data yang lebih kompleks, seperti kumpulan data atau objek.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai developer JavaScript, ada beberapa tipe data dasar yang perlu kamu pahami karena akan sering digunakan saat membuat program, seperti string, number, boolean, serta nilai kosong seperti null dan <em>undefined<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, JavaScript juga memiliki tipe data lain yang lebih <em>advanced<\/em>. Namun, di tahap awal ini kita akan fokus dulu pada tipe data yang paling umum digunakan. Yuk, kita bahas satu per satu!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tipe Data Primitive<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut penjelasan tipe data primitive dalam belajar JavaScript yang perlu kamu pahami:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">String<\/h3>\n\n\n\n<p>String adalah tipe data yang digunakan untuk merepresentasikan teks atau kumpulan karakter. Untuk membuat String menggunakan <em>single quote<\/em> <strong>\u2018 \u2018&nbsp; <\/strong>atau bisa <em>double quote<\/em> <strong>\u201c \u201c<\/strong> ataupun <em>backticks<\/em><strong><em> <\/em>` `<\/strong> . Dalam penggunaannya, ketiganya sama saja. Yang terpenting adalah konsisten dalam penggunaan jumlah petik awal dan akhirnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>let nama = \"Rumahweb Indonesia\";\nlet alamat = 'Yogyakarta, Jl. Sidomulyo No. 6 Condong Catur Depok, Sleman, Yogyakarta 55281 ';\n\nconsole.log(nama);\nconsole.log(alamat);<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"673\" height=\"165\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image1.png\" alt=\"Tipe Data String\" class=\"wp-image-62745\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image1.png 673w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image1-300x74.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image1-370x91.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image1-270x66.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image1-570x140.png 570w\" sizes=\"auto, (max-width: 673px) 100vw, 673px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Biasanya <em>string <\/em>digunakan untuk mengisi form yang berupa karakter, misal penulisan nama, alamat, detail pesan, dan semua yang mengandung teks.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Number<\/h3>\n\n\n\n<p>Number adalah tipe data yang digunakan untuk menampung data yang berupa angka. Di Javascript, tipe data number digunakan untuk menampung bilangan bulat dan juga bilangan desimal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>let umur = 21;\nlet tinggi = 173.5;\n\nconsole.log(umur);\nconsole.log(tinggi);<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"777\" height=\"144\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2.png\" alt=\"Belajar Javascript Dasar Part 4 - Tipe Data Number\" class=\"wp-image-62746\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2.png 777w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2-300x56.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2-768x142.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2-370x69.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2-270x50.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2-570x106.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image2-740x137.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 777px) 100vw, 777px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Boolean<\/h3>\n\n\n\n<p>Boolean adalah tipe data yang hanya memiliki nilai <em>true <\/em>atau <em>false<\/em>. Jadi nilainya kalau bukan benar ya salah. Hanya dua pilihan itu saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya tipe data boolean digunakan untuk logika kondisi dalam suatu program .<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>let sudahLogin = true;\nlet isAdmin = false;\n\nconsole.log(sudahLogin);\nconsole.log(isAdmin);<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Berikut ini contoh penggunaan boolean untuk suatu kondisi<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>let sudahLogin = true;\n\nif (sudahLogin) {\n&nbsp; console.log(\"Selamat datang di halaman Portal Pelanggan Rumahweb!\");\n}<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"736\" height=\"164\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image3.png\" alt=\"Tipe Data Bolean\" class=\"wp-image-62747\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image3.png 736w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image3-300x67.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image3-370x82.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image3-270x60.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Belajar-Javascript-Dasar-Part-4-\u2013-Tipe-Data-image3-570x127.png 570w\" sizes=\"auto, (max-width: 736px) 100vw, 736px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Kosong (null dan undefined)<\/h3>\n\n\n\n<p>Di javascript, ada 2 nilai yang menggambarkan bahwa nilainya adalah kosong. 2 nilai tersebut adalah null dan undefined.&nbsp; Keduanya mungkin hampir terlihat sama, namun sebenarnya berbeda. Mari kita mempelajarinya: <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">undefined<\/h4>\n\n\n\n<p>Variabel sudah dibuat, namun belum diisi dengan nilai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>let nama;\n\nconsole.log(nama); \/\/ undefined<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">null&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Null menandakan bahwa data masih kosong.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>let dataUser = null;\n\nconsole.log(dataUser);<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tipe Data Non-<em>Primitive <\/em>(<em>Reference<\/em>)<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain tipe data primitive, JavaScript juga memiliki tipe data non-primitive atau sering disebut reference type. Berbeda dengan primitive yang menyimpan nilai secara langsung, tipe data ini menyimpan referensi (acuan) ke sebuah data.<\/p>\n\n\n\n<p>Tipe data non-primitive biasanya digunakan untuk menyimpan data yang lebih kompleks, seperti kumpulan data atau struktur yang memiliki banyak nilai.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh tipe data non-primitive yang sering digunakan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Object<\/strong>: digunakan untuk menyimpan data dalam bentuk pasangan <em>key<\/em> dan <em>value<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Array<\/strong>: digunakan untuk menyimpan kumpulan data dalam satu variabel<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Function<\/strong>: juga termasuk object di JavaScript, dan bisa disimpan dalam variabel<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Contoh sederhana:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>let user = {\n  name: \"Lutfi\",\n  age: 25\n};\n\nlet angka = &#91;1, 2, 3, 4];\n\nfunction sayHello() {\n  console.log(\"Hello!\");\n}<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Dengan tipe data ini, kamu bisa mengelola data yang lebih kompleks dan terstruktur dibandingkan tipe data sederhana.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengetahui Tipe Data di JavaScript<\/h2>\n\n\n\n<p>Saat kamu sedang belajar atau <em>debugging<\/em>, penting untuk mengetahui tipe data dari sebuah variabel. Di JavaScript, kamu bisa menggunakan operator <code>typeof<\/code> untuk mengecek tipe data.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh penggunaannya:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>let nama = \"Lutfi\";\nlet umur = 20;\nlet isLogin = true;\n\nconsole.log(typeof nama);   \/\/ string\nconsole.log(typeof umur);   \/\/ number\nconsole.log(typeof isLogin); \/\/ boolean<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Operator <code>typeof<\/code> akan mengembalikan tipe data dalam bentuk string, seperti <code>\"string\"<\/code>, <code>\"number\"<\/code>, atau <code>\"boolean\"<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada sedikit hal yang perlu diperhatikan. Untuk beberapa tipe data seperti <code>null<\/code> dan <code>array<\/code>, hasilnya bisa sedikit membingungkan:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>console.log(typeof null);   \/\/ object (ini memang behavior bawaan JavaScript)\nconsole.log(typeof &#91;1,2,3]); \/\/ object<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Karena itu, untuk mengecek apakah sebuah data adalah array, kamu bisa menggunakan cara lain seperti:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Array.isArray(&#91;1,2,3]); \/\/ true<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Dengan memahami cara mengecek tipe data, kamu bisa lebih mudah menghindari error dan memastikan data yang digunakan sudah sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Di JavaScript, tipe data menjadi dasar penting dalam mengelola dan memproses data di dalam program. Secara umum, tipe data dibagi menjadi dua kategori, yaitu primitive dan non-primitive (<em>reference<\/em>). Tipe data primitive seperti <em>string<\/em>, <em>number<\/em>, dan <em>boolean<\/em> digunakan untuk menyimpan nilai sederhana, sedangkan tipe data non-primitive seperti <em>object<\/em> dan <em>array<\/em> digunakan untuk data yang lebih kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami jenis-jenis tipe data serta cara mengeceknya menggunakan <code>typeof<\/code>, kamu bisa menulis kode yang lebih tepat, menghindari error, dan lebih mudah saat melakukan debugging. Jadi, pastikan kamu benar-benar memahami konsep ini sebelum lanjut ke materi berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di seri belajar JavaScript selanjutnya, kita akan membahas topik yang nggak kalah penting, yaitu <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/belajar-javascript-dasar-part-5\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">mengubah tipe data<\/a>. Jadi, jangan sampai ketinggalan dan terus ikuti seri belajar JavaScript dari Rumahweb untuk meningkatkan skill kamu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Quiz<\/h2>\n\n\n\n<p>Yuk, coba kuis belajar JavaScript Part 4 tentang tipe data berikut untuk menguji pemahaman kamu!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"quiz-wrapper\">\n\n  <div id=\"progress\">Progress: 0 \/ 3<\/div>\n\n  <!-- Quiz 1 -->\n  <div class=\"quiz-box\">\n    <p><strong>Quiz 1:<\/strong> Manakah yang termasuk tipe data primitive?<\/p>\n    <button onclick=\"answer(this, true)\">string<\/button>\n    <button onclick=\"answer(this, false)\">array<\/button>\n    <button onclick=\"answer(this, false)\">object<\/button>\n    <p class=\"result\"><\/p>\n  <\/div>\n\n  <!-- Quiz 2 -->\n  <div class=\"quiz-box\">\n    <p><strong>Quiz 2:<\/strong> Apa hasil dari <code>typeof 10<\/code>?<\/p>\n    <button onclick=\"answer(this, true)\">number<\/button>\n    <button onclick=\"answer(this, false)\">integer<\/button>\n    <button onclick=\"answer(this, false)\">float<\/button>\n    <p class=\"result\"><\/p>\n  <\/div>\n\n  <!-- Quiz 3 -->\n  <div class=\"quiz-box\">\n    <p><strong>Quiz 3:<\/strong> Manakah cara yang benar untuk mengecek array?<\/p>\n    <button onclick=\"answer(this, true)\">Array.isArray(data)<\/button>\n    <button onclick=\"answer(this, false)\">typeof data === &#8220;array&#8221;<\/button>\n    <button onclick=\"answer(this, false)\">data.type === &#8220;array&#8221;<\/button>\n    <p class=\"result\"><\/p>\n  <\/div>\n\n  <div id=\"score-box\"><\/div>\n\n<\/div>\n\n<style>\n.quiz-box {\n  border: 1px solid #e5e7eb;\n  border-radius: 12px;\n  padding: 16px;\n  margin-bottom: 20px;\n  background: #f9fafb;\n}\n\n.quiz-box button {\n  display: block;\n  margin: 6px 0;\n  padding: 8px 12px;\n  border-radius: 8px;\n  border: none;\n  background: #e5e7eb;\n  cursor: pointer;\n}\n\n.quiz-box button:hover {\n  background: #d1d5db;\n}\n\n.result {\n  margin-top: 10px;\n  font-weight: bold;\n}\n\n.correct {\n  color: green;\n}\n\n.wrong {\n  color: red;\n}\n\n#score-box {\n  margin-top: 20px;\n  padding: 12px;\n  border-radius: 10px;\n  background: #eef2ff;\n}\n<\/style>\n\n<script>\nlet totalAnswered = 0;\nlet score = 0;\n\nfunction answer(btn, isCorrect) {\n  const quiz = btn.parentElement;\n\n  if (quiz.classList.contains(\"answered\")) return;\n\n  quiz.classList.add(\"answered\");\n\n  const buttons = quiz.querySelectorAll(\"button\");\n  const result = quiz.querySelector(\".result\");\n\n  buttons.forEach(b => {\n    b.disabled = true;\n    b.style.opacity = \"0.6\";\n  });\n\n  btn.style.opacity = \"1\";\n\n  if (isCorrect) {\n    result.innerHTML = \"Jawaban benar\";\n    result.className = \"result correct\";\n    score++;\n  } else {\n    result.innerHTML = \"Jawaban salah\";\n    result.className = \"result wrong\";\n  }\n\n  totalAnswered++;\n\n  document.getElementById(\"progress\").innerHTML =\n    \"Progress: \" + totalAnswered + \" \/ 3\";\n\n  if (totalAnswered === 3) {\n    let message = \"\";\n\n    if (score === 3) message = \"Hasil sangat baik, kamu sudah paham\";\n    else if (score === 2) message = \"Cukup baik, sedikit lagi\";\n    else message = \"Perlu belajar lagi\";\n\n    document.getElementById(\"score-box\").innerHTML =\n      \"Skor kamu: \" + score + \" dari 3<br \/>\" + message;\n  }\n}\n<\/script>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Lanjutkan Seri Belajar JavaScript Part 5 pada link berikut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di seri belajar JavaScript Part 3, kita sudah membahas tentang variabel dan bagaimana cara menyimpan data menggunakan let dan const. Nah, di seri belajar JavaScript dasar part 4 ini, kita akan lanjut ke topik penting lainnya yaitu tipe data dalam JavaScript. Tipe data menentukan jenis nilai yang bisa disimpan dalam sebuah variabel, seperti angka, teks, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":319,"featured_media":62822,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[2592,2405,2593],"class_list":{"0":"post-62740","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-web-programming","8":"tag-belajar-javascript","9":"tag-javascript","10":"tag-javascript-dasar"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/319"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62740"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62740\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}