{"id":59851,"date":"2025-12-08T17:17:12","date_gmt":"2025-12-08T10:17:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=59851"},"modified":"2026-02-13T17:20:19","modified_gmt":"2026-02-13T10:20:19","slug":"404-not-found-artinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/404-not-found-artinya\/","title":{"rendered":"404 Not Found: Arti, Penyebab, hingga Solusinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernahkah Anda mengklik sebuah menu atau URL pada website dan tiba-tiba muncul pesan &#8220;<strong>404 Not Found<\/strong>&#8220;? Tentu saja, pengalaman ini tidak menyenangkan. Anda berharap menemukan informasi penting, tapi yang muncul justru halaman kosong dengan pesan error. Error 404 adalah salah satu masalah website paling umum yang dihadapi pengguna internet, baik pengunjung biasa maupun pemilik website.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi pengunjung, 404 Not Found artinya halaman yang mereka cari tidak dapat ditemukan di server. Bagi pemilik website, error ini bisa berdampak negatif pada pengalaman pengguna (<em>user experience<\/em>) dan bahkan merusak peringkat SEO jika dibiarkan terus-menerus.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang 404 Not Found, mulai dari pengertian, penyebab, dampaknya terhadap website Anda, cara mengecek dan mengatasinya di berbagai platform (WordPress, Joomla, CodeIgniter, Laravel, hingga PHP native), serta tips pencegahannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Arti 404 Not Found<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"895\" height=\"492\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found.png\" alt=\"Contoh 404 not found\" class=\"wp-image-59860\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found.png 895w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found-300x165.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found-768x422.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found-370x203.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found-270x148.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found-570x313.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/contoh-404-not-found-740x407.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 895px) 100vw, 895px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>404 Not Found adalah kode status HTTP yang dikirimkan oleh web server untuk memberi tahu browser bahwa halaman yang diminta tidak dapat ditemukan di server tersebut. Angka &#8220;404&#8221; merupakan bagian dari standar HTTP status <em>code <\/em>yang ditetapkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) untuk komunikasi antara <em>client <\/em>(<em>browser<\/em>) dan server.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penjelasan Teknis HTTP Status Code 404<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika Anda mengakses sebuah website, browser mengirimkan <em>request<\/em> (permintaan) ke server tempat website tersebut disimpan. Server kemudian memproses request dan mengirimkan <em>response<\/em> (respons) berupa kode status yang menunjukkan hasil pemrosesan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kode status HTTP dibagi menjadi beberapa kategori:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>1xx<\/strong>: Informational response<\/li>\n\n\n\n<li><strong>2xx<\/strong>: Success (misal: 200 OK berarti permintaan berhasil)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>3xx<\/strong>: Redirection (misal: 301 Moved Permanently)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>4xx<\/strong>: Client error (misal: 404 Not Found, 403 Forbidden)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>5xx<\/strong>: Server error (misal: 500 Internal Server Error)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Error 404 Not Found termasuk dalam kategori 4xx yang berarti ada kesalahan dari sisi client (pengguna) atau konten yang diminta memang tidak ada di server.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa Arti &#8220;Not Found&#8221; dalam Konteks Website?<\/h3>\n\n\n\n<p>&#8220;Not Found&#8221; dalam konteks ini berarti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>File atau halaman yang diminta tidak ada di lokasi yang ditentukan URL<\/li>\n\n\n\n<li>Server telah menerima dan memahami request, tapi tidak dapat menemukan resource yang diminta<\/li>\n\n\n\n<li>Halaman mungkin pernah ada tapi sudah dihapus atau dipindahkan tanpa redirect yang tepat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penting untuk dipahami bahwa 404 Not Found artinya bukan berarti website Anda <em>down <\/em>atau server bermasalah, server berfungsi normal, hanya saja konten spesifik yang dicari tidak tersedia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh Situasi Error 404<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa skenario umum munculnya error 404:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda mengetik URL dengan salah (<em>typo<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Pemilik website menghapus halaman tanpa membuat <em>redirect<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Link yang Anda klik sudah usang atau <em>broken<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Struktur permalink website berubah<\/li>\n\n\n\n<li>File atau folder di server terhapus secara tidak sengaja<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Error 404 Not Found<\/h2>\n\n\n\n<p>Memahami penyebab error 404 adalah langkah pertama untuk mengatasinya. Berikut penyebab-penyebab paling umum berdasarkan pengalaman kami dalam menangani ribuan kasus di <strong><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/hosting-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">hosting<\/a><\/strong> Rumahweb:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. URL Salah atau Typo<\/h3>\n\n\n\n<p>Penyebab paling sederhana namun sering terjadi. Pengguna salah mengetik alamat website atau ada kesalahan penulisan URL.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>URL benar: <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-gridlove-acc-color\">www.example.com\/produk\/sepatu<\/mark><\/li>\n\n\n\n<li>URL salah: <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-gridlove-acc-color\">www.example.com\/produk\/sepatuu<\/mark> (tambahan huruf &#8216;u&#8217;)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Solusi<\/strong>: Cek kembali URL yang diketik, pastikan tidak ada typo.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Halaman atau File Sudah Dihapus<\/h3>\n\n\n\n<p>Halaman atau file yang pernah ada di website telah dihapus oleh administrator tanpa membuat redirect ke halaman lain.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>: Sebuah artikel blog dengan URL <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-gridlove-acc-color\">www.example.com\/artikel-lama<\/mark> dihapus dari CMS, tapi link ke artikel tersebut masih tersebar di Google atau website lain.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak<\/strong>: Pengunjung dari search engine atau backlink eksternal akan mendapat error 404.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Permalink atau Struktur URL Berubah<\/h3>\n\n\n\n<p>Perubahan struktur permalink tanpa setup <em>redirect <\/em>yang benar akan menyebabkan URL lama tidak bisa diakses.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh di WordPress<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Struktur lama: <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-gridlove-acc-color\">www.example.com\/?p=123<\/mark><\/li>\n\n\n\n<li>Struktur baru: <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-gridlove-acc-color\">www.example.com\/nama-artikel<\/mark><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika tidak ada <em>redirect<\/em>, URL lama akan mengalami error 404.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. File .htaccess Rusak atau Salah Konfigurasi<\/h3>\n\n\n\n<p>File .htaccess yang <em>corrupt <\/em>atau salah konfigurasi bisa menyebabkan server tidak bisa mem-<em>parse<\/em> URL dengan benar, menghasilkan error 404 meskipun file sebenarnya ada.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penyebab umum<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Edit manual .htaccess yang salah<\/li>\n\n\n\n<li>Plugin atau module yang menambahkan rules bermasalah<\/li>\n\n\n\n<li><em>Permission <\/em>file yang tidak tepat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Konflik Plugin atau Theme (Pada Pengguna CMS)<\/h3>\n\n\n\n<p>Di CMS seperti WordPress atau Joomla, plugin atau tema tertentu bisa mengubah <em>routing <\/em>URL atau <em>rewrite rules<\/em>, menyebabkan konflik yang menghasilkan error 404.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Plugin SEO yang mengubah struktur URL<\/li>\n\n\n\n<li>Theme dengan custom <em>routing <\/em>yang bentrok dengan plugin lain<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Server atau Hosting Problem<\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun jarang, masalah di sisi server juga bisa menyebabkan error 404:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mod_rewrite tidak aktif di Apache<\/li>\n\n\n\n<li>Nginx configuration salah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Cached 404 Page<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Browser <\/em>atau CDN yang meng-cache halaman 404 bisa membuat error tetap muncul meskipun halaman sudah diperbaiki. Solusinya, Anda bisa menghapus browser <em>cache <\/em>dan CDN <em>cache<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Case Sensitivity di Server Linux<\/h3>\n\n\n\n<p>Server berbasis Linux membedakan huruf besar dan kecil (<em>case-sensitive<\/em>), sedangkan Windows tidak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>URL: <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-gridlove-acc-color\">www.example.com\/Produk<\/mark> (P besar)<\/li>\n\n\n\n<li>File di server: <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-gridlove-acc-color\">\/produk\/<\/mark> (p kecil)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dari contoh di atas akan menghasilkan error 404 di server Linux.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Broken Links (Link Rusak)<\/h3>\n\n\n\n<p>Link internal atau eksternal yang mengarah ke URL yang tidak valid atau sudah tidak ada.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Link di artikel lama mengarah ke halaman yang sudah dihapus<\/li>\n\n\n\n<li><em>Copy-paste<\/em> link yang tidak lengkap<\/li>\n\n\n\n<li><em>Auto-generated link<\/em> dengan format salah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Error 404 Not Found terhadap <em>User Experience<\/em> dan SEO<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Error 404 yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memberikan dampak negatif signifikan bagi website Anda:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak terhadap <em>User Experience<\/em> (UX)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Frustrasi Pengunjung<\/strong>: Pengunjung yang berharap menemukan informasi tertentu akan merasa kecewa dan frustasi saat mendapat error 404. Ini bisa menurunkan kepercayaan terhadap website Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Bounce Rate<\/em> Tinggi<\/strong>: Sebagian besar pengunjung akan langsung meninggalkan website (bounce) ketika menemukan error 404, terutama jika tidak ada navigasi alternatif atau <em>custom <\/em>404 page yang <em>helpful<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Lost Conversion<\/em><\/strong>: Jika halaman yang error adalah halaman produk, landing page, atau checkout page, Anda bisa kehilangan potential <em>customers <\/em>dan <em>revenue<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Reputasi <em>Brand <\/em>Terganggu<\/strong>:  Website dengan banyak <em>broken links<\/em> menimbulkan kesan tidak profesional dan tidak terkelola dengan baik, merusak citra <em>brand <\/em>di mata pengunjung.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak terhadap SEO<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Crawl Budget<\/em> Terbuang<\/strong>: Google mengalokasikan <em>crawl budget<\/em> tertentu untuk setiap website. Jika <em>crawler <\/em>Google menemukan banyak halaman 404, <em>crawl budget<\/em> terbuang untuk mengakses halaman yang tidak ada, mengurangi efisiensi <em>crawling <\/em>halaman penting.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Link Juice <\/em>Hilang<\/strong>: Jika halaman yang error 404 memiliki <em>backlink <\/em>berkualitas dari website lain, <em>link juice<\/em> (nilai SEO dari <em>backlink<\/em>) tersebut hilang dan tidak bisa dialihkan ke halaman lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penurunan Ranking (<em>Indirect<\/em>)<\/strong>:  Meskipun error 404 sendiri tidak langsung menurunkan ranking, dampak tidak langsungnya,&nbsp;seperti <em>bounce rate <\/em>tinggi, time on site rendah, dan <em>poor user experience<\/em>, bisa mempengaruhi ranking website secara keseluruhan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Index <em>Coverage Issues<\/em><\/strong>: Banyak halaman 404 yang ter-index di Google Search Console akan muncul sebagai error di laporan Index Coverage, menandakan ada masalah yang perlu diperbaiki.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Catatan Penting<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak semua error 404 berbahaya, Error 404 untuk halaman yang memang sengaja dihapus dan tidak pernah memiliki <em>traffic <\/em>atau <em>backlink <\/em>tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Yang perlu diprioritaskan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Page <\/em>dengan traffic tinggi<\/li>\n\n\n\n<li>Halaman dengan <em>backlink <\/em>berkualitas<\/li>\n\n\n\n<li>Halaman penting (produk, layanan, konten utama)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengecek Penyebab Error 404 dari Sisi Pengunjung dan Admin<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasi error 404 dengan tepat, Anda perlu mengidentifikasi penyebabnya terlebih dahulu. Berikut cara mengecek dari dua perspektif:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Cek dari Sisi Pengunjung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda adalah pengunjung yang menemukan error 404:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Periksa URL dengan Teliti<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cek apakah ada <em>typo <\/em>atau kesalahan penulisan URL. Perhatikan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Huruf besar\/kecil (case)<\/li>\n\n\n\n<li>Tanda hubung vs underscore (- vs _)<\/li>\n\n\n\n<li>Ekstensi file (.html, .php, dll)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>2. Refresh Halaman (Hard Refresh)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kadang error 404 muncul karena <em>cache browser.<\/em> Lakukan <em>hard refresh<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Windows<\/strong>: Ctrl + F5 atau Ctrl + Shift + R<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mac<\/strong>: Cmd + Shift + R<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>3. Coba Akses dari Browser Lain atau Incognito Mode<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan bukan masalah <em>cache <\/em>atau <em>extension browser<\/em>, coba:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka Incognito\/Private <em>browsing <\/em>mode<\/li>\n\n\n\n<li>Atau gunakan <em>browser <\/em>berbeda<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>4. Cek URL Induk (Parent URL)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika URL spesifik error, coba akses URL induknya (<em>parent directory<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>URL error: www.example.com\/kategori\/produk\/item123<\/li>\n\n\n\n<li>Coba akses: www.example.com\/kategori\/produk<\/li>\n\n\n\n<li>Atau: www.example.com\/kategori<\/li>\n\n\n\n<li>Atau: www.example.com (homepage)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>5. Gunakan Google Cache atau Wayback Machine<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika halaman pernah ada tapi sekarang hilang, Anda bisa coba:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Google Cache<\/strong>: Cari di Google, klik tanda panah <em>dropdown <\/em>di hasil pencarian &gt; &#8220;Cached&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/web.archive.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Wayback Machine<\/a><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Cek dari Sisi Pemilik Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda adalah admin website dan ingin mengidentifikasi halaman 404:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Cek Google Search Console<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Google Search Console menyediakan laporan lengkap tentang error 404 di website Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke Google Search Console<\/li>\n\n\n\n<li>Masuk ke menu Coverage atau Pages<\/li>\n\n\n\n<li>Filter berdasarkan &#8220;Error&#8221; atau &#8220;Not Found (404)&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>Anda akan melihat daftar URL yang mengalami error 404<\/li>\n\n\n\n<li>Klik URL untuk melihat detail: kapan terakhir di-crawl, referring pages (dari mana link berasal)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>2. Cek Server Error Logs<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Akses log files di hosting untuk melihat error 404 secara detail:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Via cPanel<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Login cPanel<\/li>\n\n\n\n<li>Masuk ke Metrics &gt; Errors<\/li>\n\n\n\n<li>Atau akses Raw Access Logs untuk analisis lebih mendalam<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda akan melihat informasi seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>URL yang error 404<\/li>\n\n\n\n<li>Timestamp<\/li>\n\n\n\n<li>Referrer (dari mana pengunjung datang)<\/li>\n\n\n\n<li>User agent (browser yang digunakan)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>3. Gunakan <em>Tools Crawling<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tools seperti Screaming Frog SEO Spider atau Sitebulb bisa crawl seluruh website Anda dan mengidentifikasi broken links:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Install Screaming Frog (free untuk 500 URLs)<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan URL website Anda<\/li>\n\n\n\n<li>Klik &#8220;Start&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah selesai, filter berdasarkan &#8220;Response Codes&#8221; &gt; 404<\/li>\n\n\n\n<li>Export list untuk diperbaiki<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>4. Cek Plugin Monitoring (untuk WordPress)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Plugin seperti Broken Link Checker atau Redirection bisa otomatis monitor dan report broken links:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Install plugin Broken Link Checker<\/li>\n\n\n\n<li>Plugin akan scan website secara berkala<\/li>\n\n\n\n<li>Akses dashboard plugin untuk melihat list broken links<\/li>\n\n\n\n<li>Fix langsung dari dashboard atau setup redirect<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>5. Monitor Analytics<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cek Google Analytics atau analytics tools lainnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka Behavior &gt; Site Content &gt; All Pages<\/li>\n\n\n\n<li>Sort berdasarkan Page Title atau Page URL<\/li>\n\n\n\n<li>Cari halaman dengan title &#8220;404&#8221; atau &#8220;Page Not Found&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>Lihat berapa traffic yang ter-impact<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>6. Test Manual<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk halaman penting atau yang baru diubah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik semua link di navigation menu<\/li>\n\n\n\n<li>Test internal links di artikel utama<\/li>\n\n\n\n<li>Cek halaman dari sitemap<\/li>\n\n\n\n<li>Test <em>form submission<\/em> dan <em>redirects<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Tips Proaktif<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Setup <em>monitoring tools<\/em> untuk <em>alert <\/em>otomatis jika ada <em>broken links<\/em> baru<\/li>\n\n\n\n<li>Regular audit (bulanan) untuk identify dan fix error 404<\/li>\n\n\n\n<li>Document semua perubahan URL untuk <em>prevent broken links <\/em>di masa depan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Solusi Mengatasi 404 Not Found untuk Pengguna Website<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara mengatasi error 404 bervariasi tergantung platform yang Anda gunakan. Berikut solusi untuk berbagai platform populer:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>WordPress<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>WordPress adalah CMS paling populer, dan error 404 di WordPress bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari permalink settings, konflik pada plugin, hingga .htaccess yang rusak. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk perbaikannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Reset Permalink Settings<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Langkah termudah yang sering mengatasi masalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke WordPress Admin<\/li>\n\n\n\n<li>Masuk ke <strong>Settings<\/strong> &gt; <strong>Permalinks<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Pilih struktur permalink Anda (biasanya &#8220;Post name&#8221;)<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Save Changes<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah menyimpan ulang permalink, silahkan Anda coba kembali untuk mengakses ke link yang mengalami error. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Regenerate .htaccess File<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika simpan ulang permalink tidak berhasil, Anda bisa melakukan pengecekan lanjutan seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Akses File Manager di cPanel atau via FTP<\/li>\n\n\n\n<li>Backup file .htaccess yang ada<\/li>\n\n\n\n<li>Hapus file .htaccess<\/li>\n\n\n\n<li>Kembali ke WordPress &gt; Settings &gt; Permalinks<\/li>\n\n\n\n<li>Klik Save Changes lagi (WordPress akan generate .htaccess baru).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>3. Check Plugin yang konflik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nonaktifkan semua plugins<\/li>\n\n\n\n<li>Test apakah error 404 hilang<\/li>\n\n\n\n<li>Jika ya, aktifkan plugins satu per satu untuk identify plugin bermasalah<\/li>\n\n\n\n<li>Update atau replace plugin yang bermasalah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>4. Verify .htaccess Permissions<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>File .htaccess harus memiliki permission yang benar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Permission yang tepat: <strong>644<\/strong> atau <strong>640<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Jika permission salah, ubah via File Manager atau FTP<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk panduan lengkap dan solusi advanced mengatasi error 404 di WordPress, termasuk <em>handling custom post types,<\/em> multisite <em>issues<\/em>, dan advanced <em>troubleshooting<\/em>, silakan baca artikel kami: <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-mengatasi-error-404-not-found-pada-wordpress\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\"><strong>Cara Mengatasi Error 404 Not Found pada WordPress<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Joomla<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Error 404 di Joomla sering terjadi setelah migrasi atau perubahan struktur URL. Joomla menggunakan sistem SEF (<em>Search Engine Friendly<\/em>) URLs yang kadang perlu konfigurasi khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut untuk mengatasi error 404 not found pada Joomla.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Enable SEF URLs dan URL Rewriting<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Login Joomla Admin<\/li>\n\n\n\n<li>Masuk ke <strong>System<\/strong> &gt; <strong>Global Configuration<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Tab <strong>Site<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Enable:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Search Engine Friendly URLs<\/strong>: Yes<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Use URL Rewriting<\/strong>: Yes<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Save settings<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>2. Rename htaccess.txt menjadi .htaccess<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Joomla menyertakan file htaccess.txt. Rename menjadi .htaccess:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Via File Manager atau FTP<\/li>\n\n\n\n<li>Rename htaccess.txt &gt; .htaccess<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan file berada di root directory website<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>3. Clear Joomla Cache<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Admin &gt; System &gt; Clear Cache<\/li>\n\n\n\n<li>Select all dan delete<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>4. Rebuild URL Aliases<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika URL structure berubah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Install extension ReDJ atau JSitemap untuk manage redirects<\/li>\n\n\n\n<li>Atau manual setup 301 redirects di .htaccess<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk panduan detail mengganti dan mengelola URL di Joomla, termasuk custom redirects dan SEF URL configuration, baca artikel: <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-mengganti-url-di-joomla\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\"><strong>Cara Mengganti URL di Joomla<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>CodeIgniter<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di CodeIgniter, error 404 sering disebabkan oleh routing configuration atau .htaccess yang tidak tepat. Berikut adalah solusi untuk mengatasi error 404 di CodeIgniter.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Setup .htaccess dengan Benar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Buat atau edit file .htaccess di root directory (sejajar dengan index.php):<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>RewriteEngine On\nRewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f\nRewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d\nRewriteRule ^(.*)$ index.php\/$1 &#91;L]<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>2. Remove index.php dari URL<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Edit <code>application\/config\/config.php<\/code>:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>\/\/ Cari baris ini:\n$config&#91;'index_page'] = 'index.php';\n\n\/\/ Ubah menjadi:\n$config&#91;'index_page'] = '';\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>3. Set Base URL<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan base URL correct di <code>config.php<\/code>:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>$config&#91;'base_url'] = 'http:\/\/yourdomain.com\/';<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>4. Check Routing Configuration<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Periksa <code>application\/config\/routes.php<\/code>:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>$route&#91;'default_controller'] = 'welcome'; \/\/ Controller default\n$route&#91;'404_override'] = ''; \/\/ Custom 404 page (optional)\n$route&#91;'translate_uri_dashes'] = FALSE;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>5. Verify mod_rewrite Enabled<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan Apache mod_rewrite aktif. Bagi Anda pengguna layanan hosting di Rumahweb, secara default fitur mod_rewrite telah diaktifkan. Namun, bagi Anda pengguna layanan VPS, Anda bisa melakukan pengecekan melalui SSH dengan perintah berikut: <\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># sudo a2enmod rewrite\n# sudo systemctl restart apache2<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Untuk penjelasan lengkap tentang konfigurasi .htaccess di CodeIgniter dan <em>troubleshooting advanced,<\/em> baca: <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/htaccess-codeigniter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\"><strong>htaccess CodeIgniter<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Laravel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Laravel menggunakan <em>routing system<\/em> yang elegan, tapi error 404 bisa muncul karena <em>mis-configuration<\/em> atau server setup yang salah. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki error 404 pada Laravel. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Setup .htaccess di Public Directory<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Laravel menyertakan .htaccess di folder \/public. Pastikan file ini ada di document root aplikasi laravel Anda dan berisi:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;IfModule mod_rewrite.c&gt;\n    &lt;IfModule mod_negotiation.c&gt;\n        Options -MultiViews -Indexes\n    &lt;\/IfModule&gt;\n\n    RewriteEngine On\n\n    # Handle Authorization Header\n    RewriteCond %{HTTP:Authorization} .\n    RewriteRule .* - &#91;E=HTTP_AUTHORIZATION:%{HTTP:Authorization}]\n\n    # Redirect Trailing Slashes If Not A Folder...\n    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d\n    RewriteCond %{REQUEST_URI} (.+)\/$\n    RewriteRule ^ %1 &#91;L,R=301]\n\n    # Send Requests To Front Controller...\n    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d\n    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f\n    RewriteRule ^ index.php &#91;L]\n&lt;\/IfModule&gt;\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>2. Clear Route Cache<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika <code>routes <\/code>berubah, Anda bisa melakukan <em>clear cache<\/em> di laravel dengan perintah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>php artisan optimize<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>3. Check Routes Definition<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan routes sudah defined di routes\/web.php:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Route::get('\/', function () {\n    return view('welcome');\n});\n\nRoute::get('\/about', function () {\n    return view('about');\n});\n\n\/\/ Atau dengan controller\nRoute::get('\/products', &#91;ProductController::class, 'index']);\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>4. Custom 404 Page<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Buat file resources\/views\/errors\/404.blade.php:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>@extends('layouts.app')\n@section('content')\n&lt;div class=\"error-404\"&gt;\n\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;h1&gt;404 - Halaman Tidak Ditemukan&lt;\/h1&gt;\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;Maaf, halaman yang Anda cari tidak tersedia.&lt;\/p&gt;\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;a href=\"{{ url('\/') }}\" class=\"btn\"&gt;Kembali ke Beranda&lt;\/a&gt;\n&lt;\/div&gt;\n\n@endsection<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>5. Debug Mode (<em>Development Only<\/em>)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk debugging, aktifkan debug mode di .env:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>APP_DEBUG=true<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>PENTING<\/strong>: Set APP_DEBUG=false di production untuk security.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>PHP Native<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk website PHP custom tanpa framework, error 404 biasanya terjadi karena routing manual atau file yang tidak ada.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Solusi Error 404 di PHP Native<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Setup .htaccess untuk Clean URLs<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin clean URLs (tanpa .php extension):<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>RewriteEngine On\nRewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f\nRewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d\nRewriteRule ^(&#91;^\/]+)\/?$ $1.php &#91;L,QSA]<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Konfigurasi file .htaccess di atas akan mengasilkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>yourdomain.com\/about akan memuat file about.php<\/li>\n\n\n\n<li>Tanpa perlu .php di URL<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>2. Buat Custom 404 Handler<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Create file 404.php:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;?php\nhttp_response_code(404);\n?&gt;\n&lt;!DOCTYPE html&gt;\n&lt;html&gt;\n&lt;head&gt;\n    &lt;title&gt;404 - Halaman Tidak Ditemukan&lt;\/title&gt;\n    &lt;style&gt;\n        body { font-family: Arial; text-align: center; padding: 50px; }\n        h1 { color: #333; }\n        a { color: #0066cc; text-decoration: none; }\n    &lt;\/style&gt;\n&lt;\/head&gt;\n&lt;body&gt;\n    &lt;h1&gt;404 - Halaman Tidak Ditemukan&lt;\/h1&gt;\n    &lt;p&gt;Maaf, halaman yang Anda cari tidak tersedia.&lt;\/p&gt;\n    &lt;p&gt;&lt;a href=\"\/\"&gt;? Kembali ke Beranda&lt;\/a&gt;&lt;\/p&gt;\n&lt;\/body&gt;\n&lt;\/html&gt;\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>3. Redirect ke 404 Page via .htaccess<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tambahkan di .htaccess:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>ErrorDocument 404 \/404.php<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>4. PHP Router Sederhana<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk routing yang lebih advanced, buat file index.php sebagai front controller:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;?php\n\/\/ index.php - Simple Router\n\n$request_uri = $_SERVER&#91;'REQUEST_URI'];\n$script_name = dirname($_SERVER&#91;'SCRIPT_NAME']);\n$uri = str_replace($script_name, '', $request_uri);\n$uri = trim($uri, '\/');\n\n\/\/ Define routes\n$routes = &#91;\n    '' =&gt; 'home.php',\n    'about' =&gt; 'about.php',\n    'contact' =&gt; 'contact.php',\n    'products' =&gt; 'products.php'\n];\n\n\/\/ Check if route exists\nif (array_key_exists($uri, $routes)) {\n    include $routes&#91;$uri];\n} else {\n    \/\/ 404 Not Found\n    http_response_code(404);\n    include '404.php';\n}\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>5. Check File Permissions<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan file PHP memiliki permission yang benar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Files: <strong>644<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Directories: <strong>755<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Berikut perintah SSH yang dapat Anda gunakan untuk menyesuaikan permission file dan folder. <\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>find \/path\/to\/website -type f -exec chmod 644 {} \\;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>find \/path\/to\/website -type d -exec chmod 755 {} \\;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>6. Verify File Names (Case Sensitivity)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di server Linux, About.php ? about.php. Pastikan file names dan URLs konsisten dalam penggunaannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Mencegah Error 404 Not Found agar Tidak Muncul Kembali<\/h2>\n\n\n\n<p>Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut tips proaktif untuk minimize error 404 di website Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Selalu lakukan <em>redirect 301<\/em> saat mengganti URL<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan struktur URL yang stabil dan konsisten<\/li>\n\n\n\n<li>Rutin melakukan pengecekan <em>broken links<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Hindari menghapus halaman penting tanpa pengganti<\/li>\n\n\n\n<li>Simpan halaman <em>custom 404 page<\/em> dengan navigasi kembali ke halaman utama<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Custom 404 yang informatif dapat menjaga pengalaman pengguna agar tetap baik meskipun terjadi error.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p>404 Not Found adalah tanda bahwa halaman yang diminta tidak ditemukan pada server, yang dapat merugikan baik dari sisi pengguna maupun SEO. Dengan mengenali penyebab dan memperbaikinya menggunakan langkah yang tepat pada WordPress, Joomla, CodeIgniter, Laravel, hingga PHP Native, error ini dapat teratasi dan dicegah.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian artikel kami tentang arti 404 Not Found hingga solusi yang dapat Anda gunaakn pada beberapa CMS dan Framework. Semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda mengklik sebuah menu atau URL pada website dan tiba-tiba muncul pesan &#8220;404 Not Found&#8220;? Tentu saja, pengalaman ini tidak menyenangkan. Anda berharap menemukan informasi penting, tapi yang muncul justru halaman kosong dengan pesan error. Error 404 adalah salah satu masalah website paling umum yang dihadapi pengguna internet, baik pengunjung biasa maupun pemilik website. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":329,"featured_media":59855,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[142],"tags":[2555,2091,947],"class_list":{"0":"post-59851","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tips-dan-trik","8":"tag-2555","9":"tag-404-not-found","10":"tag-error-404"},"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Banner-404-not-found.jpg","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8n3G7-fzl","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/329"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59851"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61758,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59851\/revisions\/61758"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}