{"id":55893,"date":"2025-07-03T13:39:23","date_gmt":"2025-07-03T06:39:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=55893"},"modified":"2026-02-16T10:26:10","modified_gmt":"2026-02-16T03:26:10","slug":"cara-mengubah-limit-php-di-xampp-localhost","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-mengubah-limit-php-di-xampp-localhost\/","title":{"rendered":"Cara Mengubah Limit PHP di XAMPP Localhost"},"content":{"rendered":"\n<p>Secara <em>default<\/em>, XAMPP memiliki batasan atau limit PHP yang sudah ditentukan, seperti limit <code>upload_max_filesize<\/code>, <code>post_max_size<\/code>, dan <code>max_execution_time<\/code>. Namun, dalam beberapa kondisi tertentu, limit php tersebut masih dirasa kurang dan perlu disesuaikan. Dalam artikel ini, kami akan membagikan cara untuk mengubah limit PHP di XAMPP localhost, agar sesuai dengan kebutuhan aplikasi Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas langkah-langkah mengubah limit php di <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/xampp-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"xampp adalah\">XAMPP<\/a>, terlebih dahulu akan kami jelaskan tentang apa itu limit PHP dan fungsinya, agar Anda lebih memahami artikel yang kami buat. Simak informasi berikut ini. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu limit PHP?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Limit PHP adalah batasan-batasan yang ditetapkan dalam konfigurasi PHP untuk mengatur seberapa besar <em>resource <\/em>seperti memori, ukuran file, dan waktu eksekusi yang boleh digunakan oleh <em>script <\/em>PHP saat dijalankan di server.<\/p>\n\n\n\n<p>Batasan yang ditentukan sangat penting untuk menjaga kestabilan server, agar tidak terbebani dan agar aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik dan optimal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Limitasi PHP Popular<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa jenis limit PHP yang umum digunakan beserta fungsinya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. upload_max_filesize<\/h3>\n\n\n\n<p>Berfungsi untuk menentukan ukuran maksimum file yang boleh di-upload melalui form. Contohnya, jika <em>value<\/em> diatur 10MB, maka file yang bisa diupload adalah kurang dari 10MB. Bila lebih dari itu, maka upload file akan ditolak atau <em>reject<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. post_max_size<\/h3>\n\n\n\n<p>Berfungsi untuk menentukan ukuran maksimum data yang bisa dikirim lewat metode post. Ini termasuk file dan data form lainnya. Biasanya nilainya lebih lebih besar dari <code>upload_max_filesize<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>memory_limit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Menentukan jumlah maksimum memori yang dapat digunakan oleh satu <em>script <\/em>PHP. Digunakan untuk mencegah <em>script <\/em>mengonsumsi seluruh RAM server.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. max_execution_time<\/h3>\n\n\n\n<p>Waktu maksimum (dalam detik) yang diperbolehkan untuk menjalankan <em>script <\/em>PHP. Jika <em>script <\/em>melebihi batas waktu ini, maka akan dihentikan secara otomatis atau akan terkendala <em>time out<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. max_input_time<\/h3>\n\n\n\n<p>Menentukan batas waktu maksimum (dalam detik) yang diperbolehkan untuk menerima input data, seperti <em>post <\/em>dan <em>get<\/em>. Limit <code>max_input_time<\/code> tidak termasuk waktu eksekusi <em>script<\/em>, hanya waktu yang dibutuhkan untuk menerima dan memproses input dari pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. max_input_vars<\/h3>\n\n\n\n<p>Berfungsi untuk menentukan jumlah maksimum variabel input yang dapat diterima (<em>get<\/em>, <em>post<\/em>, dan <em>cookie<\/em>). Menaikan limit <code>max_input_vars<\/code> penting untuk aplikasi dengan form input yang banyak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengubah Limit PHP di XAMPP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui tentang apa itu limit PHP beserta jenisnya, selanjutnya kami akan mengajak Anda untuk belajar mengubah limit PHP di XAMPP localhost. Pastikan bahwa Anda telah menginstal aplikasi XAMPP di komputer Anda. <\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka aplikasi XAMPP Control Panel. Setelah itu, silakan klik pada bagian Apache Config dan buka PHP (php.ini). <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/xampp-control-panel.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/xampp-control-panel.jpg\" alt=\"menu xampp control panel\" class=\"wp-image-55900\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelah di klik akan muncul text editor yaitu notepad.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai contoh, kami akan merubah limit post_max_size dari 40MB ke 100MB. Tekan shortcut Ctrl+F untuk melakukan find &gt; ketik post_max_size pada kolom pencarian &gt; find next &gt; apabila ditemukan silahkan rubah limitnya ke 100M.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"916\" height=\"616\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp.jpg\" alt=\"mengubah limit php di xampp\" class=\"wp-image-55901\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp.jpg 916w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp-300x202.jpg 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp-768x516.jpg 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp-370x249.jpg 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp-270x182.jpg 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp-570x383.jpg 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mengubah-limit-php-di-xampp-740x498.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 916px) 100vw, 916px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Simpan perubahan, stop service Apache dan MySQL kemudian start kembali service Apache dan MySQL.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dari langkah-langkah sebelumnya, anda dapat menyesuaikan limit PHP lainnya seperti post_max_size dan max_execution_time dengan merubah value limitasinya untuk dapat disesuaikan dengan aplikasi yang dibuat agar aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengujian<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk melakukan pengujian atau melihat detail perubahan pada limit PHP yang sudah dirubah, anda bisa membuat file info.php dengan <em>script <\/em>berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;?php phpinfo(); ?&gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Jika sudah membuat file info.php di directory root domain, anda dapat mengakses url <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-gridlove-acc-color\">http:\/\/localhost\/info.php<\/mark> untuk melihat detail perubahan yang sudah dilakukan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p>Mengubah limit PHP di XAMPP adalah langkah penting saat Anda menjalankan aplikasi yang membutuhkan konfigurasi khusus, seperti upload file besar atau proses skrip yang kompleks. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan, Anda bisa menyesuaikan limit PHP sesuai kebutuhan aplikasi. Jangan lupa untuk melakukan restart Apache setelah perubahan dilakukan, agar konfigurasi baru bisa diterapkan dengan sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian artikel kami tentang cara mengubah limit PHP di XAMPP localhost, semoga bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara default, XAMPP memiliki batasan atau limit PHP yang sudah ditentukan, seperti limit upload_max_filesize, post_max_size, dan max_execution_time. Namun, dalam beberapa kondisi tertentu, limit php tersebut masih dirasa kurang dan perlu disesuaikan. Dalam artikel ini, kami akan membagikan cara untuk mengubah limit PHP di XAMPP localhost, agar sesuai dengan kebutuhan aplikasi Anda. Sebelum membahas langkah-langkah mengubah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":366,"featured_media":55903,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[142],"tags":[761,45,760],"class_list":{"0":"post-55893","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tips-dan-trik","8":"tag-localhost","9":"tag-php","10":"tag-xampp"},"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Banner-Cara-Mengubah-Limit-PHP-di-XAMPP-Localhost.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8n3G7-exv","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/366"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55893"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61919,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55893\/revisions\/61919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}