{"id":54571,"date":"2025-04-29T08:39:42","date_gmt":"2025-04-29T01:39:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=54571"},"modified":"2026-02-16T10:30:46","modified_gmt":"2026-02-16T03:30:46","slug":"traefik-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/traefik-adalah\/","title":{"rendered":"Apa itu Traefik? Arti, Fungsi, dan  Cara Install di Ubuntu"},"content":{"rendered":"\n<p>Jika Anda mencari cara efektif untuk mengatur dan mengoptimalkan aliran data pada aplikasi di server, maka traefik adalah solusi yang sangat penting untuk Anda pahami. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang apa itu Traefik, fungsinya, serta cara install traefik di Ubuntu pada layanan VPS KVM dengan mudah. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Traefik?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Traefik adalah sebuah <em>reverse proxy<\/em> dan <em>load balancer<\/em> modern yang dirancang untuk bekerja secara otomatis di lingkungan infrastruktur cloud-native seperti Docker, Kubernetes, dan microservices. Dibandingkan dengan <em>reverse proxy<\/em> tradisional seperti Nginx atau Apache, Traefik memiliki kemampuan istimewa yaitu dapat secara otomatis mendeteksi dan mengonfigurasi rute lalu lintas yang berjalan di dalam <em>container<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Cara kerja Traefik mirip seperti petugas lalu lintas yang mengarahkan kendaraan ke jalan yang benar. Ketika seseorang mengakses sebuah alamat website, Traefik akan memastikan permintaan tersebut diteruskan ke aplikasi atau layanan yang sesuai berdasarkan alamat website atau aturan yang sudah ditentukan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fitur<\/strong> <strong>Traefik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu kekuatan utama Traefik adalah kemampuannya untuk secara otomatis mengenali <em>container <\/em>yang berjalan di Docker. Dengan demikian, Traefik akan langsung membuat aturan <em>routing<\/em> tanpa harus mendefinisikan arah <em>routing<\/em>nya secara manual. Hal ini sangat menghemat waktu dan mengurangi potensi kesalahan konfig bagi pemula.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa alasan mengapa Traefik sangat ideal di lingkungan Docker:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Auto Discovery<br \/><\/strong>Traefik bisa langsung mendeteksi <em>container <\/em>baru, perubahan <em>port<\/em>, atau layanan yang berhenti, semuanya tanpa <em>restart <\/em>atau perubahan konfigurasi tambahan. Ini membuatnya sangat fleksibel untuk arsitektur <em>microservices<\/em> dan skenario <em>deployment <\/em>dinamis.<br \/><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konfigurasi Dinamis<br \/><\/strong>Tidak seperti <em>proxy <\/em>tradisional yang membutuhkan file konfigurasi statis, Traefik membaca konfigurasi dari label <em>container <\/em>Docker. Ini artinya, cukup dengan menambahkan beberapa label saat menjalankan <em>container<\/em>, Traefik sudah bisa mengatur <em>routing<\/em>-nya sendiri.<br \/><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dukungan HTTPS (Let&#8217;s Encrypt)<br \/><\/strong>Traefik mendukung sertifikat SSL otomatis dari Let&#8217;s Encrypt secara <em>bawaan<\/em>, termasuk fitur <em>auto-renew<\/em>.<br \/><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Integrasi dengan Orkestrator Cloud-Native<br \/><\/strong>Selain <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/docker-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"docker adalah\">Docker<\/a>, Traefik juga mendukung integrasi langsung dengan Kubernetes, Consul, Nomad, dan banyak lagi. Ini menjadikannya pilihan utama untuk sistem yang butuh skalabilitas tinggi.<br \/><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Panel Dashboard Interaktif<br \/><\/strong>Traefik menyediakan <em>dashboard <\/em>web untuk melihat semua rute yang sedang aktif, status <em>backend<\/em>, log error, dan banyak lagi. Hal ini sangat membantu untuk kebutuhan <em>debugging <\/em>atau <em>monitoring<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dengan semua kelebihan di atas, Traefik sangat cocok bagi <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/devops-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"devops adalah\">DevOps<\/a>, developer, maupun sysadmin yang ingin membangun dan mengelola aplikasi berbasis <em>container <\/em>dengan cepat, aman, dan otomatis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan sebaiknya menggunakan Traefik?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Traefik sangat cocok digunakan dalam lingkungan modern, terutama pada penggunaan yang berbasis container seperti Docker dan Kubernetes, berikut kami simpulkan kebutuhan yang relevan dengan traefik :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengelola Banyak Layanan Docker:<\/strong> Traefik secara otomatis mendeteksi <em>container <\/em>dan mengatur <em>routing <\/em>tanpa konfigurasi manual.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menangani Banyak Domain\/Subdomain:<\/strong> Cocok untuk aplikasi dengan banyak domain atau subdomain yang dijalankan dalam satu server.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lingkungan Microservices: <\/strong>Traefik dapat mengatur <em>routing <\/em>antar layanan, melakukan <em>load balancing<\/em>, dan menambahkan fitur seperti autentikasi atau <em>rate limit<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menggunakan Orkestrator (Kubernetes\/Docker Swarm): <\/strong>Traefik bisa membaca konfigurasi langsung dari kubernetes dan menyesuaikan <em>routing <\/em>secara dinamis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Komponen penting di dalam Traefik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah lima komponen utama yang membuat Traefik bekerja dengan efisien:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>EntryPoints:<\/strong> Titik masuk Traefik dari luar, seperti port 80 (HTTP) dan 443 (HTTPS).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Routers:<\/strong> Berfungsi untuk Menentukan ke mana trafik diarahkan berdasarkan domain, path, atau metode HTTP.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Services:<\/strong> Tujuan akhir dari Traefik, biasanya merujuk ke container atau backend tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Middlewares:<\/strong> Filter tambahan seperti redirect, autentikasi, atau rate limit sebelum trafik sampai ke service backend docker.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Providers:<\/strong> Sumber dinamis traefik (misalnya Docker, Kubernetes), hal ini memungkinkan Traefik mengatur routing secara otomatis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Install Traefik di Ubuntu 20.04<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah detil Kebutuhan sistem dan Cara Instalasi Traefik di Ubuntu (dengan Docker) yang mudah dipahamii :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 1. <em>System Requirements<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah sistem requirements untuk menginstall Traefik di server.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>CPU<\/strong>: 2 core Minimal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>RAM<\/strong>: Minimal 2 GB&nbsp; (disarankan 4 GB atau lebih).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Disk<\/strong>: 10GB Minimal Disk, disarankan lebih besar untuk menyimpan log.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Software<\/strong>: Harus memiliki sistem docker yang terinstall pada server.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah memastikan server anda telah mencukupi untuk kebutuhan sistem diatas, selanjutnya Anda bisa mengikuti panduan install Traefik berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 2. Install Traefik di Ubuntu<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah cara install Traefik di Ubuntu 20.04. Dalam panduan ini, kami menggunakan layanan <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/vps-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"vps murah\">VPS KVM<\/a> dari Rumahweb Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sebelum memulai installasi traefik, pastikan telah menginstall dan menjalankan Docker. Pada langkah kali ini, kita akan menginstall docker dan docker <em>compose<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># sudo apt update\n# sudo apt install -y docker.io docker-compose\n\n# sudo systemctl enable docker\n# sudo systemctl start docker<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"987\" height=\"335\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer.png\" alt=\"install docker composer\" class=\"wp-image-54778\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer.png 987w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer-300x102.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer-768x261.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer-370x126.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer-270x92.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer-570x193.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/install-docker-composer-740x251.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 987px) 100vw, 987px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Langkah selanjutnya, kita perlu membuat file komponen installasi traefik dan data config yaml.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># mkdir -p ~\/traefik\/{config,letsencrypt}\n# cd ~\/traefik<\/code><\/pre>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/akses-traefik.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"462\" height=\"57\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/akses-traefik.png\" alt=\"akses traefik\" class=\"wp-image-54777\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/akses-traefik.png 462w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/akses-traefik-300x37.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/akses-traefik-370x46.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/akses-traefik-270x33.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 462px) 100vw, 462px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Selanjutnya buat file yaml untuk traefik dan isikan dengan konfigurasi seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># nano config\/traefik.yml<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>entryPoints:\n&nbsp;&nbsp;web:\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;address: \":80\"\n&nbsp;&nbsp;websecure:\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;address: \":443\"\n\nproviders:\n&nbsp;&nbsp;docker:\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;exposedByDefault: false\n\ncertificatesResolvers:\n&nbsp;&nbsp;letsencrypt:\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;acme:\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;email: alamatemailmu@gmail.com\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;storage: \/letsencrypt\/acme.json\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;httpChallenge:\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;entryPoint: web<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Pastikan kita mengisi dengan alamat email yang sesuai:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Langkah selanjutnya adalah pembuatan file docker compose, docker compose bertujuan untuk membuat installasi dari traefik<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>nano docker-compose.yml<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>isi dengan berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>version: '3'\nservices:\n reverse-proxy:\n   image: traefik:v3.0\n   command:\n     - \"--api.insecure=true\"\n     - \"--providers.docker=true\"\n     - \"--entrypoints.web.address=:80\"\n     - \"--entrypoints.websecure.address=:443\"\n   ports:\n     - \"80:80\"\n     - \"443:443\"\n     - \"8080:8080\"\n   volumes:\n     - \/var\/run\/docker.sock:\/var\/run\/docker.sock\n   networks:\n     - traefik\nnetworks:\n   traefik:\n     external: true\n<\/code><\/pre>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"432\" height=\"330\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik.png\" alt=\"cara install traefik di ubuntu\" class=\"wp-image-54776\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik.png 432w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-300x229.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-370x283.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-270x206.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-80x60.png 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 432px) 100vw, 432px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Sebelum menjalankan installasi docker compose, pastikan telah membuat file dan mengatur permission untuk ssl<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># touch letsencrypt\/acme.json\n# chmod 600 letsencrypt\/acme.json<\/code><\/pre>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Langkah installasi selanjutnya adalah menjalankan docker compose untuk memulai installasi traefik&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># docker network create traefik\n# docker-compose up -d reverse-proxy<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-selesai.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"659\" height=\"250\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-selesai.png\" alt=\"installasi traefik selesai\" class=\"wp-image-54775\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-selesai.png 659w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-selesai-300x114.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-selesai-370x140.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-selesai-270x102.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/installasi-traefik-selesai-570x216.png 570w\" sizes=\"auto, (max-width: 659px) 100vw, 659px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Sampai saat ini, traefik berhasil diinstall. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Login Traefik<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk mengakses halaman traefik, Anda bisa menggunakan format berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">http:\/\/ip_vps_anda:8080<\/pre>\n\n\n\n<p>Berikut adalah contoh halaman <em>dashboard <\/em>traefik dari demo yang kami lakukan. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"585\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik-1024x585.png\" alt=\"dashboard traefik\" class=\"wp-image-54774\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik-1024x585.png 1024w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik-300x171.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik-768x438.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik-370x211.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik-270x154.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik-570x325.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik-740x423.png 740w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/dashboard-traefik.png 1198w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penutup<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Traefik adalah sebuah <em>tool <\/em>yang dapat membantu Anda untuk mengarahkan lalu lintas data dari pengguna ke aplikasi yang berjalan di server, terutama pada lingkungan teknologi modern seperti Docker dan Kubernetes.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan <em>tool<\/em> sejenis yang biasanya perlu diatur secara manual, Traefik bisa secara otomatis mengenali dan mengatur jalur data ke aplikasi yang tepat tanpa Anda harus repot mengubah pengaturan satu per satu. Dengan kemampuannya yang fleksibel, otomatis, dan ringan, Traefik sangat ideal digunakan dalam sistem yang dinamis, seperti microservices atau CI\/CD berbasis <em>container<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian artikel kami tentang apa itu traefik, fungsi dan cara install traefik di Ubuntu pada layanan VPS KVM dari Rumahweb Indonesia, semoga bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika Anda mencari cara efektif untuk mengatur dan mengoptimalkan aliran data pada aplikasi di server, maka traefik adalah solusi yang sangat penting untuk Anda pahami. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang apa itu Traefik, fungsinya, serta cara install traefik di Ubuntu pada layanan VPS KVM dengan mudah. Apa Itu Traefik? Traefik adalah sebuah reverse [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":349,"featured_media":54781,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2],"tags":[2472,703,321],"class_list":{"0":"post-54571","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-artikel-tutorial","8":"tag-traefik","9":"tag-ubuntu","10":"tag-vps"},"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Banner-Traefik-adalah.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8n3G7-ecb","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/349"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54571"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54571\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61976,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54571\/revisions\/61976"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}