{"id":50251,"date":"2026-04-24T09:40:22","date_gmt":"2026-04-24T02:40:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=50251"},"modified":"2026-04-28T09:40:28","modified_gmt":"2026-04-28T02:40:28","slug":"enkripsi-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/enkripsi-adalah\/","title":{"rendered":"Apa itu Enkripsi? Pengertian, Manfaat, hingga Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Secara sederhana, enkripsi adalah proses mengubah bentuk data dari yang semula mudah dipahami menjadi kode-kode yang sulit dipahami. Enkripsi bertujuan agar data berupa informasi yang dikirimkan atau disimpan, hanya bisa dibaca oleh penerimanya saja, dan tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui lebih dalam tentang apa itu enkripsi hingga contohnya, Anda bisa melanjutkan untuk membaca artikel berikut!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Enkripsi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Enkripsi adalah proses mengubah bentuk data informasi dari yang awalnya mudah dibaca, menjadi format yang tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang, dan hanya dapat dikembalikan ke bentuk aslinya oleh pihak yang memiliki kunci enkripsi. Enkripsi bertujuan agar data yang dikirim atau disimpan hanya bisa dibaca oleh pihak penerima dan tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan atau data yang dikirimkan tersebut akan diubah dari <em>plaintext<\/em> menjadi <em>ciphertext<\/em>. Selanjutnya, pada sisi penerima, format <em>ciphertext<\/em> tersebut akan diubah lagi menjadi bentuk <em>plaintext<\/em>. Proses inilah yang dinamakan sebagai dekripsi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Enkripsi memiliki tujuan untuk mengamankan data sensitif seperti alamat email, nomor rekening, <em>password<\/em>, dan data pribadi lain yang sifatnya rahasia. Enkripsi akan melindungi data dari serangan <em>cyber crime<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Hacker<\/em> akan kesulitan mendapatkan data yang sudah terenkripsi karena data sudah diacak atau diubah menjadi kode. Enkripsi tidak hanya melindungi data website, tetapi juga proses yang terjadi di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Demi keamanan data-data pribadi, pastikan Anda selalu mengakses website atau melakukan transaksi pada website yang sudah menggunakan <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/apa-itu-ssl-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">SSL<\/a>, atau dianggap <em>secure<\/em> oleh <em>browser<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-manfaat-enkripsi\">Manfaat Enkripsi<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaan enkripsi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Melindungi Pengunjung dari Website Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan enkripsi adalah hal yang penting diperhatikan, salah satunya untuk melindungi pengunjung dari website berbahaya. Website yang aman tentunya akan dapat mencegah kebocoran dan pencurian data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tanda bahwa suatu website sudah terenkripsi adalah adanya tanda gembok pada bagian <em>address bar browser<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, mesin pencari seperti Google juga akan memberikan tanda peringatan pada pengunjung ketika mereka akan mengunjungi situs-situs yang belum menggunakan enkripsi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Melindungi Data<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu manfaat penting enkripsi adalah kemampuannya memberikan perlindungan ganda pada data-data digital. Perlindungan yang pertama adalah membuat data menjadi <em>ciphertext,<\/em> di mana data-data tersebut akan sulit dipahami oleh orang asing atau pihak ketiga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, ketika data sudah dalam bentuk <em>ciphertex<\/em>t, dibutuhkan kata sandi untuk membukanya. Hanya sistem atau seseorang yang memiliki kode sandi yang mampu melakukan dekripsi, sehingga data anda akan lebih aman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Data Tidak Akan Berubah<\/h3>\n\n\n\n<p>Meski enkripsi membuat data sulit terbaca, namun tujuan enkripsi adalah hanya untuk membuat <em>hacker<\/em> sulit membaca data-data Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, enkripsi tidak akan mengubah data yang sebenarnya. Enkripsi hanya akan melindungi data Anda agar tidak bisa seenaknya dibaca atau diubah oleh orang asing.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Terlindung dari Permasalahan Hukum<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain melindungi data Anda dan konsumen, sebagai pemilik usaha atau bisnis online, penggunaan enkripsi juga sangat penting untuk menghindari permasalahan hukum.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih sekarang ini banyak kebijakan khusus terkait pemakaian enkripsi, misalnya standar perlindungan keamanan untuk industri keuangan (Payment Card Industry Data Security Standard\/PCI DSS), atau peraturan perlindungan data umum (General Data Protection Regulation\/GDPR).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Enkripsi<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa jenis enkripsi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut jenis enkripsi yang paling banyak digunakan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Enkripsi Simetris<\/h3>\n\n\n\n<p>Enkripsi simetris menggunakan satu kunci yang sama untuk proses enkripsi dan dekripsi data. Artinya, pengirim dan penerima harus berbagi kunci yang sama agar pesan bisa diacak dan diuraikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun cepat dan efisien, kelemahan dari enkripsi simetris adalah kunci harus ditransfer dengan aman antara pengirim dan penerima, yang bisa menjadi tantangan. Contoh enkripsi jenis ini adalah AES (<em>Advanced Encryption Standard<\/em>), DES (<em>Data Encryption Standard<\/em>) dan <em>Triple <\/em>DES (3DES).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Enkripsi Asimetris<\/h3>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan enkripsi simetris, enkripsi asimetris menggunakan dua kunci berbeda, yaitu kunci publik dan kunci privat. Kunci publik digunakan untuk mengenkripsi data, sementara kunci privat digunakan untuk mendekripsi data. Hanya pemilik <em>private key<\/em>  yang bisa membaca pesan yang dienkripsi dengan kunci publik. Keamanan enkripsi asimetris lebih tinggi karena kunci privat tidak perlu dibagikan kepada siapa pun.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh dari enkripsi asimetris adalah RSA (<em>Rivest-Shamir-Adleman<\/em>) dan ECC (<em>Elliptic Curve Cryptography<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <em>Hashing<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Berbeda dari enkripsi simetris dan asimetris, enkripsi <em>hashing <\/em>tidak dirancang untuk mengembalikan data ke bentuk aslinya. <em>Hashing <\/em>mengubah data menjadi rangkaian karakter tetap yang disebut <em>hash<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Hashing <\/em>sering digunakan untuk memverifikasi integritas data dan memastikan bahwa data tidak diubah selama transmisi. Algoritma hashing tidak menggunakan kunci, karena tujuannya adalah untuk menghasilkan output unik dari setiap input.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh enkripsi hashing adalah SHA (<em>Secure Hash Algorithm<\/em>) dan <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/apa-itu-md5\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"md5 adalah\">MD5<\/a> (<em>Message Digest Algorithm<\/em> 5).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4.  Transport Layer Security (TLS)<\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/tls-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"tls adalah\">TLS<\/a> adalah protokol keamanan yang menggunakan kombinasi enkripsi simetris dan asimetris untuk melindungi data selama transmisi di internet. <\/p>\n\n\n\n<p>Protokol ini banyak digunakan untuk mengamankan komunikasi di web, seperti transaksi perbankan online dan pertukaran email. TLS memastikan bahwa data yang dikirimkan antara server dan pengguna tetap aman dan tidak dapat diakses oleh pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-bagaimana-cara-kerja-enkripsi\">Bagaimana Cara Kerja Enkripsi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, enkripsi adalah proses mengubah teks atau pesan tertentu menjadi kode-kode yang sulit dipahami. Sebagai contoh, Anda akan mengirimkan pesan dengan isi \u201cdomain murah\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat pengiriman pesan berlangsung, kata \u201cdomain murah\u201d akan di enkripsi ke bentuk kode acak dengan <em><a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/algoritma-adalah\/\" title=\"algoritma adalah\">algoritma<\/a> <\/em>atau kata kunci tertentu menjadi misalnya \u201c5*!Dd1%#4\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nantinya, teks \u201c5*!Dd1%#4\u201d akan diubah kembali (dekripsi) ke bentuk <em>plain text<\/em> agar penerima dapat membaca pesan yang Anda kirimkan dalam bentuk asli, yaitu \u201cdomain murah\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses enkripsi dan dekripsi ini bertujuan untuk menjaga keamanan pesan Anda, dan mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab mengetahui isi pesan\/informasi yang Anda kirimkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-enkripsi-in-transit-vs-at-rest-sering-tertukar\">Enkripsi in-transit vs at-rest<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, enkripsi dibagi menjadi dua kondisi utama: <strong>in-transit<\/strong> dan <strong>at-rest<\/strong>. Keduanya sama-sama penting, tetapi melindungi data di situasi yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-in-transit-saat-data-dikirim\">1. In-transit (saat data dikirim)<\/h3>\n\n\n\n<p>Melindungi data ketika sedang bergerak di jaringan, misalnya saat Anda mengakses website.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>HTTPS (TLS) yang mengamankan komunikasi antara browser dan server<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-at-rest-saat-data-disimpan\">2. At-rest (saat data disimpan)<\/h3>\n\n\n\n<p>Melindungi data yang sudah tersimpan di sistem, seperti di server atau perangkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Enkripsi database<\/li>\n\n\n\n<li>Full disk encryption<\/li>\n\n\n\n<li>Backup yang terenkripsi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kesalahan yang sering terjadi adalah merasa sudah cukup aman hanya karena menggunakan HTTPS. Padahal, jika data yang tersimpan di server tidak dienkripsi dengan baik, risiko kebocoran tetap ada terutama dari sisi storage atau backup.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-enkripsi-vs-hashing\">Enkripsi vs hashing <\/h2>\n\n\n\n<p>Sering kali, enkripsi dan hashing dianggap sama. Padahal, keduanya punya fungsi yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Enkripsi<\/strong> bersifat dua arah data bisa diubah menjadi bentuk tersandi, lalu dikembalikan lagi ke bentuk aslinya dengan kunci yang tepat. Sementara itu, <strong>hashing<\/strong> bersifat satu arah data diubah menjadi hash, dan seharusnya tidak bisa dikembalikan ke bentuk awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, untuk penyimpanan password, praktik yang benar adalah menggunakan hashing, bukan enkripsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam praktik modern, password biasanya disimpan menggunakan metode hashing adaptif seperti Argon2id, scrypt, bcrypt, atau PBKDF2. Pendekatan ini lebih aman karena sistem tidak perlu mengetahui password asli cukup mencocokkan hash saat proses login.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, jika database bocor, password pengguna tetap lebih terlindungi karena tidak bisa langsung dikembalikan ke bentuk semula.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-jenis-algoritma-enkripsi-yang-sering-disebut-penjelasan-ringan\">Algoritma enkripsi yang sering disebut <\/h2>\n\n\n\n<p>Anda tidak perlu memahami detail matematis dari setiap algoritma enkripsi. Yang lebih penting adalah tahu kapan digunakan dan apakah algoritma tersebut masih relevan (modern atau sudah legacy).<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut gambaran sederhananya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>AES<\/strong> > digunakan untuk enkripsi simetris, termasuk standar modern yang cepat dan aman<\/li>\n\n\n\n<li><strong>RSA \/ ECC<\/strong> > digunakan untuk enkripsi asimetris (<em>public <\/em>&amp; <em>private key<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>3DES<\/strong> > termasuk algoritma lama (<em>legacy<\/em>) yang sudah tidak direkomendasikan untuk penggunaan baru<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Catatan penting<\/strong>: pemilihan algoritma sebaiknya mengikuti standar dan library modern yang direkomendasikan oleh platform yang Anda gunakan. Ini membantu memastikan keamanan tetap terjaga tanpa harus mengatur semuanya dari nol.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-penggunaan-enkripsi\">Contoh Penggunaan Enkripsi<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa contoh implementasi dari enkripsi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. SSL pada Website<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"285\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi.png\" alt=\"contoh enkripsi data - ssl pada website\" class=\"wp-image-50253\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi.png 800w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi-300x107.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi-768x274.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi-370x132.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi-270x96.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi-570x203.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/contoh-enkripsi-740x264.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">source: cloudinary<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Contoh enkripsi pertama dan yang paling umum digunakan saat ini adalah SSL pada website. SSL berfungsi untuk mengamankan transaksi data antara web server dengan web browser.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, aktivitas registrasi akun dan pembayaran di website tertentu. Ketika ingin mendaftar atau melakukan pembelian, tentu Anda mengisi <em>form<\/em> register yang berisi identitas pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon hingga metode pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Data-data yang Anda inputkan akan disimpan ke database website tersebut, dengan dienkripsi terlebih dahulu. Proses ini akan membuat data yang diinputkan pada website menjadi lebih aman, dan dapat terhindar dari kejahatan <em>cyber<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanda website yang telah menggunakan SSL adalah munculnya <em>icon<\/em> gembok pada alamat websitenya di browser, dengan keterangan \u201c<strong>Connection is secure<\/strong>\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Anda yang memiliki website, penggunaan SSL tidak hanya bertujuan untuk mengamankan transaksi data saja. Namun berfungsi juga untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan hasil pencarian di <em>search engine<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Karenanya, gunakan <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/ssl-murah\/\" title=\"ssl murah\"><strong>SSL terbaik<\/strong><\/a> agar website Anda lebih aman serta dapat peringkat terbaik di Google!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Aplikasi Chat&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat ini, hampir semua aplikasi chat telah menggunakan <em>end to end encryption<\/em> atau biasa disingkat E2EE, untuk mengamankan informasi percakapan pada aplikasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebut saja WhatsApp, Telegram, hingga Google Chat yang telah menggunakan metode enkripsi agar percakapan dari penggunanya tidak diketahui oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pada SSH<\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/ssh-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"ssh adalah\">SSH<\/a> adalah singkatan dari <em>Secure Shell Connection<\/em>, yang umumnya digunakan untuk mengakses hingga mengelola server secara <em>remote<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena konektivitas antara aplikasi <em>client<\/em> dan <em>server<\/em> mengharuskan Anda untuk menginputkan data <em>user<\/em> dan <em>password<\/em>, maka SSH juga wajib menggunakan metode enkripsi untuk memastikan kerahasiaan data antara <em>client<\/em> dan <em>server<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kenapa-enkripsi-penting-untuk-bisnis\">Kenapa enkripsi penting untuk bisnis<\/h2>\n\n\n\n<p>Enkripsi berfungsi untuk mengurangi dampak ketika data dicegat atau dicuri, sekaligus membantu menjaga kepercayaan pengguna atau pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat yang paling terasa antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Melindungi data pelanggan dari akses yang tidak sah<\/li>\n\n\n\n<li>Mengurangi risiko penyadapan, seperti serangan <strong>man-in-the-middle (MITM)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung kebutuhan kepatuhan (compliance), terutama di industri tertentu<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelemahan-dan-batas-enkripsi-biar-tidak-overclaim\">Kelemahan dan batas enkripsi<\/h2>\n\n\n\n<p>Enkripsi yang kuat tetap bisa gagal jika kunci bocor atau implementasinya tidak tepat. Artinya, keamanan tidak hanya bergantung pada algoritma, tetapi juga pada cara Anda mengelolanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa batas penting yang perlu diingat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jika <strong>kunci dicuri<\/strong>, data yang terenkripsi bisa dibuka<\/li>\n\n\n\n<li>Jika <strong>akses admin bocor<\/strong>, data bisa diambil sebelum sempat dienkripsi<\/li>\n\n\n\n<li>Jika terjadi <strong>social engineering<\/strong>, pengguna bisa tanpa sadar memberikan akses<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anggap enkripsi seperti brankas. Seaman apa pun brankasnya, tidak akan berarti jika kuncinya diletakkan sembarangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tabel-simetris-vs-asimetris-vs-hybrid-tls\">Tabel: simetris vs asimetris vs hybrid (TLS)<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Jenis<\/th><th>Kunci<\/th><th>Kecepatan<\/th><th>Cocok untuk<\/th><th>Contoh<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Simetris<\/td><td>1 kunci<\/td><td>cepat<\/td><td>data besar<\/td><td>AES<\/td><\/tr><tr><td>Asimetris<\/td><td>public\/private<\/td><td>lebih lambat<\/td><td>pertukaran kunci, identitas<\/td><td>RSA\/ECC<\/td><\/tr><tr><td>Hybrid (TLS)<\/td><td>gabungan<\/td><td>efisien<\/td><td>komunikasi web<\/td><td>HTTPS<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-checklist-penerapan-enkripsi-untuk-pemula-website-amp-operasional\">Checklist penerapan enkripsi untuk pemula<\/h2>\n\n\n\n<p>Jika ingin mulai menerapkan enkripsi, fokuslah pada langkah yang paling berdampak terlebih dahulu. Mulai dari mengamankan koneksi, lalu lanjut ke pengelolaan data sensitif.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan checklist ini sebagai panduan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Aktifkan <strong>HTTPS (SSL\/TLS)<\/strong> untuk semua halaman website<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan ada <strong>redirect dari HTTP ke HTTPS<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Jangan simpan password dengan enkripsi biasa gunakan <strong>hashing adaptif<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Enkripsi file <strong>backup<\/strong> dan batasi aksesnya<\/li>\n\n\n\n<li>Simpan <strong>kunci atau secret<\/strong> di tempat yang aman (bukan di repository kode)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-faq\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa pertanyaan popular tentang apa itu enkripsi.<\/p>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Enkripsi vs hashing, mana yang dipakai untuk password?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Untuk password, sebaiknya hashing adaptif. OWASP menekankan password sebaiknya di-hash (Argon2id\/scrypt\/bcrypt\/PBKDF2), bukan dienkripsi.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>SSL itu enkripsi ?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p style=\"font-style:normal;font-weight:400\">SSL\/TLS adalah protokol keamanan untuk komunikasi jaringan yang menggunakan kriptografi (umumnya hybrid: asimetris + simetris) untuk mengamankan data saat transit.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Apakah enkripsi bikin sistem 100% aman ?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Tidak. Enkripsi harus didukung manajemen kunci, kontrol akses, monitoring, dan edukasi pengguna.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<script type=\"application\/ld+json\">\n{\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n  \"@type\": \"FAQPage\",\n  \"mainEntity\": [\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Enkripsi adalah apa?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Enkripsi adalah proses mengubah data dari plaintext menjadi ciphertext menggunakan algoritma dan kunci, sehingga data hanya bisa dibaca oleh pihak yang memiliki kunci yang benar.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa bedanya enkripsi dan hashing?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Enkripsi bisa dibalik (didekripsi) dengan kunci yang benar, sedangkan hashing bersifat satu arah sehingga tidak bisa dikembalikan ke data asli. Untuk password, praktik terbaik adalah hashing adaptif, bukan enkripsi.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apakah SSL\/TLS termasuk enkripsi?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"SSL\/TLS adalah protokol keamanan komunikasi jaringan yang menggunakan kriptografi (umumnya gabungan asimetris dan simetris) untuk melindungi data saat transit, misalnya pada HTTPS.\"\n      }\n    }\n  ]\n}\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Enkripsi adalah proses untuk mengamankan data dengan mengubah formatnya agar tidak dapat dibaca tanpa kunci khusus, sehingga hanya pihak yang berwenang yang dapat mengakses informasi tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan enkripsi, kerahasiaan, integritas, dan keamanan data dapat dijaga, terutama saat data dikirimkan atau disimpan, sehingga mencegah akses atau perubahan oleh pihak yang tidak berwenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini Anda telah mengetahui apa itu enkripsi, manfaat hingga contoh penggunaannya. Semoga bermanfaat!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara sederhana, enkripsi adalah proses mengubah bentuk data dari yang semula mudah dipahami menjadi kode-kode yang sulit dipahami. Enkripsi bertujuan agar data berupa informasi yang dikirimkan atau disimpan, hanya bisa dibaca oleh penerimanya saja, dan tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga.&nbsp; Untuk mengetahui lebih dalam tentang apa itu enkripsi hingga contohnya, Anda bisa melanjutkan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":329,"featured_media":50252,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1816],"tags":[2320,2021,538],"class_list":{"0":"post-50251","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-security","8":"tag-encrypt","9":"tag-enkripsi","10":"tag-security"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/329"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50251"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50251\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}