{"id":50032,"date":"2024-09-13T08:59:50","date_gmt":"2024-09-13T01:59:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=50032"},"modified":"2024-09-13T08:59:52","modified_gmt":"2024-09-13T01:59:52","slug":"mvc-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/mvc-adalah\/","title":{"rendered":"Apa Itu MVC: Konsep, Kelebihan, Cara Kerja dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pemrograman aplikasi web berbasis <em>framework <\/em>kini menjadi pilihan utama para <em>developer <\/em>dalam membuat dan mengembangkan aplikasi website. Dengan menggunakan <em><a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/framework-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"framework adalah\">framework<\/a><\/em>, <em>developer <\/em>tidak perlu membuat kerangka dari awal, sehingga proses pengembangan menjadi lebih mudah dan efisien. Dari sekian model, framework dengan model MVC (Model-View-Controller) adalah yang paling populer.<\/p>\n\n\n\n\n\n<p><em>Framework<\/em> model MVC dipilih karena dianggap paling minim risiko kesalahan, serta memudahkan pengelolaan kode dan meningkatkan skalabilitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, Rumahweb Indonesia akan membahas secara detail tentang apa itu MVC hingga contoh aplikasi web yang menggunakannya. Simak informasi berikut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-mvc\">Apa itu MVC?<\/h2>\n\n\n\n<p>MVC adalah singkatan dari <em>Model-View-Controller<\/em>, yaitu sistem rangka yang digunakan pada Web Application Framework. Arsitektur atau pola desain perangkat lunak yang ditawarkan MVC akan sangat memudahkan developer dalam membangun serta mengembangkan aplikasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan Anda dalam memahami konsep MVC, berikut kami jelaskan masing-masing fungsinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-model\">Model<\/h3>\n\n\n\n<p>Konsep Model berfungsi sebagai kerangka untuk mengolah data, contohnya seperti mengambil data, menyisipkan, memperbarui, dan menghapus data dari database. Model bekerja secara langsung dengan database dan tidak harus berkaitan dengan <em>interface <\/em>pengguna atau pemrosesan data.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-view\">View<\/h3>\n\n\n\n<p>Sedangkan View digunakan untuk menampilkan informasi ke pengguna dalam bentuk konten sesuai rencangannya. <em>View <\/em>biasanya berisikan <em>script <\/em>HTML, CSS, JS, XML atau bahasa markup lainnya yang dapat kita gunakan untuk membuat <em>user interface<\/em> menjadi lebih menarik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-controller\">Controller<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian terakhir adalah <em>Controller<\/em>, yang berperan sebagai penghubung antara Model dan View dalam setiap proses yang berlangsung. <em>Controller <\/em>memproses data setelah menerima permintaan dari <em>View <\/em>dan sebelum memperbarui database melalui Model. Selain itu, <em>Controller <\/em>memastikan alur kerja yang terorganisir dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun terlihat memiliki peran masing-masing, nyatanya konsep MVC berjalan dalam satu platform yang sama yang disebut sebagai <em>framework<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-konsep-mvc\">Konsep MVC<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang kita ketahui, MVC memiliki tiga komponen utama yaitu Model, View dan Controller. Ketiga komponen tersebut memiliki peran masing-masing dalam membuat dan mengembangkan aplikasi web.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara konsep, MVC membantu Anda dalam menyusun sebuah program agar lebih rapi dan efisien saat melakukan <em>development<\/em>. Selain itu, konsep ini memiliki kelebihan yaitu membuatnya lebih mudah dikelola dan memudahkan Anda melakukan troubleshooting ketika error terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p>Pengenalan konsep MVC juga sangat diperlukan, agar Anda memiliki roadmap ketika akan mendevelop aplikasi web secara terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan-dan-kekurangan-mvc\">Kelebihan dan kekurangan MVC<\/h2>\n\n\n\n<p>Framework PHP yang menggunakan konsep MVC memiliki standar penilaian tersendiri dari para pengguna, berdasarkan pengalaman mereka saat membuat atau menggunakannya. Berikut kami rangkumkan kelebihan dan kekurangan konsep MVC.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan\"><strong>Kelebihan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa kelebihan dari <em>framework <\/em>MVC:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-pengembangan-lebih-mudah-dan-secara-paralel\">1. Pengembangan lebih mudah dan secara Paralel<\/h4>\n\n\n\n<p>Dengan memanfaatkan konsep logika (Model), tampilan (View), dan alur aplikasi (Controller), kode menjadi lebih terstruktur sehingga mempermudahkan pengembangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Kemudahan ini juga memungkinkan bagi tim pengembang dapat bekerja secara paralel pada bagian yang terpisah, seperti pembagian tugas pengembangan tampilan dan rekan tim lain mengerjakan logika.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-pemeliharaan\">2. Pemeliharaan<\/h4>\n\n\n\n<p>Setiap komponen dapat diuji secara terpisah, sehingga meningkatkan efektivitas dalam pengujian dan <em>debugging<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-skalabilitas\">3. Skalabilitas<\/h4>\n\n\n\n<p>Struktur yang jelas dan terpisah membuat aplikasi lebih mudah untuk diskalakan dan diintegrasikan dengan fitur-fitur baru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kekurangan\">Kekurangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain kelebihan-kelebihan yang kami sebutkan sebelumnya, framework MVC juga memiliki beberapa kekurang. Berikut diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-kurang-cocok-untuk-programmer-pemula\">1. Kurang cocok untuk <em>programmer <\/em>pemula<\/h4>\n\n\n\n<p>Kekurangan konsep MVC yang pertama adalah kurang cocok untuk <em>programmer <\/em>pemula. Konsep MVC memiliki tingkat kompleksitas kode yang cukup tinggi, sehingga kurang cocok digunakan untuk programmer pemula yang baru belajar coding. Biasanya, kendala terjadi untuk memahami konsep dan mengimplementasikan MVC.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Anda yang baru belajar programming, kami sarankan agar Anda mendalami pemrograman PHP, HTML dan CSS terlebih dahulu, untuk selanjutnya belajar framework MVC. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-nbsp-2-abstraksi\">&nbsp;2. Abstraksi<\/h4>\n\n\n\n<p>Dengan adanya beberapa lapisan abstraksi, proses debugging bisa menjadi lebih rumit karena masalah harus dilacak melalui berbagai komponen. Oleh karena itu, Anda harus memiliki pemahaman dasar tentang metode dalam MVC sehingga proses pembuatan maupun troubleshooting akan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski ada beberapa kekurangan pada bagian arsitekturnya, kekurangan ini relatif lebih kecil dan mudah bisa diabaikan, jika dibandingkan dengan banyaknya manfaat yang kita peroleh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-kerja-mvc\">Cara kerja MVC<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Cara-kerja-MVC.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"353\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Cara-kerja-MVC.png\" alt=\"Cara kerja MVC\" class=\"wp-image-50033\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Cara-kerja-MVC.png 353w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Cara-kerja-MVC-300x239.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Cara-kerja-MVC-270x215.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 353px) 100vw, 353px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>MVC memiliki cara kerja yang terpisah dan terstruktur, yaitu dengan memanfaatkan Model, View dan Controller. Masing-masing alur tersebut memiliki tugas yang telah kami bahas pada bagian apa itu MVC. Berikut kami berikan gambaran sederhana dari cara kerja MVC.<\/p>\n\n\n\n<p>Dimulai dari <strong>Model <\/strong>yang berfungsi menentukan alur logika dari program yang akan dibuat dan dikembangkan. <strong>Model <\/strong>memastikan program dapat bertukar data dengan database melalui aksi <strong>CRUD<\/strong>, kemudian menampilkan hasilnya dalam <strong>View<\/strong>. <strong>View <\/strong>berperan sebagai <strong>output <\/strong>yang menggambarkan detail atau hasil dari permintaan yang dibuat oleh pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Controller <\/strong>memastikan bahwa permintaan pengguna yang ingin ditampilkan pada <strong>View <\/strong>dapat diteruskan ke <strong>Model<\/strong>. Selanjutnya, respon dari <strong>Model <\/strong>dikembalikan ke <strong><em>Controller <\/em><\/strong>dan diteruskan ke <em><strong>View <\/strong><\/em>sesuai dengan peran yang telah dirancang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-framework-dengan-mvc\">Contoh Framework dengan MVC<\/h2>\n\n\n\n<p>MVC adalah konsep yang memungkinkan Anda untuk membangun website dengan mudah, cepat, dan lebih terstruktur.&nbsp;Karena kelebihan tersebut, beberapa framework menggunakan konsep ini. Berikut beberapa framework populer yang mengadopsi konsep MVC:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-laravel\">1. Laravel<\/h3>\n\n\n\n<p>Laravel adalah salah satu framework MVC populer dan banyak digunakan oleh <em>developer <\/em>dalam membuat <em>website <\/em>atau aplikasi. Framework Laravel diciptakan oleh Taylor Otwell, dan saat ini menjadi salah satu framework dengan pengguna terbanyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Laravel sering disebut sebagai framework yang \u201cmagic\u201d dan serba bisa, karena di dalamnya terdapat berbagai fitur dan komponen yang belum dimiliki oleh kebanyakan framework lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Selengkapnya tentang Laravel bisa Anda pelajari pada artikel berikut: <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/laravel-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"laravel adalah\">Apa itu Laravel?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-codeigniter\">2. CodeIgniter<\/h3>\n\n\n\n<p>CodeIgniter adalah salah satu Framework PHP yang paling banyak digunakan saat ini. Tidak sedikit Warga RW yang menggunakan CodeIgniter untuk membuat aplikasi websitenya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selengkapnya tentang CodeIgniter bisa Anda pelajari pada artikel berikut: <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/apa-itu-codeigniter-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"apa itu ci?\">Apa itu CodeIgniter?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-ruby-on-rails\">3. Ruby on Rails<\/h3>\n\n\n\n<p>Ruby on Rails adalah framework MVC yang diperuntukan untuk pengembangan aplikasi kelas enterprise. Framework ini berfungsi untuk mengupdate halaman secara live dan sering digunakan sebagai <em>framework front-end<\/em> untuk <em>render <\/em>HTML. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>framework full stack <\/em>ini juga bisa digunakan sebagai <em>framework backend <\/em>untuk mengelola database dan file di server. Selain NodeJS, Ruby menjadi salah satu <em>framework <\/em>khusus <em>backend <\/em>yang menjadi opsi terbaik. <\/p>\n\n\n\n<p>Selengkapnya tentang Ruby on Rails bisa Anda pelajari pada artikel berikut: <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/ruby-on-rails-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"ruby on rails\">Apa itu Ruby on Rails?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-django\">Django<\/h3>\n\n\n\n<p>Django merupakan salah satu dari web <em>framework <\/em>MVC khusus <em>backend development<\/em> yang menggunakan bahasa Python. <em>Framework <\/em>Django menjadi populer digunakan oleh para <em>developer<\/em>, karena dianggap lebih efektif dan lebih cepat untuk membuat website.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain MVC, Django juga memiliki konsep model termutakhir yaitu MVT (<em>Model, View, Template<\/em>). Keunggulan utama Django adalah proses pengembangan yang dapat dilakukan secara cepat dan bersih, dengan desain pragmatis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selengkapnya tentang Django bisa Anda pelajari pada artikel berikut: <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/django-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"django adalah\">Apa itu Django?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Model-View-Controller atau disingkat menjadi MVC adalah sistem kerangka yang digunakan pada <em>Web Application Framework<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Arsitektur atau pola desain perangkat lunak MVC membuat pembuatan aplikasi dengan <em>framework <\/em>ini lebih mudah dipahami. Proses pembuatan aplikasi web juga menjadi lebih terukur karena setiap komponen memiliki fungsi yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Anda yang ingin belajar konsep ini, Anda dapat belajar membuat <em>project<\/em> Laravel. Panduan lengkap <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/belajar-laravel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"belajar laravel\">belajar laravel<\/a> bisa Anda pelajari di Rumahweb. Setelah project Laravel di localhost selesai, Anda dapat mengunggah <em>script<\/em>nya ke <strong><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/hosting-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"hosting murah\">Hosting<\/a> <\/strong>agar website bisa diakses secara online.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian artikel kami tentang apa itu MVC hingga contoh <em>framework <\/em>yang menggunakannya. Semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemrograman aplikasi web berbasis framework kini menjadi pilihan utama para developer dalam membuat dan mengembangkan aplikasi website. Dengan menggunakan framework, developer tidak perlu membuat kerangka dari awal, sehingga proses pengembangan menjadi lebih mudah dan efisien. Dari sekian model, framework dengan model MVC (Model-View-Controller) adalah yang paling populer. Framework model MVC dipilih karena dianggap paling minim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":329,"featured_media":50034,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[798,2293,2291],"class_list":{"0":"post-50032","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-web-programming","8":"tag-framework","9":"tag-mvc","10":"tag-pemrograman"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/329"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50032"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50032\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}