{"id":48893,"date":"2024-08-16T08:15:23","date_gmt":"2024-08-16T01:15:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=48893"},"modified":"2024-08-16T08:16:04","modified_gmt":"2024-08-16T01:16:04","slug":"cara-mengurangi-http-request-di-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-mengurangi-http-request-di-wordpress\/","title":{"rendered":"Cara Mengurangi HTTP Request di WordPress"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada beberapa faktor yang menyebabkan akses website melambat hingga gagal ketika diakses. Salah satu faktornya bisa disebabkan oleh HTTP <em>request <\/em>yang berlebihan pada website. Dalam artikel ini, kami akan berbagi cara untuk mengurangi HTTP <em>request <\/em>dengan fokus pada website berbasis <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/wordpress-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"wordpress adalah\">WordPress<\/a>.<\/p>\n\n\n\n\n\n<p>Mengurangi jumlah HTTP <em>request <\/em>pada website berbasis CMS WordPress adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kecepatan pada situs. Akumulasi HTTP <em>request <\/em>yang berlebihan biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama ketika halaman dimuat. Secara tidak langsung, hal ini akan mengurangi kenyamanan pengguna ketika mengunjungi situs Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, <em>loading <\/em>pada website yang lebih lambat dapat menyebabkan peringkat situs anda menurun di <em>search engine<\/em>. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan optimasi website, salah satunya dengan mengurangi HTTP <em>request<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu HTTP <em>Request<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p>HTTP <em>request <\/em>adalah permintaan yang dikirimkan oleh <em>browser <\/em>ke server, untuk meminta data atau aksi tertentu pada sebuah website. Contohnya, ketika Anda mengakses domain melalui <em>browser<\/em>, sebenarnya <em>browser <\/em>Anda meminta data ke server berupa HTTP <em>request <\/em>untuk menampilkan websitenya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa dibayangkan seperti Anda memesan makanan di restoran. Anda meminta makanan tertentu kepada pelayan (HTTP <em>request<\/em>), dan pelayan kemudian membawa pesanan Anda dari dapur (server). Jika berjalan lancar, maka Anda akan menerima hidangan yang diminta (HTTP Response). <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika jumlah <em>request <\/em>yang dikirimkan ke server semakin banyak, maka waktu yang dibutuhkan untuk memproses permintaan Anda juga akan semakin lama. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan optimasi pada server atau <em>script<\/em>, untuk mengurangi HTTP <em>request <\/em>ketika seseorang mengakses website Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengurangi HTTP <em>Request <\/em>di WordPress<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, untuk mengurangi HTTP <em>request <\/em>di WordPres. Berikut diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengoptimalkan CSS dan Javascript<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi HTTP <em>request <\/em>adalah dengan mengoptimalkan <em>script <\/em>CSS dan Javascript. Optimasi dapat dilakukan dengan cara melakukan <em>compressing<\/em> hingga menggabungkan file CSS dan Javascript yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat melakukan optimalisasi ini dengan bantuan plugin, seperti <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/plugin-wp-rocket\/#3_Cara_setting_WP_Rocket_di_WordPress\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">WP Rocket<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/litespeed-cache-adalah\/#Setting_Plugin_LiteSpeed_Cache_di_WordPress\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Litespeed Cache<\/a>, hingga Autoptimize. Namun, dalam artikel ini kami akan berbagi cara optimasi CSS dan Javascript dengan plugin Autoptimize. Berikut langkah-langkahnya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Instal dan aktifkan Plugin Autoptimize melalui dashboard WordPress Anda.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-rt.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXdforWz-WSy_c8PQr8mecLkbCs8vHG_gcjWUjIMD95lohmO_UH2FVFl5dQtE4EWHLcAySrMnt7UUXkXtqmmDfUN-IPnlUlH8fmO2TTcCfd4nP5Q31eOEjijebqLYzfgofXbux-D7H4w7blRuTWIM1vhpzw?key=3XBTR8lCutB0D0A3xTC1Uw\" alt=\"Add plugin Autoptimize - Mengurangi HTTP Request\"\/><\/figure>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Setting Plugin Autoptimize pada JavaScript, CSS, dan HTML seperti gambar berikut.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-rt.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXfIfhaQAUsQgphyEOqJw_XhcCKQNu6L0vSHKUAuEjjDeOE8C_G9Ijoc2hl1jidY84AMInhky_OL_fgMOpaL1nDiUz8QX06UygHNOby2lueGFKnzeGJ3hvir9SXD5ZyP7ScVZPrJtPEvZXZXv9_S5jYPWgVi?key=3XBTR8lCutB0D0A3xTC1Uw\" alt=\"Setting JavaScript plugin Autoptimize\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-rt.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXeGTeeHghUDqh2HYFqIVOtRYrOBEAgP2tlB5qD2njYJKm2dBnCs43xKJa5T3y8ROcLjLVIYtyXk4rQXII9ucQ6vCfpwNq2ailpCt4DxW0ukpPkSmODqTZx81dz9Q4zsJZnydW9qVgcusg_i_2QpLqE1CxOo?key=3XBTR8lCutB0D0A3xTC1Uw\" alt=\"Setting CSS plugin Autoptimize\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-rt.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXcpXeKLzrNjnTkbVpsb05qaRIJky5pTANK42Ka8-nNgEQobd0_iqJ36jz-2uteygug8eU_MwJ4qFRYN_lq0LdgJSUxGjikBUm0W6d_s6dLWlau_ojmpE2Lmi178_r18apPBV0hiWsaly9uDEsPlSBfDAVAo?key=3XBTR8lCutB0D0A3xTC1Uw\" alt=\"Setting HTML plugin Autoptimize\"\/><\/figure>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Kemudian Save Change and Empty Cache.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-rt.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXcCuUGVnP-jWJseOTenbI0NQGl2xjKqj_qaG1buislqS6M6SnjqigSkmmfptNXJ0ief9N0OXFvBkyAdJpeoyCSe_Yl_QZMJslImgVqkfBDGC3VwvVFm9UlKOqU-QJsk7kJOLON5jLLJInQwauq_VUx2ALUo?key=3XBTR8lCutB0D0A3xTC1Uw\" alt=\"Save plugin Autoptimize\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menggunakan Plugin Caching<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara kedua untuk mengurangi http <em>request <\/em>adalah dengan mengoptimasi cache pada website. Anda bisa menggunakan plugin seperti WP Super Cache, Litespeed Cache, W3 Total Cache, WP Rocket, Hyper Cache, hingga Redis Object Cache.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Anda yang menggunakan Litespeed server, maka kami sarankan agar Anda menggunakan plugin Litespeed Cache yang dikombinasikan dengan Redis Object Cache. Panduan lengkapnya bisa Anda pelajari di artikel <strong><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/redis-object-cache-wordpress\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">berikut<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan jika hosting atau server Anda menggunakan apache, Anda bisa menggunakan plugin WP Rocket yang dilengkapi dengan berbagai fitur cache. Selengkapnya bisa Anda baca pada artikel berikut: <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/plugin-wp-rocket\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Wp Rocket<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mengurangi Jumlah Plugin<\/h3>\n\n\n\n<p>Mengurangi jumlah plugin adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi beban proses pada website yang menggunakan CMS WordPress. Anda dapat mengecek dan melakukan menyaring plugin-plugin yang sudah tidak digunakan atau tidak lagi dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Kami sarankan untuk plugin-plugin tersebut agar dihapus, untuk mengurangi proses yang berjalan di website. Langkah ini dapat berdampak positif pada performa website dan meningkatkan user <em>experience <\/em>yang mengaksesnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengoptimalkan Konten Gambar atau Video<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika memiliki konten berupa gambar atau video, Anda dapat mengoptimalkan performa website WordPress dengan cara mengompres dan mengoptimalkan konten tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat menggunakan plugin seperti Smush atau WP Rocket, untuk melakukan compressing tersebut. Jika anda tertarik menggunakan plugin WP Smush, Anda bisa membaca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/plugin-wp-smush\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">disini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Menggunakan CDN (Content Delivery Network)<\/h3>\n\n\n\n<p>Menggunakan CDN dapat mengurangi beban proses pada server website yang digunakan. Hal ini dikarenakan CDN dapat menyimpan salinan konten pada website di beberapa server secara global. <\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu layanan CDN gratis yang dapat Anda gunakan adalah Cloudflare. Panduan register, cara setting, dan konfigurasinya bisa Anda baca melalui artikel <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-setting-domain-di-cloudflare\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">berikut<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengurangi HTTP <em>request <\/em>pada website adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan kecepatan situs, sehingga memaksimalkan pengalaman pengguna. Selain itu, langkah ini juga dapat mempercepat waktu muat halaman dan proses pada website, yang berkontribusi pada peningkatan peringkat website Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Lakukan pengecekan secara berkala dan konsisten mengurangi HTTP <em>request <\/em>dapat membantu menjaga kinerja dan performa website WordPress tetap optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian artikel kami tentang cara mengurangi HTTP <em>request<\/em> di WordPress, semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa faktor yang menyebabkan akses website melambat hingga gagal ketika diakses. Salah satu faktornya bisa disebabkan oleh HTTP request yang berlebihan pada website. Dalam artikel ini, kami akan berbagi cara untuk mengurangi HTTP request dengan fokus pada website berbasis WordPress. Mengurangi jumlah HTTP request pada website berbasis CMS WordPress adalah salah satu cara yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":351,"featured_media":49156,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[463],"tags":[2271,1000,14],"class_list":{"0":"post-48893","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-wordpress","8":"tag-http-request","9":"tag-tutorial-wordpress","10":"tag-wordpress"},"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/banner-Cara-Mengurangi-HTTP-Request-di-WordPress.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8n3G7-cIB","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/351"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48893"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48893\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}