{"id":40573,"date":"2023-07-12T08:20:00","date_gmt":"2023-07-12T01:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=40573"},"modified":"2023-07-11T16:36:29","modified_gmt":"2023-07-11T09:36:29","slug":"cara-install-mongodb-di-ubuntu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-install-mongodb-di-ubuntu\/","title":{"rendered":"Cara Install MongoDB di Ubuntu 20.04"},"content":{"rendered":"\n<p>MongoDB adalah salah satu jenis database NoSQL yang berfungsi untuk menyimpan datanya dalam bentuk document dengan format JSON. Dengan menggunakan format ini, MongoDB mampu menampung data yang lebih kompleks dan bervariasi. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara install MongoDB di VPS Ubuntu 20.04.<\/p>\n\n\n\n\n\n<p>Namun sebelum kami bahas tentang cara install MongoDB di Ubuntu, terlebih dahulu kami akan mengulas secara singkat apa itu MongoDB dan manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu MongoDB?<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, MongoDB adalah salah satu jenis database NoSQL (Not Only SQL) yang berfungsi untuk menyimpan datanya dalam bentuk kumpulan document dengan format JSON. Hal ini memungkinkan <em>developer <\/em>untuk menyimpan dan mengambil data lebih fleksibel dan lebih cepat daripada database relasional seperti MySQL.<\/p>\n\n\n\n<p>MongoDB dirancang untuk menyimpan dan mengelola data dalam skala yang besar, dan dapat diolah dengan cara yang fleksibel\/ dapat diskalakan, MongoDB juga memiliki fitur bawaan yang cocok untuk ketersediaan tinggi, seperti failover otomatis dan set replika. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dilakukan agar database tetap tersedia dan dapat diakses apabila terdapat downtime pada server database lainnya yang tersedia. Selengkapnya tentang apa itu MongoDB bisa Anda baca di artikel berikut: <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/mongodb-adalah\/\" title=\"apa itu mongodb\">Apa itu MongoDB? Pengertian, Jenis, dan Contohnya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh data pada MongoDB<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang telah kita ketahui bersama, MongoDB menggunakan format JSON. Berikut adalah contoh script atau query database yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>{\n   \"_id\" : ObjectId(\"54c955492b7c8eb21818bd09\"),\n   \"alamat\" : {\n      \"street\" : \" Yogyakarta \",\n      \"zipcode\" : \"10075\",\n      \"building\" : \"1480\",\n      \"coord\" : &#091; -73.9557413, 40.7720266 ]\n   },\n   \"borough\" : \"Sleman\",\n   \"cuisine\" : \"Padma\",\n   \"grades\" : &#091;\n      {\n         \"date\" : ISODate(\"2014-10-01T00:00:00Z\"),\n         \"grade\" : \"A\",\n         \"score\" : 11\n      },\n      {\n         \"date\" : ISODate(\"2014-01-16T00:00:00Z\"),\n         \"grade\" : \"B\",\n         \"score\" : 17\n      }\n   ],\n   \"name\" : \"RwResto\",\n   \"restaurant_id\" : \"41704620\"\n}\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Install MongoDB di Ubuntu<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada panduan kali ini akan melakukan instalasi MongoDB pada <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/vps-murah\/\" title=\"vps murah\">VPS KVM<\/a> Rumahweb.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Persiapan Sistem<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>OS Ubuntu 20.04 LTS<\/li>\n\n\n\n<li>VPS Paket L dengan RAM 4 GB (disarankan)<\/li>\n\n\n\n<li>Firewall UFW atau CSF<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Install MongoDB<\/h3>\n\n\n\n<p>1. Login sebagai root, lakukan update Package pada linux.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>apt update\napt upgrade -y<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>2. Impor kunci pgp update versi terbaru dari MongoDB.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>curl -fsSL https:\/\/www.mongodb.org\/static\/pgp\/server-4.4.asc | sudo apt-key add -<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>echo \"deb &#091; arch=amd64,arm64 ] https:\/\/repo.mongodb.org\/apt\/ubuntu focal\/mongodb-org\/4.4 multiverse\" | sudo tee \/etc\/apt\/sources.list.d\/mongodb-org-4.4.list<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo apt update<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>3. Instalasi MongoDB<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>apt-get install mongodb\nsystemctl enable mongodb\nsudo systemctl start mongodb.service\nsystemctl status mongodb<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>4. Periksa koneksi MongoDB<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mongo --eval 'db.runCommand({ connectionStatus: 1 })'<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>output :\nMongoDB shell version v4.4.0\nconnecting to: mongodb:\/\/127.0.0.1:27017\/?compressors=disabled&amp;gssapiServiceName=mongodb\nImplicit session: session { \"id\" : UUID(\"1dc7d67a-0af5-4394-b9c4-8a6db3ff7e64\") }\nMongoDB server version: 4.4.0\n{\n\t\"authInfo\" : {\n\t\t\"authenticatedUsers\" : &#091; ],\n\t\t\"authenticatedUserRoles\" : &#091; ]\n\t},\n\t\"ok\" : 1\n}\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Output diatas berarti bahwa mongodb berjalan pada koneksi localhost dengan port 27017.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Konfigurasi remote database<\/p>\n\n\n\n<p>Agar database MongoDB dapat diakses oleh user lain atau server aplikasi lain, maka kita perlu melakukan konfigurasi pada mongodb.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo&nbsp; nano \/etc\/mongod.conf<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Cek pada bagian baris net dan BindIp.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># network interfaces\nnet:\n  port: 27017\n  bindIp: 127.0.0.1\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Ubah pada bagian bindIp dari localhost 127.0.0.1 menjadi 0.0.0.0.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code># network interfaces\nnet:\nport: 27017\nbindIp: 0.0.0.0\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Setelah itu, cari pada kolom bagian bawah pada #security, hapus tanda # sehingga menjadi berikut.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>security:\n  authorization: 'enabled'\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Simpan konfigurasi dan buka port 27017 pada konfigurasi UFW atau CSF, lalu lakukan restart service pada Mongo.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo service mongod restart<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Belajar menggunakan MongoDB<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah tutorial cara menggunakan MongoDB pada server.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Membuat user Database<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk masuk pada mongodb gunakan perintah mongo \/ mongosh (mongo shell)<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mongo&nbsp;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Gunakan database admin dengan perintah berikut.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>use admin&nbsp;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Membuat user admin dengan username rwadmin dan dengan password rwbcdn.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>db.createUser (\n {\n   user: \"rwadmin\",\n   pwd: \"rwbcdn\",\n   roles: &#091;{role: \"userAdminAnyDatabase\", db:\"admin\"}, \"readWriteAnyDatabase\"]\n }\n) \n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Dari informasi diatas berarti user rwadmin dapat mengakses seluruh database admin pada mongodb.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Membuat database Mongo<\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya kita akan belajar membuat database bernama rwuser serta membuat tabel role di dalamnya. Masuk database rwuser :<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>use rwuser<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Insert data kedalam database rwuser dengan perintah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>db.rwrole.insert({\"nama\" : \"dika\", \"alamat\" : \"Yogyakarta\" , \"Posisi\" : \"sysadmin\"})<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menghapus collection database<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk menghapus collection atau tabel dapat menjalankan perintah berikut :<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>db.rwrole.drop()<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>output :\ntrue<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menghapus database MongoDB<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk menghapus database yang telah dibuat sebelumnya yaitu rwuser, Anda dapat menggunakan perintah drop setelah penamaan database. Berikut contohnya:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>db.dropDatabase()<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>output :\n{ \"dropped\" : \"rwuser\" , \"ok\" : 1 }<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p>MongoDB adalah sebuah basis data document-oriented yang termasuk dalam kategori basis data NoSQL (Not Only SQL). Basis data ini dirancang untuk menyimpan, mengelola, dan mengakses data dalam bentuk dokumen yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p>MongoDB menggunakan format dokumen BSON (Binary JSON), yang memungkinkan penyimpanan dan pengambilan data yang efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Keunggulan MongoDB adalah kemampuannya dalam menangani data semi-struktur dan fleksibilitas, yang memungkinkan pengembang untuk mengubah struktur data tanpa memerlukan skema yang tetap.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian artikel kami tentang cara install MongoDB di Ubuntu 20.04, semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MongoDB adalah salah satu jenis database NoSQL yang berfungsi untuk menyimpan datanya dalam bentuk document dengan format JSON. Dengan menggunakan format ini, MongoDB mampu menampung data yang lebih kompleks dan bervariasi. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara install MongoDB di VPS Ubuntu 20.04. Namun sebelum kami bahas tentang cara install MongoDB di Ubuntu, terlebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":349,"featured_media":40598,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[177],"tags":[135,2036,703],"class_list":{"0":"post-40573","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-vps","8":"tag-database","9":"tag-mongodb","10":"tag-ubuntu"},"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/banner-journal-Cara-Install-MongoDB-Ubuntu-20.04.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8n3G7-ayp","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/349"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40573"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40573\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}