{"id":28431,"date":"2022-04-18T16:05:49","date_gmt":"2022-04-18T09:05:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=28431"},"modified":"2023-10-06T15:10:22","modified_gmt":"2023-10-06T08:10:22","slug":"backdoor-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/backdoor-adalah\/","title":{"rendered":"Apa itu Backdoor? Pengertian, Jenis dan Cara Penanganannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Keamanan merupakan hal yang paling utama apabila anda mengelola sebuah sistem. Keamanan menjadi hal yang mutlak, dan harus dijadikan sebuah prioritas karena akan berhubungan dengan keselamatan dan keutuhan data dalam sebuah sistem. Salah satu ancaman keamana sebuah sistem adalah backdoor.<\/p>\n\n\n\n\n\n<p>Lalu, apa itu backup dan bagaimana cara pencegahannya? Pada artikel ini, kami akan mengulas selengkapnya untuk Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu backdoor?<\/h2>\n\n\n\n<p>Backdoor adalah software yang biasa digunakan untuk mengakses sistem tanpa harus melalui mekanisme yang umum digunakan seperti login. Dengan backdoor ini seseorang dapat mengakses ke sistem aplikasi anda tanpa harus login. Berikut contoh tampilan backdoor.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"465\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample-1024x465.png\" alt=\"contoh backdoor\" class=\"wp-image-28432\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample-1024x465.png 1024w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample-300x136.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample-768x349.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample-370x168.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample-270x123.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample-570x259.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample-740x336.png 740w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/backdoor-sample.png 1344w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada awalnya, backdoor dibuat untuk mendapatkan akses khusus bagi developer atau programer untuk masuk ke sistem yang dibuat. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki apabila ada masalah atau bug pada sistem tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun seiring berkembangnya teknologi, backdoor yang sebelumnya merupakan sebuah solusi, kini justru dianggap sebagai salah satu celah yang berbahaya. Backdoor dapat disisipkan dalam sebuah baris code sebuah system, sehingga si pembuat backdoor dapat mengakses ke seluruh file di sebuah sistem atau aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tujuan backdoor<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara garis besar tujuan dibuatnya backdoor adalah untuk memasuki sebuah sistem tanpa hak akses. Secara spesifik tujuan backdoor pada sisi webserver adalah sebagai berikut<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pencurian file pada website<\/li>\n\n\n\n<li>Merusak fungsi sebuah website<\/li>\n\n\n\n<li>Meletakkan file malware pada website<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan serangan seperti DDOS<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis backdoor<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara garis besar jenis backdoor terdapat 2 jenis yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Web shell backdoor<br \/>Web shell backdoor merupakan cara penanaman backdoor dengan menyisipkan sebuah script pada file website yang dapat digunakan untuk akses ke dalam file website tersebut dengan mengeksekusi sebuah file tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>System backdoor<br \/>System backdoor adalah cara penanaman backdoor yang banayak digunakan . Biasanya cara ini adalah dengan menanamkan sebuah file <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/trojan-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"trojan adalah\">trojan<\/a> pada sebuah sistem yang memerlukan authentikasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara pencegahan backdoor<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk mengamankan sistem atau website dari ancaman backdoor, anda dapat melakukan beberapa langkah diantaranya :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gunakan plugin dan themes original<\/h3>\n\n\n\n<p>Apabila anda menggunakan CMS seperti WordPress, maka pastikan themes dan plugins yang digunakan adalah original. Hindari penggunaan themes dan plugins bajakan, karena biasanya pada file themes dan plugins bajakan sudah disisipkan script malware atau backdoor.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi website berbasis WordPress yang telah terkena malware, lakukan perbaikan dengan cara melakukan fresh upgrade. Fresh upgrade artinya mereplacing file Core WordPress dengan versi terbaru, serta melakukan installasi ulang plugin beserta theme yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><strong>Baca juga artikel : <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/bahaya-menggunakan-theme-dan-plugin-nulled\/\" title=\"Bahaya Menggunakan Theme dan Plugin Nulled\">Bahaya Menggunakan Theme dan Plugin Nulled<\/a><\/strong><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Update script atau CMS version<\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan anda rutin melakukan maintenance dan update pada script yang anda gunakan. Hindari menggunakan script lama yang tidak terupdate. Apabila anda menggunakan CMS, pastikan langsung melakukan update ketika versi terbaru sudah dikeluarkan baik di sisi CMS, themes, maupun plugins-ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Melakukan scan malware di hosting<\/h3>\n\n\n\n<p>Anda dapat menjadwalkan untuk melakukan scan malware pada sisi hosting yang digunakan. Scan malware yang dilakukan rutin akan memperkecil kemungkinan hosting anda terinfeksi malware atau backdoor. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagi pengguna layanan hosting di Rumahweb, jangan khawatir karena kami menyediakan fitur <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/aman-dari-malware-dengan-security360\/\" title=\"Imunify360 adalah\">Imunify360<\/a> yang mampu mendeteksi adanya script yang mencurigakan atau bahkan malware. Fitur ini akan berjalan secara otomatis dan pelaporannya bisa Anda cek melalui menu cPanel &gt; Imunify360.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi anda yang ingin dibantu melakukan scanning pada hosting, jangan sungkan untuk menghubungi support Rumahweb melalui tiket. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penanganan backdoor<\/h2>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana apabila website atau aplikasi sudah terlanjur terkena backdoor ? Cara penanganan pertama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pencarian letak script backdoor. <\/p>\n\n\n\n<p>Apabila anda menggunakan OS linux, anda dapat menggunakan perintah grep untuk menemukan lokasi file backdoor. Mayoritas file backdoor biasanya menggunakan perintah passthru(), maka anda bisa coba menjalankan perintah berikut : <\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><code>grep -R passthru .<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Silahkan menjalankan perintah tersebut dalam root folder website atau aplikasi yang anda buat. Setelah file ditemukan, silahkan menghapus script tersebut, dan melakukan perbaikan serta update pada file website atau aplikasi anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah beberapa informasi tentang backdoor dan cara penanganannya, semoga bermanfaat bagi Anda untuk mengamankan website atau aplikasi yang dibuat. Salam sukses dari Rumahweb Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keamanan merupakan hal yang paling utama apabila anda mengelola sebuah sistem. Keamanan menjadi hal yang mutlak, dan harus dijadikan sebuah prioritas karena akan berhubungan dengan keselamatan dan keutuhan data dalam sebuah sistem. Salah satu ancaman keamana sebuah sistem adalah backdoor. Lalu, apa itu backup dan bagaimana cara pencegahannya? Pada artikel ini, kami akan mengulas selengkapnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":322,"featured_media":28453,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1763,538,577],"class_list":{"0":"post-28431","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-artikel-tutorial","8":"tag-backdoor","9":"tag-security","10":"tag-web-security"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/322"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28431"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28431\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}