{"id":19521,"date":"2026-06-11T09:18:58","date_gmt":"2026-06-11T02:18:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=19521"},"modified":"2026-06-11T09:24:23","modified_gmt":"2026-06-11T02:24:23","slug":"cara-import-database-via-ssh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-import-database-via-ssh\/","title":{"rendered":"Cara Import Database via SSH (Terminal) di Hosting cPanel"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah mencoba import database melalui phpMyAdmin tapi gagal karena ukuran filenya terlalu besar? Pesan error seperti &#8220;File exceeds the maximum upload size&#8221; atau proses import yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan adalah situasi yang sangat umum dialami pengguna hosting, terutama saat sedang migrasi website atau restore backup. Solusinya adalah <strong>import database via SSH<\/strong> melalui Terminal di cPanel maupun aplikasi seperti PuTTY. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode ini tidak memiliki batasan ukuran file seperti phpMyAdmin, prosesnya lebih cepat, dan lebih stabil untuk file database berukuran besar. Di artikel ini, Anda akan memahami apa itu import database via <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/ssh-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"ssh adalah\">SSH<\/a>, kapan harus menggunakannya, dan panduan lengkap langkah demi langkah untuk pemula sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Import Database via SSH?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Import database adalah proses memasukkan data dari file backup database (biasanya berformat <code>.sql<\/code>) ke dalam database yang sudah ada di server hosting. Proses ini paling sering dilakukan saat migrasi website dari satu hosting ke hosting lain, restore backup database, atau mengunggah database yang dibuat secara lokal ke server.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada dua cara umum untuk import database di hosting cPanel, yaitu melalui phpMyAdmin dan melalui Terminal atau SSH. Keduanya memiliki fungsi yang sama, tapi dengan keterbatasan dan keunggulan yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Import via phpMyAdmin vs SSH<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami perbedaan ini akan membantu Anda memilih metode yang paling tepat sesuai situasi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>phpMyAdmin<\/th><th>SSH \/ Terminal<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Batas ukuran file<\/td><td>Maksimal 50 MB<\/td><td>Tidak ada batas<\/td><\/tr><tr><td>Kemudahan penggunaan<\/td><td>Sangat mudah, berbasis GUI<\/td><td>Memerlukan perintah teks<\/td><\/tr><tr><td>Kecepatan<\/td><td>Lebih lambat untuk file besar<\/td><td>Lebih cepat<\/td><\/tr><tr><td>Risiko timeout<\/td><td>Ada, terutama untuk file besar<\/td><td>Sangat kecil<\/td><\/tr><tr><td>Cocok untuk file<\/td><td>Di bawah 50 MB<\/td><td>Di atas 50 MB<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk database berukuran kecil di bawah 50 MB, phpMyAdmin sudah cukup dan lebih mudah digunakan. Untuk file yang lebih besar, metode SSH adalah pilihan yang jauh lebih andal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat Sebelum Memulai Import Database via SSH<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mengikuti langkah-langkahnya, pastikan beberapa hal berikut sudah siap:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Akses SSH aktif di paket hosting Anda<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fitur SSH tersedia di <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/hosting-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Shared Hosting<\/a> Rumahweb mulai dari paket Medium, Large, dan <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/cloud-hosting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"cloud hosting\">Cloud Hosting<\/a>. Jika Anda masih menggunakan paket Entry atau Small, fitur SSH tidak tersedia. Solusinya, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan upgrade paket atau menggunakan metode phpMyAdmin. Namun, jika database lebih dari 50MB, maka Anda bisa membuat tiket untuk bantuan import oleh tim teknis Rumahweb. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. File database sudah siap<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">File database yang akan diimport harus dalam format <code>.sql<\/code>. Jika file Anda masih dalam format <code>.zip<\/code> atau <code>.gz<\/code>, ekstrak terlebih dahulu sebelum melanjutkan, atau gunakan cara import file terkompresi yang akan dibahas di bagian tips.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Database dan user database sudah dibuat di cPanel<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Import database SSH tidak membuat database baru secara otomatis. Anda perlu membuat database dan user database terlebih dahulu melalui cPanel sebelum melakukan import.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila anda belum membuat database, maka Anda bisa mengikuti panduan berikut untuk membuatnya: <strong><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-membuat-database\/#Cara_membuat_database_di_cPanel\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Membuat database di cPanel<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Import Database via SSH<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memastikan semua persiapan lengkap, selanjutnya Anda bisa mengikuti panduan berikut untuk melakukan import database via SSH di cPanel hosting. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 1: Upload File Database ke Hosting<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum melakukan import, file <code>.sql<\/code> harus sudah berada di server hosting Anda. Ada dua cara untuk mengunggahnya, yaitu melalui File Manager dan FTP. Berikut panduannya: <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Melalui File Manager cPanel<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke cPanel, buka <strong>File Manager<\/strong>, kemudian masuk ke folder <code>public_html<\/code>. <\/li>\n\n\n\n<li>Klik tombol <strong>Upload<\/strong> di toolbar bagian atas dan pilih file <code>.sql<\/code> dari komputer Anda. <\/li>\n\n\n\n<li>Tunggu hingga proses upload selesai sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Melalui FTP<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika file database berukuran lebih dari 500MB, Anda dapat mengunggahnya melalui FTP menggunakan aplikasi seperti FileZilla. Panduan cara upload file melalui FTP bisa Anda pelajari di artikel berikut: <a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-upload-website-ke-hosting-menggunakan-ftp-filezilla\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Upload file FTP FileZilla<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unggah file <code>.sql<\/code> ke direktori <code>public_html<\/code>. Setelah upload selesai, catat nama lengkap file beserta lokasinya di server, karena informasi ini diperlukan saat menjalankan perintah import.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 2: Akses Terminal di cPanel<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah database dan file siap, saatnya membuka Terminal di cPanel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Login ke cPanel, kemudian cari menu <strong>Terminal<\/strong> di bagian Advanced. Klik untuk membukanya. Terminal adalah antarmuka berbasis teks yang memungkinkan Anda menjalankan perintah langsung di server, sama seperti SSH dari komputer lokal namun bisa diakses langsung dari <a href=\"https:\/\/blog.rumahweb.com\/browser-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"browser adalah\">browser<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat pertama kali membuka Terminal, Anda mungkin diminta menyetujui persyaratan penggunaan. Klik <strong>I understand and want to proceed<\/strong> untuk melanjutkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Terminal terbuka, Anda akan melihat prompt perintah seperti:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&#91;namauser@server ~]$<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini berarti Terminal sudah siap digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 3: Masuk ke Direktori File Database<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum menjalankan perintah import, arahkan Terminal ke direktori tempat file <code>.sql<\/code> disimpan. Jika file diunggah ke <code>public_html<\/code>, jalankan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>cd public_html<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memastikan file database Anda ada di direktori tersebut, jalankan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>ls *.sql\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika nama file <code>.sql<\/code> muncul di output, berarti Anda sudah berada di direktori yang benar dan siap melanjutkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"459\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html-1024x459.png\" alt=\"cd public_html\" class=\"wp-image-19525\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html-1024x459.png 1024w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html-300x134.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html-768x344.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html-370x166.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html-270x121.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html-570x255.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html-740x332.png 740w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cd-public_html.png 1187w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 4: Jalankan Perintah Import Database<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang saatnya menjalankan perintah import. Format perintahnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mysql -u nama_user -p nama_database &lt; nama_file.sql<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ganti bagian-bagian berikut sesuai dengan data Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><code>nama_user<\/code> adalah nama lengkap user database yang sudah dibuat, misalnya <code>tenda333_userdb<\/code><\/li>\n\n\n\n<li><code>nama_database<\/code> adalah nama lengkap database tujuan, misalnya <code>tenda333_dbweb<\/code><\/li>\n\n\n\n<li><code>nama_file.sql<\/code> adalah nama file database yang diupload, misalnya <code>backup_website.sql<\/code><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh perintah yang lengkap:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mysql -u tenda333_userdb -p tenda333_dbweb &lt; backup_website.sql<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menekan Enter, Terminal akan meminta Anda memasukkan password user database:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Enter password:<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketikkan password user database yang sudah dibuat di Langkah 1. Perhatikan bahwa saat mengetik password, kursor tidak akan bergerak dan tidak ada karakter yang ditampilkan di layar. Ini normal dan merupakan fitur keamanan standar Linux. Tekan Enter setelah selesai mengetik password.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tidak ada pesan error yang muncul dan prompt kembali ke baris berikutnya, proses import berhasil dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"468\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal-1024x468.png\" alt=\"Import Database via SSH di terminal cPanel\" class=\"wp-image-19527\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal-1024x468.png 1024w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal-300x137.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal-768x351.png 768w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal-370x169.png 370w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal-270x123.png 270w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal-570x260.png 570w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal-740x338.png 740w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/import-sql-dari-terminal.png 1162w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Step 5: Verifikasi Hasil Import<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah proses import selesai, sebaiknya verifikasi bahwa data sudah masuk dengan benar. Login ke phpMyAdmin melalui cPanel, pilih database yang baru saja diisi, dan periksa apakah tabel-tabel sudah muncul beserta datanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara lain untuk memverifikasi langsung dari Terminal adalah dengan menggunakan perintah berikut untuk memeriksa jumlah tabel di database:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mysql -u nama_user -p nama_database -e \"SHOW TABLES;\"\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika daftar nama tabel muncul di output, database berhasil diimport.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Import Database via SSH yang Perlu Diketahui<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa tips ketika melakukan import database via SSH di cPanel hosting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengimport file database yang dikompresi (.gz)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika file database Anda dalam format <code>.sql.gz<\/code> dan tidak ingin mengekstraknya terlebih dahulu, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>zcat nama_file.sql.gz | mysql -u nama_user -p nama_database<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perintah ini mengekstrak dan mengimport file secara bersamaan tanpa perlu menyimpan versi yang sudah diekstrak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menyertakan password langsung dalam perintah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghindari <em>prompt <\/em>password secara interaktif, Anda bisa menyertakan password langsung dalam perintah dengan menambahkan password tepat setelah <code>-p<\/code> tanpa spasi:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mysql -u nama_user -ppassword_anda nama_database &lt; nama_file.sql\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhatikan bahwa cara ini kurang aman karena password terlihat di riwayat perintah Terminal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hapus file .sql setelah import selesai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">File <code>.sql<\/code> yang tersimpan di <code>public_html<\/code> bisa diakses secara publik jika seseorang mengetahui nama filenya. Setelah proses import selesai dan sudah diverifikasi, segera hapus file tersebut dari direktori publik menggunakan perintah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>rm nama_file.sql<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah beberapa pertanyaan popular tentang cara import database melalui SSH Terminal di cPanel.<\/p>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Apa bedanya import database SSH dengan phpMyAdmin?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Perbedaan utamanya ada di batas ukuran file. phpMyAdmin memiliki batasan maksimal 50 MB untuk proses import, sementara SSH tidak memiliki batasan ukuran. Untuk file database kecil, phpMyAdmin lebih mudah karena berbasis antarmuka visual. Untuk file besar di atas 50 MB, SSH adalah pilihan yang lebih andal dan lebih cepat.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Apakah semua paket hosting Rumahweb bisa menggunakan SSH untuk import database?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Fitur SSH tersedia di paket hosting Rumahweb mulai dari paket Medium, Large, dan Cloud Hosting. Jika Anda menggunakan paket yang belum mendukung SSH, Anda bisa menggunakan phpMyAdmin untuk file di bawah 50 MB, atau menghubungi tim support Rumahweb untuk alternatif solusinya.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Apa yang harus dilakukan jika muncul error &#8220;Access denied&#8221; saat import?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Error ini biasanya disebabkan oleh username atau password user database yang salah, atau user database belum memiliki hak akses ke database yang dituju. Pastikan nama user dan nama database yang digunakan dalam perintah adalah nama lengkapnya termasuk awalan username cPanel, dan pastikan user sudah diberikan privilege All Privileges pada database tersebut melalui menu MySQL Databases di cPanel.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Apakah file .sql aman disimpan di folder public_html?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Tidak disarankan untuk menyimpan file .sql di public_html lebih dari yang diperlukan karena folder ini bisa diakses secara publik. Setelah proses import selesai dan sudah diverifikasi, segera hapus file tersebut untuk menjaga keamanan data.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><summary>Berapa lama proses import database via SSH berlangsung?<\/summary>\n<div style=\"height:5px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-style:normal;font-weight:400\">Waktu import bergantung pada ukuran file dan jumlah data yang diproses. File database berukuran puluhan MB biasanya selesai dalam hitungan menit. File yang lebih besar bisa membutuhkan waktu lebih lama, namun prosesnya tetap berjalan di server meski browser ditutup, karena perintah dijalankan langsung di server.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n<\/details>\n\n\n\n<script type=\"application\/ld+json\">\n{\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n  \"@type\": \"FAQPage\",\n  \"mainEntity\": [\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa bedanya import database SSH dengan phpMyAdmin?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Perbedaan utamanya ada di batas ukuran file. phpMyAdmin memiliki batasan maksimal 50 MB untuk proses import, sementara SSH tidak memiliki batasan ukuran. Untuk file database kecil, phpMyAdmin lebih mudah karena berbasis antarmuka visual. Untuk file besar di atas 50 MB, SSH adalah pilihan yang lebih andal dan lebih cepat.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apakah semua paket hosting Rumahweb bisa menggunakan SSH untuk import database?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Fitur SSH tersedia di paket hosting Rumahweb mulai dari paket Medium, Large, dan Cloud Hosting. Jika Anda menggunakan paket yang belum mendukung SSH, Anda bisa menggunakan phpMyAdmin untuk file di bawah 50 MB, atau menghubungi tim support Rumahweb untuk alternatif solusinya.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa yang harus dilakukan jika muncul error Access denied saat import?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Error ini biasanya disebabkan oleh username atau password user database yang salah, atau user database belum memiliki hak akses ke database yang dituju. Pastikan nama user dan nama database yang digunakan dalam perintah adalah nama lengkapnya termasuk awalan username cPanel, dan pastikan user sudah diberikan privilege All Privileges pada database tersebut melalui menu MySQL Databases di cPanel.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Berapa lama proses import database via SSH berlangsung?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Waktu import bergantung pada ukuran file dan jumlah data yang diproses. File database berukuran puluhan MB biasanya selesai dalam hitungan menit. File yang lebih besar bisa membutuhkan waktu lebih lama, namun prosesnya tetap berjalan di server meski browser ditutup, karena perintah dijalankan langsung di server.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apakah file .sql aman disimpan di folder public_html?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Tidak disarankan untuk menyimpan file .sql di public_html lebih dari yang diperlukan karena folder ini bisa diakses secara publik. Setelah proses import selesai dan sudah diverifikasi, segera hapus file tersebut menggunakan perintah rm nama_file.sql di Terminal untuk menjaga keamanan data.\"\n      }\n    }\n  ]\n}\n<\/script>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Import database via SSH adalah solusi terbaik ketika file database terlalu besar untuk diimport melalui phpMyAdmin. Dengan menggunakan Terminal di cPanel, tidak ada batasan ukuran file, prosesnya lebih cepat, dan lebih stabil untuk database berskala besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah intinya hanya tiga: buat database dan user di cPanel, upload file <code>.sql<\/code> ke hosting, lalu jalankan satu perintah import di Terminal. Setelah terbiasa, seluruh proses ini bisa diselesaikan dalam hitungan menit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda mengalami kendala dalam proses import database atau membutuhkan bantuan teknis lainnya, tim support Rumahweb Indonesia siap membantu melalui live chat atau email ke teknis@rumahweb.com kapan pun Anda membutuhkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah mencoba import database melalui phpMyAdmin tapi gagal karena ukuran filenya terlalu besar? Pesan error seperti &#8220;File exceeds the maximum upload size&#8221; atau proses import yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan adalah situasi yang sangat umum dialami pengguna hosting, terutama saat sedang migrasi website atau restore backup. Solusinya adalah import database via SSH melalui Terminal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":329,"featured_media":65108,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[695],"tags":[18,135,319],"class_list":["post-19521","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-cpanel","tag-cpanel","tag-database","tag-ssh"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 4.9.9 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Tidak bisa import database melalui phpMyAdmin karena file terlalu besar? Pelajari cara import database via SSH melalui terminal di cPanel hosting berikut.\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Lutfi Hanif\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"wPstUwU5246IbK_1PqwGrc1LoSDnB-9rPbcT8_vSNgQ\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"cara import database ssh,cara import database terminal,import database ssh,ssh import database,import database via ssh,cpanel,database,ssh\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-import-database-via-ssh\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 4.9.9\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_Id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumahweb Journal \u2013 News, Article, and Tutorial of Web Dev\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Import Database via SSH (Terminal) di Hosting cPanel\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Tidak bisa import database melalui phpMyAdmin karena file terlalu besar? Pelajari cara import database via SSH melalui terminal di cPanel hosting berikut.\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-import-database-via-ssh\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Banner-Cara-Import-Database-via-SSH-di-Hosting-cPanel.webp\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Banner-Cara-Import-Database-via-SSH-di-Hosting-cPanel.webp\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"631\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-11T02:18:58+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-11T02:24:23+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/RumahwebIndonesia\/\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@rumahwebtweet\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Cara Import Database via SSH (Terminal) di Hosting cPanel\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Tidak bisa import database melalui phpMyAdmin karena file terlalu besar? Pelajari cara import database via SSH melalui terminal di cPanel hosting berikut.\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@rumahwebtweet\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Banner-Cara-Import-Database-via-SSH-di-Hosting-cPanel.webp\" \/>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Cara Import Database via SSH (Terminal) di Hosting cPanel","description":"Tidak bisa import database melalui phpMyAdmin karena file terlalu besar? Pelajari cara import database via SSH melalui terminal di cPanel hosting berikut.","canonical_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-import-database-via-ssh\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"cara import database ssh,cara import database terminal,import database ssh,ssh import database,import database via ssh,cpanel,database,ssh","webmasterTools":{"google-site-verification":"wPstUwU5246IbK_1PqwGrc1LoSDnB-9rPbcT8_vSNgQ","miscellaneous":""},"schema":null,"og:locale":"id_Id","og:site_name":"Rumahweb Journal \u2013 News, Article, and Tutorial of Web Dev","og:type":"article","og:title":"Cara Import Database via SSH (Terminal) di Hosting cPanel","og:description":"Tidak bisa import database melalui phpMyAdmin karena file terlalu besar? Pelajari cara import database via SSH melalui terminal di cPanel hosting berikut.","og:url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/cara-import-database-via-ssh\/","og:image":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Banner-Cara-Import-Database-via-SSH-di-Hosting-cPanel.webp","og:image:secure_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Banner-Cara-Import-Database-via-SSH-di-Hosting-cPanel.webp","og:image:width":1200,"og:image:height":631,"article:published_time":"2026-06-11T02:18:58+00:00","article:modified_time":"2026-06-11T02:24:23+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/RumahwebIndonesia\/","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@rumahwebtweet","twitter:title":"Cara Import Database via SSH (Terminal) di Hosting cPanel","twitter:description":"Tidak bisa import database melalui phpMyAdmin karena file terlalu besar? Pelajari cara import database via SSH melalui terminal di cPanel hosting berikut.","twitter:creator":"@rumahwebtweet","twitter:image":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Banner-Cara-Import-Database-via-SSH-di-Hosting-cPanel.webp"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"19521","title":"#post_title","description":"Tidak bisa import database melalui phpMyAdmin karena file terlalu besar? Pelajari cara import database via SSH melalui terminal di cPanel hosting berikut.","keywords":[{"label":"cara import database ssh","value":"cara import database ssh"},{"label":"cara import database terminal","value":"cara import database terminal"},{"label":"import database ssh","value":"import database ssh"},{"label":"ssh import database","value":"ssh import database"},{"label":"import database via ssh","value":"import database via ssh"}],"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"import database via SSH","score":91,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":4},"keyphraseInURL":{"score":5,"maxScore":5,"error":0},"keyphraseInIntroduction":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInSubHeadings":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseInImageAlt":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"Article","isEnabled":true},"graphs":[],"defaultGraph":"Article","defaultPostTypeGraph":""},"schema_type":"default","schema_type_options":"{\"article\":{\"articleType\":\"BlogPosting\"},\"course\":{\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"provider\":\"\"},\"faq\":{\"pages\":[]},\"product\":{\"reviews\":[]},\"recipe\":{\"ingredients\":[],\"instructions\":[],\"keywords\":[]},\"software\":{\"reviews\":[],\"operatingSystems\":[]},\"webPage\":{\"webPageType\":\"WebPage\"}}","pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","location":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"schemas":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2021-03-12 08:00:24","updated":"2026-06-11 02:30:10","seo_analyzer_scan_date":null},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/329"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19521"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19521\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65112,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19521\/revisions\/65112"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}