{"id":12874,"date":"2026-03-05T17:43:48","date_gmt":"2026-03-05T10:43:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/?p=12874"},"modified":"2026-03-05T17:43:54","modified_gmt":"2026-03-05T10:43:54","slug":"menghapus-log-journal-di-server-vps","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/menghapus-log-journal-di-server-vps\/","title":{"rendered":"Cara Menghapus Log Journal di VPS Linux"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah disk VPS Anda tiba-tiba penuh padahal tidak merasa menambahkan file apa pun? Dalam banyak kasus, kondisi ini terjadi karena file log sistem yang terus bertambah. Karena itu, penting bagi seorang sysadmin untuk mengetahui cara menghapus log journal agar ruang penyimpanan VPS tidak cepat habis.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab yang sering ditemukan adalah log systemd-journald (log journal). Log ini berfungsi mencatat berbagai aktivitas sistem, seperti proses service, error aplikasi, hingga aktivitas login. Jika tidak dikelola dengan baik, ukuran log dapat membesar dan memenuhi ruang penyimpanan VPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada panduan ini, kami akan membahas cara mengelola serta menghapus log journal yang sudah tidak diperlukan agar ruang disk kembali lega dan performa server tetap stabil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu systemd-journald dan \u201cjournal log\u201d?<\/h2>\n\n\n\n<p><code>systemd-journald<\/code> adalah komponen di banyak distro Linux modern yang bertugas mengumpulkan log dari:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>kernel,<\/li>\n\n\n\n<li>service (systemd unit),<\/li>\n\n\n\n<li>stdout\/stderr aplikasi,<\/li>\n\n\n\n<li>dan event sistem lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Log yang dikumpulkan ini disimpan dalam bentuk <strong>journal<\/strong> (file biner, bukan teks biasa). Karena formatnya berbeda dengan file log tradisional seperti <code>\/var\/log\/syslog<\/code> atau <code>\/var\/log\/nginx\/access.log<\/code>, journal punya cara baca dan cara \u201cbersih-bersih\u201d sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan cepat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Log tradisional<\/strong>: file teks di <code>\/var\/log\/*.log<\/code> (dibaca pakai <code>cat<\/code>, <code>less<\/code>, <code>tail<\/code>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Journal (journald)<\/strong>: disimpan dalam file khusus, dibaca pakai <code>journalctl<\/code>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kenapa journald penting? Karena saat ada masalah, journal sering menjadi sumber data paling lengkap untuk <em>troubleshooting<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa log journal bisa membengkak di VPS?<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara normal, file log pada sistem Linux akan terus bertambah selama server berjalan, hingga ada kebijakan rotasi atau retensi log yang membatasinya. Jika tidak dikontrol dengan baik, ukuran log journal dapat meningkat cukup cepat dan akhirnya memenuhi ruang penyimpanan VPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa penyebab umum log journal membengkak antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Service error loop atau crash loop<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika sebuah service mengalami error lalu terus mencoba restart dalam waktu singkat, sistem akan menulis log error berulang kali. Misalnya aplikasi yang gagal terhubung ke database lalu mencoba restart setiap detik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mode debug aktif<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa aplikasi memiliki mode debug yang mencatat aktivitas secara sangat detail. Jika mode ini aktif dalam waktu lama, jumlah log yang tersimpan bisa meningkat drastis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Trafik request yang sangat banyak<\/h3>\n\n\n\n<p>Serangan bot, brute force login, atau aktivitas scanner otomatis dapat menghasilkan log dalam jumlah besar, terutama pada log autentikasi, web server (Nginx\/Apache), maupun aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Konfigurasi journald tidak dibatasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika layanan <strong>systemd-journald<\/strong> tidak memiliki batas ukuran atau retensi yang jelas, sistem dapat menyimpan log dalam jumlah besar hingga memenuhi disk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kapasitas disk VPS yang kecil<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada VPS dengan kapasitas disk terbatas (misalnya 10\u201320 GB), tambahan beberapa gigabyte file log saja sudah cukup membuat ruang penyimpanan cepat penuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai catatan, menghapus log sebaiknya hanya dilakukan sebagai solusi darurat ketika disk sudah penuh. Untuk jangka panjang, langkah terbaik adalah membatasi retensi log dan memperbaiki service yang menghasilkan log berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengetahui Log Journal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Bagaimana cara untuk mengetahui adanya log journal dan bagaimana cara untuk menghapusnya? Berikut langkah-langkah untuk mengetahui dan menghapus log journal di dalam server VPS.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke server VPS anda melalui SSH. Apabila Anda mempergunakan sistem operasi Windows, Anda bisa mempergunakan aplikasi <strong><a aria-label=\"Putty (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/melakukan-koneksi-ssh-menggunakan-putty\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Putty<\/a><\/strong>. Apabila Anda mempergunakan Mac OS atau Linux, Anda bisa mempergunakan aplikasi Terminal.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah berhasil login ke server VPS melalui SSH, pertama-tama Anda cek dulu disk usage dari server VPS Anda dengan mengetikkan perintah berikut:<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code><strong>df -h<\/strong><\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"930\" height=\"503\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_1.png\" alt=\"cek disk usage vps\" class=\"wp-image-12875\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_1.png 930w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_1-300x162.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_1-768x415.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 930px) 100vw, 930px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Muncul output yang menginformasikan kalau disk usage server VPS sudah penuh (100%).<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pindah ke direktori \/var\/log\/journal dengan mengetikkan perintah berikut (kemudian menekan tombol Enter):<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code><strong>cd \/var\/log\/journal<\/strong><\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Kemudian Anda ketik perintah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>du -h<\/code><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"930\" height=\"503\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_2.png\" alt=\"cek log journal\" class=\"wp-image-12876\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_2.png 930w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_2-300x162.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_2-768x415.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 930px) 100vw, 930px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Muncul output yang menginformasikan ada log journal berukuran kurang lebih 1,5 GB.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghapus Log Journal<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui ada log journal berukuran besar di VPS anda, maka Anda bisa menghapus log journal dengan perintah berikut: <\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code><strong>rm -rf namafilelog<\/strong><\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Anda bisa meng<em>copy paste<\/em> nama log journal, atau bisa juga Anda ketik perintah rm -rf kemudian tekan tombol Tab supaya nama file log otomatis terbaca.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"930\" height=\"503\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_3.png\" alt=\"Menghapus Log Journal\" class=\"wp-image-12877\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_3.png 930w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_3-300x162.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_3-768x415.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 930px) 100vw, 930px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Setelah proses penghapusan selesai, Anda bisa mengecek kembali disk usage VPS Anda dengan perintah <strong>df -h<\/strong> dan akan Anda dapatkan output kalau disk usage server VPS sudah berkurang secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"930\" height=\"503\" src=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_4.png\" alt=\"cek kembali disk usage\" class=\"wp-image-12878\" srcset=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_4.png 930w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_4-300x162.png 300w, https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/menghapus_log_journal_vps_4-768x415.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 930px) 100vw, 930px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Membatasi Size Log Journal<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah ruang disk kembali lega, langkah berikutnya adalah melakukan <strong>pencegahan<\/strong> agar log journal tidak kembali membengkak.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada sistem Linux yang menggunakan <strong>systemd<\/strong>, pengaturan log journal dapat dikontrol melalui file konfigurasi berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>\/etc\/systemd\/journald.conf<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Untuk mengubahnya, Anda bisa membuka file tersebut menggunakan editor, misalnya <strong>nano<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>nano \/etc\/systemd\/journald.conf<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Beberapa parameter penting yang perlu diperhatikan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>SystemMaxUse<\/strong> : Menentukan batas maksimal total ukuran log journal yang boleh digunakan di disk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>SystemKeepFree<\/strong> : Menentukan jumlah ruang kosong yang harus tetap tersedia di disk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>MaxRetentionSec<\/strong>: Menentukan berapa lama log akan disimpan sebelum otomatis dihapus.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, berikut konfigurasi yang cukup aman untuk VPS dengan kapasitas disk kecil (silakan sesuaikan dengan kebutuhan):<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>SystemMaxUse=500M\nSystemKeepFree=1G\nMaxRetentionSec=30day<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Setelah melakukan perubahan pada konfigurasi tersebut, restart layanan <strong>journald<\/strong> agar pengaturan baru diterapkan:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sudo systemctl restart systemd-journald<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Kemudian Anda dapat mengecek kembali penggunaan ruang log dengan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>journalctl --disk-usage<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Perlu diingat bahwa nilai di atas <strong>bukan aturan baku<\/strong>. Anda dapat menyesuaikannya berdasarkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>kapasitas total disk pada VPS,<\/li>\n\n\n\n<li>kebutuhan audit atau troubleshooting,<\/li>\n\n\n\n<li>serta tingkat kritikal layanan yang berjalan di server tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sebagai praktik yang baik, pastikan pengaturan retensi log disesuaikan dengan kebutuhan server agar log tetap tersedia untuk analisis masalah, tetapi tidak sampai memenuhi ruang penyimpanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Checklist \u201cdisk hampir penuh\u201d di VPS<\/h2>\n\n\n\n<p>Gunakan checklist ini saat mendapat alarm disk penuh.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><code>df -h<\/code> ? pastikan partisi mana yang penuh.<\/li>\n\n\n\n<li><code>du -h -d 1 \/var<\/code> ? cari folder besar.<\/li>\n\n\n\n<li><code>journalctl --disk-usage<\/code> ? konfirmasi journal.<\/li>\n\n\n\n<li><code>journalctl --vacuum-size=\u2026<\/code> atau <code>--vacuum-time=\u2026<\/code>.<\/li>\n\n\n\n<li>Cek <code>\/var\/log\/*.log<\/code> lain (nginx, mysql, aplikasi).<\/li>\n\n\n\n<li>Jika pakai Docker: cek image, volume, container log.<\/li>\n\n\n\n<li>Cari service yang spam log:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><code>journalctl -p err -b<\/code> (error level)<\/li>\n\n\n\n<li><code>journalctl -u nama-service --since \"1 hour ago\"<\/code><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Perbaiki penyebab spam log (config\/app).<\/li>\n\n\n\n<li>Set limit permanen di <code>journald.conf<\/code>.<\/li>\n\n\n\n<li>Buat SOP monitoring disk (alert sebelum 90%).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Checklist ini mencegah Anda \u201chanya menghapus\u201d, lalu kejadian berulang minggu depan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa pertanyaan seputar menghapus log journal di VPS.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1) Aman tidak menghapus journal log?<\/strong><br \/>Aman jika dilakukan dengan cara yang benar dan Anda paham bahwa log lama akan hilang. Ini tidak merusak website secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2) Berapa limit journal yang ideal?<\/strong><br \/>Tergantung disk VPS dan kebutuhan audit. Untuk VPS kecil, 200\u2013500MB sering cukup. Untuk server produksi yang butuh investigasi, bisa 1\u20135GB.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3) Kenapa folder <code>\/var\/log\/journal<\/code> saya tidak ada?<\/strong><br \/>Bisa jadi journald Anda diset volatil (log di RAM) atau belum dibuat persistent. Sistem tetap punya journal, tapi lokasinya bisa berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4) Menghapus journal memengaruhi service?<\/strong><br \/>Biasanya tidak. Service tetap berjalan. Yang hilang adalah catatan log lama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5) Bagaimana cara tahu service mana yang bikin log meledak?<\/strong><br \/>Gunakan <code>journalctl<\/code> untuk filter unit dan time range, lalu lihat service dengan output paling \u201cberisik\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Log journal pada VPS Linux memang berfungsi penting untuk mencatat berbagai aktivitas sistem. Namun jika tidak dikelola dengan baik, ukurannya dapat terus bertambah hingga memenuhi ruang disk dan memengaruhi kinerja server. Oleh karena itu, penting bagi administrator untuk memahami cara menghapus log journal, sekaligus mengatur batas penyimpanannya agar log tetap terkendali.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melakukan pembersihan log secara berkala serta mengatur konfigurasi retensi pada <code>journald<\/code>, Anda dapat menjaga performa VPS tetap stabil dan terhindar dari masalah disk penuh. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda membutuhkan VPS yang stabil dan mudah dikelola untuk berbagai kebutuhan server, layanan <strong><a href=\"https:\/\/www.rumahweb.com\/vps-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"VPS KVM\">VPS KVM<\/a><\/strong> dari Rumahweb dapat menjadi pilihan karena menyediakan <em>resource <\/em>yang fleksibel, jaringan andal, serta dukungan teknis yang siap membantu kapan saja.<\/p>\n\n\n\n<script type=\"application\/ld+json\">\n{\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n  \"@type\": \"FAQPage\",\n  \"mainEntity\": [\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Aman tidak menghapus journal log di VPS?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Aman jika dilakukan dengan metode yang benar seperti journalctl --vacuum-size atau --vacuum-time. Yang hilang adalah log lama, bukan fungsionalitas website.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Bagaimana cara cek ukuran journald?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Gunakan journalctl --disk-usage untuk melihat total disk yang dipakai journal, lalu gunakan du pada \/var\/log\/journal jika perlu untuk investigasi folder.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa cara paling aman mengurangi ukuran log journal?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Gunakan journalctl --vacuum-size untuk membatasi ukuran atau journalctl --vacuum-time untuk menghapus log yang lebih lama dari periode tertentu.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Kenapa \/var\/log\/journal tidak ada?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Folder tersebut bisa tidak ada jika journald diset volatil (log di RAM) atau persistent logging belum aktif. Journal tetap bisa diakses melalui journalctl.\"\n      }\n    }\n  ]\n}\n<\/script>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah disk VPS Anda tiba-tiba penuh padahal tidak merasa menambahkan file apa pun? Dalam banyak kasus, kondisi ini terjadi karena file log sistem yang terus bertambah. Karena itu, penting bagi seorang sysadmin untuk mengetahui cara menghapus log journal agar ruang penyimpanan VPS tidak cepat habis. Salah satu penyebab yang sering ditemukan adalah log systemd-journald (log [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":330,"featured_media":62411,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[177],"tags":[1800,2601,321],"class_list":{"0":"post-12874","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-vps","8":"tag-logs","9":"tag-systemd-journald","10":"tag-vps"},"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Banner-Cara-Menghapus-Log-Journal-di-VPS-Linux.webp","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8n3G7-3lE","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/330"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12874"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62409,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12874\/revisions\/62409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62411"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahweb.com\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}