Mengatasi Bug wordpress 2.9 – mendapati pesan eror ‘Missed schedule’ dalam penjadwalan posting

Posted December 25th, 2009 in Web Programming by Rumahweb

WordPress baru-baru telah merilis versi terbarunya WordPress 2,9 yang dibundel dengan banyak fitur baru. Tetapi kali ini kesalahan terjadi dalam penjadwalan posting melalui halaman dashboard.

Ketika Anda akan menjadwalkan suatu posting artikel baik tanggal / waktu, ini akan dijadwalkan sempurna dan menunjukkan status “Scheduled”. Namun posting tidak akan dipublikasikan (published) pada waktu itu dan pesan status akan berubah menjadi ‘Missed schedule’.

Bug wordpress 2,9 tersebut karena respons yang lambat dari sistem pada waktu yang dijadwalkan. Sebenarnya masalah ini sudah ada di WordPress versi sebelumnya, tetapi kali ini adalah mengatasi kesalahan lebih sering. Sejak wordpress 2,9 dirilis dan dibundel dengan lebih banyak fitur, beban sistem juga meningkat dan karena itu kita menghadapi masalah ini sering di versi wordpress 2.9.

Di sini adalah solusi untuk mengatasi masalah ini.


Masuk dalam folder ‘wp-includes’ installasi wordpress anda dan edit nama file ‘cron.php’ pada line 229.

Sebelum perubahan

PHP:
  1. wp_remote_post( $cron_url, array('timeout' => 0.01, 'blocking' => false, 'sslverify' => apply_filters('https_local_ssl_verify', true)) );

Sesudah perubahan

PHP:
  1. wp_remote_post( $cron_url, array('timeout' => 10.00, 'blocking' => false, 'sslverify' => apply_filters('https_local_ssl_verify', true)) );

Perubahan yang dilakukan adalah telah mengubah waktu timeout dari 0.01sec untuk 10 detik yang akan bekerja dengan baik untuk masalah tersebut selain itu anda dapat mengubahnya ke nilai yang lebih tinggi.

Semoga dapat membantu.  :)

Mengatasi pesan error ‘An Unexpected HTTP Error occurred during the API request’ WordPress

Posted December 25th, 2009 in Web Programming by Rumahweb

Kadang-kadang Anda akan menjumpai pesan kesalahan sebagai berikut ‘An Unexpected HTTP Error occurred during the API request’ ketika melakukan request suatu halaman ( seperti upgrade plugin, searching plugin dsb) melalui admin dashboard worpdress.

Mungkin masalah ini terjadi selama 2 -3 menit dan kemudian setelah itu panel admin wordpress anda kembali normal.  Jika anda mendapatkan error ini sering pada halaman dashboard Anda,  disini kami memberikan sulosi dan bagaimana cara mengatasinya.

WordPress menetapkan batas timeout untuk setiap permintaan/request. Jika itu melintasi batas permintaan tertentu, dalam hal ini Anda akan mendapatkan pesan error. Jika Anda perlu untuk menyelesaikan masalah ini, dapat dilakukan dengan cara meningkatkan ‘time limit’ dengan nilai/value yang lebih tinggi.

Untuk meningkatkan ‘timeout limit of requests’ , masuk ke dalam directory  'wp-includes' instalasi wordpress Anda dan mengedit file ‘http.php’ .

Berikut adalah screenshot dari potongan kode di mana Anda perlu melakukan perubahan.


Detail perubahannnya sebagai berikut :

  • Sebelum perubahan
PHP:
  1. 'timeout' => apply_filters( 'http_request_timeout', 5),

  • Setelah perubahan
PHP:
  1. 'timeout' => apply_filters( 'http_request_timeout', 30),

Perubahan yang dilakukan sebelumnya adalah meningkatkan time limit dari 5 detik hingga 30 detik, sekarang Anda tidak akan mendapatkan pesan kesalahan kembali di halaman dashboard wordpress Anda. Anda dapat meningkatkan nilai timeout ini dengan jumlah sesuai pilihan Anda.

Seperti yang kami beritahukan sebelumnya bahwa pesan kesalahan ini muncul karena permintaan halaman melebihi batas waktu. Ini mungkin terjadi karena plugin yang digunakan atau penggunaan terlalu banyak plugin yang kurang optimal.

Mengatasi : Call to undefined function get_site_option() in news-magazine-theme-640/header.php on line 58

Posted November 29th, 2009 in Web Programming by Rumahweb

WordPress sendiri menyediakan banyak fitur baik plugin, languages maupun theme yang dapat di gunakan pada aplikasi wordpress kita. File hasil download biasanya berbentuk file kompresi dengan ekstensi .zip. Masalah timbul ketika anda menggunakan salah satu theme news magazine theme 640 dengan menjumpai adanya pesan error/halaman blog anda yang tidak tampil sempurna.

Fatal error: Call to undefined function get_site_option() in /home/usrCpanel/public_html/wp-content/themes/news-magazine-theme-640/header.php on line 58

Kesalahan pada bagian header yang muncul dibagian atas blog tersebut dapat diperbaiki dengan membuka dan menavigasi file header.php baris 58 ( di dalam folder theme tersebut ) dan melakukan perubahan pada baris code :

get_site_option < di rubah menjadi >   get_option

Selain itu function “get_site_option" juga dibuat di file home.php dan index.php. Anda dapat memperbaikinya dengan mencari dan mengganti pada file  index.php dan home.php. Artinya ada 3 file yang harus dilakukan perubahan php function get_site_option  < di rubah menjadi >   get_option diantaranya :  header.php , index.php dan home.php.

Note : Jika anda mengalami kesulitan untuk mencari dan mengganti baris code ketiga file tersebut. Anda bisa menyalin/overwrite file yang sudah dilakukan perubahan dan bisa anda download disini.

Mengatasi : Warning: array_keys()[function.array-keys]/widgets.php on line 1045 pada wordpress

Posted October 28th, 2009 in Web Programming by Rumahweb

Jika anda mengalami pesan error yang muncul dibagian atas blog setelah menambahkan html pada widget text pada halaman dashboard bahkan widget yang dipasangkan sebelumnya hilang entah kemana. Anda tidak perlu kuatir dan panik, disini kami memberikan solusi untuk mengatasi masalah pesan error yang menggangu pada tampilan blog anda.

Warning: array_keys() [function.array-keys]: The first argument should be an array in /home/UserCpanel/public_html/wp-includes/widgets.php on line 10Warning: array_keys() [function.array-keys]: The first argument should be an array in /home/UserCpanel/public_html/wp-includes/widgets.php on line 1045

Coba ikuti panduan berikut:

•    Login melalui FTP/Filezilla ke account hosting anda
•    Masuk ke installasi wordpress sebagai contoh public_html/wp-includes/, lalu unduh file  ‘widgets.php’   ke komputer local ( Selanjutnya, copy widgets.php ke dua buah folder yang berbeda)
•    Buka salah satu file widgets.php yg ada di hard disk anda dengan menggunakan notepad++.
•    Segera menuju baris 1045 dan hapus script berikut ini, lalu klik save:

PHP:
  1. </p>
  2.  
  3. <p style="text-align: justify;">if ( !isset($options[$o]['title']) || !isset($options[$o]['text']) )
  4. continue;
  5. $id = “text-$o”; // Never never never translate an id
  6. wp_register_sidebar_widget($id, $name, ‘wp_widget_text’, $widget_ops, array( ‘number’ =&gt; $o ));
  7. wp_register_widget_control($id, $name, ‘wp_widget_text_control’, $control_ops, array( ‘number’ =&gt; $o ));
  8. }

•    Upload file widgets.php yang telah anda edit ini ke public_html/wp-includes/, overwrite/timpa file yang sudah ada di folder tersebut
•    Login ke halaman  dashboard wordpress anda
•    Setelah pesan error tersebut hilang hapuslah seluruh widget yang telah anda pasang sebelumnya
•    Kembali ke Filezilla anda dan copy lah file widgets.php yang belum anda edit ke public_html/wp-includes/, Overwrite /timpa kembali ke file yang sudah di ada di Direktory tersebut
•    Pasanglah kembali widget-widget yang diperlukan.
•    Semoga dapat membantu :)

Upload Joomla 1.5 step by step ke server hosting

Posted September 29th, 2009 in Artikel & Tutorial, Web Programming by Rumahweb

Setelah mendisain  dan menguji website Anda melalui  server local pada PC , tantangan besar berikutnya adalah melakukan upload website ke server  account hosting Anda, dan meng-update konfigurasi sedemikian rupa sehingga Anda bisa melihat hasilnya secara online.

Kendala yang paling sering muncul pada saat upload Joomla lokal ke server hosting terletak pada konfigurasi database MySql dan bagaimana cara mengupload file-file instalasi  joomla tersebut agar tidak mengalami kegagalan. Tutorial di bawah ini memberikan anda langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memindahkan situs Joomla dari komputer lokal Anda ke server.  Detailnya, silahkan ikuti langkah dibawah ini :

1.    Membuat database melalui mySQL Database di Cpanel

Jika anda belum memiliki database di server, silahakan dibuat dahulu. Membuat database MySql bisa dilakukan di cPanel > MySql Database. Dari sana bisa diperoleh :

•    Nama database          contoh : userCpanel_namaDB
•    Username database
•    Password database    contoh : userCpanel_namaUser

2.    Backup database Komputer lokal

Siapkan database Joomla yang ingin diupload. Backup database anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser anda.( http://localhost/phpmyadmin) Pilih database Joomla yang ingin diupload dari drop down menu “ database “. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol “export” Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table” Jangan ganti yang lain kecuali anda tahu apa yang anda lakukan. Centang “Save as file” tekan tombol “go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer.

3.    Import database melalui phpmyadmin di cpanel

Setelah selesai membuat database dan user serta export database di computer local anda. Silahkan buka menu phpMyAdmin di cPanel Pilih database Joomla yang tadi anda buat di step pertama. Setelah database dipilih , klik pada tombol “import” dan browse file backup database dan “Go” untuk import. Untuk detailnya bisa anda lihat di artikel cara-upload-mysql-database.

4.    Upload files

Sebelum anda upload file Joomla ke server melalui FTP, sebaiknya compresi dalam satu file format Zip dahulu kesemua file dan direktori  installasi Joomla di computer local anda . Gunakanlah kompresi normal (standar) untuk zip file dan direktori Joomla.


Upload file .zip dengan menggunakan ftp/filezilla untuk mempercepat proses upload  dan menghindari kagalan upload. Jika  ingin menjadikan Joomla sebagai web utama silahkan upload file zip Joomla ke dalam direktori /public_html supaya Joomla dapat diakses melalui http://yourdomain.com/.
Setelah selesai upload, login ke cPanel > File Manager, cari file yang anda upload (di dalam direktori public_html), klik kanan pada file tersebut dan extract.


5.    Setting file Configuration.php

Sampai step 4, jika Anda mencoba untuk mengakses situs Web Anda mungkin akan ditemui sebuah kesalahan/pesan error.  Hal ini karena file configuration.php dari server lokal Anda tidak berisi informasi yang berhubungan dengan rincian account hosting Anda. File configuration.php menyimpan informasi mengenai database, user, password, path dan lain-lain. Anda perlu mengubah rincian di dalamnya sebagai berikut :

Buka cPanel > File Manager  anda. Cari configuration.php di direktori Joomla anda. Klik kanan pada file tersebut dan klik 'Code Edit'


Dalam file script tersebut,  cari baris code sebagai berikut :

var $log_path     = '’;
var $tmp_path    = '’;
var $live_site      = ‘’;
var $host            = '';
var $user            = ‘’;
var $db               = ‘’;
var $password    = '';

Contoh perubahan konfigurasi yang telah dilakukan:

PHP:
  1. var $log_path     = '/home/[ UserCpanel ]/public_html/logs’;
  2. var $tmp_path   = '/home/[ UserCpanel ]/public_html/tmp';
  3. var $live_site     = 'http://YourDomain.com';
  4. var $host           = 'localhost';
  5. var $user           = '[ UserCpanel ]_ UserDatabase';
  6. var $db              = '[ UserCpanel ]_ NamaDatabase';
  7. var $password   = 'PasswordDatabase';

Setelah selesai mengganti konfigurasi, tekan tombol Save Changes. Silahkan ditest web anda dengan mengakses ke http://YourDomain.com

Note :
>> Nama database dan username akan diberi prefiks “[ UserCpanel]_” dimana UserCpanel ini diambil dari username login cPanel.
>> Jangan lupa password user MySQL case-senditive.
>> Setting var $host harus selalu 'localhost'