Upload wordpress step by step ke server hosting

Posted November 29th, 2009 in Artikel & Tutorial, Web Design, Web Hosting by Rumahweb

Setelah Anda puas dengan tampilan situs WordPress di PC lokal Anda , hasil dari  customize website , desain, content/artikel yang anda tulis. Tentunya anda berkeinginan untuk mempublikasikan secara online.  Masih kurang jika  Anda belum memiliki pilihan server web hosting yang terbaik.  Pastikan server Anda mempunyai fasilitas database MySQL dan mendukung script PHP. Tips memilih web hosting dapat anda temukan  di sini.

Selanjutnya jika anda sudah mempunyai web hosting, sangat merepotkan sekali mengupload file ke server hosting jika kita tidak tahu cara apa yang tepat untuk melakukannya.  File apa saja yang di upload ? bagaimana cara mengupload nya ke server hosting ? apakah satu per satu file kita upload ?

Sangat kurang efektif melakukan upload file satu per satu, pertanyaannya jika file yang kita miliki ada ribuan, berapa lama waktu kita harus menunggu ? di sini kami akan menjelaskan secara ringkas bagaimana upload website ke server hosting dalam hal ini sebagai contoh aplikasi wordpress.

1.   Membuat database melalui mySQL Database di Cpanel

Jika anda belum membuat database di server, silahkan dibuat dahulu. Membuat database MySql bisa dilakukan di cPanel > MySql Database. Dari sana bisa diperoleh :

•    Nama database          , contoh :  'cerita35_wordpress'
•    Username database   , contoh : 'cerita35_admin'
•    Password database    , contoh : 'b4l1b0'

2.   Backup database Komputer lokal

Siapkan database aplikasi wordpress yang sudah anda buat ketika offline. Backup database anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser anda ( http://localhost/phpmyadmin)

Pilih database wordpress yang ingin diupload dari drop down menu “ database “. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol “export” Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table” Jangan ganti yang lain kecuali anda tahu apa yang anda lakukan. Centang “Save as file” tekan tombol “go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer.

3.   Import database melalui phpmyadmin di cpanel

Setelah selesai membuat database dan user (step 1)serta export database di computer local anda( step 2). Silahkan buka menu phpMyAdmin di cPanel Pilih database dengan nama ( _wordpress) yang tadi anda buat di step pertama.

Setelah database dipilih , klik pada tombol “import” dan browse file backup database dan “Go” untuk import. Untuk detailnya bisa anda lihat di artikel cara-upload-mysql-database.


4.   Upload file

Sebelum anda upload file wordpress ke server melalui FTP, sebaiknya compresi dalam satu file format Zip dahulu kesemua file dan direktori  installasi wordpress di computer local anda . Gunakanlah kompresi normal (standar) untuk zip file dan direktori wordpress.

Upload file .zip dengan menggunakan ftp/filezilla untuk mempercepat proses upload  dan menghindari kagalan upload. Jika  ingin menjadikan aplikasi wordpress sebagai web utama silahkan upload file zip wordpress ke dalam direktori /public_html supaya aplikasi wordpress dapat diakses melalui http://yourdomain.com/.

Setelah selesai upload, login ke cPanel > File Manager, cari file yang anda upload (di dalam direktori public_html), klik kanan pada file tersebut dan extract.


5.   Setting file wp-config.php

Sampai step 4, jika Anda mencoba untuk mengakses situs Web Anda mungkin akan ditemui sebuah kesalahan/pesan error.  Hal ini karena file wp-config.php dari server lokal Anda tidak berisi informasi yang berhubungan dengan rincian account hosting Anda. File wp-config.php menyimpan informasi mengenai nama database, userDB, serta password yang dibuat pada account hosting,. Anda perlu mengubah rincian di dalamnya sebagai berikut :

Buka cPanel > File Manager  anda. Cari file wp-config.php di root directory wordpress anda. Klik kanan pada file tersebut dan klik 'Code Edit', ubah baris code di bawah ini sesuai informasi yang kita buat pada step 1 :

PHP:
  1. // ** MySQL settings - You can get this info from your web host ** //
  2. /** The name of the database for WordPress */
  3. define('DB_NAME', 'wordpress284');  ubah menjadi   define('DB_NAME', ' cerita35_wordpress');
  4.  
  5. /** MySQL database username */
  6. define('DB_USER', 'root');          ubah menjadi   define('DB_USER', ' cerita35_admin');
  7.  
  8. /** MySQL database password */
  9. define('DB_PASSWORD', '');          ubah menjadi   define('DB_PASSWORD', 'b4l1b0');
  10.  
  11. /** MySQL hostname */
  12. define('DB_HOST', 'localhost');     tidak dilakukan perubahan

Setelah selesai mengganti konfigurasi, tekan tombol Save Changes.

6.   Mengedit Database MySQL di Server Online

Inilah langkah terakhir yang paling penting. Kita harus mengedit database, yang dalam contoh tadi adalah database “cerita35_wordpress'” supaya dapat terhubung dengan file-file WordPress kita. Kita hanya perlu mengubah URL, yang dalam contoh ini dari ‘http://localhost/wordpress284/ menjadi ‘http://www.namaDomainAnda.com’.

Jika langkah ini tidak dilakukan maka situs Anda tidak akan ditampilkan karena file-file WordPress dengan databasenya adalah ibarat dua sedjoli yang sudah tidak bisa dipisahkan. Langkah-langkah mengedit database :

Jalankan phpMyAdmin di Control Panel. Klik nama database Anda, dalam contoh ini “cerita35_wordpress'”. Pilih dan klik pada table wp_options. Pada tampilan yang muncul klik [Browse].  Pada tabel yang ada edit ada  2 hal :


a. Editlah entri “siteurl” pada kolom “option_name”. Klik edit atau gambar pena untuk mengedit. Gantilah ‘option_value’-nya dengan http://www.namaDomainAnda.com ( sesuaikan dengan path directory tempat file wordpress dan nama domain anda).

b. Editlah entri “Home” pada kolom yang sama. Jika Anda tidak menemukannya, klik tanda panah di bawah tabel. Cara mengeditnya sama dengan entri siteurl di atas.

7.   Akses nama domain anda melalui browser, dan selamat menikmati hasilnya. :)

Perbedaan Server US dan Lokal

Posted January 20th, 2009 in Web Hosting by adel

Terkait dengan beberapa pelanggan dan rekan pengguna lain yang menanyakan kelebihan dan kekurangan dari server lokal atau yang biasa disebut iix dengan server yang berada di us, kami berikan sedikit gambaran mengenai ini. Di rumahweb sendiri, kami menyediakan hosting yang berlokasi di iix untuk paket profesional dan enterprise. Dengan harga yang sama, anda bisa memilih server mana yang paling cocok dengan website anda. Continue Reading »

Hosting dan Domain

Posted January 17th, 2009 in Web Hosting by adel

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang provider hosting dan registrasi domain, tidak kengkap rasanya jika dalam journal ini kami tidak pernah membahas mengenai pengertian dan istilah-istilah dalam bidang tersebut. Berikut adalah pengertian dan istilah yang berhububungan dengan hosting dan domain menurut versi kami.

Hosting adalah jasa layanan internet yang menyediakan tempat untuk menyimpan informasi yang bisa diakses dimanapun. Informasi tersebut diantaranya http(website), FTP(transfer file), email atau DNS.

Shared Hosting adalah suatu layanan hosting yang digunakan secara bersama-sama dengan user lain. Artinya dalam satu server tersebut terdapat beberapa account yang dibedakan antara account satu dan lainnya dengan username dan password. Dalam hal ini rumahweb menyediakan 15 paket shared hosting yang dibagi dalam 3 kategori, yaitu Personal hosting, profesional hosting dan enterprise hosting. Continue Reading »

Cara Efektif Upload File

Posted December 3rd, 2008 in Web Hosting by adel

Di artikel sebelumnya kami telah menulis panduan untuk mengupload file, baik melalui File Manager cPanel juga melalui FTP Client FileZilla. Ada beberapa keunggulan dan kekurangan dari masing-masing cara tersebut. Misalnya saja dengan File manager di cPanel lebih simple untuk mengupload beberapa file saja sekalian bisa mengedit file tersebut. Namun kita akan kesulitan jika mengupload banyak file dan dengan ukuran yang besar. Menggunakan FTP Client kita mengupload banyak file sekaligus, tapi tidak semua bisa menggunakan fasilitas tersebut. FTP Client menggunakan port 21 yang mana tidak semua ISP atau admin jaringan membuka port tersebut. Lalu bagaimana jika kita akan mengupload banyak file, tapi dengan cara yang cepat dan praktis? Kami buka sedikit tips untuk mengatasi masalah tersebut. Continue Reading »

Joomla SMTP-Mailer

Posted November 19th, 2008 in Web Hosting by adel

Terkait dengan pengiriman email yang harus di verifikasi menggunakan SMTP Authentication, di beberapa cms juga ada yang masih menggunakan fungsi standar mail() dalam mengirimkan email. Salah satunya adalah cms semi portal yang sering digunakan, yaitu joomla. Hal ini terutama terjadi pada form registrasi yang mana seharusnya email yang berisi data pendaftaran tidak terkirim ke pendaftar. Sebenarnya cukup simple dan membutuhkan beberapa menit saja untuk bisa menjalankan fungsi pengiriman email tersebut. Mari kita bahas dan praktekan untuk joomla versi 1.0.x ataupun joomla 1.5.x.

Langkah pertama adalah tentu saja anda harus login dulu ke halaman administratornya. Setelah anda masuk ke administrator, silahkan pilih Global Configuration. Disini untuk joomla versi 1.0.x dan joomla 1.5.x berbeda dalam mensetting SMTP authenticationnya. Berikut screenshot dari kedua versi tersebut. Continue Reading »